Memanfaatkan Breakout Bar

  By: Parmadita   View: 1727    Analisa Teknikal  

Membuat strategi trading tidak perlu rumit. Hari ini kita akan meninjau strategi pergerakan harga secara sederhana menggunakan bar. Perdagangan Breakout merupakan salah satu pilihan yang paling populer dalam pasar Forex. Trader yang memanfaatkan Breakout untuk menemukan harga lebih tinggi atau lebih rendah rendah sebelum memasuki pasar. Menjual di saat tinggi dan membeli di saat rendah mungkin tampak berlawanan dengan intuisi trader baru pada awalnya, namun perdagangan breakout dapat menjadi cara yang bagus untuk mendekati pasar. Dalam artikel ini, kita akan meninjau dasar-dasar pergerakan harga dan menerapkan strategi perdagangan inside bar.

Mengidentifikasi inside bar
Yang membuat strategi trading inside bar begitu menarik bagi para trader baru adalah karena bentuknya yang dapat diidentifikasi dengan mudah. Yang diperlukan hanyalah grafik harga saat ini dan kemampuan untuk mengidentifikasi titik tertinggi dan terendah sebelumnya. Mari kita lihat sebuah contoh.

Di bawah ini kita dapat melihat contoh dari bar dalam membentuk grafik harian USDCHF. Analisis kami dimulai dengan penentuan bar sebelumnya dari titik tertinggi dan terendah. Saat ini tinggi candle sehari sebelumnya berada pada 0,9551 sementara titik terendah di 0,9417. Penting untuk diingat bahwa kedua angka tersebut adalah aksi harga hari ini yang tidak harus break di atas harga tertinggi atau jatuh di bawah harga terendah. Jika harga tetap di dalam kedua nilai tersebut, maka inside bar kita akan dikonfirmasi.



Entri dengan perintah stop order
Setelah mengidentifikasi bentuk inside bar pada chart, kemudian kita lanjutkan dengan menggunakan strategi breakout. Pada inside bar, terlihat adanya breakout karena nilai tinggi dan rendah sebelumnya akan bertindak sebagai level support dan resistance. Jika break harga berada di atas titik tinggi pada level 0,9551, trader bisa melakukan pembelian. Jika harga jatuh dan turun di bawah 0,9471 atau lebih rendah, trader bisa melakukan penjualan.

Salah satu cara untuk men-setup breakout adalah melalui penggunaan perintah stop order. Perintah stop order memungkinkan kita untuk menetapkan kedua entri beli lebih tinggi sebelumnya dan entri jual di bawah daerah terendah sebelumnya pada waktu yang sama.

Menggunakan entri order stop sangat bermanfaat untuk para trader karena akan memungkinkan trader siap untuk breakout di kedua arah, baik saat membeli atau menjual. Dalam hal harga, urutan order akan mengeksekusi order pending ketika salah satu sudah kena.



Keluar Posisi
Ketika memanfaatkan strategi breakout, selalu ada potensi pasar untuk balik dan menyebabkan apa yang dikenal sebagai "false breakout". Oleh karena itu sertakan pula stop order untuk menghindari dari false tersebut.




Sumber:
Dailyfx.com


Artikel Forex

  • fahmi haydar
    8 JUL 2013
    setuju bro, lebih baek yank simpel simpel aja daripada lihat indikator mana mana tambah bikin trading makin ruwwet aja xx
    Reply
  • Imron Hj
    21 SEP 2013
    Setelah melihat hasil inside bar dari periode sebelumnya, biasanya indikator yang dipakai ya yang menunjukkan level support dan resistan, kalau swing high dan low-nya dilihat dari harga tertinggi dan terendah dari sebelumnya emang itu sudah cara umum yang banyak dipakai trader. Hanya emang perlu open position dengan pending order biar analisanya tambah tepat
    Reply
  • leo mhm
    5 OCT 2013
    @imronhj: tp kl pndng ordr brisiko keeksekusi dua2nya, kl gt kn jadix sm aja, bwt ngantisipasi tu kdg butuh pngawasan extra, itupun kl kena, kdg jg trnyt hrg g smp breakout, akhirx pending order g kena2, kl sekalix kena volatil bgt bs bahaya jg
    Reply
  • Kartono
    7 OCT 2013
    Sebelum menetapkan pending order, memang akan lebih meyakinkan kalau prediksi breakoutnya sudah terkonfirmasi. Saya sendiri sudah menyimpulkan kalau fungsi dari inside bar ini memang lebih untuk menarik garis-garis support dan fundamental, sedangkan penempatan pending order harus dikonfirmasi dari indikator lain dulu.
    Reply
  • leo mhm
    11 OCT 2013
    @kartono: ane stju, scr teknikal mang krg meyakinkan kl op cm lht dr inside bar ja, bnyk indi yg bs dipake, mngkn yg bs trdng bnr2 naked trdng y yg pnglmnnya udh bnyk aja. lht inside bar sbg penentuan lvl2 sl n tp ja msh subjektif krn jg bs trgntng dr time framenya jg. kl sifatnya udh subjektif biasanya trdr pro aja yg peluang profitnya bkl lbh trjamin
    Reply

Tulis Artikel

"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel Anda di seputarforex agar dibaca oleh banyak pemirsa.
Tulis Artikel Anda