Menu

HMSP: Pertahankan Laba, Naikkan Harga Rokok Tiap Bulan

A Muttaqiena

Meski begitu, berdasarkan laporan keuangan yang dirilis kemarin (28/7), PT Hanjaya Mandala Sampoerna (kode saham HMSP) masih mengalami kinerja positif dan mempertahankan pangsa pasarnya di Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis kemarin (28/7), PT Hanjaya Mandala Sampoerna (kode saham HMSP) masih mengalami kinerja positif dan mempertahankan pangsa pasarnya di Indonesia. Pencapaian ini diraih melalui berbagai upaya, diantaranya adalah dengan menaikkan harga dan penetrasi produk baru.

Penjualan dan laba bersih HM Sampoerna sepanjang semester I/2016 mengalami peningkatan. Penjualan bersih naik 8.22% ke Rp 47.34 triliun, sementara laba bersih meningkat 22.69% ke Rp 6.15 triliun. Menurut HM Sampoerna, mereka juga masih mempertahankan pangsa pasar nasional sebesar 34.1% yang dikuasainya.

Cukup sulit untuk mempertahankan kinerja di tengah kenaikan tarif cukai rokok yang terus menerus digalakkan pemerintah. Menurut PMK 198/PMK.010/015, rata-rata kenaikan tarif cukai rokok tahun ini adalah sebesar 11.19%. Tahun 2017 pun diperkirakan masih akan dinaikkan lagi. Namun demikian, HMSP masih sanggup mengklaim sebagai pembayar pajak tertinggi dengan total Rp 67.2 triliun.

Guna menjaga pos laba, salah satu upaya yang dilakukan HM Sampoerna adalah dengan menaikkan harga. Dalam sebuah interview dengan media Kontan pada hari Senin (25/7), Presdir PT Hanjaya Mandala Sampoerna, Paul Janelle, menyebutkan bahwa pihaknya telah menaikkan harga sebanyak tujuh kali dalam tahun ini, dengan rata-rata kenaikan 10%. Karakter rokok yang konsumennya tak mudah terpengaruh perubahan harga disinyalir menjadi latar belakang mengapa salah satu pabrik rokok terbesar Indonesia ini tak khawatir ditinggalkan pembeli.

Upaya lain yang dilakukan adalah dengan strategi penetrasi baru, khususnya produk U Bold. Menurut HMSP, hingga Februari 2016 jaringan pemasaran U Bold telah meluas hingga 19 kota, dan dampaknya sudah terasa. Tanpa menyebut angka, HM Sampoerna mengungkapkan penjualan produk U Bold terus meningkat.

Dengan prestasi kinerja ini, HMSP memantapkan diri sebagai salah satu emiten blue chip Indonesia. Sebelumnya pada bulan Februari telah dilaporkan bahwa HMSP masuk dalam 10 emiten berkapitalisasi terbesar di BEI.


Berita Saham Lainnya




KONTAK KAMI PASANG IKLAN BROKER BELAJAR ANALISA ARTIKEL TERM OF USE