Semua Trader Profit, Siapa Yang Rugi?

  By: Parmadita   View: 12238    Lainnya  

Mungkin ada yang tahu bagaimana jadinya jika semua trader forex pada profit semua? Lalu adakah yang merasa dirugikan dari hasil pengambilan keuntungan oleh trader seluruh dunia? Kalau dilihat dari siapa saja yang bisa menghasilkan profit dari market, tentu trader akan merasa senang, broker juga riang dapat komisi dari nasabahnya. Investor akan bahagia karena mendapat hasil yang berlimpah. Hal ini rasanya tidak ada yang merasa dirugikan akan keuntungan trader. Namun apakah benar tidak ada yang dirugikan?

Trader Untung Adakah Yang Rugi

Jika kita lihat secara lebih detail lagi, keuntungan yang didapatkan trader adalah mengambil selisih dari jual beli mata uang dunia. Nyatanya banyak faktor yang menjadikan trader tidak mampu mengalami keuntungan sesuai harapan. Secara psikologis saja sudah pasti berbeda antar trader. Rasanya tidak mungkin kalau trader bisa profit semua. Nah, itu kalau dilihat realitasnya memang ada kalanya loss, ada kalanya rugi, tapi ada kalanya profit dan untung.

Bila memang seandainya benar, trader di seluruh dunia bisa profit, maka secara tidak langsung ada yang merasa dirugikan. Secara kasat mata faktor kerugian ini tidak bisa terlihat seketika dan tentu membutuhkan waktu yang cukup lama. Kalau trader bisa menghasilkan keuntungan, secara tidak sadar telah membuat faktor ekonomi terkena dampaknya. Walaupun ada dampak yang ditimbulkannya, tapi hal ini adalah wajar dan sah di mata hukum.

Kaum Ekspor Impor

Bagi orang-orang yang terjun ke dalam ekspor impor biasanya akan mengeluh bila terjadinya penguatan atau penurunan harga secara signifikan. Ekspor adalah kegiatan menjual barang dan jasa ke negara lain. Sedangkan impor adalah kegiatan membeli barang dan jasa dari negara lain. Kaum ekspor impor inilah yang paling terkena imbas dari terjadinya penguatan atau penurunan harga secara langsung.

Ketika harga mata uang naik, kaum impor akan merasa gembira dapat membeli barang dari luar negeri dengan harga yang cukup murah. Tapi akan berbeda dengan kaum eskpor karena harga yang dilepas ke luar negeri menjadi terlalu mahal, akibatnya pihak luar negeri ogah membeli barang dari negara kita. Begitu sebaliknya jika harga mata uang turun, kaum ekspor akan senang sekali dapat menjual barang dengan harga tinggi di luar negeri. Hal itu tentu akan mendapatkan keuntungan yang berlimpah, tapi berbeda dengan kaum importir, mereka akan merasa barang dari luar negeri terlau mahal, akibatnya harga dalam negeri akan dinaikkan, inilah yang menyebabkan inflasi.

Masyarakat Luas

Seluruh mata uang akan ditentukan dalam bursa valas. Jadi apapun harga mata uang yang akan terjadi di dunia nyata akan terbaca pada statistik grafik market. Misalnya, trader akan memborong mata uang rupiah, secara otomatis mata uang akan menguat dan menyebabkan kenaikan harga yang tercatat pada market. Ketika terjadi kenaikan seperti ini, pihak impor ekspor akan selalu memantau perkembangan harga di pasar.

Ketika terjadi kenaikan harga, akibatnya pihak eskpor mengalami kerugian. Barang tidak laku di pasar internasional. Padahal barang produksi sudah dimasukkan ke pasar, tapi akhirnya dikembalikan pastinya akan mengalami penyusutan. Hal ini akan berpengaruh kepada masyarakat yang memproduksi barang dan jasa tersebut. Barang tidak laku, biaya tenaga kerja harus dibayar, dan tagihan harus dilunasi.

