Efisiensi Sukses, EXCL Kejar Keuntungan Berlipat

  By: Aditya Putra   view: 510
Analisa Saham Mingguan

Efisiensi Sukses, EXCL Kejar Keuntungan

Saham EXCL di tahun 2017 ini cukup menarik untuk disimak. Hal ini berkaitan dengan naik-nya harga saham EXCL di awal tahun. YTD sampai (07/02) telah naik +27.2%, bandingkan dengan emiten lain-nya semisal TLKM -0.75% dan ISAT +2%. Apa yang mendasari kenaikan harga saham EXCL saat ini? Mari kita lihat berdasarkan sisi fundamental perusahaan.

Grafik. Pergerakan Saham EXCL

Efisiensi Sukses, EXCL Kejar Keuntungan

 

Untuk melihat sisi fundamental, maka marilah kita kutip sedikit apa kata manajemen EXCL. Pada tahun 2016, manajemen telah memberikan poin-poin penting pencapaian, seperti transformasi yang terus menunjukkan hasil positif. XL meraih laba bersih di 2016, trafik 4G terus meningkat, didukung lebih dari 8,200 BTS 4G, dan neraca keuangan telah diperkuat lebih baik dari sebelumnya.

Pada tahun 2016, pendapatan XL menurun sebagai dampak dari pergeseran atas layanan legacy (voice dan SMS) ke Data. Namun, tren di semester kedua 2016 menunjukkan hasil yang lebih positif bagi XL. Per Q4 2016, pendapatan Data mampu menyumbang 50% dari total pendapatan XL, atau lebih baik dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar 31%. Sehingga, pada Q4 2016, Gross Revenue tumbuh didorong oleh pertumbuhan pendapatan data.

Salah satu fokus utama dari strategi 3R adalah optimisasi biaya. Pada tahun 2016 lalu, XL menjalankan penghematan di seluruh aktivitas bisnis, terutama pada perpanjangan sewa menara. Hasilnya, XL telah mampu mendorong peningkatan profil biaya dan profitabilitas bisnis yang lebih baik secara keseluruhan. Dengan demikian, margin EBITDA XL meningkat 1.0% menjadi 37.6% pada tahun 2016 dibandingkan dengan 36.6% pada tahun 2015.

Khusus, total trafik di seluruh jaringan XL telah meningkat hingga 162% YOY di tahun 2016, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama didorong oleh pertumbuhan trafik Data.

Tabel. Laporan Keuangan XL Axiata

Efisiensi Sukses, EXCL Kejar Keuntungan

Ada 2 hal yang kami ingin fokuskan untuk melihat sisi fundamental EXCL saat ini, yakni pada pos hutang jangka pendek dan jangka panjang. Secara hitungan current ratio, EXCL memiliki ratio likuditas yang kurang bagus, dimana dalam 4 tahun terakhir current ratio EXCL di bawah 1. Artinya, kemampuan aset jangka pendek untuk meng-cover hutang di jangka pendek minim. Akibatnya yang terjadi ialah loss.

Namun, jika kita detail melihat, khusus untuk tahun 2016, pos-pos di bagian hutang jangka pendek dan jangka panjang sudah mulai menunjukkan pemulihan, dimana pos jangka pendek meningkat sejak tahun 2014 akibat penghentian sewa oleh AXIS. EXCL harus mencadangkan biaya untuk mencover kerugian akibat hal ini, namun di tahun 2016, nilai-nya sudah mulai berkurang setengahnya, (good news). Sementara pada pos hutang jangka pendek, pinjaman ke kreditur menjadi tugas EXCL untuk secepatnya di-manage.

Memang harus disadari efek yang ditimbulkan oleh penurunan laba bersih berakibat pada kas EXCL yang menurun, namun ini masih dalam angka yang wajar. Di sisi lain, untuk pembahasan hutang jangka panjang, ini lebih menarik lagi, karena jika melihat tren pos ini lebih menunjukkan progress yang lebih cepat pulih. Hal ini terlihat dari selesainya pinjaman EXCL kepada Axiata pusat, dalam bentuk shareholder loan yang sejak tahun 2014 membebani EXCL, namun di tahun 2016, pos ini hilang dan memberikan ruang gerak yang lebih bagi EXCL dan memang benar posisi balance sheet perseroan terlihat lebih kuat dari tahun-tahun sebelumnya.

Tabel. Laporan Keuangan XL Axiata

Efisiensi Sukses, EXCL Kejar Keuntungan

Tabel. Laporan Keuangan XL Axiata

Efisiensi Sukses, EXCL Kejar Keuntungan

Lalu, apa yang menjadi trigger utama harga saham EXCL bisa melesat? Cukup mudah, selain seperti yang kita lihat pada pembahasan di atas mengenai kualitas balance sheet perseroan yang mulai membaik, tentu yang utama ialah earning surprise pada akhir tahun lalu, dimana analis menduga EXCL ‘hanya’ mencatatkan EPS minus Rp 6.1, namun yang terjadi setelah laba bersih perseroan positif maka efeknya EPS perseroan juga dihargai positif Rp 38. Bayangkan dari yang tadinya prediksi minus menjadi positif dan memberikan laba, tentu ini diluar prediksi banyak para analis, maka jadilah harga saham EXCL melesat naik.

Grafik. Layanan Data Antar Kompetitor

Efisiensi Sukses, EXCL Kejar Keuntungan

Grafik. BTS Antar Kompetitor

Efisiensi Sukses, EXCL Kejar Keuntungan

Grafik. Komposisi Pendapatan Perusahaan Per Segmen Bisnis

Efisiensi Sukses, EXCL Kejar Keuntungan

Kami menyadari persaingan bisnis telekomunikasi di Indonesia sangat ketat, terlebih untuk EXCL dimana harus menghadapi raksasa lain-nya seperti Indosat dan Telkom. Ambil contoh dari sisi layanan data. Antar Telkomsel, EXCL, dan Indosat ketiganya tidak jauh berbeda, sementara untuk infrastruktur jaringan telkomsel jauh lebih unggul di antara Indosat dan EXCL.

