Ancaman China Yang Bikin Dolar AS Pontang-Panting

   By: A Muttaqiena    view: 1342   Berita Forex

Seputarforex.com - Pada pertengahan sesi Eropa hari Rabu kemarin, semua pasangan mata uang mayor mendadak bergolak dan Dolar AS menderita penurunan harian paling tajam dalam delapan bulan, menyusul laporan Bloomberg bahwa seorang pejabat China merekomendasikan agar menghentikan pembelian Obligasi AS. Akibatnya, meski yield Obligasi AS (10-year Treasury) melonjak hingga level tertinggi dalam 10 bulan, tetapi Dolar AS anjlok sekitar 1 persen dan melemah terhadap mayoritas mata uang mayor lainnya. Indeks Dolar AS (DXY) masih tertekan hingga awal sesi perdagangan Asia hari Kamis ini (11/Januari), dengan posisi minus 0.04% di 92.30.

Kenapa isu akan dihentikannya pembelian Obligasi AS oleh China ini bisa berdampak sedemikian besar di pasar forex?

 

Ancaman China - Obligasi AS

 

Awal Perang Dagang AS - China?

Dalam sebuah pernyataan, otoritas China menyampaikan, "Strategi investasi tidak berkaitan dengan pembelian atau penjualan harian. Ada faktor-faktor yang diamati dengan cermat, seperti outlook suplai utang pemerintah AS, bersama dengan perkembangan politik, termasuk perselisihan antara kedua negara dengan ekonomi terbesar dunia, ketika memutuskan untuk memangkas sejumlah kepemilikan obligasi (Treasury)."

Pernyataan tersebut dianggap sebagai upaya pemerintah China untuk memaksa Presiden Donald Trump mempertimbangkan kembali sanksi dagang yang berulangkali diancamkannya akan diterapkan atas China. Salah satunya baru-baru ini, Departemen Perdagangan AS diekspektasikan akan merekomendasikan untuk mengimplementasikan bea impor atas Besi dan Aluminium, sebuah langkah yang jelas diarahkan untuk melumpuhkan keunggulan dagang China.

Meskipun tidak disampaikan secara resmi oleh Beijing, tetapi tak ada pejabat tinggi yang menepis pernyataan tadi, sehingga pasar menganggap bahwa ancaman balik China tersebut disetujui oleh pemerintah pusatnya.

 

Periode Bullish Obligasi AS Tamat

China selama ini merupakan salah satu pemborong Obligasi AS terbesar. Menurut data yang dikutip oleh Investopedia, China dan Jepang berada dalam jajaran puncak investor Asing pembeli obligasi AS, dengan masing-masing memiliki 5.5% dari total utang publik negeri Paman Sam.

Kekhawatiran mengenai dominasi kepemilikan China atas Obligasi AS agak berkurang dalam beberapa tahun terakhir karena Federal Reserve melakukan pembelian obligasi masif dalam program Quantitative Easing; dan meskipun QE sudah diakhiri, hingga kini pun belum menjual kembali obligasi-obligasi yang telah terhimpun sebelumnya. Akan tetapi, tahun ini Fed diekspektasikan akan "menormalisasi Balance Sheet (Neraca Keuangan)" yang dalam bahasa awam secara kasarnya bisa dikatakan bahwa Fed akan "menjual kembali" obligasi yang tersimpan tersebut.

Lebih buruk lagi, pemangkasan pajak yang baru diumumkan Amerika Serikat pada akhir tahun lalu akan berdampak pada membengkaknya defisit negara hingga 1 triliun Dolar dalam setahun ke depan. Guna menalangi defisit tersebut, AS diekspektasikan akan merilis lebih banyak lagi surat utang (Obligasi) dalam tahun 2018 ini.

Mengenai ini, Kathy Lien dari BK Asset Management mencatat, "Karena Departemen Keuangan AS akan menaikkan suplai utang (publikasi Obligasi) pada 2018, (maka) jika China berhenti membeli Obligasi AS (Treasury), (berarti) pasar bullish dalam obligasi sudah resmi berakhir. Harga Obligasi akan kolaps, yield akan meroket, dan Dolar akan jatuh."

281895

Antisipasi NAFTA, USD/CAD Turun Pasca Wholesale Sales Data Antisipasi NAFTA, USD/CAD Turun Pasca Wholesale Sales Data
By Nafier Khan, 23 Jan 2018, In Berita Forex, View 228
Menanti hasil renegosiasi NAFTA, USD/CAD turun setelah Wholesales Data tunjukkan hasil positif selama dua bulan beruntun.
AUD/USD Tergelincir Setelah Sempat Menyentuh 0.80 Pagi ini AUD/USD Tergelincir Setelah Sempat Menyentuh 0.80 Pagi ini
By Muh Nuzul, 23 Jan 2018, In Berita Forex, View 176
Pagi ini, AUD/USD kembali mencoba untuk menembus level 0.80 USD. Hanya saja ketika telah berhasil sampai pada level itu, Aussie langsung tergelincir.
BoJ Tak Ubah Suku Bunga, Lanjutkan Kebijakan Sesuai Ekspektasi BoJ Tak Ubah Suku Bunga, Lanjutkan Kebijakan Sesuai Ekspektasi
By A Muttaqiena, 23 Jan 2018, In Berita Forex, View 264
Keputusan bank sentral Jepang (BoJ) tersebut selaras dengan ekspektasi pasar dan mendukung penguatan Yen pada pertengahan sesi Asia.
Kongres AS Sepakat Akhiri Shutdown, Dolar Tak Respon Kongres AS Sepakat Akhiri Shutdown, Dolar Tak Respon
By A Muttaqiena, 23 Jan 2018, In Berita Forex, View 680
Akan tetapi, Indeks Dolar AS masih terpuruk di level terendah sejak 1 Januari 2015, karena kekhawatiran pasar mengenai masalah anggaran belanja AS belum usai.
Dolar AS Ditekan Shutdown, Nantikan Voting Anggaran Hari Ini Dolar AS Ditekan Shutdown, Nantikan Voting Anggaran Hari Ini
By A Muttaqiena, 22 Jan 2018, In Berita Forex, View 1073
Pelemahan Dolar AS akibat Government Shutdown terbatas, kemungkinan karena para pelaku pasar menantikan voting anggaran sementara di Parlemen AS hari ini.
Breaking News: Anggaran Gagal Disepakati, Pemerintah AS Shutdown Lagi Breaking News: Anggaran Gagal Disepakati, Pemerintah AS Shutdown Lagi
By A Muttaqiena, 20 Jan 2018, In Berita Forex, View 1358
Senat AS tak mampu mencapai kesepakatan terkait anggaran belanja pemerintah AS, sehingga Government Shutdown benar-benar terjadi mulai Sabtu ini hingga waktu yang belum diketahui.
GDP China Rilis, AUD/USD Naik Perlahan GDP China Rilis, AUD/USD Naik Perlahan
By Muh Nuzul, 18 Jan 2018, In Berita Forex, View 319
GDP China rilis dengan hasil yang jauh lebih baik dari target. Hal ini juga berimbas pada AUD/USD yang pelan-pelan kembali naik setelah tidak jelasnya data ketenagakerjaan.
AUD/USD Turun Perlahan, Seusai Laporan Surplus China AUD/USD Turun Perlahan, Seusai Laporan Surplus China
By Muh Nuzul, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 421
AUD/USD mulai turun perlahan dari kenaikannya sepekan ini setelah berita ekonomi China keluar di pertengahan sesi Asia tadi pagi.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 758
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
NFP Desember Mengecewakan, Dolar AS Berakhir Mixed NFP Desember Mengecewakan, Dolar AS Berakhir Mixed
By A Muttaqiena, 6 Jan 2018, In Berita Forex, View 663
Dolar AS berbalik menguat terhadap sebagian mata uang mayor pasca rilis NFP Desember, tetapi apreasiasinya dibatasi oleh reli bullish Dolar Kanada.

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.

SHARE:

SHARE:

 

Daftar Newsletter

  Anda ingin mendapatkan info berita-berita terbaru, Silahkan daftar disini.