Belajar Memahami Money Management

  By: Martin   View: 20513    Money Management  

Money management adalah salah satu faktor penting dalam trading forex yang berkaitan dengan pengendalian resiko. Trading adalah bisnis dan dalam bisnis tentu ada resikonya. Berapapun besar modal kita, tentunya kita ingin membatasi besarnya resiko yang mungkin terjadi. Belajar memahami pengendalian resiko dengan benar adalah kunci sukses untuk menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang. Banyak trader pemula yang account-nya ‘babak belur’ karena tidak menerapkan money management dengan disiplin, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali tentang money management. Dalam tulisan ini akan dibahas 5 hal pokok dalam money management yang harus dipahami dan diterapkan dengan benar dan disiplin dalam trading forex.


Belajar Memahami Money

  • Besarnya resiko per trade

Besar resiko per trade diukur dengan nilai uang, bukan dengan pips, dan biasanya ditentukan dalam persentase dari modal atau balance dalam account trading kita. Anggap saja kita belum ada posisi trading dan balance dalam account kita masih utuh, maka besar resiko per trade adalah jumlah kerugian yang kita tentukan dalam membuka sebuah posisi trading. Tidak ada ketentuan baku untuk hal ini dan bisa saja antara trader yang satu berbeda dengan trader yang lain, tergantung dari kondisi keuangan masing-masing. Yang jelas gunakanlah dana yang benar-benar tidak akan dipakai dalam waktu dekat, dan hindari trading forex dengan menggunakan dana untuk hidup sehari-hari. Asumsikan bahwa alokasi dana Anda untuk trading forex adalah dana yang siap hilang sehingga Anda tidak emosional ketika trading.

Sebagai gambaran, para trader profesional yang pendapatannya hanya dari trading (saham, forex, option dsb.) jarang yang mengambil resiko lebih dari 3% dari total modal mereka. Di sisi lain, banyak trader yang telah berpengalaman merekomendasikan besarnya resiko antara 3% sampai 5% dari modal. Tetapi berapapun besarnya resiko yang Anda tentukan, Anda harus merasa nyaman dengan pilihan tersebut sehingga Anda bisa trading dengan tenang dan tanpa emosi.

Nah, kenapa besar resiko diukur dengan nilai uang bukan dengan pip ? Hal ini berkaitan dengan besarnya ukuran lot atau volume per trade yang bakal kita gunakan sesuai dengan perhitungan resiko, atau lazim disebut position sizing yang akan dijelaskan berikut ini.

 

  • Besarnya ukuran lot per trade (position sizing)

Besar ukuran lot juga disebut dengan volume (pada platform Metatrader), atau ada yang menamakan quantity. Karena platform Metatrader sudah sangat populer, para trader forex pada umumnya lebih familiar dengan sebutan volume trading. Cara menentukan volume trading berdasarkan resiko lazim disebut dengan position sizing.

Dengan position sizing, besar resiko dalam nilai uang akan selalu sama berapapun besar stop loss (resiko dalam pip) yang kita tentukan. Volume trading bisa kita atur sesuai dengan besar stop loss yang paling pas buat kita. Sebagai contoh, misalnya kita trading dengan standard lot pada pasangan mata uang EUR/USD, sehingga nilai per pip-nya adalah USD 10. Jika kita punya balance sebesar USD 25,000, dan resiko yang kita tetapkan untuk membuka sebuah posisi adalah 4%, maka besar resiko kita adalah USD 25,000 X 4% = USD 1,000. Katakan dari hasil analisa kita stop loss yang paling pas adalah 50 pip, maka volume trading kita dalam standard lot adalah: USD 1,000 / (50 X USD 10) = 2 lot.

(Catatan: pialang forex di Indonesia ada yang menyebut standard lot dengan regular lot, dan account yang hanya untuk trading dengan standard lot disebut regular account)

Nah, jika ada 2 trader dengan modal yang berbeda tetapi menerapkan persentasi resiko yang sama dan stop loss (resiko dalam pip) yang sama pula, tentu ukuran lot keduanya berbeda. Trader yang modalnya lebih besar volume trading-nya akan lebih besar walaupun stop loss (resiko dalam pip) keduanya sama. Itulah sebabnya mengapa besarnya resiko per trade biasanya diukur dengan nilai uang, bukan dengan besarnya pip pada stop loss.

 

  • Besarnya risk/reward ratio

Risk/reward ratio adalah perbandingan antara besarnya resiko (stop loss) dan besarnya target profit (reward) yang kita tetapkan. Jika pada pembahasan sebelumnya kita telah menentukan resiko dan ukuran lot, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan besarnya target profit yang kita inginkan dibandingkan dengan resiko yang telah kita tetapkan sebelumnya.

