Proyeksi Crude Oil Di Tengah Pembatasan Produksi Global

  By: Alpari   view: 580
Analisa Minyak

Tinjauan Fundamental Crude Oil

Sudah sebulan semenjak OPEC mengumumkan kesepakatan pembatasan produksi bagi anggota-anggotanya. Harga minyak belum menampakan kenaikan yang signifikan. Jika memperhatikan data kesepakatan yang dirilis oleh OPEC, pemberlakuan kebijakan tersebut efektif mulai bulan Januari 2017. Berikut data proyeksi pemangkasan produksi terhadap anggota-anggota OPEC.

data proyeksi pemangkasan produksi anggota OPEC

Ada tiga kelompok supplier terbesar minyak dunia, dari kelompok OPEC, Negara Independen dan kelompok OECD. Kelompok OPEC menurut data tercatat pertahun 2015 mampu menyuplai kebutuhan minyak dunia sebanyak 46%, OECD mampu memenuhi kebutuhan pasar sebesar 23% dan sisanya dikuasai oleh negara independen.

Jika kita memperhatikan komposisi tersebut diatas, langkah pembatasan produksi tersebut hanya akan menjadi senjata makan tuan bagi anggota-anggota OPEC sendiri. Mengapa demikian? jika kita memperhatikan, beberapa negara anggota OECD sudah mulai menggenjot kapasitas produksinya semenjak isu pembatasan produksi digulirkan. Amerika dan Kanada telah memulai langkah tersebut, sehingga suplai global tidak berkurang dengan signifikan.

Crude oil merupakan energi fosil, pada perkembanganya energi fosil mulai ditinggalkan selain karena “kotor” sehingga tidak ramah untuk alam dan keberlangsungan hidup makhluk hidup , energi tersebut juga tidak terbaharukan. Perkembangan teknologi dewasa ini, terutama di negara-negara maju yang mulai sadar arti pentingnya menjaga kelangsungan hidup mulai beralih dan meninggalkan pada energi fosil tersebut. Teknologi mulai mencari alternatif energi-energi yang terbaharukan dan lebih “ramah” lingkungan.

Perkembangan teknologi tersebut tidak boleh dipandang remeh dalam membendung permintaan energi “kotor”. Jika kita mengambil contoh konsumsi energi fosil di negara maju untuk alat-alat transportasi mengalami penurunan yang signifikan. Kendaraan-kendaraan tersebut menerapkan teknologi “hybrid”, sehingga konsumsi bahan bakar dan hasil gas buang yang meracuni lingkungan dapat dikurangi.

Selain itu, di negara-negara maju, konsumsi energi fosil yang kotor juga mulai di konversi ke energi fosil yang bersih seperti gas alam. Dari waktu ke waktu permintaan gas alam, semakin meningkat dibandingkan crude oil.

Dari beberapa alasan tersebut diatas, secara fundamental prospek dari crude oil memang akan cukup tragis. Negara penghasil dan pemilik cadangan minyak yang besar, yang dapat melihat pergeseran dan trend teknologi, akan berusaha menjual komoditasnya tersebut, sebelum harga crude oil menjadi tidak rasional untuk proses produksi.

 

Tinjauan Teknikal

Secara teknikal, saat ini crude oil tipe _BRN (Alpari Standart MT4) saat ulasan ini dibuat diperdagangkan pada harga $56.15 per barel. Batas kenaikan berada pada area level harga 59.10-57.87, di mana kami menyebut level tersebut sebagai rest area harga. Jika harga minyak mampu menembus batas rest area tersebut, maka harga berpotensi untuk melanjutkan kenaikanya menuju area level harga $68.55 per barel. Akan tetapi, jika harga tetap berada di bawah rest area dan break down trendline, maka ada kecenderungan harga minyak untuk melemah menuju kisaran harga $52.54 per barel.

Grafik Oil BRN

Rino Purbono
Analyst – Alpari Research & Analysis Ltd

Rino Purbono merupakan seorang analis market asli Indonesia. Ia mempunyai pengalaman di dunia trading forex sejak tahun 2000. Ia pernah menulis buku mengenai forex market. Pernah menjadi trainer dan profesional edukasi forex market untuk broker lokal. Pernah menulis analisa market untuk media lokal bahkan nasional seperti Media Indonesia. Ia aktif memberikan rekomendasi teknikal analisis untuk client secara harian dan analisa mingguan khusus untuk komoditi emas.


Arsip Analisa by: Alpari

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang
Terinspirasi
Tak Peduli
Sedih


  Anda ingin mendapatkan info berita, artikel, analisa terbaru?
Silahkan daftar disini.

Ulasan Saham 21 Agustus: Menu Trading Saham Hari Ini

Ulasan Saham 21 Agustus: Menu Trading Saham Hari Ini

Kami merekomendasikan saham-saham seperti APLI, BBTN, KINO, MAIN, ASSA, dan INCO. Apa alasannya dan bagaimana dengan target harganya? simak ulasan lengkapnya.
XAU/USD, Jum'at 18 Agustus 2017

XAU/USD, Jum'at 18 Agustus 2017

Emas memperpanjang kenaikannya dan kini berada dalam pergerakan area 1286.74 - 1297.65, terbantu oleh permintaan aset safe haven.
Outlook Teknikal Intraday EUR/USD 18 Agustus: Descending Channel H4

Outlook Teknikal Intraday EUR/USD 18 Agustus: Descending Channel H4

Euro sempat meluncur turun terhadap Dolar dan menyentuh 1.1661 kemarin, Kamis 17/08, namun respon buyers dari kisaran level tersebut kembali melambungkan harga di atas 1.1700.
Sesi Eropa: EUR/USD, Jum'at 18  Agustus 2017

Sesi Eropa: EUR/USD, Jum'at 18 Agustus 2017

Risalah pertemuan ECB kemarin tampaknya memunculkan ketidakpastian bagi pasar. Analisa EUR/USD ini dibuat berdasar range harian hari ini.
Analisa US OIL Dalam Pandangan Teknikal (9-14 Agustus 2017)

Analisa US OIL Dalam Pandangan Teknikal (9-14 Agustus 2017)

Melihat dari trendline, yang mewakili kenaikan pada US OIL, kemungkinan harga dapat jatuh ke sekitar trendline ini sebelum mencoba naik kembali.
Proyeksi Crude Oil Validasi Trend UP

Proyeksi Crude Oil Validasi Trend UP

Berita kemarin, Crude Oil Inventory menunjukkan penurunan. Hal ini mengindikasikan trend up kuat. Dimana titik entry yang tepat?

Harga Minyak

Brent Crude (ICE) 52.72 +3.31%
WTI Crude Oil (Nymex) 48.51 +3.02%
MORE 19 AUG 2017 17:35