Jika terjadi penurunan harga, misalnya akibat adanya intervensi dari pemerintah atau bank sentral, maka efeknya yang dirugikan adalah pihak impor. Barang-barang yang dibeli dari luar negeri misalnya seperti notebook, motor, mobil, dan lain-lain akan mengalami kenaikan. Akibatnya barang tersebut semakin mahal dibeli oleh masyarakat. Bahan pokok seperti beras dari Vietnam, daging sapi dari Australia, maupun susu dari india akan semakin mahal. Harga minyak dan gas dari Timur Tengah akan semakin tidak dijangkau oleh masyarakat.

Kesimpulan

Kenaikan dan penurunan harga akan selalu menjadi sisi masalah yang tidak bisa terselesaikan. Terjadinya fluktuatif harga mengakibatkan masyarakat menanggung dampak dan kerugian yang tidak terlihat. Inflasi dapat terjadi setiap tahun, dan kenaikan harga pangan akan selalu menghiasi perjalanan mata uang.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
3 Komentar Urutkan:

  • sepertinya masih banyak yang bingung dengan darimana profit kita dibayarkan, dan kemana uang kita jika mengalami loss. perlu diketahui bahwa dinamika naik turun market disebabkan oleh aktivitas buyer dan seller. dimana ketika market naik, maka buyer lah yang akan untung sedangkan seller jelas merugi.

    jadi di saat yang bersamaan ada dua pihak yang untung dan rugi. profit yang kita terima jika posisi kita benar adalah hasil dari mereka yang merugi. usaha kita sebagai trader adalah untuk belajar agar selalu berada di pihak yang profit.

    jika broker yang kita gunakan benar-benar berfungsi sebagai perantara atau bukan market maker, maka tidak ada ceritanya kita trading melawan broker. keuntungan broker hanya didapat dari spread, sedangkan keuntungan kita berasal dari kerugian trader lain yang salah posisi.


    Gani Alhasan
    18 OCT 2014
    true. kudu nya emang kayak begitu, tapi sayang nya sekarang lebih banyak broker bandar yng beredar, ngaku2 sebagai broker ndd, padahal sebenar nya bukan.

    komplain soal kejujuran broker nggak heran akhir2 ini makin banyak cz sekarang ini makin susah aja bedain broker yang bener sama yang nggak. buktinya sebagai broker yang punya regulasi as kayak fxcm aja kayaknya nggak kapok2 ngakali trader nya.

    padahal jelas bakal dapet sangsi kl ketahuan curang. tapi masih aja suka kena skandal yang kebanyakan mesti bikin rugi trader nya. begini ini gimana broker lain yang regulasi nya nggak jelas?
    Anis Sumargo
    24 OCT 2014
  • Oh jadi klo semua trader profit ntar yang nanggung dampaknya para eksporter/importer plus masyarakat luas juga gitu? Wah kasian masyarakatnya juga klo begitu.

    Dari pemerintah, pedagang, sampe masyarakat bakal kena dampaknya ya?
    Untung dah trader itu cara pikirnya beda2. Ane juga ngerasainnya pasti kurang seru klo kita bisa buka posisi bener terus.
    Lebih asikan klo bisa analisa, ada perasaan was2 nungguin posisi ntar endingnya gimana juga seru. Apalagi klo bisa profit, kepuasannya bisa maksimal.
    Chairil Yuda
    26 SEP 2014
  • agak bingung, kalo mata uang naik eksportir bingung karena bakal kurang peminat akibat harga barang dagangannya jadi mahal, tapi kalo mata uang turun eksportir senang karena bisa jual dengan harga tinggi. Kok naik turun sama2 tinggi harganya tapi respon eksportirnya beda? benernya gimana to ini?
    Diaz Anggi
    22 AUG 2014
    Salah pemahaman aja tuh bro. Maksudnya pas mata uang melemah barang ekspor bisa dijual lebih banyak. Bandingin sama kondisi kalo mata uang menguat, penjualan ekspor biasanya turun, alasannya ya bener kayak apa yang dijelasin diatas.

    Memang karna kita beurusan sama mata uang & melakukan jual beli makanya kita juga mesti paham sama pengaruhnya. Tapi mustahil ada yang semua trader 100% bisa profit semua karna sebelum harga bergerak terlalu tinggi/rendah pasti ada usaha dr pemerintah utk mengembalikan kondisi ke keadaan yang sewajarnya.
    Abimanyu
    27 AUG 2014