IHSG Kembali Catat Rekor Setelah 2 Tahun Menunggu

  By: Aditya Putra   view: 277
Analisa Saham Mingguan

Tak disangka IHSG membuat rekor level harga yang begitu cepat di tengah hasil The Fed yang sudah dapat diprediksi sebelumnya.

Lalu bagaimana langkah investor yang tepat saat ini untuk mendulang untung ke depannya? Yuk kita bedah satu per satu.

Namun sebelum saya membahas bagaimana trading plan investor, alangkah baiknya kita menyimak peristiwa yang membuat market bergerak sangat bullish pada pekan ini.

Ada beberapa katalis positif yang kami lihat sangat berpengaruh terhadap IHSG di pekan lalu, beberapa di antaranya dapat kami rangkum satu per satu.

1. Kenaikan Fed Rate Telah Di Antisipasi Sebelumnya.

Berbeda dengan edisi sebelum-sebelumnya, kenaikan fed rate saat ini benar-benar sejalan dengan prediksi pasar, dimana hal ini mengurangi spekulasi yang membuat market bergerak cukup overvalue dan undervalue. Investor sudah lebih mudah mengkalkulasi faktor-fakor resiko jika The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25bps.

2.   S&P Berencana Menaikkan Rating Investasi Indonesia.

Hanya tinggal S&P saja yang belum menaikkan rating investasi Indonesia di level di bawah investment grade. Perbaikan resiko fiskal dengan target pajak dan defisit anggaran yang lebih manageable dirasa sudah dalam arah yang tepat dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Beberapa waktu lalu Indonesia gagal mendapatkan rating investasi dikarenakan naik-nya non performing loan di sektor perbankan Indonesia, sedangkan saat ini struktur kredit telah sedikit membaik. Jika hal ini terjadi maka aliran dana asing diyakini akan semakin membanjiri pasar modal Indonesia.

3. Dividen Yield Perusahaan BUMN meningkat Tajam di 2016.

Dividend yield didapatkan dengan formula, dividen per saham di tahun n dibagi dengan harga saham saat itu. Rasio ini menggambarkan berapa besar perusahaan memberikan dividen/return pada tahun n relatif terhadap setiap rupiah/dollar yang kita investasikan pada satu saham. Saat ini ada beberapa perusahaan BUMN besar yang membagikan dividen cukup besar dan mengundang minat investor untuk memburu saham-sahamnya, karena selain mendapatkan bonus dari capital gain investor juga mendapatkan tambahan bonus berupa dividen yang cukup besar di tahun ini, sedangkan saham-sahamnya tergolong saham blue chips yang dimana setiap perubahan kenaikan (positif) akan memberikan dampak positif juga terhadap Indeks. Perusahaan yang membagikan dividen cukup tinggi diantaranya: BBNI, BMRI, BBRI, WSBP, PTPP, PPRO, WTON.

IHSG Technical View

IHSG Kembali Catat Rekor Setelah 2

Butuh waktu hampir 2 tahun bagi IHSG untuk resistance breakout. Terakhir IHSG menyentuh level tertinggi di 5,523 pada 2015 lalu. Namun, kemarin IHSG ditutup pada level 5,540 dengan sempat menyetuh level 5,557.  Indikasi penguatan lanjutan IHSG cukup kuat dengan MACD weekly dan Monthly yang menunjukkan fase bullish yang kuat.

Kami melihat ada potensi profit taking yang bisa terjadi jika melihat RSI Indikator yang telah menyentuh level 79%, (overbought). Pada perdagangan Senin esok (20/03) IHSG akan mencoba mem-break level high Jum’at lalu di 5,557, yang mana target terdekat kami IHSG akan mencoba menembus level 5,600. Resiko pelemahan ada di sekitar range 0.3%-0.5% dari penutupan IHSG di hari Jum’at lalu. Volume beli yang cukup kuat menandakan arah pasar masih sangat teindikasi positif dalam jangka menengah.