Sama halnya dengan resiko, untuk menetapkan target profit tidak ada ketentuan bakunya, hanya saja kita harus obyektif dan realistis sesuai dengan kondisi pasar saat itu. Trader yang berpengalaman menganjurkan agar risk/reward ratio sebaiknya minimal 1 : 2, artinya jika stop loss kita 50 pip maka sebaiknya target profit kita minimal 100 pip, bahkan kalau bisa 1 : 3 atau lebih akan semakin baik.

Tujuannya adalah: jika kita bisa menerapkan risk/reward ratio dengan konsisten, dalam jangka panjang akan diperoleh return (keuntungan) yang memadai walaupun persentasi profit kita secara keseluruhan masih lebih kecil dibanding loss-nya. Misalnya seorang trader mengalami 70% dari total posisinya loss, tapi masih menghasilkan return 15% dari total posisi tradingnya, karena menerapkan risk/reward ratio minimal 1 : 2 pada setiap membuka posisi.

Yang penting untuk dipahami dalam hal ini adalah menentukan besarnya resiko terlebih dahulu sebelum menghitung profit yang mungkin kita peroleh.

 

  • Money management harus bisa mengendalikan emosi kita

Di samping money management, faktor penting lainnya dalam trading adalah keterlibatan emosi. Kedua hal tersebut saling mempengaruhi dan jika tidak dipahami dengan benar akan membawa efek negatif dalam trading. Money management yang buruk bisa menghancurkan trading kita, demikian pula emosi yang tidak terkendali. Misalnya jika kita kurang memahami money management sehingga selalu loss pada setiap posisi trading kita, maka akan sulit bagi kita untuk tidak melibatkan emosi saat trading. Sebaliknya semakin baik kita bisa menerapkan money management dalam trading, akan semakin terkendali emosi kita dalam menyikapi hasil trading. Kita bisa dikatakan berhasil menerapkan money management bila kita bisa mengelola dana dalam account trading dengan efektif dan tidak emosional.

 

  • Money management akan berjalan baik hanya jika kita menguasai strategi trading

Jika kita tidak sepenuhnya menguasai strategi trading yang kita gunakan sehingga selalu ragu ketika hendak membuka posisi, maka sebaik apapun pemahaman kita pada money management hasilnya tidak akan maksimal.

Strategi trading dan money management adalah komponen utama dalam rencana trading yang harus dijalankan secara bersamaan. Money management akan berjalan baik hanya jika kita telah menguasai dan yakin pada strategi trading yang kita gunakan sehingga menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
8 Komentar Urutkan:

  • Mau nambah juga (mumpung masi inget), sebelum trading kan sbaikx kita tau dulu rasio risk:reward kan, nah itu dari win rate kan? nah pertanyaannya, tau darimn win rate kita kalo belum mulai trading sama sekali di live account? (masa harus ngalamin loss dulu T_T A_A?)
    Rosa Singgih
    25 MAY 2016
    @ Rosa Singgih:
    Sebelum trading di live account Anda seharusnya sudah punya sistem trading yang sudah diketahui win rate-nya. Win rate tersebut bisa diketahui ketika sistem tersebut digunakan pada demo account, dengan pasangan mata uang yang sama dengan yang direncanakan untuk account live.

    Supaya win rate-nya cukup besar (lebih dari 50%) Anda harus menerapkan risk/reward ratio yang lebih tinggi dari 1:1 pada setiap trade.
    Martin S
    30 JUN 2016
  • Aaaahaaa, jadi sekarang gue tahu kenapa marginku cepet banget habisnya (untung akun demo sih), ternyata position sizing gue ga pernah kurubah, alias default 1.0, wah makasih ya, dapet insight baru nih hari ini he3
    Rosa Singgih
    25 MAY 2016
    @ Rosa Singgih:
    Ukuran trading atau position size memang harus disesuaikan dengan besarnya resiko (atau besarnya stop loss) setiap kali akan entry dengan perhitungan seperti contoh diatas..
    Martin S
    30 JUN 2016
  • salam pak martin, mohon pencerahan nih. Kalo para trader top atau para trader senior menentukan sinyal yang valid itu gimana sih? Apakah sinyal valid = pasti kena target ?

    Tanya lain lg boleh kan pak martin? Biasa masih anak bawang..jadi banyak nanyaknya..hehehe. Kalo risk/reward yang baik apakah selalu lebih dari 1:2? Saya pernah diberi bocoran sama kenalan trader, dia pasang RR nya 2:1 masih pede aja tuh? Kira-kira sistem yang begitu bakal bertahan lama gak ya? Makasih ya pak sebelumnya
    Walidi
    15 MAY 2015
    @ walidi:

    1. Sinyal trading yang dianggap valid itu bukan yang pasti benar (atau istilah Anda pasti kena target), tetapi yang kemungkinannya paling besar untuk benar.

