Unemployment Rate

  By: Parmadita   View: 7909    Indikator Ekonomi  

Tahukah Anda kenapa banyak sekali data yang memperlihatkan Unemployment Rate tersebut?

Setiap bulan dipastikan data tersebut muncul di masing-masing negara yang tertera dalam kalender ekonomi. Sebetulnya apa saja sih pengaruh Unemployment Rate terhadap market? Bagaimana mengantisipasi gejolak pasar akibat berita tersebut? Di sini Anda akan mempelajari Unemployment Rate, pengertian dan pengaruhnya terhadap pasar.


Pengertian Unemployment Rate
Unemployment Rate biasanya ada diantara data-data terkompilasi dalam laporan pengangguran. Dan definisi dari Unemployment Rate adalah tingkat pengangguran di suau wilayah.




Pengangguran adalah ketika orang tidak bekerja atau masih mencari pekerjaan, padahal mereka berada pada usia aktif (usia angkatan kerja dimulai dari usia 16 tahun ke atas) dan masih mampu bekerja. Tingkatan pengangguran merupakan ukuran prevalensi yang dihitung dengan membagi jumlah para penganggur oleh semua individu saat ini di angkatan kerja.

Selama periode resesi, ekonomi biasanya mengalami tingkat pengangguran relatif tinggi. Dalam sebuah berita di tahun 2011, BusinessWeek melaporkan, "Lebih dari 200 juta orang di dunia tidak memiliki pekerjaan. Hal ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah, karena hampir dua pertiga penduduk negara maju, dan setengah dari negara-negara berkembang mengalami perlambatan pertumbuhan lapangan kerja".

Di AS, orang dianggap menganggur jika mereka mampu dan mau bekerja, tetapi mereka tidak memiliki pekerjaan. Laporan akan dirilis setelah mereka secara aktif mencari pekerjaan dalam waktu 4 minggu terakhir, tapi tidak kunjung menemukannya.


Pentingnya Data Unemployment Rate
Unemployment Rate (Angka Tingkat Pengangguran) adalah data paling populer yang digunakan untuk memberi gambaran kondisi pasar tenaga kerja. Unemployment Rate dapat digunakan sebagai indikator perubahan data non-farm payrolls, serta indikator kunci lain dari pasar tenaga kerja AS.

Angka tingkat pengangguran yang tinggi sering menempatkan tekanan pada suku bunga. Dalam kondisi tingkat pengangguran tinggi, bank sentral akan menahan diri dari menaikkan suku bunga. Secara umum, pengangguran merupakan indikasi dari produksi ekonomi, konsumsi swasta, pendapatan para pekerja, dan sentimen konsumen. Bila pengangguran sudah teratasi dan pendapatan gaji masyarakat meningkat, maka akhirnya akan mengarah ke belanja konsumsi yang lebih tinggi, pertumbuhan ekonomi, dan tekanan inflasi potensial. Hal ini akan mendongkrak fundemantal ekonomi domestik negara tersebut semakin membaik.

Sebaliknya, jika tingkat pengangguran yang tinggi dengan pendapatan masyarakat yang rendah, dapat dipastikan pengeluaran akan lebih rendah dan ekonomi akan mulai mengalami stagnansi atau penurunan.


Kesimpulan
Unemployment Rate merupakan data terpenting sebelum adanya rilis non-farm payroll. Jika Anda melihat pelemahan pada Unemployment Rate, maka pada non-farm payroll kemungkinan besar akan mengalami pelemahan pula. Jika orang-orang sudah mendapatkan pekerjaan dan menerima gaji, akibatnya daya beli konsumen bakal meningkat. Percepatan ekonomi bakal meningkat dan menyebabkan banyak investor yang akan terus berinvestasi di negara tersebut. 



Artikel Forex


Tulis Artikel

"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel Anda di seputarforex agar dibaca oleh banyak pemirsa.
Tulis Artikel Anda