Trading Dengan Bullish Morning Star

  By: Sfteam   View: 6668    Candlestick  

Salah satu hal yang paling sulit dalam trading forex adalah mengetahui aksi pembalikan harga. Sebenarnya banyak sekali analisis teknikal untuk membantu identifikasi, tetapi yang lebih banyak digunakan adalah candlestick, yang digunakan sebagai petunjuk pertama dalam melakukan identifikasi pasar.

Mempelajari dan memahami pola candlestick merupakan cara yang bagus untuk memulai analisis trading, karena candle sendiri merupakan interpretasi langsung dari tindakan harga. Artikel ini akan membahas bagaimana cara untuk fokus trading dengan mengandalkan sinyal pembalikan dari pola bullish morning star.

Trading Dengan Bullish Morning

Apa yang dimaksud dengan pola bullish morning star?
Pola bullish morning star adalah pola candle yang terbentuk pada akhir suatu downtrend panjang. Pola candle ini digambarkan seperti candle di atas. Perlu dicatat bahwa bullish morning star terdiri dari tiga candle yang berbeda.

Candle pertama harus menggambarkan kelanjutan dari trend menurun. Candle kedua akan menunjukkan perlambatan dari momentum bearish. Di sini, harga akan membuat satu pergerakan terakhir pada level yang lebih rendah dengan penutupan candle di dekat pembukaan harga. Doji dan hammer sering ditemukan dalam posisi ini.

Candle ketiga dalam pola bullish morning star adalah sinyal pembalikan yang sebenarnya. Sebuah candle biru yang digambarkan pada grafik di atas tampak memulai ayunan baru dalam momentum bullish. Idealnya, candle ketiga ini mencerminkan bullish engulfing dengan tinggi di atas candle sebelumnya. Lonjakan yang kuat dalam harga menggambarkan tekanan beli. Semakin besar ukuran candle, maka semakin kuat sinyal reversalnya.

Trading Dengan Bullish Morning

Penggunaan dalam Trading
Hal terpenting mengenai bullish morning star adalah kenyataan bahwa sekali Anda bisa mengidentifikasinya, Anda dapat segera menerapkan pada trading Anda. Dalam grafik di atas Anda dapat melihat pola bullish morning star pada daily chart GBPNZD. Reli bullish pair tersebut didahului dengan bullish morning star yang memberikan sinyal awal bagi trader untuk mengidentifikasi pembalikan trend dan memanfaatkan peluang buy.

Trader sering memilih untuk menggunakan strategi breakout di pasar saat ada pembalikan. Dalam skenario tersebut, level high pada candle pertama dapat digunakan sebagai area resistance. Entri buy dapat diatur pada saat pair mematahkan batas resistance tersebut.

Tidak jarang trader menggunakan analisis ini dengan osilator. Order dapat ditempatkan dalam arah tren baru ketika indikator seperti RSI menunjukkan momentum kembali dari level oversold. Apapun metode yang dipilih, trader harus mempertimbangkan untuk  menempatkan stop order di bawah low candle kedua. Sehingga, jika ada kegagalan dalam pembalikan harga, trader dapat keluar dari transaksi buy pada level yang tepat.




Artikel Candlestick


Artikel Forex Lainnya

Komentar: 7
  • terima kasih artikelnya,ini akan membuat mudah bagi trader pemula
    Rohmad
    24 AUG 2014
  • Mantap, gw setuju kalo pola candlestick yg paling menjamin tu emang yg terdiri dari 3 candlestick kayak morning star itu, biar op nya lebih mantap, lihat sinyal dari oscillator juga boleh tuh, asal ga tambah bingung kalo lagi ada konvergen aja tuhh.
    Andrew
    10 SEP 2014
    divergence maksudnya? tadinya gw juga pernah bingung apa beda convergence sm divergence, ternyata dlm teorinya bentuk convergence itu namanya bullish divergence.

    gw rasa ini mestinya malah bisa dimanfaatin sbg sinyal leading. divergence oscilator biasanya bagus buat interpretasi peluang reversal, malah biasanya lebih reliable daripada oversold. jadi kalo ada konfirmasi bullish morning star & divergence mestinya lebih bagus tuh
    Rayhan Saputra
    10 MAR 2015
  • analisa tknkl ribet bgt sih, msk nggak ckp pake 1 indi ja, d stiap pnjlsn msti ada saran bwt gbungn pke indi lain, kn ribet jdix, udh gtu bnyk bngt indi yg msti dipilih, jdix tiap mw trading msti dribetin sm fktor tkns mulu.....
    Si Bogel
    16 SEP 2014
    Kalo mau berhasil trading, paham sama trading, ya musti sanggup beribet ria. Kombinasi indikator juga ada alasannya, bukan asal comot karena indi ini bagus ato indi itu lebih canggih dsb.