    2. Risk/reward ratio yang dianggap menguntungkan dalam jangka panjang adalah yang lebih besar dari 1:1, bisa 1:1.5 atau 1:2 dst. Untuk teman Anda yang menggunakan risk/reward ratio 2:1 atau resikonya 2 kali lebih besar dari targetnya, mungkin saja bisa profit untuk jangka pendek tetapi tidak untuk jangka panjang, kecuali kalau sistem tradingnya mempunyai persentasi profit (win rate) yang mendekati 100%.

    Coba saja Anda hitung dengan win rate 60% dan risk/reward ratio 2:1 untuk 100 kali trade (60 trade profit dan 40 trade loss), bagaimana hasilnya, totalnya profit atau loss. Sebagai referensi Anda bisa baca Jumlah Posisi Trading Dan Risk/Reward Ratio
    Martin S
    20 MAY 2015
    Hmmh..jadi kalo kita punya wining rate ratio 60:40, untuk kedepan kita hanya fokus di sinyal yang 60 itu sajakah pak? Yang sinyal dari 40 gak usah kita jalanin lg supaya besok kita punya win lebih besar lagi?
    Walidi
    21 MAY 2015
    @ walidi:
    Katakan Anda punya sistem trading dengan win rate 60%, artinya jika sistem trading tersebut Anda gunakan untuk trading misalnya sebanyak 100 kali trade, maka kemungkinan Anda profit adalah 60% atau 60 trade dan kemungkinan loss adalah 40%.

    Tetapi Anda tidak akan pernah tahu trade mana yang akan profit dan trade mana yang bakalan loss, jadi Anda juga tidak akan pernah tahu sinyal mana yang bakalan menghasilkan profit dan mana yang akan berakhir dengan loss. Untuk menguji kebenaran win rate (persentasi profit) dari sistem trading Anda, Anda harus menggunakan sistem trading tersebut untuk sekian kali trade.
    Martin S
    4 JUN 2015
  • iya sih, itu lumayan masuk akal juga. tapi bisa jadi emosi trader lama2 akan break meskipun pake mm kalow ternyata hasil trading nya loss terus. kan bisa2 untuk nutupin angka loss yang besar itu jadinya persentase resiko yang dipake akan tambah lebar yang ujung-ujungnya nanti bakalan sama aja seperti ketika nggak pake mm
    Anggoro_hadi
    24 MAY 2013
  • Emosi tradng yg lbh baik krn money management itu hal yg wajar. Bisa diumpakan kalau trader tdk menggunakan money management pasti tradngnya akan diliputi dgn rasa was2, krn jika tradngnya mengalami loss psti kerugian di balancenya akan mncpai poin yg tdk bisa ia kontrol.

    Berbeda dgn trader yg menggunakan money management, ketika trading psti tdk akan terpikir jumlah loss di akun balancenya, krn itu smw sdh diperhitungkan di angka yg wajar. Jd keputusan2 yg diambil saat proses trading sdg brjalan jg akan lbh rasional & tdk emosional
    Priyono
    20 MAY 2013
  • ane masih kurang ngerti itu sama maksut nya mm harus bisa mengendalikan emosi kita. bukan nya kita sendiri ya yang ngatur emosi kita. trus apa kalow pake mm otomatis emosi kita jadi lebih baik gitu? kok rada kurang masuk akal gitu sih
    Anggoro_hadi
    12 MAY 2013
    @ anggoro_Hadi :
    Trading dengan MM cenderung tidak melibatkan emosi. Anda hanya akan membuka posisi hanya jika ada sinyal trading yang valid, dengan resiko dan target (stop loss dan take profit) yang sudah terencana.

    Jadi apapun hasilnya Anda seharusnya tidak emosional karena sudah sesuai dengan strategi dan rencana Anda. Tanpa strategi trading dan MM yang terencana Anda akan cenderung emosional.
    Martin S
    12 APR 2015
  • @yusuf, brpengaruh gan, kan tmbh bsr ukrn trdngx jg ksmptn profitx tmbh bsr, cm mang resiko yg mst dihadapi jg tmbh besar. jd klo msi baru mending pake modal yg biasa2 ja, biar kl ada rugi duit yg ilang g sbrp bnyk...
    Ojik13
    4 MAR 2013
  • oh,, jadi mencari ukuran trading yang pas itu dilakukan setelah menghitung persentase resikonya? lalu apakah jumlah modal yang juga berpengaruh terhadap hitungan ukuran trading akan mempengaruhi jumlah profit juga?
    Yusuf Kurnia
    18 FEB 2013
    @yusuf kurnia :
    Profit dipengaruhi oleh besarnya reward dari risk/reward ratio yang telah Anda tentukan. Semakin besar perbandingan reward-nya maka profit Anda juga akan semakin besar.

    Karena besarnya modal mempengaruhi besarnya resiko (risk), maka juga akan mempengaruhi besarnya reward. Semakin besar modal akan semakin besar juga reward (profit) yang akan Anda peroleh.
    Martin S
    12 APR 2015