Proyeksi Crude Oil Di Tengah Pembatasan Produksi Global

  By: Alpari   View: 664
Analisa Minyak

Tinjauan Fundamental Crude Oil

Sudah sebulan semenjak OPEC mengumumkan kesepakatan pembatasan produksi bagi anggota-anggotanya. Harga minyak belum menampakan kenaikan yang signifikan. Jika memperhatikan data kesepakatan yang dirilis oleh OPEC, pemberlakuan kebijakan tersebut efektif mulai bulan Januari 2017. Berikut data proyeksi pemangkasan produksi terhadap anggota-anggota OPEC.

data proyeksi pemangkasan produksi anggota OPEC

Ada tiga kelompok supplier terbesar minyak dunia, dari kelompok OPEC, Negara Independen dan kelompok OECD. Kelompok OPEC menurut data tercatat pertahun 2015 mampu menyuplai kebutuhan minyak dunia sebanyak 46%, OECD mampu memenuhi kebutuhan pasar sebesar 23% dan sisanya dikuasai oleh negara independen.

Jika kita memperhatikan komposisi tersebut diatas, langkah pembatasan produksi tersebut hanya akan menjadi senjata makan tuan bagi anggota-anggota OPEC sendiri. Mengapa demikian? jika kita memperhatikan, beberapa negara anggota OECD sudah mulai menggenjot kapasitas produksinya semenjak isu pembatasan produksi digulirkan. Amerika dan Kanada telah memulai langkah tersebut, sehingga suplai global tidak berkurang dengan signifikan.

Crude oil merupakan energi fosil, pada perkembanganya energi fosil mulai ditinggalkan selain karena “kotor” sehingga tidak ramah untuk alam dan keberlangsungan hidup makhluk hidup , energi tersebut juga tidak terbaharukan. Perkembangan teknologi dewasa ini, terutama di negara-negara maju yang mulai sadar arti pentingnya menjaga kelangsungan hidup mulai beralih dan meninggalkan pada energi fosil tersebut. Teknologi mulai mencari alternatif energi-energi yang terbaharukan dan lebih “ramah” lingkungan.

Perkembangan teknologi tersebut tidak boleh dipandang remeh dalam membendung permintaan energi “kotor”. Jika kita mengambil contoh konsumsi energi fosil di negara maju untuk alat-alat transportasi mengalami penurunan yang signifikan. Kendaraan-kendaraan tersebut menerapkan teknologi “hybrid”, sehingga konsumsi bahan bakar dan hasil gas buang yang meracuni lingkungan dapat dikurangi.

Selain itu, di negara-negara maju, konsumsi energi fosil yang kotor juga mulai di konversi ke energi fosil yang bersih seperti gas alam. Dari waktu ke waktu permintaan gas alam, semakin meningkat dibandingkan crude oil.

Dari beberapa alasan tersebut diatas, secara fundamental prospek dari crude oil memang akan cukup tragis. Negara penghasil dan pemilik cadangan minyak yang besar, yang dapat melihat pergeseran dan trend teknologi, akan berusaha menjual komoditasnya tersebut, sebelum harga crude oil menjadi tidak rasional untuk proses produksi.

 

Tinjauan Teknikal

Secara teknikal, saat ini crude oil tipe _BRN (Alpari Standart MT4) saat ulasan ini dibuat diperdagangkan pada harga $56.15 per barel. Batas kenaikan berada pada area level harga 59.10-57.87, di mana kami menyebut level tersebut sebagai rest area harga. Jika harga minyak mampu menembus batas rest area tersebut, maka harga berpotensi untuk melanjutkan kenaikanya menuju area level harga $68.55 per barel. Akan tetapi, jika harga tetap berada di bawah rest area dan break down trendline, maka ada kecenderungan harga minyak untuk melemah menuju kisaran harga $52.54 per barel.

Grafik Oil BRN

Rino Purbono
Analyst – Alpari Research & Analysis Ltd

Rino Purbono merupakan seorang analis market asli Indonesia. Ia mempunyai pengalaman di dunia trading forex sejak tahun 2000. Ia pernah menulis buku mengenai forex market. Pernah menjadi trainer dan profesional edukasi forex market untuk broker lokal. Pernah menulis analisa market untuk media lokal bahkan nasional seperti Media Indonesia. Ia aktif memberikan rekomendasi teknikal analisis untuk client secara harian dan analisa mingguan khusus untuk komoditi emas.


Arsip Analisa by: Alpari

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang
Terinspirasi
Tak Peduli
Sedih

SHARE:

SHARE:

 
Laju Euro Dan Sterling Tertahan, Dolar Berbalik Menguat Di Akhir Pekan Laju Euro Dan Sterling Tertahan, Dolar Berbalik Menguat Di Akhir Pekan
By Buge Satrio, 17 Feb 2018, In Analisa Forex Mingguan, View 317
Setelah mengalami reli di sepanjang pekan, EUR dan GBP mengambil nafas dan mempersilahkan Dolar untuk mengambil alih. Bagaimana proyeksi selanjutnya?
Analisa XAU/USD Sesi Amerika,  Jumat 16 Februari 2018 Analisa XAU/USD Sesi Amerika, Jumat 16 Februari 2018
By Rachmat, 16 Feb 2018, In Analisa Emas Teknikal Harian, View 497
Emas mampu menguat hingga 1361.58 di akhir pekan ini. Namun di sesi Amerika, ada potensi melemah terhadap Dolar AS.
Outlook Teknikal Intraday GBP/USD Jelang Data Retail Sales Inggris Outlook Teknikal Intraday GBP/USD Jelang Data Retail Sales Inggris
By Buge Satrio, 16 Feb 2018, In Analisa Forex Teknikal Harian, View 376
Sterling ditutup lebih tinggi terhadap Dolar menyusul sentimen negatif yang masih menekan permintaan terhadap Greenback pasca data inflasi (CPI) AS.
Analisa GBP/USD: Jumat 16 Februari 2018 Analisa GBP/USD: Jumat 16 Februari 2018
By Rachmat, 16 Feb 2018, In Analisa Forex Teknikal Harian, View 293
Di akhir pekan, ada potensi GBP/USD melemah. Apa latar kondisi yang menyebabkannya? Berikut analisa untuk hari ini.
Analisa US OIL (WTI): Peluang Di Sekitar Area Swing Analisa US OIL (WTI): Peluang Di Sekitar Area Swing
By Ardi99, 14 Feb 2018, In Analisa Minyak, View 169
Jika kita lihat dalam gambaran yang lebih luas, harga masih berada dalam arus Uptrend sebelumnya (Garis Hitam), sehingga waspadai adanya reversal.
Crude Oil Mendekati Support D1, Akankah Pullback? Crude Oil Mendekati Support D1, Akankah Pullback?
By Alpari, 8 Feb 2018, In Analisa Minyak, View 151
Setelah gagal melewati area resisten wave bulanan, Crude Oil tipe Brent akhirnya koreksi. Jika kita mengamati struktur tren, potensi pullback cukup besar.
  Anda ingin mendapatkan info berita, artikel, analisa terbaru?
Silahkan daftar disini.