Pendapatan utama EXCL disumbang oleh jasa telekomunikasi selular, dimana hampir 89% kontribusinya terhadap total pendapatan EXCL selama ini. Dari hasil hitungan kami, dengan CAGR selama 4 tahun, kenaikan pendapatan jasa telekomunikasi selular memang hanya meningkat +2.5%, sedangkan pendapatan dari jasa interkoneksi (-13%), sewa menara (-17.4%) dan sirkit layanan (-3.8%). Hasil ini memberikan gambaran tantangan bisnis yang harus dihadapi EXCL kedepannya memang tidak mudah.

Khusus untuk pendapatan, kami sedikit mengomentari hasil laba bersih perseroan di tahun 2016. Ada 2 pos yang kami soroti. Pertama, keuntungan dari penjualan dan sewa balik menara, serta kedua keuntungan kurs. Keuntungan yang berasal dari penjualan dan sewa balik menara sendiri mulai terjadi sejak tahun 2015, sementara keuntungan kurs terjadi di tahun 2016, dimana tahun sebelumnya rugi besar. Langkah manajemen melakukan efisiensi pada menara memang patut diapresiasi, setidaknya hal ini telah menunjukkan perbaikan di tahun 2016 yang jika memang dapat disebut luar biasa dengan pencapaian laba bersih yang positif.

 

Grafik. data historis dan target EPS XL Axiata

Efisiensi Sukses, EXCL Kejar Keuntungan

 

Target Manajemen EXCL Di Tahun 2017

  • Pertumbuhan industri telekomunikasi berkisar 9-10%
  • Fokus pada penyediaan jaringan data yang lebih kuat pada segmentasi pasar yang terfokus,
  • Memperluas jaringan internet cepat, 3G, 4G, dan 4.5G.
  • Menyediakan capital expenditure sekitar Rp 7 triliun untuk memperkuat kualitas jaringan,
  • Pertumbuhan jumlah pelanggan 5-10% di tahun 2017.

 

Rekomendasi

Jika kita menggunakan proyeksi angka EPS di tahun 2017, asumsi pertumbuhan EPS +27% (YoY), dan earning yield jika menggunakan harga saham penutupan tanggal (07/02) sebesar 2,900 dan dibagi target EPS sebesar 48.39 maka didapatkan angka earning yield 1.7%. Dengan government bond Indonesia 10 tahun di kisaran 7.5%, maka saham EXCL kami kategorikan undervalue. Dengan kata lain, investor memilki pilihan yang optimal pada saham EXCL sebagai option investasi di tahun ini.




  Anda ingin mendapatkan info berita, artikel, analisa terbaru?
Silahkan daftar disini.

Rekap 27 Pebruari - 4 Maret 2017: Pidato Trump Dan Yellen, GDP AS, BoC Meeting

Rekap 27 Pebruari - 4 Maret 2017: Pidato Trump Dan Yellen, GDP AS, BoC Meeting

Data dan peristiwa penting minggu ini adalah pidato presiden Trump dan Yellen, GDP AS, Australia dan Canada, BoC meeting, Manufacturing PMI AS, Inggris dan China, indeks CB AS, CPI Eurozone, Jerman, Jepang, Durable Goods Orders AS, perdagangan Australia, Jobless Claims AS dan pidato anggota FOMC.
EUR/USD 25 Februari: Review Teknikal Mingguan

EUR/USD 25 Februari: Review Teknikal Mingguan

Gagal menstabilkan harga di atas 1.0600 kemarin (Jumat 24/2), EUR/USD turun menyentuh level 1.0556 dan kemudian Euro melemah atau terdepresiasi 0.19% terhadap Dolar hingga menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan.
Ulasan Saham 24 Februari: Saham-saham Ini Berpotensi Naik di Pekan Depan

Ulasan Saham 24 Februari: Saham-saham Ini Berpotensi Naik di Pekan Depan

Ada beberapa saham yang masuk radar kami melihat potensi arah jangka pendek-nya jika dilihat secara teknikal dan memiliki peluang untuk naik di pekan depan.
Outlook Teknikal Intraday USD/JPY 24 Februari: Descending Triangle & Inside Bar

Outlook Teknikal Intraday USD/JPY 24 Februari: Descending Triangle & Inside Bar

Indikator teknikal pada time frame H1 dan H4 sementara ini masih dengan kecenderungan bearish yang berisiko menutup harga atau break di bawah 112.54.
Saham-Saham Ini Melesat Sejak Awal Januari 2017

Saham-Saham Ini Melesat Sejak Awal Januari 2017

IHSG baru saja memulai perjalanan-nya, namun ada saja saham-saham yang telah melesat melampaui kinerja IHSG yang dihitung secara year-to-date (ytd). Secara ytd IHSG justru minus 0.06%, namun saham-saham ini melesat di atas 50%.
Melihat Kekuatan January Effect Bagi IHSG

Melihat Kekuatan January Effect Bagi IHSG

IHSG mengakhiri kinerjanya selama tahun lalu dengan kenaikan di atas 15%. Lalu, bagaimana outlook IHSG di bulan Januari ini? poin-poin penting apa saja yang mesti dicermati?

IHSG BEI

Last 24 FEB 17:07 5,385 (0.24%)
High 5,391
Low 5,370
Volume 148,202,473
Value(Juta) 6,199,774
Saham Naik 156
Saham Turun 159