Trading Dengan Bullish Morning Star

  By: Sfteam   View: 7009    Candlestick  

Salah satu hal yang paling sulit dalam trading forex adalah mengetahui aksi pembalikan harga. Sebenarnya banyak sekali analisis teknikal untuk membantu identifikasi, tetapi yang lebih banyak digunakan adalah candlestick, yang digunakan sebagai petunjuk pertama dalam melakukan identifikasi pasar.

Mempelajari dan memahami pola candlestick merupakan cara yang bagus untuk memulai analisis trading, karena candle sendiri merupakan interpretasi langsung dari tindakan harga. Artikel ini akan membahas bagaimana cara untuk fokus trading dengan mengandalkan sinyal pembalikan dari pola bullish morning star.

Trading Dengan Bullish Morning

Apa yang dimaksud dengan pola bullish morning star?
Pola bullish morning star adalah pola candle yang terbentuk pada akhir suatu downtrend panjang. Pola candle ini digambarkan seperti candle di atas. Perlu dicatat bahwa bullish morning star terdiri dari tiga candle yang berbeda.

Candle pertama harus menggambarkan kelanjutan dari trend menurun. Candle kedua akan menunjukkan perlambatan dari momentum bearish. Di sini, harga akan membuat satu pergerakan terakhir pada level yang lebih rendah dengan penutupan candle di dekat pembukaan harga. Doji dan hammer sering ditemukan dalam posisi ini.

Candle ketiga dalam pola bullish morning star adalah sinyal pembalikan yang sebenarnya. Sebuah candle biru yang digambarkan pada grafik di atas tampak memulai ayunan baru dalam momentum bullish. Idealnya, candle ketiga ini mencerminkan bullish engulfing dengan tinggi di atas candle sebelumnya. Lonjakan yang kuat dalam harga menggambarkan tekanan beli. Semakin besar ukuran candle, maka semakin kuat sinyal reversalnya.

Trading Dengan Bullish Morning

Penggunaan dalam Trading
Hal terpenting mengenai bullish morning star adalah kenyataan bahwa sekali Anda bisa mengidentifikasinya, Anda dapat segera menerapkan pada trading Anda. Dalam grafik di atas Anda dapat melihat pola bullish morning star pada daily chart GBPNZD. Reli bullish pair tersebut didahului dengan bullish morning star yang memberikan sinyal awal bagi trader untuk mengidentifikasi pembalikan trend dan memanfaatkan peluang buy.

Trader sering memilih untuk menggunakan strategi breakout di pasar saat ada pembalikan. Dalam skenario tersebut, level high pada candle pertama dapat digunakan sebagai area resistance. Entri buy dapat diatur pada saat pair mematahkan batas resistance tersebut.

Tidak jarang trader menggunakan analisis ini dengan osilator. Order dapat ditempatkan dalam arah tren baru ketika indikator seperti RSI menunjukkan momentum kembali dari level oversold. Apapun metode yang dipilih, trader harus mempertimbangkan untuk  menempatkan stop order di bawah low candle kedua. Sehingga, jika ada kegagalan dalam pembalikan harga, trader dapat keluar dari transaksi buy pada level yang tepat.








SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 7