3 Pilar Utama Dalam Rencana Trading

  By: Martin   View: 9733    Trading Plan  

Dalam aktivitas kita trading di pasar forex, rencana trading (trading plan) adalah pendekatan sistematis yang mengatur semua aspek dalam trading. Secara garis besar, trading di pasar forex terdiri dari 3 sistem yang bekerja secara simultan dan merupakan pilar-pilar utama, yaitu sistem trading yang mencakup metode dan strategi yang digunakan (forex trading system), sistem money management dan sistem pengaturan dan pengendalian emosi (emotion management system). Model pendekatan ini sering dijumpai dalam rencana trading mereka yang telah berpengalaman. Masing-masing sistem mempunyai ketentuan yang telah kita sepakati sebelumnya (rule set) untuk mengatur obyek yang menunjang trading kita. Hubungan antara 3 pilar tersebut adalah seperti gambar diagram berikut:


3 Pilar Utama Dalam Rencana

Masing-masing obyek adalah berupa checklist yang akan menentukan keseluruhan proses dalam trading, yakni:

  • Forex trading system – menentukan waktu yang tepat untuk entry dan exit, sesuai analisa berdasarkan metode dan strategi trading yang kita gunakan.
  • Money management system – menentukan besarnya resiko per trade serta position size sesuai dengan balance dalam account trading kita.
  • Emotion management system – memastikan keadaan emosi kita pada saat tersebut, apakah emosi kita stabil dan sudah layak untuk membuka posisi trading. Jika emosi kita sedang labil dikhawatirkan akan berdampak pada saat kita membuat keputusan. Checklist emosi ini diperlukan bila kita trading sepenuhnya secara manual. Jika kita menggunakan software trading yang secara otomatis memberikan sinyal-sinyal entry dan exit maka checklist emosi ini bisa diabaikan.


Level entry dan exit yang telah kita lakukan secara rinci dicatat dalam histori atau catatan riwayat trading (trading log) untuk dievaluasi kemudian. Evaluasi jangka pendek sebaiknya dilakukan segera setelah sebuah trade selesai (entry dan exit pada satu posisi) agar bisa dilakukan perbaikan atau menambah ide-ide baru jika diperlukan. Bergantung dari selera dan kebutuhan, trading log bisa langsung dianggap sebagai jurnal trading atau patokan untuk membuat jurnal trading guna evaluasi jangka panjang. Trading log bisa digunakan sebagai ukuran sampai sejauh mana keseluruhan sistem trading kita bekerja pada suatu kondisi pasar tertentu.

Checklist untuk level entry dan exit seharusnya hanya pada satu level harga dan tidak diikuti dengan pilihan kedua (ambiguous). Hanya jika sinyal trading telah kita anggap valid dan memenuhi semua syarat yang kita sepakati, maka kita akan entry atau exit. Jika mungkin ada 2 pilihan yang sama-sama valid, sebaiknya diambil yang probabilitasnya lebih besar.
Untuk checklist pada money management system, persentasi resiko yang kita tentukan hendaknya cukup realistis dan sesuai dengan kondisi balance kita pada saat itu. Hal ini tentu saja bisa berubah-ubah sesuai dengan perubahan balance dan probabilitas sinyal trading yang kita peroleh. Selain itu disini kita juga bisa menambahkan catatan risk/reward ratio setiap trade pada checklist sistem ini.

Checklist pada emotion management system diperlukan guna mencatat riwayat emosi kita selama trading. Hal ini menjadi bisa berarti bila kita membaca trading log setelah beberapa kali trade. Dengan selalu melakukan evaluasi keadaan emosi saat trading, dalam jangka panjang akan bisa dicapai kestabilan emosi. Contoh checklist emosi : ‘apakah saya akan marah jika stop loss saya kena?’ Jika ‘ya’, maka kita menambahkan catatan sebagai peringatan, misalnya: ‘mengalami loss adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan menuju sukses dalam trading forex.’

Trading forex adalah sebuah bisnis, maka rencana trading adalah juga rencana bisnis yang harus benar-benar kita siapkan sebelum kita terjun ke live account dengan uang beneran. Semakin baik dan matang persiapan kita maka semakin besar harapan untuk berhasil di live account. Jika belum benar-benar mantap dengan rencana trading, kita bisa melakukan uji coba pada account demo hingga kita terbiasa menggunakan ketiga pilar dalam rencana trading tersebut.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
7 Komentar Urutkan:

  • Menurut saya, aspek emotion management tetap tdk bisa dilepaskan meskipun trading dengan EA (rbot), karena meskipun kita sepenuhnya memasrahkan trade signal ke robot, tapi toh akhirnya kita masih harus mengawasi kinerja EA, jika saat itu emosi negatif ujung2nya juga pasti keputusan kita untuk meneruskan atau terminalisasi robot EA akan terpengaruhi juga.
    Hans
    11 MAY 2016
  • salam para master sekalian..apakah ada contoh log book? masih kesulitan bikin "pembukuannya" nih..terimakasih
    Deril
    18 AUG 2015
    @ Deril:
    Untuk trading log biasanya bersifat pribadi dan sy belum pernah melihat contoh dari seorang trader yang trading log-nya dipublikasikan. Isinya bisa mirip dengan history trading yang Anda peroleh dari broker Anda hanya ditambahkan beberapa catatan atau komentar.

    Trading log itu semacam jurnal trading. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Jurnal Trading Sebagai Alat Evaluasi
    Martin S
    15 SEP 2015
  • @Aida:
    Bukannya sudah disebutkan kalau sekarang ini masih banyak yang menggunakan cara konvensional? Dimana faktor emosi sama sekali bukan hal yang bisa dianggap enteng.

    Apabila trading anda dampai dipengaruhi emosi, kedua sistem yang lain bisa dipengaruhi misalnya dengan melakukan posisi exit atau entry diluar rencana atau mengubah tatanan money management yang otomatis bisa meningkatkan resiko trading anda.

    Jalan keluarnya adalah tetap pertahankan manajemen emosi itu, karena fakta yang terjadi sekarang ini membuktikan bahwa ea atau robot trading juga mempunyai kelemahan yang membuat trader2 banyak yang kembali ke trading konvensional
    Indra Sugijanto
    6 NOV 2013
  • Emotion management system sampe skrg masi kurang diperhatiin hbs kalo pake ea jg bs diabaikan...
    mungkin ni emang sistem yg kurang penting dibanding 2 sistem laenx
    Aida
    4 NOV 2013
    @ Aida:
    Trading dengan EA tidak selalu profitable terutama dalam jangka panjang. Anda harus menyesuaikan parameter-parameter EA tsb jika diperlukan, atau ada perubahan kondisi pasar dsb. Jika hasil tradingnya tidak sesuai dengan harapan bisa saja Anda emosional meskipun tidak melakukan entry dan exit secara manual

    Meski trading dengan EA atau robot emosi Anda harus tetap stabil dan terkendali..
    Martin S
    15 SEP 2015
  • @tochir17: coba di backtest dulu aja gan pake metode komparatif. entar kan bisa dilihat yang mana yang paling ampuh, dan bisa dikondisikan juga sama situasi pasar. siapa tau sinyal2 tradingnya bikin ragu karena kecocokannya bukan untuk semua kondisi pasar.
    Yanto Widianto
    24 SEP 2013
  • nyari probabilitas yg lbh bsr tuh jg kadang2 sulit palagi kalo sinyal trading bwt entry sm exit sm2 kuat. kalo blm punya pilihan pst jd berasa ngga konsisten gt sistem tradingnya...
    Tochir17
    17 SEP 2013
    @ Tochir:
    Biasanya tiap trader punya metode dan strategi andalan masing-masing untuk pasar yang trending dan sideways (ranging). Jadi sebaiknya pilih yang terbaik untuk pasar yang trending dan sideways. Yang penting adalah strategi untuk entry, untuk exit (stop loss dan take profit) bisa mengacu pada level-level support atau resistance, atau indikator tertentu misal Bollinger Bands.
    Martin S
    15 SEP 2015
  • Kalau ada anggapan yang lebih mengutamakan salah satu obyek tersebut itu salah besar karena ketiga komponen itu sama-sama penting untuk mendapatkan trading yang sukses bukan hanya dilihat dari hasil profitnya saja tapi juga dari sistem tradingnya secara keseluruhan
    Indra Sugijanto
    18 AUG 2013