acy

14 Februari 2018: Inflasi AS, Penjualan Retail AS, GDP Jerman Dan Eurozone

  By: Martin   View: 644
Analisa Forex Fundamental Harian

Rabu, 14 Februari 2018:

Angka GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu. GDP dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara dan biasanya diumumkan per kuartal. Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan kuartal sebelumnya. Di negara-negara anggota kawasan Euro, GDP dirilis 2 kali: Preliminary dan Final. Preliminary GDP adalah rilis pertama sehingga berdampak tinggi. Di antara negara-negara kawasan Euro, yang paling berdampak adalah data GDP Jerman, karena merupakan lokomotif ekonomi kawasan.



14 Februari 2018: Inflasi AS, Penjualan



GDP Jerman kuartal ke-3 tahun 2017 lalu naik 0.8%, lebih tinggi dari perkiraan dan kuartal sebelumnya yang naik 0.6%. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya ekspor, investasi, pengeluaran konsumen dan pengeluaran pemerintah. Untuk kuartal ke-4 tahun 2017, diperkirakan GDP Jerman akan naik 0.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan EUR.

  • Jam 15:00 WIB: pidato presiden Bundesbank Jerman Jens Weidmann (Berdampak medium pada EUR).

Jens Weidmann dijadwalkan memberi pidato pembukaan pada Bundesbank Cash Symposium di Frankfurt, Jerman. Isi pidato Weidmann bisa dibaca di sini.

  • Jam 15:50 WIB: pidato anggota dewan gubernur SNB Fritz Zurbrugg (Berdampak medium pada CHF).

Fritz Zurbrugg dijadwalkan berbicara pada acara Bundesbank Cash Symposium di Frankfurt, Jerman. Isi pidato Zurbrugg bisa dibaca di sini.

  • Jam 17:00 WIB: data Flash GDP (second estimate) kawasan Euro kuartal ke-4 tahun 2017 (Berdampak medium pada EUR).

Untuk kawasan Euro, GDP dirilis oleh Eurostat 3 kali per kuartal, yaitu Preliminary Flash GDP, Flash GDP, dan Revised (Final). Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter over quarter atau q/q). Preliminary Flash adalah rilis pertama sehingga dampaknya lebih besar.



                                  14 Februari 2018: Inflasi AS, Penjualan



Data Preliminary Flash GDP kuartal ke 4 tahun 2017 yang dirilis 30 Januari lalu naik 0.6%, sesuai dengan perkiraan dan yang terendah sejak kuartal pertama tahun 2017. Di antara negara-negara kawasan, Spanyol tumbuh 0.7%, Perancis tumbuh 0.6%, Belgia tumbuh 0.5% dan Lithuania +1.5%. Jerman baru merilis data Preliminary GDP kuartal ke-4 hari ini.

Untuk Flash GDP kawasan Euro kuartal ke-4 tahun 2017, diperkirakan akan tetap +0.6%. Jika hasil rilis lebih tinggi dari perkiraan, maka EUR akan cenderung menguat.

Data inflasi yang dirilis oleh biro statistik tenaga kerja AS ini mengukur persentase perubahan data CPI dibandingkan periode sebelumnya. Pada saat yang sama akan dirilis CPI total dan CPI inti (Core CPI) yang tidak termasuk harga makanan dan energi, masing-masing untuk month over month (m/m) yang dibandingkan dengan data bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Keduanya berdampak tinggi terutama data y/y. The Fed memperhatikan data CPI total y/y dan CPI inti y/y sebagai acuan inflasi tahunan AS.

Lemahnya laju inflasi baik yang tahunan (y/y) maupun bulanan (m/m) sejak Maret tahun lalu menjadi fokus pada setiap FOMC Meeting, sehingga data inflasi bulan Januari tahun ini akan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi The Fed untuk memutuskan kenaikan suku bunga bulan depan.