Trading Plan Sepekan

Sektor agriculture saat ini sedang membentuk pola MACD golden cross, pola bullish terlihat untuk sektor ini dalam sepekan, perhatikan saham-sahamnya, seperti LSIP, BWPT, SSMS, GZCO, dan AALI. Harga kelapa sawit juga kembali menguat.

Sektor Basic Industri masih akan menguat dalam sepekan ini, pelemahan wajar karena investor akan melakukan aksi profit taking, namun temporer. Belum jenuh beli, dengan RSI masih di bawah 70%.

Sektor keuangan sangat rawan profit taking karena investor sudah cukup jenuh beli untuk saham-saham bank BUMN di pekan lalu, saatnya anda beralih ke sektor-sektor lain-nya yang belum menguat atau masih dalam fase akumulasi awal.

Sektor properti mulai kembali rebound namun masih terbatas, RSI masih di bawah 50%, atau masih dalam tahap awal fase akumulasi, sementara untuk saham-sahamnya yang layak diperhatikan dalam sepekan ini ialah: ASRI, LPKR, BSDE, SMRA.

Sektor infrastruktur masih dalam fase sideways, kami melihat sebaiknya untuk trading plan dalam sepekan ini, investor tidak terlalu terfokus pada sektor ini, karena potensial upside-nya cukup terbatas.

Di pekan ini tidak ada data-data penting baik di dalam negri maupun di luar negri, dimana investor hanya akan melihat rilis data jobless claim di AS, dengan Janet Yellen yang akan memberikan Speaks terkait kondisi dan outlook suku bunga AS. IHSG akan bergerak dengan trading yang terkoreksi di awal pekan dengan trend penguatan di akhir pekan.


Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang
Terinspirasi
Tak Peduli
Sedih


  Anda ingin mendapatkan info berita, artikel, analisa terbaru?
Silahkan daftar disini.

Analisa Scalping EUR/JPY 1 Mei 2017

Analisa Scalping EUR/JPY 1 Mei 2017

Pergerakan EUR/JPY saat ini terlihat sedang membentuk area sideway dalam koridor dominasi buyer. Berikut analisa dan pilihan strategi eksekusinya.
Analisa Scalping AUD/USD 1 Mei 2017

Analisa Scalping AUD/USD 1 Mei 2017

Market AUD/USD saat ini berada dalam koridor seller. Berikut analisa dan pilihan strategi eksekusinya:
Analisa Scalping USD/CHF 1 Mei 2017

Analisa Scalping USD/CHF 1 Mei 2017

Market USD/CHF saat ini sedang terlihat membentuk area sideway dalam koridor dominasi seller. Berikut analisa dan pilihan strategi eksekusinya.
Analisa Scalping GBP/USD 1 Mei 2017

Analisa Scalping GBP/USD 1 Mei 2017

Pergerakan GBP/USD terlihat kubu buyer berusaha mempertahankan dominasi buyernya. Berikut analisa dan pilihan strategi eksekusi untuk awal pekan ini.
Menghitung Saham Berdasarkan Beta

Menghitung Saham Berdasarkan Beta

Untuk melihat mood saham, kita bisa menggunakan variabel beta. Lalu, saham-saham apa sajakah yang memiliki beta tinggi?
Intip Peluang Sektor Properti Di Kuartal-II 2017

Intip Peluang Sektor Properti Di Kuartal-II 2017

Pertumbuhan Ekonomi China menggeliat di kuartal-I, didorong oleh sektor baja dan properti, sementara di domestik Indonesia, titik balik sektor properti mulai terlihat baik secara fundamental maupun teknikal.

IHSG BEI

Last 28 APR 17:07 -5,685 (-0.38%)
High 5,724
Low 5,684
Volume 91,985,858
Value(Juta) 11,511,120
Saham Naik 134
Saham Turun 207