Memilih Time Frame Trading Yang Tepat

  By: Martin   View: 25896    Time Frame  

Penggunaan time frame dalam trading forex sangat relatif, bergantung pada metode dan strategi trader masing-masing. Seorang scalper yang biasanya menggunakan time frame 1 menit dan 5 menit, tentu merasa aneh ketika mencoba trading ala swing trader yang terbiasa menggunakan time frame 4 jam dan daily. Bagi scalper sejati tentu sulit untuk mengubah cara trading yang telah menjadi kebiasaannya, demikian juga trader jangka panjang yang sudah terbiasa trading dengan time frame daily dan weekly, akan sulit jika mesti menggunakan time frame 5 menit atau 15 menit. Tetapi time frame trading apapun yang digunakan, yang paling penting adalah hasil akhirnya yaitu memperoleh profit yang konsisten dalam periode tertentu. Artikel ini mencontohkan pemilihan time frame trading yang dianggap cocok ditinjau dari perspektif strategi trading dengan price action.

Time Frame Trader Harian (Day Trader)

Trader forex harian biasanya menggunakan time frame 5 menit hingga 1 jam. Setelah membuka satu atau beberapa posisi trading, mereka berusaha untuk menutup semua posisinya pada hari yang sama. Trader harian boleh jadi yang paling banyak jumlahnya. Orientasi pada perolehan hasil trading harian merupakan daya tarik terutama bagi trader forex pemula. Time frame trader harian tersebut memang menarik dan banyak memberikan sinyal trading, disamping para broker forex yang memperoleh keuntungan dari spread cenderung untuk mendorong trader harian melakukan transaksi sesering mungkin.

Jika Anda trading dengan metode price action, sinyal-sinyal yang dihasilkan dari time frame rendah tersebut sering mengandung noise atau kesalahan. Trader price action biasanya trading pada time frame daily, weekly atau minimal 4 jam. Pada contoh USD/JPY 15 menit berikut sinyal-sinyal dari pin bar memang menunjukkan arah yang benar, tetapi besarnya pip dari kemungkinan profit yang diperoleh sangat tidak memadai. Kemungkinan untuk loss lebih besar sekalipun dengan risk/reward ratio yang kecil.

Memilih Time Frame Trading Yang 

Bandingkan tampilan USD/JPY tersebut pada time frame daily (gambar bawah). Disini Anda bisa entry pada sinyal pin bar atau inside bar,  Juga sinyal pin bar pada time frame 4 jam masih valid dan tampak juga pada time frame daily.

Memilih Time Frame Trading Yang

Time Frame Scalper

Khusus untuk scalper, mereka tidak mempedulikan kualitas sinyal trading, tetapi lebih pada kuantitas posisi entry. Dengan beberapa indikator teknikal, mereka entry dengan ukuran lot besar serta level stop loss dan target profit yang sempit. Noise menjadi tidak penting, asalkan volatilitas tinggi.

Untuk itu, cara trading dengan teknik scalping memang harus menggunakan time frame sekecil mungkin agar diperoleh volatilitas maksimal. Bagi non-scalper yang tidak tahu pasti teknik scalping, time frame rendah bisa menjadi tidak efektif dan boros margin. Seperti pada chart 5 menit berikut, dengan kondisi sideways dan range yang sempit, sangat sulit untuk entry dengan sinyal trading yang valid.

Memilih Time Frame Trading Yang

 

Time Frame Untuk Strategi Price Action

Memilih time frame trading yang tepat harus disesuaikan dengan strategi trading yang digunakan. Jika Anda menggunakan strategi trading price action, sinyal yang valid biasanya tampak pada time frame yang lebih tinggi (4 jam, daily, weekly). Sinyal pada time frame tinggi mencerminkan sentimen pasar yang cukup jelas, sementara pada time frame rendah sentimen cenderung berubah-ubah.

Namun demikian, jika Anda telah terbiasa dan cukup puas dengan time frame trading tertentu yang bisa menghasilkan profit konsisten, tidak seharusnya Anda berganti time frame. Untuk berganti acuan time frame dibutuhkan waktu untuk penyesuaian.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
9 Komentar Urutkan:

  • Masuk akal juga sih, TF semacam D1 mencerminkan juga keterlibatan seluruh pasar. Dari Sydney sampai ke New York. Dengan begitu keseluruhan sentimen terhadap sebuah pair akan tuntas nampak. Tapi kalo kita mo ambil hanya saat pasar Sydney dan Tokyo atau London dan New York gimana ya?

    Kedua pasar tersebut kan bersinggungan, kita tinggal ambil pair Aud/Jpy, Gbp/Usd, pas gak ya? Intersection kedua pasar tersebut paling lama dibanding jam pasar yang lain kan? Apakah potensi pasarnya juga layak untuk dipakai sebagai sumber profit? Semoga ada master yang bersedia memberikan wawasan
    Nandira
    17 JUN 2015
    @ nandira:

    • Intersection pasar Sydney dan Tokyo volatilitasnya tidak setinggi saat intersection London dan Tokyo. Biasanya trader lebih suka intersection pasar London dan Tokyo. Untuk sesi Asia (pagi-siang WIB) biasanya untuk mereka yang suka scalping dengan volatilitas rendah.

    • Volume trading dan volatilitas suatu pasangan mata uang tidak tergantung dari aktivitas pasar uang negara mata uang tersebut, misalnya pasangan EUR/USD banyak ditradingkan di sesi Asia dan EUR/JPY juga banyak ditradingkan di sesi New York pada saat pasar Eropa dan Jepang sudah tutup.

    • Biasanya pada saat pasar London dan pasar New York buka volatilitas pasangan mata uang utama akan naik, tidak hanya GBP/USD atau EUR/USD tetapi juga USD/JPY dan AUD/USD.
    Martin S
    5 AUG 2015
    wah.. puyeng juga ya? hehehe..
    adi gimana kita bisa memilih pair yang tepat untuk ditradingkan dengan konsep jam buka pasar ini ya (abis gak ada benang merahnya sih hihii)? Kirain di saat pasar yang london tutup..gak ada yang nyentuh Gbp atau Eu.

    Eh ternyata malah udah di jual belikan di jam sebelumnya
    Nandira
    18 AUG 2015
    @ Nandira:
    Konsep pair yang ditradingkan dengan jam buka pasar tidak ada hubungannya. Tingginya volume trading suatu pair tidak tergantung saat pasar negara pair mata uang tsb buka tetapi ditentukan oleh likuiditas dan popularitas pair tsb. Seperti misalnya EUR/USD sebagai pair yang paling populer ditradingkan pada semua sesi.

    Menurut kebanyakan trader, waktu trading yang paling baik adalah ketika pasar London buka hingga tutup dimana ada overlap dengan sesi Asia dan sesi New York (antara jam 8 s/d 18 GMT atau antara jam 15:00 hingga jam 01:00 dinihari WIB):

    Martin S
    9 SEP 2015
  • semua sdh pernah mengalami jd diserahkan pada individunya masing2. artikel diatas memperjelas fungsi dari TF
    Budi
    27 MAR 2015
  • Trimakasih untuk informasix seputarforex...
    sangat membantu untuk sy yang masi pemulaa...
    Pandu Nubi
    17 OCT 2014
  • @Robby: Sesuatu yang tidak sesuai dengan strategi trading kita tidak perlu dipahami lebih lanjut jika pada akhirnya hanya akan membingungkan rencana yang sudah dibuat sebelumnya.

    Selama trading yang dijalankan selama ini mampu menhasilkan hasil trading yang konsisten, trader tidak perlu mencari alternatif lain untuk mengubah strategi tradingnya lebih lanjut.

    Tapi jika trader belum menemukan kenyamanan pada timeframe tradingnya, maka mencari solusi dengan belajar trading di jangka waktu yang sebaliknya mungkin akan membuka jalan yang tepat bagi trader tersebut.
    Yy Suryanto
    29 SEP 2014
  • jujur ane msh krg phm trdng pk tf menitan...
    susah dphm gt, mn peluang trdngx jg g stabil, apalg klo lgi sideways
    Robby Ae
    26 SEP 2014
    @ robby ae:
    Kalau ingin trading pada tf menitan Anda mesti melihat juga tf yang lebih tinggi untuk mengkonfirmasikan arah trend. Misal Anda trading pada tf 15 menit maka Anda lihat juga tf 1 jam untuk konfirmasi arah trend, dan untuk entry bisa pada time frame yang lebih rendah (misal 5 menit) untuk mencari momentum entry-nya. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Sistem Trading Triple Screen.

    Berapapun time frame trading yang Anda gunakan, yang penting Anda harus selalu menerapkan money management yang proporsional.
    Martin S
    5 AUG 2015
  • @Dwi: Sebenarnya untuk trading jangka panjang tidak harus memerlukan modal yang besar juga. Posisi trading masih akan sanggup bertahan meski dengan modal yang sedang jika lot yang digunakan bisa diatur dengan baik.

    Jika trader jangka panjang mengantisipasi modal yang rendah dengan lot yang diperkecil, maka sebaliknya trader jangka pendek meningkatkan peluang tradingnya dengan memperbesar lot mereka.
    Yy Suryanto
    14 SEP 2014
  • orang2 banyak yang menjalankan day trading karena emang memungkinkan trader buat memperoleh profit dalam waktu singkat. jaman sekarang2 ini kan yang instan2 lebih banyak peminatnya. makanya bener kalo yang dipentingin disini bukan kualitas tapi kuantitas.

    lagipula cara scalping dianggap lebih butuh sedikit modal daripada trading jangka panjang yang kebanyakan perlu modal trading lebih banyak supaya bisa menahan posisi trading. makanya kemudian banyak daytrader yang cari2 volatilitas supaya bisa masuk pasar beberapa kali dalam sehari, biar profit yang dihasilkan juga tambah gede.
    Dwi_angga
    9 SEP 2014
  • tambah lagi.
    Komari6789
    9 AUG 2014
  • kenapa yaaa orang - orang lebih suka day trading. dah jelas klo TF kecil tuh gampang kepengaruh news
    Masih
    19 DEC 2013
    Selera dan gaya trading setiap trader berbeda. Mereka yang punya banyak waktu biasanya lebih suka day trading, baru kalau merasa tidak cocok mereka akan berubah ke swing trading atau trading jangka menengah-panjang. Menjelang rilis news berdampak tinggi biasanya para day trader tidak masuk pasar, tetapi menunggu beberapa saat setelah news.

    Day trading biasanya menggunakan time frame 30 menit, 1 jam dan 4 jam dengan lebih mengandalkan analisa teknikal. Banyak juga para day trader yang bisa menghasilkan profit dengan konsisten, yang penting strategi trading dan money management-nya harus benar-benar diperhatikan.
    Martin S
    5 AUG 2015