Proyeksi Crude Oil Di Tengah Pembatasan Produksi Global

  By: Alpari   view: 511
Analisa Minyak

Tinjauan Fundamental Crude Oil

Sudah sebulan semenjak OPEC mengumumkan kesepakatan pembatasan produksi bagi anggota-anggotanya. Harga minyak belum menampakan kenaikan yang signifikan. Jika memperhatikan data kesepakatan yang dirilis oleh OPEC, pemberlakuan kebijakan tersebut efektif mulai bulan Januari 2017. Berikut data proyeksi pemangkasan produksi terhadap anggota-anggota OPEC.

data proyeksi pemangkasan produksi anggota OPEC

Ada tiga kelompok supplier terbesar minyak dunia, dari kelompok OPEC, Negara Independen dan kelompok OECD. Kelompok OPEC menurut data tercatat pertahun 2015 mampu menyuplai kebutuhan minyak dunia sebanyak 46%, OECD mampu memenuhi kebutuhan pasar sebesar 23% dan sisanya dikuasai oleh negara independen.

Jika kita memperhatikan komposisi tersebut diatas, langkah pembatasan produksi tersebut hanya akan menjadi senjata makan tuan bagi anggota-anggota OPEC sendiri. Mengapa demikian? jika kita memperhatikan, beberapa negara anggota OECD sudah mulai menggenjot kapasitas produksinya semenjak isu pembatasan produksi digulirkan. Amerika dan Kanada telah memulai langkah tersebut, sehingga suplai global tidak berkurang dengan signifikan.

Crude oil merupakan energi fosil, pada perkembanganya energi fosil mulai ditinggalkan selain karena “kotor” sehingga tidak ramah untuk alam dan keberlangsungan hidup makhluk hidup , energi tersebut juga tidak terbaharukan. Perkembangan teknologi dewasa ini, terutama di negara-negara maju yang mulai sadar arti pentingnya menjaga kelangsungan hidup mulai beralih dan meninggalkan pada energi fosil tersebut. Teknologi mulai mencari alternatif energi-energi yang terbaharukan dan lebih “ramah” lingkungan.

Perkembangan teknologi tersebut tidak boleh dipandang remeh dalam membendung permintaan energi “kotor”. Jika kita mengambil contoh konsumsi energi fosil di negara maju untuk alat-alat transportasi mengalami penurunan yang signifikan. Kendaraan-kendaraan tersebut menerapkan teknologi “hybrid”, sehingga konsumsi bahan bakar dan hasil gas buang yang meracuni lingkungan dapat dikurangi.

Selain itu, di negara-negara maju, konsumsi energi fosil yang kotor juga mulai di konversi ke energi fosil yang bersih seperti gas alam. Dari waktu ke waktu permintaan gas alam, semakin meningkat dibandingkan crude oil.

Dari beberapa alasan tersebut diatas, secara fundamental prospek dari crude oil memang akan cukup tragis. Negara penghasil dan pemilik cadangan minyak yang besar, yang dapat melihat pergeseran dan trend teknologi, akan berusaha menjual komoditasnya tersebut, sebelum harga crude oil menjadi tidak rasional untuk proses produksi.

 

Tinjauan Teknikal

Secara teknikal, saat ini crude oil tipe _BRN (Alpari Standart MT4) saat ulasan ini dibuat diperdagangkan pada harga $56.15 per barel. Batas kenaikan berada pada area level harga 59.10-57.87, di mana kami menyebut level tersebut sebagai rest area harga. Jika harga minyak mampu menembus batas rest area tersebut, maka harga berpotensi untuk melanjutkan kenaikanya menuju area level harga $68.55 per barel. Akan tetapi, jika harga tetap berada di bawah rest area dan break down trendline, maka ada kecenderungan harga minyak untuk melemah menuju kisaran harga $52.54 per barel.

Grafik Oil BRN

Rino Purbono
Analyst – Alpari Research & Analysis Ltd

Rino Purbono merupakan seorang analis market asli Indonesia. Ia mempunyai pengalaman di dunia trading forex sejak tahun 2000. Ia pernah menulis buku mengenai forex market. Pernah menjadi trainer dan profesional edukasi forex market untuk broker lokal. Pernah menulis analisa market untuk media lokal bahkan nasional seperti Media Indonesia. Ia aktif memberikan rekomendasi teknikal analisis untuk client secara harian dan analisa mingguan khusus untuk komoditi emas.


Arsip Analisa by: Alpari



  Anda ingin mendapatkan info berita, artikel, analisa terbaru?
Silahkan daftar disini.

GBP/USD, EUR/USD : Kamis 23  Maret 2017

GBP/USD, EUR/USD : Kamis 23 Maret 2017

Analisa GBP/USD dan EUR/USD ini disusun berdasarkan analisa di timeframe h4 dengan range daily dan sentimen pasar pada pair tersesebut.
Analisa Emas 23 Maret: Koreksi Bullish Pada Kisaran USD1251

Analisa Emas 23 Maret: Koreksi Bullish Pada Kisaran USD1251

Emas koreksi bullish pada kisaran USD1251 dan diperkirakan akan bearish menuju support kisaran USD1237.
Intraday EUR/USD: Rising Wedge Pattern Jelang Data AS & Pidato Yellen

Intraday EUR/USD: Rising Wedge Pattern Jelang Data AS & Pidato Yellen

Euro tercatat terkoreksi atau turun tipis terhadap Dolar di awal perdagangan sesi Asia hari ini, setelah kemarin gagal menguji break di atas 1.0827.
AUD/USD, Kamis 23 Maret 2017

AUD/USD, Kamis 23 Maret 2017

Analisa AUD/USD ini disusun dengan pola range pada time frame h1. Analisa teknikal mendeteksi kisaran range pergerakan pair mata uang AUD/USD.
Ekor Candle US OIL Tunjukkan Down Rejection

Ekor Candle US OIL Tunjukkan Down Rejection

Harga sudah mampu mem-break level harga 51.00 dengan candle bearish yang kuat. Namun wick/ekor yang terbentuk menampakkan down rejection yang patut kita perhatikan.
Analisa US OIL Dalam Pandangan Teknikal (14-17 Maret 2017)

Analisa US OIL Dalam Pandangan Teknikal (14-17 Maret 2017)

Harga komoditas ini memasuki fase awal pembentukan downtrend. Sangat menarik untuk kita analisa lebih dalam lagi.

Harga Minyak

Brent Crude (ICE) 50.95 +0.61%
WTI Crude Oil (Nymex) 48.37 +0.69%
MORE 23 MAR 2017 14:35