Proyeksi Crude Oil Di Tengah Pembatasan Produksi Global

  By: Alpari   view: 552
Analisa Minyak

Tinjauan Fundamental Crude Oil

Sudah sebulan semenjak OPEC mengumumkan kesepakatan pembatasan produksi bagi anggota-anggotanya. Harga minyak belum menampakan kenaikan yang signifikan. Jika memperhatikan data kesepakatan yang dirilis oleh OPEC, pemberlakuan kebijakan tersebut efektif mulai bulan Januari 2017. Berikut data proyeksi pemangkasan produksi terhadap anggota-anggota OPEC.

data proyeksi pemangkasan produksi anggota OPEC

Ada tiga kelompok supplier terbesar minyak dunia, dari kelompok OPEC, Negara Independen dan kelompok OECD. Kelompok OPEC menurut data tercatat pertahun 2015 mampu menyuplai kebutuhan minyak dunia sebanyak 46%, OECD mampu memenuhi kebutuhan pasar sebesar 23% dan sisanya dikuasai oleh negara independen.

Jika kita memperhatikan komposisi tersebut diatas, langkah pembatasan produksi tersebut hanya akan menjadi senjata makan tuan bagi anggota-anggota OPEC sendiri. Mengapa demikian? jika kita memperhatikan, beberapa negara anggota OECD sudah mulai menggenjot kapasitas produksinya semenjak isu pembatasan produksi digulirkan. Amerika dan Kanada telah memulai langkah tersebut, sehingga suplai global tidak berkurang dengan signifikan.

Crude oil merupakan energi fosil, pada perkembanganya energi fosil mulai ditinggalkan selain karena “kotor” sehingga tidak ramah untuk alam dan keberlangsungan hidup makhluk hidup , energi tersebut juga tidak terbaharukan. Perkembangan teknologi dewasa ini, terutama di negara-negara maju yang mulai sadar arti pentingnya menjaga kelangsungan hidup mulai beralih dan meninggalkan pada energi fosil tersebut. Teknologi mulai mencari alternatif energi-energi yang terbaharukan dan lebih “ramah” lingkungan.

Perkembangan teknologi tersebut tidak boleh dipandang remeh dalam membendung permintaan energi “kotor”. Jika kita mengambil contoh konsumsi energi fosil di negara maju untuk alat-alat transportasi mengalami penurunan yang signifikan. Kendaraan-kendaraan tersebut menerapkan teknologi “hybrid”, sehingga konsumsi bahan bakar dan hasil gas buang yang meracuni lingkungan dapat dikurangi.

Selain itu, di negara-negara maju, konsumsi energi fosil yang kotor juga mulai di konversi ke energi fosil yang bersih seperti gas alam. Dari waktu ke waktu permintaan gas alam, semakin meningkat dibandingkan crude oil.

Dari beberapa alasan tersebut diatas, secara fundamental prospek dari crude oil memang akan cukup tragis. Negara penghasil dan pemilik cadangan minyak yang besar, yang dapat melihat pergeseran dan trend teknologi, akan berusaha menjual komoditasnya tersebut, sebelum harga crude oil menjadi tidak rasional untuk proses produksi.

 

Tinjauan Teknikal

Secara teknikal, saat ini crude oil tipe _BRN (Alpari Standart MT4) saat ulasan ini dibuat diperdagangkan pada harga $56.15 per barel. Batas kenaikan berada pada area level harga 59.10-57.87, di mana kami menyebut level tersebut sebagai rest area harga. Jika harga minyak mampu menembus batas rest area tersebut, maka harga berpotensi untuk melanjutkan kenaikanya menuju area level harga $68.55 per barel. Akan tetapi, jika harga tetap berada di bawah rest area dan break down trendline, maka ada kecenderungan harga minyak untuk melemah menuju kisaran harga $52.54 per barel.

Grafik Oil BRN

Rino Purbono
Analyst – Alpari Research & Analysis Ltd

Rino Purbono merupakan seorang analis market asli Indonesia. Ia mempunyai pengalaman di dunia trading forex sejak tahun 2000. Ia pernah menulis buku mengenai forex market. Pernah menjadi trainer dan profesional edukasi forex market untuk broker lokal. Pernah menulis analisa market untuk media lokal bahkan nasional seperti Media Indonesia. Ia aktif memberikan rekomendasi teknikal analisis untuk client secara harian dan analisa mingguan khusus untuk komoditi emas.


Arsip Analisa by: Alpari

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang
Terinspirasi
Tak Peduli
Sedih


  Anda ingin mendapatkan info berita, artikel, analisa terbaru?
Silahkan daftar disini.

Catatan Teknikal 24 Juni: Dolar Melemah Di Ahir Pekan

Catatan Teknikal 24 Juni: Dolar Melemah Di Ahir Pekan

Dolar melemah hingga menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan, terutama terhadap Euro dan Poundsterling. Sementara terhadap Yen, Dolar masih terhitung bergerak cukup stabil dengan range harga yang sempit.
Outlook Teknikal Intraday EUR/USD 23 Juni

Outlook Teknikal Intraday EUR/USD 23 Juni

Euro melanjutkan recovery terhadap Dolar pada hari ini, memperpanjang rebound dari 1.1118 (Low 20 Juni), meskipun rilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa Zona Euro menunjukkan hasil yang beragam.
Analisa Scalping USD/JPY 23 Juni 2017

Analisa Scalping USD/JPY 23 Juni 2017

Pegrerakan market USD/JPY secara garis besarnya membentuk area sideway. Berikut pilihan strategi eksekusi untuk akhir pekan ini:
Sesi Asia: USD/JPY, AUD/USD, Jum'at 23 Juni 2017

Sesi Asia: USD/JPY, AUD/USD, Jum'at 23 Juni 2017

Pada awal perdagangan akhir pekan ini, USD/JPY dan AUD/USD tampak berada dalam konsolidasi, setelah sebelumnya berada dalam tekanan Dollar.
Supply OPEC Berlimpah, Pembatasan Produksi Minyak Dipertanyakan

Supply OPEC Berlimpah, Pembatasan Produksi Minyak Dipertanyakan

Banjir supply secara otomatis akan membawa kejatuhan dalam harga minyak mentah. Apalagi, tanda-tanda kesepakatan pembatasan produksi tersebut jauh dari target
Analisa US OIL Dalam Pandangan Teknikal (20-26 Juni 2017)

Analisa US OIL Dalam Pandangan Teknikal (20-26 Juni 2017)

Harga US OIL kini sudah melewati Lower Low (LL) sebelumnya. Ini menandakan kuatnya minat jual dari para Seller sampai membentuk harga terendah baru.

Harga Minyak

Brent Crude (ICE) 45.54 +0.71%
WTI Crude Oil (Nymex) 43.01 +0.63%
MORE 24 JUN 2017 21:35