Menu

Harga Minyak Ditenggelamkan Crude Inventory Amerika Serikat

A Muttaqiena

Harga minyak mentah tumbang pada perdagangan tadi malam, setelah data persediaan minyak mentah AS ternyata mengalami peningkatan cukup besar melampaui estimasi.

Harga minyak mentah tumbang pada perdagangan tadi malam, setelah data persediaan minyak mentah AS ternyata mengalami peningkatan cukup besar melampaui estimasi. Harga minyak pun masih bertahan di level rendah hingga pagi ini (28/7), meskipun Dolar cenderung loyo pasca putusan bank sentralnya pada dini hari untuk tidak merubah suku bunga.

Di New York Mercantile Exchange (NYMEX), minyak mentah WTI diperdagangkan di kisaran $41.98 per barel. Sementara di Intercontinental Exchange (ICE), harga acuan Brent berada pada $43.50 per barel. Dengan demikian, harga minyak mentah berjangka telah ambruk kurang lebih 9% sepanjang sepekan terakhir, atau sekitar 20% dari puncak tertinggi 10 bulan yang dicapainya pada awal bulan Juni.

Kekhawatiran pasar akan limpahan surplus menjadi kenyataan. Pasalnya, lembaga pemerintah Energy Information Administration (EIA) mengabarkan dalam laporan pekanannya bahwa persediaan minyak mentah (crude inventories) di Amerika Serikat meningkat sebanyak 1.7 juta barel dibanding angka pekan lalu. Dengan total persediaan kini sebanyak 521.1 juta barel, inventori AS berada pada level tinggi secara historis. Kenaikan tersebut menepis estimasi akan terjadinya penurunan sebanyak 2.3 juta barel, sekaligus merupakan pertambahan inventori pertama kalinya dalam 10 pekan terakhir.

Dalam laporan yang sama, EIA juga menyebutkan adanya peningkatan persediaan gasolin sebanyak 452,000 barel, jauh lebih tinggi dari estimasi 36,000. Persediaan gasolin dalam beberapa minggu belakangan ini terus berada di atas rerata musiman, karena aktivitas kilang minyak jauh melampaui permintaan bahan bakar.

Sementara itu, produksi minyak mentah AS masih melaju. Pekan lalu, produksi meningkat sebanyak 21,000 bph, sehingga total produksi AS mencapai 8.515 juta bph. Satu demi satu, sumur minyak yang sempat dinonaktifkan telah kembali beroperasi dalam dua bulan terakhir. Tingginya level produksi mengakibatkan harga minyak mentah berjangka mengalami kesulitan besar untuk pulih kembali.

 


Berita Minyak Lainnya




KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE