Memanage Trade Dengan Trailing Stop

  By: SFTeam   View: 1753    Tips Trik  

Setiap trader selalu ingin dapat open position yang tepat. Mereka juga ingin dapat menempatkan stop loss dan keluar dari transaksi tepat sebelum adanya pembalikan harga. Namun sayangnya, tidak semua trader dapat melakukannya. Tidak semua trader dapat menemukan cara untuk open position serta keluar dari trading secara sempurna. Diperlukan metode tertentu yang diterapkan dengan jeli dan cermat untuk menguasainya.

Salah satu metode yang paling menarik adalah dengan menerapkan trailing stop manual ketika harga sudah bergerak menuju profit. Cara manual ini sangat bermanfaat dalam gejolak pasar yang dinamis. Menggunakan cara manual bukanlah hal buruk karena stop loss yang dijalankan akan menyesuaikan pergerakan harga dengan kondisi zona support (S) dan resistance (R) yang selalu tidak tetap.

Grafik di bawah ini akan memandu Anda untuk mengetahui cara penggunaan trailing stop secara manual. Penggunaan grafik EUR/USD dengan time frame 4 jam dapat mengkondisikan terjadinya transaksi secara pasti.




Cara Menggunakan Trailing Stop Secara Manual
Trading dimulai ketika seorang trader mengambil posisi beli setelah melihat terjadinya persilangan pada garis stochastics yang pergerakan belinya lambat. Ketika Anda memutuskan untuk masuk dalam trading seperti gambar di atas, Anda diingatkan agar tidak lupa menempatkan stop loss yang berfungsi menjadi jalan keluar dari transaksi jika hal yang tidak diinginkan dalam trading terjadi.

Karena trading membentuk tren ke atas, dan harga membentuk candlestick yang semakin tinggi, maka secara otomatis close position akan dinaikkan bersamaan dengan harga yang bergerak turun hingga melewati daerah trailing stop tersebut.

Jika Anda melihat grafik di atas, ketika harga bergerak naik, stop loss dapat dipindahkan ke daerah terjadinya reversal atau support terbaru. Dan setelah harga telah naik kembali, harga akan meneruskan tren yang lebih tinggi dari sebelumnya. Setelah itu, Anda hanya perlu menempatkan stop loss di daerah support dan resistance baru. Dengan demikian, Anda dapat menggeser stop loss sesuai dengan SR yang baru saja terbentuk itu.

Begitu pula sebaliknya, jika Anda sedang open position dengan order sell, maka Anda perlu menempatkan stop loss ketika zona resistance baru terbentuk, di mana Anda dapat menerapkan trailing stop secara manual.

Anda dapat melihat bahwa harga yang mengalami retraces ke bawah pada akhirnya kembali naik ke atas bahkan jauh lebih tinggi dari sebelumnya sehingga trader dapat mengambil keuntungan yang jauh lebih banyak yaitu sebesar 325 point. Meskipun harga memaksa Anda untuk close position, Anda sudah mendapat keuntungan yang lebih besar daripada melakukan close position lebih awal.


Trailing stop merupakan cara efektif untuk mengunci keuntungan yang lebih banyak. Yang perlu dicatat adalah bahwa market kadang bergejolak lebih cepat. Karena itu Anda disarankan untuk memasang jarak yang sedikit lebih jauh supaya tidak cepat tersentuh market.

Kesimpulannya, metode manual ini berfungsi ketika terjadi tren. Sebaliknya, jika harga tidak bergerak dengan kencang, cara ini menjadi tidak efektif.




Sumber:
Dailyfx.com


Artikel Forex

  • herianto budi
    16 MAY 2013
    iya, dinamis disini perlu diperjelas artinya. karena harga juga kadang bergerak dinamis tapi enggak menunjukkan penguatan tren yg terlalu siginifikan. mungkin bakal ada kenaikan tajam, tapi trus cepet juga turunnya. kalo dinamisnya kayak gini justru malah enggak enak pake trailing stop. karena stop loss dipindah dikit aja pasti langsung kena. jadi maksudnya dinamis disini perlu dibikin lebih jelas lagi dinamis yg gimana. jangan sampe salah ngasih informasi yg merugikan buat yg masih belajar
    Reply
  • aguz
    5 JUL 2013
    @herianto; udah dijelasin gitu lo gan... dibagian paling bawah soal kesimpulan itu.
    kata dinamis itu mang agak bisa bikin bingung sih, tapi kl uda dikasi dibag kesimpulan sbg penekanan ya tak apalah. malah lbh perlu dikasih ket lagi nih soal kondisi tren yg bgmn... kyknya kalo trailing stop ini paling bagus ditren yg bener2 kuat. kl g seberapa jg tambahan profitny pst g sbrpa....
    Reply
    R: Dio Untung
    18 JUL 2013
    Wah setuju... cara konfirmasi trenx itu jg kita yng perlu belajar lagi.
    Blom lagi kalo diset manual pasti jadinya lebih repot cz kita musti mantau chart trus.
    Lah lkalo yg dipantau chart yng tinggi2 kayak D1 ke atas gitu apa ndak malah membebani jadix?
    Padahal solusi lainx yg diset otomatis itu jg punya kelemahan.
    Jadi bingung sendiri kan mo pasang trailing stop baekx gimn...
    Reply
    R: septian prasetya
    1 SEP 2013
    hal ini memang perlu dilatih dengan beberapa kali belajar menggunakan trailing stop agar lebih maksimal. meskipun terkesan sedikit sulit dan merepotkan namun keuntungan yang didapat jika seorang trader sudah memahami dan dapat menggunakan trailing stop dengan benar akan lebih besar daripada tidak menggunakannya sama sekali. misalnya, pada cara trading dari trader yang hanya open saat ada sinyal, trader tersebut akan open berkali-kali saat tren masih menunjukkan penguatan karena sinyal akan selalu ada. cara yang seperti itu selain memerlukan perhitungan baru dan lebih banyak disetiap tradenya juga akan menambahkan biaya spread, berbeda dengan trader yang menggunakan trailing stop untuk memaksimalkan profit dari satu posisi yang masih floating. meskipun masih mengambang trading tersebut tetap aman karena dilindungi dengan stop loss yang telah disesuaikan, bisa memaksimalkan profit dengan baik, dan tidak mengurangi profit dengan tambahan spread.
    Reply
  • anindita
    4 DEC 2013
    gmn cr sy mndpt support/resistance yg baru? dgn indi stochastic atau ma ja pst g cukup kn? sy lht dchart atas ada tnd support atau resistance baru, itu ditentukn brdsrkn apa? tlg pnjlsnnya .
    Reply

Tulis Artikel

"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel Anda di seputarforex agar dibaca oleh banyak pemirsa.
Tulis Artikel Anda