                                  14 Februari 2018: Inflasi AS, Penjualan



Bulan Desember 2017 lalu, CPI total y/y naik 2.1%. Hasil tersebut sesuai dengan perkiraan, tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 2.2%. Sementara untuk basis bulanan (m/m), CPI total naik 0.1%, juga sesuai dengan perkiraan dan menjadi yang terendah dalam 5 bulan terakhir.



                                  14 Februari 2018: Inflasi AS, Penjualan



Naiknya inflasi bulan Desember 2017 terutama disebabkan oleh meningkatnya harga energi (+6.9%), harga makanan (+1.4%), perawatan kesehatan (+1.6%), jasa transportasi (+3.7%) dan sewa apartemen (+3.2%). CPI inti y/y bulan Desember naik 1.8%, lebih tinggi dari perkiraan dan bulan sebelumnya yang naik 1.7%, sedangkan CPI inti m/m naik 0.3%, lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan ke 0.2%. Hasil tersebut adalah yang tertinggi sejak bulan Februari tahun lalu.

Untuk bulan Januari 2018, diperkirakan inflasi tahunan (CPI total y/y) akan naik 1.9%. CPI total m/m diprediksi naik 0.3%, sementara CPI inti y/y akan meningkat 1.7%, diiringi dengan m/m yang diharapkan tumbuh ke 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

  • Jam 20:30 WIB: data Retail Sales AS bulan Januari 2018 (Berdampak tinggi pada USD).

Penjualan di tingkat retailer adalah indikator awal bagi kepercayaan konsumen, permintaan dan pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Pada akhirnya, data yang menunjukkan persentase perubahan penjualan ritel dibandingkan dengan bulan sebelumnya ini bisa menjadi pengukur pertumbuhan ekonomi.

Ada dua rilis yang perlu dicermati, penjualan ritel inti yang tidak termasuk otomotif (Core Retail Sales atau Retail Sales Ex Autos), dan penjualan retail total atau disebut juga Advance Retail Sales. Masing-masing data mengukut perubahan bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Secara keseluruhan, penjualan ritel bulanan lebih berdampak.


                                  14 Februari 2018: Inflasi AS, Penjualan



Bulan Desember 2017 lalu, Advance Retail Sales AS m/m naik 0.4%, lebih rendah dari perkiraan tumbuh ke 0.5% dan menjadi pencapaian terendah dalam 4 bulan terakhir. Penjualan ritel inti bulan Desember juga naik 0.4%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.3%. Akan tetapi, hasil tersebut menjadi yang terendah dalam 6 bulan. Untuk Advance Retail Sales bulan Desember y/y naik 5.4%, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 6.0%.

Peningkatan penjualan ritel bulan Desember terjadi pada toko bahan bangunan (+1.2%), toko kendaraan bermotor (+0.2%), toko furniture (+0.6%), toko makanan dan minuman (+0.5%), rumah makan (+0.7%), peralatan kesehatan (+0.4%) dan perdagangan umum (+0.1%).

Untuk bulan Januari 2018, diperkirakan Advance Retail Sales m/m naik menjadi 0.5%, Core Retail Sales m/m naik 0.2%, dan Advance Retail Sales y/y naik 5.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

  • Jam 22:30 WIB: data persediaan minyak untuk industri di AS per 9 Februari 2018 (Berdampak tinggi pada WTI/USD dan CAD).

Data ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, serta disebut juga sebagai Crude Stocks atau Crude Levels yang mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barel) untuk industri di AS. Meski indikator ini dirilis oleh AS, dampaknya juga bisa meluas pada CAD, mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Kanada. Indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan berdampak pada tingkat inflasi.



                                  14 Februari 2018: Inflasi AS, Penjualan



Minggu lalu, persediaan minyak untuk industri bertambah 1.90 juta barel, jauh lebih rendah dari perkiraan yang memprediksikan penambahan 3.20 juta barel. Raihan tersebut lebih rendah dari minggu sebelumnya yang mencatatkan kenaikan 6.78 juta barel (tertinggi dalam 2 tahun terakhir). Untuk minggu ini, hasil data diperkirakan kembali bertambah 2.60 juta barrel.

