Review Teknikal Pair Mayor di Akhir Pekan, 13 Januari 2018

  By: Buge Satrio   View: 528
Analisa Forex Mingguan

Berlanjut melemah hingga menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan, Dolar AS lengser lebih 1% terhadap beberapa mata uang utama lainnya setelah rilis beberapa data ekonomi AS yang menunjukkan hasil beragam dalam 2 pekan terakhir.

Meski mengawali pekan dengan mencatatkan rebound, melemahnya Greenback dimulai setelah Bank of Japan (BOJ) mengurangi besaran program stimulus yang menumbuhkan spekulasi bahwa BOJ tengah bersiap memulai langkah normalisasi kebijakan moneternya.

Rumor yang menyebutkan bahwa China akan mengurangi atau menghentikan pembelian obligasi AS juga sempat berkontribusi menekan Greenback.

Greenback berlanjut melemah setelah European Central Bank (ECB) merilis notulen meeting yang menyebutkan bahwa bank sentral mempertimbangkan untuk mengubah komunikasi mereka secara bertahap mulai awal 2018.

Investor memandang hal tersebut sebagai statement hawkish yang memberikan sinyal bahwa ECB akan mengurangi €2.55 triliun dari skema pembelian obligasi tahun ini jika data-data ekonomi Zona Euro tetap memperlihatkan kondisi pertumbuhan yang solid, yang kemudian akan mengarah pada kenaikan tingkat suku bunga.

Berikut di bawah ini adalah review/tinjauan teknikal time frame Daily terhadap EUR/USD, GBP/USD dan USD/JPY.

 

EUR/USD

Menembus di atas area 1.2087/91 telah memicu minat buyers untuk mengejar harga yang lebih tinggi sehingga untuk pertama kalinya dalam 3 tahun terakhir pasangan mata uang ini bergerak di atas 1.2100, dan diluar dugaan, Euro masih mampu menanjak naik hingga menyentuh level 1.2200 terhadap Dolar, berhadapan dengan resistance minor yang berada di kisaran 1.2246/50 dan 1.2281/1.2300.

EURUSD Daily 20180113

Koreksi barangkali akan terjadi setelah ini, mengingat bahwa streching harga terhadap DMA-30 (Daily Moving Average periode 30, sekarang di 1.1893) sudah melebihi 200 pip yang umumnya dapat meningkatkan risiko terjadinya koreksi/pullback jangka pendek.

Dalam perspektif jangka menengah, koreksi/pullback masih akan dipandang sebagai fase konsolidasi sebelum harga bergerak lebih tinggi, selama harga diperdagangkan di atas DMA-30.

Untuk mengantisipasi skenario korektif dalam perdagangan jangka pendek/intraday, harap selalu awasi price action/candle pattern H1 yang mencerminkan respon sellers ketika berhadapan dengan resistance terdekatnya, terutama Bearish Engulfing, pin bar/spike upper shadow dan Tweezer. Support 1.2170 sementara ini bertindak sebagai key-level pada sisi downside. Support berikutnya berlokasi di 1.2143/32 dan 1.2087/91.

 

GBP/USD

Melesat naik menembus di atas 1.3700, volatilitas yang tinggi juga diperlihatkan Pound Inggris terhadap Dolar. Breakout terhadap Bullish Flag pattern adalah momentum yang saya tunggu-tunggu kemarin tapi cukup hanya menargetkan 1.3655 saja setelah sebuah candle Bullish Engulfing pada time frame H1 mengkonfirmasi minat buyers dengan penutupan harga di atas 1.3584.

GBPUSD Daily 20180113

Kondisi teknikal Cable saat ini kurang lebih sama seperti EUR/USD, streching harga terhadap DMA-30 dan indikator RSI yang berada di area overbought dapat meningkatkan risiko terjadinya pullback jangka pendek. Sehingga price action/candle pattern, terutama pada chart H1, yang mencerminkan respon sellers ketika harga berhadapan dengan resistance 1.3743/50 dan 1.3800/34 menjadi layak untuk diwaspadai.

Dalam perspektif jangka menengah, koreksi/pullback masih akan dipandang sebagai fase konsolidasi sebelum harga bergerak lebih tinggi, selama harga diperdagangkan di atas DMA-30 (sekarang di 1.3455).

Support minor 1.3692 sementara ini bertindak sebagai key-level pada sisi downside untuk perdagangan jangka pendek/intraday. Support berikutnya berlokasi di 1.3655 dan 1.3611.

 

USD/JPY

Pasangan mata uang ini berada dalam tekanan bearish yang cukup serius setelah terjadinya breakout terhadap lintasan Triangle pattern, walaupun sejauh ini support jangka menengah 110.83 masih mampu  menahan downmove USD/JPY.

USDJPY Daily 20180113

Respon buyers jangka pendek layak untuk diawasi mengingat bahwa indikator RSI yang sekarang berada di posisi yang sangat oversold, dengan mengantisipasi price action/candle pattern ketika harga berhadapan dengan support 110.83 dan 110.50/45.

Resistance 111.64 sementara ini bertindak sebagai key-level pada sisi upside untuk perdagangan jangka pendek/intraday. Resistance berikutnya berlokasi di area 111.86 dan 112.09.


Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang
Terinspirasi
Tak Peduli
Sedih

SHARE:

SHARE:

 
Geliat Dolar AS Ditunjang Risiko NAFTA Dan Sinyal Bullish Reversal Geliat Dolar AS Ditunjang Risiko NAFTA Dan Sinyal Bullish Reversal
By Sf White Team, 23 Jan 2018, In Analisa Forex Harian, View 306
Menyambut pertemuan negara-negara anggota NAFTA, USD/CAD menyongsong potensi bullish reversal dengan sinyal Price Action, breakout trendline, dan proyeksi pola harmonik.
Reli GBP/USD Dihadang Seller Di 1.40, Siaga Potensi Reversal Reli GBP/USD Dihadang Seller Di 1.40, Siaga Potensi Reversal
By Sf Red Team, 23 Jan 2018, In Analisa Forex Harian, View 237
Reli Poundsterling terhadap Dolar tidak mampu menembus level 1.40. Tunggu sinyal bearish dari level resistance psikologis ini untuk membuka posisi Sell.
23-24 Januari 2018: Indeks ZEW Jerman Dan Kepercayaan Konsumen Eurozone 23-24 Januari 2018: Indeks ZEW Jerman Dan Kepercayaan Konsumen Eurozone
By Martin, 23 Jan 2018, In Analisa Forex Fundamental Harian, View 216
Data dan peristiwa berdampak hari ini: indeks ZEW Jerman dan Eurozone, kepercayaan konsumen Eurozone, PSNB Inggris, indeks Richmond Manufacturing AS dan WEF meeting.
Benarkah Harga Emas Siaga Turun Setelah Redanya Shutdown Pemerintah AS Benarkah Harga Emas Siaga Turun Setelah Redanya Shutdown Pemerintah AS
By Ahmed Sar, 23 Jan 2018, In Analisa Emas Harian, View 580
Harga emas sebelumnya berbalik turun setelah muncul konfirmasi candlestick Shooting Star ditambah dengan divergensi negative sejak minggu lalu.
Dolar AS Kalut Dibelit Ancaman Government Shutdown Dolar AS Kalut Dibelit Ancaman Government Shutdown
By A Muttaqiena, 19 Jan 2018, In Editorial Forex, View 994
Dolar AS menanggung tekanan hebat akibat kemungkinan Government Shutdown, yaitu penutupan kantor-kantor pemerintah AS akibat kegagalan legislasi anggaran.
Dolar AS Diproyeksi Makin Lemah Di Tahun 2018 Dolar AS Diproyeksi Makin Lemah Di Tahun 2018
By N Sabila, 22 Dec 2017, In Editorial Forex, View 1434
Sebagian besar lembaga keuangan dunia masih memperkirakan bahwa tekanan turun terhadap Dolar AS di tahun 2018 akan berlanjut.
  Anda ingin mendapatkan info berita, artikel, analisa terbaru?
Silahkan daftar disini.