Proyeksi Crude Oil Di Tengah Pembatasan Produksi Global

  By: Alpari   view: 471
Analisa Minyak

Tinjauan Fundamental Crude Oil

Sudah sebulan semenjak OPEC mengumumkan kesepakatan pembatasan produksi bagi anggota-anggotanya. Harga minyak belum menampakan kenaikan yang signifikan. Jika memperhatikan data kesepakatan yang dirilis oleh OPEC, pemberlakuan kebijakan tersebut efektif mulai bulan Januari 2017. Berikut data proyeksi pemangkasan produksi terhadap anggota-anggota OPEC.

data proyeksi pemangkasan produksi anggota OPEC

Ada tiga kelompok supplier terbesar minyak dunia, dari kelompok OPEC, Negara Independen dan kelompok OECD. Kelompok OPEC menurut data tercatat pertahun 2015 mampu menyuplai kebutuhan minyak dunia sebanyak 46%, OECD mampu memenuhi kebutuhan pasar sebesar 23% dan sisanya dikuasai oleh negara independen.

Jika kita memperhatikan komposisi tersebut diatas, langkah pembatasan produksi tersebut hanya akan menjadi senjata makan tuan bagi anggota-anggota OPEC sendiri. Mengapa demikian? jika kita memperhatikan, beberapa negara anggota OECD sudah mulai menggenjot kapasitas produksinya semenjak isu pembatasan produksi digulirkan. Amerika dan Kanada telah memulai langkah tersebut, sehingga suplai global tidak berkurang dengan signifikan.

Crude oil merupakan energi fosil, pada perkembanganya energi fosil mulai ditinggalkan selain karena “kotor” sehingga tidak ramah untuk alam dan keberlangsungan hidup makhluk hidup , energi tersebut juga tidak terbaharukan. Perkembangan teknologi dewasa ini, terutama di negara-negara maju yang mulai sadar arti pentingnya menjaga kelangsungan hidup mulai beralih dan meninggalkan pada energi fosil tersebut. Teknologi mulai mencari alternatif energi-energi yang terbaharukan dan lebih “ramah” lingkungan.

Perkembangan teknologi tersebut tidak boleh dipandang remeh dalam membendung permintaan energi “kotor”. Jika kita mengambil contoh konsumsi energi fosil di negara maju untuk alat-alat transportasi mengalami penurunan yang signifikan. Kendaraan-kendaraan tersebut menerapkan teknologi “hybrid”, sehingga konsumsi bahan bakar dan hasil gas buang yang meracuni lingkungan dapat dikurangi.

Selain itu, di negara-negara maju, konsumsi energi fosil yang kotor juga mulai di konversi ke energi fosil yang bersih seperti gas alam. Dari waktu ke waktu permintaan gas alam, semakin meningkat dibandingkan crude oil.

Dari beberapa alasan tersebut diatas, secara fundamental prospek dari crude oil memang akan cukup tragis. Negara penghasil dan pemilik cadangan minyak yang besar, yang dapat melihat pergeseran dan trend teknologi, akan berusaha menjual komoditasnya tersebut, sebelum harga crude oil menjadi tidak rasional untuk proses produksi.

 

Tinjauan Teknikal

Secara teknikal, saat ini crude oil tipe _BRN (Alpari Standart MT4) saat ulasan ini dibuat diperdagangkan pada harga $56.15 per barel. Batas kenaikan berada pada area level harga 59.10-57.87, di mana kami menyebut level tersebut sebagai rest area harga. Jika harga minyak mampu menembus batas rest area tersebut, maka harga berpotensi untuk melanjutkan kenaikanya menuju area level harga $68.55 per barel. Akan tetapi, jika harga tetap berada di bawah rest area dan break down trendline, maka ada kecenderungan harga minyak untuk melemah menuju kisaran harga $52.54 per barel.

Grafik Oil BRN

Rino Purbono
Analyst – Alpari Research & Analysis Ltd

Rino Purbono merupakan seorang analis market asli Indonesia. Ia mempunyai pengalaman di dunia trading forex sejak tahun 2000. Ia pernah menulis buku mengenai forex market. Pernah menjadi trainer dan profesional edukasi forex market untuk broker lokal. Pernah menulis analisa market untuk media lokal bahkan nasional seperti Media Indonesia. Ia aktif memberikan rekomendasi teknikal analisis untuk client secara harian dan analisa mingguan khusus untuk komoditi emas.


Arsip Analisa by: Alpari



  Anda ingin mendapatkan info berita, artikel, analisa terbaru?
Silahkan daftar disini.

20 Januari 2017 : Pidato Trump Dan Yellen, GDP China, Retail Sales Inggris

20 Januari 2017 : Pidato Trump Dan Yellen, GDP China, Retail Sales Inggris

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah pidato pelantikan Donald Trump, pidato Janet Yellen, GDP dan Industrial Production China, Retail Sales Inggris dan CPI Canada. Disamping itu akan dirilis juga Retail Sales Canada dan pidato anggota FOMC.
Analisa GBP/USD 20 Januari: Korektif Bullish Pada Kisaran 1.2329

Analisa GBP/USD 20 Januari: Korektif Bullish Pada Kisaran 1.2329

GBP/USD bergerak korektif bullish pada kisaran 1.2329 dan diperkirakan akan bearish menuju support kisaran 1.2169.
Analisa EUR/USD 20 Januari: Korektif Bullish Pada Kisaran 1.0659

Analisa EUR/USD 20 Januari: Korektif Bullish Pada Kisaran 1.0659

EUR/USD bergerak korektif bullish pada kisaran 1.0659 dan diperkirakan akan lanjut korektif menuju resistance kisaran 1.0731.
Analisa USD/JPY 20 Januari: Korektif Bearish Pada Kisaran 114.84

Analisa USD/JPY 20 Januari: Korektif Bearish Pada Kisaran 114.84

USD/JPY bergerak korektif bearish pada kisaran 114.84 dan diperkirakan akan lanjut bearish hingga membentur support kisaran 113.99 kemudian akan kembali bullish.
Konfirmasi USDX Terhadap Support Kuat, Minyak Turun Menjemput 50.02

Konfirmasi USDX Terhadap Support Kuat, Minyak Turun Menjemput 50.02

USDX terus melemah hingga menyentuh area support kuat 100.51 yang dulunya adalah resisten tertinggi selama beberapa tahun.
Analisa US OIL Dalam Pandangan Teknikal (17-19 Januari 2017)

Analisa US OIL Dalam Pandangan Teknikal (17-19 Januari 2017)

Ada suatu peluang entry di komoditas US OIL ini, melihat komoditas ini mengalami perubahan trend yang terlihat menjanjikan untuk hari ini.

Harga Minyak

Brent Crude (ICE) 54.19 +0.50%
WTI Crude Oil (Nymex) 51.36 +0.55%
MORE 20 JAN 2017 03:35