Jika persediaan minyak di AS lebih tinggi dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung melemah karena diasumsikan permintaan akan berkurang. Sebaliknya, jika lebih rendah dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung menguat karena diasumsikan permintaan akan meningkat.

Namun demikian, persediaan minyak di AS hanya salah satu faktor yang menggerakkan harga minyak dunia. Yang paling berdampak adalah kebijakan negara-negara penghasil minyak mengenai kuota produksi, pernyataan pejabat negara penghasil minyak dan situasi politik di timur tengah. Rilis data persediaan minyak di AS tidak bisa dipastikan bisa selalu mempengaruhi harga minyak dunia. Untuk informasi lebih lanjut, baca juga ulasang ini: Harga Minyak Mulai Rebound, Belum Tentu Reli.



Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex atau Newsfeed Berita Ekonomi Dunia.


Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang
Terinspirasi
Tak Peduli
Sedih

SHARE:

SHARE:

 
EUR/USD dan GBP/USD di Bawah DMA-30 di Akhir Pekan EUR/USD dan GBP/USD di Bawah DMA-30 di Akhir Pekan
By Buge Satrio, 24 Feb 2018, In Analisa Forex Mingguan, View 48
Greenback berlanjut menguat di sepanjang pekan didukung data inflasi AS dan notulen FOMC yang menumbuhkan optimisme terhadap prospek Federal Reserve menaikkan suku bunga yang diproyeksikan di mulai bulan Maret dan selanjutnya dinaikkan secara bertahap tahun ini.
Tinjauan Atas Kemelut Pasar Finansial Global Februari 2018 Tinjauan Atas Kemelut Pasar Finansial Global Februari 2018
By A Muttaqiena, 24 Feb 2018, In Editorial Forex, View 104
Pasar modal jatuh-bangun, yield obligasi meroket, Dolar AS depresi meski suku bunga AS diproyeksikan meningkat. Ada apa sebenarnya dengan fundamental pasar sekarang?
Brent Crude Oil Masih Diperdagangkan Di Slope Up Brent Crude Oil Masih Diperdagangkan Di Slope Up
By Alpari, 23 Feb 2018, In Analisa Minyak, View 50
Berdasarkan data Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA), persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu jatuh hingga 1.6 juta barel.
Analisa GBP/USD: Jumat, 23 Februari 2018 Analisa GBP/USD: Jumat, 23 Februari 2018
By Rachmat, 23 Feb 2018, In Analisa Forex Teknikal Harian, View 411
Menjelah akhir pekan, mata uang Pounds dianggam mata uang yang berkinerja lebih baik. Berikut analisa GBP/USD untuk hari ini.
Analisa Teknikal 23 Feb-2 Mar 2018: EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD Analisa Teknikal 23 Feb-2 Mar 2018: EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD
By Martin, 23 Feb 2018, In Analisa Forex Teknikal Mingguan, View 553
Analisa teknikal mingguan berikut dibuat menurut harga tanggal 23 Februari 2018 hingga jam 12:20 WIB, dan dimaksudkan sebagai acuan trading jangka menengah dan panjang.
3 Penyebab Dolar AS Anjlok Meski Inflasi Meninggi 3 Penyebab Dolar AS Anjlok Meski Inflasi Meninggi
By A Muttaqiena, 15 Feb 2018, In Editorial Forex, View 1252
Meskipun data Inflasi sangat positif, tetapi Penjualan Ritel Amerika Serikat justru negatif. Selain itu, sejumlah faktor lain juga masih membebani Dolar AS.
  Anda ingin mendapatkan info berita, artikel, analisa terbaru?
Silahkan daftar disini.