Menu

Harga Emas Turun Gegara Dolar Kuat Jelang FOMC

N Sabila

Harga emas turun terus jelang FOMC. Dolar AS menguat didukung ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan pemulihan ekonomi yang cukup baik.

Seputarforex.com - Harga emas turun, memperpanjang kondisi empat sesi berturut-turut hingga Senin (19/Mar) sore ini. Dolar AS menguat terdukung oleh ekspektasi investor akan hasil rapat FOMC minggu ini. Harga emas spot turun 0.1 persen ke angka USD1,311.70 per ons pada pukul 11:02 WIB, menyusul penurunan 0.8 persen minggu lalu. Harga emas futures untuk pengiriman April jeblok 0.1 persen ke angka USD1,311.60 per ons.

 



Menurut data dari US CFTC, para spekulator emas sedang memotong posisi net long sebanyak 16,513 kontrak menjadi 145,659 kontrak. Ditambah lagi, lemahnya permintaan emas dari India membuat para dealer emas terpaksa menawarkan diskon dalam dua minggu berturut-turut, karena festival-festival yang biasa dilakukan juga gagal untuk menarik minat buyer emas.

Selain itu, data ekonomi AS minggu lalu terbilang cukup baik. Produksi Industri AS meningkat 1.1 persen pada bulan Februari. Penguatan Dolar AS juga didorong oleh peningkatan output pabrik dan pertambangan.


Penekan Dan Pendorong Harga Emas Minggu Ini

Menurut analis dari Wing Fung Financial Group di Hong Kong, Mark To, pemulihan ekonomi AS secara keseluruhan sudah cukup bagi bank sentral untuk mempertimbangkan normalisasi kebijakan moneter dengan lebih cepat.

FOMC The Fed akan dilaksanakan mulai Selasa besok, dan hasilnya akan diumumkan Kamis dini hari. Perkiraannya, bank sentral AS tersebut akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini. To sendiri memprediksi kuat bahwa perdagangan logam-logam mulia, termasuk emas, akan mengalami range-bound trading kecuali ada sesuatu yang betul-betul mengejutkan terjadi.

Sebaliknya, analis Stephen Innes dari OANDA mengatakan bahwa harga emas masih akan tersangga oleh potensi peristiwa yang dapat membebani minat risiko. Gejolak geopolitik, keprihatinan akan rendahnya inflasi, ketegangan yang ditimbulkan Rusia, dan sejumlah hal anti minat risiko lainnya, merupakan harapan bagi bullish emas.


Berita Emas Lainnya




KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE