Counter Trend VS Follow Trend

  By: Parmadita   View: 4977    Trend  

Kalau Anda sedang melakukan trading pasti tidak akan terlepas dari pemikiran counter trend (melawan market) atau follow trend (mengikuti market). Terkadang di satu sisi kita ingin melakukan ikut market karena adanya trend, namun terkadang ada saatnya kita harus melawan trend dengan melakukan pending order, dengan harapan bisa mendapatkan posisi potensial saat terjadi pembalikan trend atau reversal.

Keputusan mengikuti market atau melawan market adalah baik. Yang perlu Anda perhatikan adalah kapan saat (timing) yang tepat untuk mengikuti atau melawan market. Kapan timing yang tepat adalah hal yang mestinya Anda pelajai dan penting untuk dipahami. Dengan mengetahui waktu untuk bisa counter maupun follow trend dengan tepat membuat transaksi setidaknya aman dari floating.

Beberapa trader ada yang memang fokus di salah satu saja. Ada yang menyukai counter saja, atau ada juga yang konsisten pada follow. Hal ini akan cenderung tergantung dari karakteristik trader itu sendiri. kebanyakan trader yang follow adalah orang menurut, tidak suka melanggar aturan, dan menaati tata tertib. Sebaliknya, trader yang lebih suka counter adalah yang berhaluan keras.
Dalam artian mereka cenderung memiliki pendirian teguh serta gemar berinovasi. Ini bisa dilihat dari karakteristik mereka berbicara, maupun bertindak.


Counter Trend
Counter memiliki arti "melawan". Melawan bisa diartikan sebagai membalas, menjawab, maupun membantah. Namun dari itu semua counter trend sering dimanfaatkan trader dalam menanggapi pembalikan market. Terlepas dari penyebab terjadinya pembalikan, biasanya trader yang sudah profesional dalam melakukan counter sangat menyukai sideway dengan ciri pending limit sebagai order.

Umumnya trader yang gemar melakukan counter flow memiliki strategi maupun sistem trader yang difokuskan kepada pergerakan market yang sideway, atau pergerakan yang stagnan maupun dalam bentuk konsolidasi. Satu ciri khas lain dari para trader counter adalah keinginan mereka untuk ber-trading secara cepat, sehingga mereka terdorong untuk selalu mendapatkan transaksi yang cepat dan simple. Sehingga tipe scalping akan menjadi pilihan tepat untuk mereka.

Sedangkan indikator yang digunakan oleh para trader penggemar counter trend adalah memanfaatkan titik jenuh. Misalnya saja indikator yang dapat dimanfaatkan adalah RSI, Stochastick, maupun indikator oscillator. Indikator-indikator tersebut adalah andalan bagi para trader penggemar counter trend.


Follow Trend

Follow memiliki arti "mengikuti", yang bisa diartikan ikut, menyusul, mengejar, atau menganut. Hal ini cenderung disukai ketika situasi market sedang breakout, maupun terjadi trend. Ciri khasnya adalah memanfaatkan pending stop sebagai order.

Strategi maupun sistem para trader penyuka follow trend cenderung terfokus pada pergerakan market yang sedang trend. Hal ini tercermin dari cara ber-trading mereka yang sedikit lebih santai. Sehingga kebanyakan trader penyuka follow trend cenderung menyukai intraday maupun long. Walaupun ada juga trader semacam ini yang menggunakan strategi scalping.

Indikator yang banyak digunakan trader penyuka follow trend adalah moving average, parabolic SAR, maupun Bollinger Band. Indikator-indikator tersebut biasanya terfokus pada situasi market Forex yang sedang trend. Sehingga trader penyuka follow trend cenderung memanfaatkan cross indikator maupun perubahan gaya trend, dengan demikian bila terjadi perubahan dalam trendpara trader ini akan lebih mudah mengikutinya.


Kesimpulan
Memanfaatkan trend dapat digunakan dengan dua cara: mengikuti trend atau melawan trend. Semua tergantung dari pergerakan market saat itu. Ketika Anda melihat ada indikasi perubahan trend dalam waktu dekat, maka sebaiknya Anda memanfaatkan counter. Namun ketika market masih berjalan tanpa ada pembalikan, ada baiknya Anda memutuskan untuk mengikuti pergerakan tersebut dengan memanfaatkan follow trend.



Setujukah Anda mengenai ulasan artikel di atas? Sampaikan pendapat Anda pada kotak post di bawah ini.


Artikel Forex

  • Danar Pm
    24 NOV 2012
    Kalau ane lihat2 dulu pas masuk di posisi tren mana, kalo setelah dilihat masuknya di awal tren ya ngikut aja, tapi kalo setelah dianalisa tren udah mau berakhir baru ambil langkah counter. Disesuaikan sama keadaan aja lebih baik, daripada mesti bersikeras nurutin prinsip awal tapi nggak bisa manfaatin posisi tren trus akhirnya malah rugi.
    Reply
  • andy.s.pujiono
    19 JAN 2013
    perbedaanx, kl oscilator dipake utk entri market sm counter trader, smntr yg follower pake oscillator utk exit market
    Reply
  • Danar Pm
    21 JAN 2013
    Sebetulnya nggak gitu juga sih gan. Bisa juga kok yang follower ikut siap2 keluar waktu lihat oscillator udah mendekati poin overbought/sold. Begitu juga sebaliknya.
    Disini kan yang paling kelihatan bedanya dari masuknya counter trader di kondisi sideways, yang arah berikutnya sebetulnya susah diprediksi apa itu bakal terus atau justru pembalikan. Sedangkan follower kan lebih cenderung tunggu konfirmasi tren dulu dari indikator dan baru pasang order sesuai tren baru.
    Reply
  • fx nubi
    15 APR 2013
    antara counter trend dan follow trend, peluang untung nya lebih besar yng mana ya?
    Reply
  • Hari Santoso
    23 APR 2013
    Peluang profit sebenarnya lebih bergantung pada kemampuan trader. Keduanya sama-sama punya potensi profit dan loss. Hanya saja, bagi trader pemula lebih disarankan untuk mengikuti tren dulu. Sudah ditekankan sebelumnya bahwa counter tren cenderung suka mengambil resiko dan berinovasi terhadap tradingnya. Hal-hal seperti itu tentu akan sangat kurang sesuai jika dijalankan oleh seorang trader pemula.

    Untuk pemula yang dari awal sudah suka bermain-main dengan resiko, tetap disarankan untuk menjadi follower dulu supaya benar-benar paham trading dengan tren ini.
    Reply

Tulis Artikel

"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel Anda di seputarforex agar dibaca oleh banyak pemirsa.
Tulis Artikel Anda