Hal Pokok Dalam Money Management

  By: Martin   View: 7069    Money Management  

Pemahaman implementasi money management dalam trading forex adalah penting untuk mengembangkan account trading Anda. Trader pemula biasanya mengabaikan hal ini dan hanya menerapkan konsep money management ala kadarnya sehingga tradingnya kurang efektif, dan cenderung gagal memperoleh profit yang konsisten dalam jangka panjang. Penggunaan money management yang ala kadarnya biasanya mentok pada setting stop loss dan level target profit sekedar untuk proteksi agar tidak mengalami loss terlalu banyak, atau agar kebagian profit jika nanti ternyata pergerakan harga berbalik arah. Stop loss dan target profit adalah salah satu bagian saja dari money management dalam trading. Untuk menerapkan money management agar trading Anda lebih efektif dan profitable dalam jangka panjang ada 4 hal pokok yang mesti diperhatikan:

  1. Berapa besar kerugian atau resiko yang Anda bisa tanggung setiap kali Anda entry?
  2. Tentukan besarnya ukuran lot (position size) setiap kali Anda entry berdasarkan resiko yang Anda bisa tanggung.
  3. Tentukan besarnya risk/reward ratio yang obyektif dan logis.
  4. Apakah aturan money management yang telah Anda sepakati bisa membantu mengurangi pengaruh emosi ketika trading?


Hal Pokok Dalam Money


1.  Besarnya kerugian atau resiko yang Anda bisa tanggung setiap kali entry
Sebelum menentukan besarnya stop loss dan target profit, Anda mesti menetapkan besarnya resiko dalam nilai uang untuk trade yang akan Anda lakukan. Misalnya balance dalam account Anda yang masih free (free margin) sebesar $1,000. Jika Anda menetapkan resiko 2% berarti Anda akan menanggung kerugian maksimal sebesar 2% X $1,000 atau $20 untuk entry yang akan Anda lakukan. Tidak ada ketentuan baku untuk hal ini dan bisa saja antara trader yang satu berbeda dengan trader yang lain, tergantung dari kondisi keuangan masing-masing.

Jika Anda cukup yakin dengan sinyal trading yang benar-benar valid Anda bisa menetapkan persentasi resiko lebih besar, misalnya 3% atau 5%. Hal ini penting untuk Anda lakukan sebelum entry karena Anda akan tahu terlebih dahulu besarnya kerugian yang bakal Anda alami jika nanti ternyata stop loss Anda kena.

2. Menentukan ukuran lot berdasarkan besarnya resiko
Jika Anda entry berdasarkan resiko yang telah ditetapkan, maka berapapun besarnya stop loss yang akan Anda tentukan dalam pip, resiko Anda akan tetap sama dengan menghitung ukuran lot yang sesuai saat Anda entry. Misalnya jika Anda tentukan besarnya stop loss 50 pip, maka nilai per pip yang mesti Anda ikuti adalah: $20 / 50 = $0.4. Jika Anda trading EUR/USD atau GBP/USD (direct currencies) dalam mini lot (per pip-nya $1) maka untuk trade tersebut ukuran lot Anda adalah 0.4 lot, dan jika Anda trading dalam micro lot (per pip-nya $0.1) maka ukuran lot Anda adalah $0.4 / $0.1 = 4 lot.

Jika ada 2 trader dengan modal yang berbeda tetapi menerapkan persentasi resiko yang sama dengan stop loss yang sama pula, tentu ukuran lot keduanya berbeda. Trader yang modalnya lebih besar ukuran lot-nya akan lebih besar walaupun level stop loss keduanya sama. Itulah sebabnya mengapa besarnya resiko per trade biasanya diukur dengan nilai uang.

3. Menentukan reward ratio yang obyektif dan logis
Jika ukuran lot trading telah ditetapkan, langkah berikutnya baru menentukan level target profit (reward). Besarnya risk/reward ratio mesti obyektif dan realistis, tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Jika mungkin Anda kesulitan untuk menentukan level target (reward) karena kondisi pasar yang kurang memenuhi syarat, misalnya level target yang akan Anda ambil berdasarkan level support atau resistance terlalu kecil dibanding stop loss (risk), maka Anda bisa menggunakan fasilitas trailing stop, dengan catatan risk/reward ratio tidak kurang dari 1 sehingga Anda bisa mengharapkan minimal breakeven atau balik modal.

4. Aturan money management yang telah Anda sepakati seharusnya bisa mengurangi pengaruh emosi
Dengan menggunakan aturan money management yang telah Anda buat seharusnya Anda bisa trading dengan tidak emosional karena potensi kerugian yang bakal Anda terima sudah jelas. Jika ternyata masih ada ganjalan atau kurang puas, Anda bisa melakukan evaluasi hingga Anda benar-benar merasa pas dengan aturan money management tersebut.


Sumber : www.learntotradethemarket.com


Artikel Money Management


Artikel Forex Lainnya

Komentar: 9
  • Pertimbangan yang bagus untuk melakukan money manajemen.
    Abdul Muzakki
    13 OCT 2013
  • wah akhirnya bisa menemukan perhitungan resiko dengan jumlah posisi trading yang spesifik. trims seputarforex atas infonya
    Dewi Wulansari
    24 OCT 2013
  • ane jamin deh g bakal ada manajemen yang bisa bikin manusia puas selama peluang profit masih ada...
    yang namanya manusia pasti ujung-ujungnya kepingin nambah truss penghasilanya, yang ujung-ujungnya bikin manajemen yang dikelola jadi kurang disiplin.

    kurang ditambahin 1 poin lagi nih, mestinya ada pembahasan soal disiplin trading, bukan dari strateginya aja tapi juga money manajemennya.
    Justin Edan
    26 NOV 2013
    Ada selama tradernya paham profit konsisten dalam jangka panjang lebih berarti daripada profit besar yang diraih dalam waktu singkat tapi belum tentu kedepannya akan stabil seperti itu.

    Saat trader masih selalu ingin melanggar aturan money management hanya karena ingin menambah peluang profit di setiap posisi berarti disitu belum ada pemahaman tentang pentingnya disiplin untuk membangun hasil trading yang profitable dalam jangka panjang.
    Bernis Ade
    23 MAR 2015
    @ Justin Edan:
    Untuk bisa memperoleh profit yang konsisten dalam jangka panjang memang harus disiplin. Anda bisa baca: Menjadi Trader Forex Yang Disiplin
    Martin S
    27 JAN 2016
  • at justin: masukan bagus gan, slain logika en emosi tradng forex trdr jg perlu disiplin en konsistensi. ane stj klo manajemen rsiko yg udh dipake tetep dipertahankan, tp ini jg ga gmpng krn mang kita psti tergoda ningkatin profit dr wkt ke wkt, pdhl hsl yg konsisten ja udh cukup bwt ngukur kesuksesan trading
    Aditya.pram
    29 NOV 2013
    @ Aditya.pram:
    Kalau sudah familiar dan mahir dalam menggunakan money management seperti aturan pada artikel diatas, untuk meningkatkan besarnya profit bisa dilakukan dengan memperbesar modal sehingga ukuran lotnya juga makin besar tetapi persentase resikonya tetap sama. Dengan demikian resiko juga bertambah besar tetapi reward-nya juga bertambah banyak.
    Martin S
    27 JAN 2016
  • @aditya: masuk dah analisa ente, ane juga setuju tuh,
    soalnya ane juga ngalamin sendiri, udah ada perhitungan lengkap nan menjanjikan begitu hasilnya bagus langsung bawaannya kepingin ningkatin profit aja,

    darisini sebenernya yang paling penting tu ningkatin kesadaran trader kalo cara trading yang baik bukan dinilai dari besar kecilnya profit tapi dari konsistensinya yang berkala itu.
    Justin Edan
    5 DEC 2013
  • bukannya udah dituturin aturan mm yg udah disepakatin bisa ngurangi pengaruh emosi? kalo udah diatur sedemikian rupa tapi masih tergoda ningkatin target yg gg sesuai ma mm berarti aturan mmnya masih belom disepakatin tuh.

    dimanapun kalo udah disepakatin mustinya udah berkurang ada pengaruh emosi2, kalo masih aja ada pengaruh berarti ya sejak awal belom terlalu disepakatin aturannya
    Arip Munawar
    12 MAR 2014
    @ Arip Munawar:
    Untuk meningkatkan target profit memang bisa dilakukan dengan strategi averaging atau pyramiding, tetapi dengan syarat pasar dalam keadaan trending dengan kuat. Biasanya yang menggunakan strategi ini trader yang telah berpengalaman.
    Martin S
    27 JAN 2016
  • Arip: Setuju.. Memang utk menemukan aturan yg disepakati kadang jg tdk mudah.. Kita bisa praktekan di akun demo contohnya..
    Putra Edi
    16 MAR 2014
  • kalau diamati cara diatas bisa jadi step by step money management trading. betul tidak master? tapi apa betul dalam kenyataannya cuma sedikit yg menerap kan aturan rasio risk/reward? sy kok nemu artikel yg mengatakan begitu, karna tadinya sy anggap rasio ini sgt penting jadi agak mengherankan knp kok tdk semua trader punya aturan rasio risk/reward.
    Deni
    11 MAY 2014
    Ini pertimbangan sepertinya sama seperti apa perlu pakai stop loss dan take profit karna sama2 ada 2 efek yang berbeda. di 1 sisi bisa mengamankan dr resiko di sisi lain membatasi profit. Itu sebenarnya asal sudah tau cara menempatkan sl dan tp di posisi yg tepat seharusnya udah nggak perlu didebatkan lagi.
    Wawan Sasongko
    1 APR 2015
    @ Wawan Sasongko:
    Stop loss (SL) dan take profit (TP) menentukan risk dan reward-nya, dan risk/reward ratio sebaiknya lebih besar dari 1:1 atau SL lebih kecil dibandingkan TP. Misal risk/reward ratio: 1:2 maka besarnya TP adalah 2 kali SL.
    Profit tidak dibatasi, dan bisa dimaksimalkan dengan strategi averaging atau pyramiding.
    Martin S
    27 JAN 2016
    @ Deni:
    Ya, benar, langkah-langkah penerapan money management intinya memang seperti itu. Kalau tidak menerapkan risk/reward ratio yang proporsional (lebih besar dari 1:1) berarti trader tersebut belum menerapkan money management dengan benar, atau masih terpengaruh oleh emosinya.

    Misal buru-buru cut loss karena takut kerugian semakin banyak, atau buru-buru take profit karena takut profit yang telah diperoleh akan hilang.
    Martin S
    27 JAN 2016
  • Apakah maksud mini lot = $1 per pips itu jika di open buy, saat harga naik akan dapat profit $1 per pip dan ketika harga turun akan dapat loss $1 per pip?
    Slamet Sukses
    10 DEC 2014
    @ Slamet Sukses:USD 1 per pip maksudnya nilai per pip-nya atau pip value-nya adalah USD 1,-
    Jadi benar kalau profit 1 pip akan memperoleh USD 1,- dan kalau rugi 1 pip berarti mengalami kerugian USD 1,-.
    Martin S
    27 JAN 2016

Apakah Anda Trader Pemula?

belajar forex untuk pemula Klik di sini untuk tahu cara belajar dan menguasai trading dengan mudah.