    Kalo sudah praktek trading dg analisa pasti udah merasakan sendiri pentingnya masuk open di sinyal yg udah terkonfirm. tujuanya pake beberapa indikator sekaligus itukan untuk konfirmasi. makin valid sinyalnya, tentu makin besar peluang profitnya.
    Ade Lawas
    19 MAY 2015
  • @Si Bogel; ya emang itulah serux trading di forex, ga asal pasang order buy/sell trus ambil profit/rugi gitu aja. masalah nya analisa teknikal kan sifat nya mencermati gambaran harga sebelum nya, dan hasil nya pun ga mungkin bisa akurat banget. maka nya perlu ditambah indikator lain biar makin mantap analisa nya.

    ini sih pilihan trader nya sendiri, ya kalo situ prefer ke 1 indikator ya bisa aja, asal bisa profit secara konsisten & bisa pertanggungjawabin loss nya fine2 aja tuh meski indikatornya cuma 1.
    Andrew
    19 SEP 2014
  • Mempelajari dan memilih indikator teknikal itu memang membutuhkan waktu dan ketekunan yang konsisten dari trader. Untuk mempermudah, lebih baik dipilah dulu fungsi dari indikator, misalnya indikator itu untuk menunjukkan tren, mengenali momentum, atau menandakan volume trading.

    Jadi disini akan lebih mengarahkan trader untuk mengenali dan memilih indikator yang sebaiknya digunakan.

    Jika ingin menggunakan indikator yang all in one, sebenarnya bisa juga menggunakan ichimoku, namun kenyataannya memang banyak trader yang lebih memilih untuk mengkombinasikan sendiri indikator yang akan dipasang. Jadi pada akhirnya memang kembali ke putusan trader.
    Hari Santoso
    27 SEP 2014
  • apa cara trading dengan bullish morning star ini juga bisa di apply untuk pola evening star?

    maksudny dengan kombinasi osilator apa juga akan cocok?
    Teddy Bear
    12 OCT 2014
    dua2nya sama2 sinyal pembalikan, bedanya evening star buat reversal turun dan adanya di akhir puncak uptren. kalo sama2 sinyal reversal mestinya bisa juga dipadukan sama oscilator.

    bedanya yg dianalisa bukan pas waktu oscilator oversold, tapi waktu overbought. kalopun divergensi bukan divergensi bullish, tapi divergensi bearish.
    Sutom
    3 APR 2015
  • High candle pertama apakah cukup kuat sebagai resisten? Sy pernah belajar ttg resisten/support kalau semakin teruji semakin bagus. Tapi dari contoh grafik sepertinya itu cuma jadi resisten sementara yg enggak cukup teruji. Apa itu sdh bisa meyakinkan utk jadi patokan entry breakout?
    Analisa Aja
    22 DEC 2014
    bener juga bang. tapi klo bentukanya dari pola khusus candle aturannya beda mungkin?
    selama ini kalo s/r biasa kan testnya dilihat dari pantulan sumbu candle tapi candle itu belom tentu punya pola khusus macem bullish morning star ini.

    tpi kalo dilihat-lihat cakep juga tuh reversal bullish sehabis morning star candle.
    bisa mantul sampe sebegitu tingginya, pasang buy bisa untung sampe ribuan pip wow
    kalo kaya begitu gimana cara masang tpnya yah?

    kalo udah kesentuh terus liat harga masih melambung pasti kepingin entry aja tuh
    Adri Winata
    13 JUN 2015
    Keinginan memaksimalkan profit memang wajar, baiknya setiap trader memang seperti itu agar akunnya bisa tumbuh. Tapi untuk entry mungkin perlu menunggu sinyal lain dulu.

    Seperti misalkan order buy di awal pada chart atas sudah kena target profit di 3 Mei, kalau mau entri bisa tunggu sampai ada sinyal penerusan uptren. Kelihatannya setelah itu ada pola ascending triangle yg berakhir di penerusan uptrend pada 16 Mei.
    Abi Sanusi
    13 FEB 2015

Apakah Anda Trader Pemula?

belajar forex untuk pemula Klik di sini untuk tahu cara belajar dan menguasai trading dengan mudah.