Strategi Breakout Dengan Inside Bar

  By: Parmadita   View: 4235    Candlestick  

Membuat strategi trading tidak perlu rumit. Hari ini kita akan meninjau strategi pergerakan harga secara sederhana menggunakan bar. Dalam artikel ini, kita akan meninjau dasar-dasar pergerakan harga dan menerapkan strategi perdagangan inside bar.

Mengidentifikasi inside bar
Yang membuat strategi trading inside bar begitu menarik bagi para trader baru adalah karena bentuknya yang dapat diidentifikasi dengan mudah. Yang diperlukan hanyalah grafik harga saat ini dan kemampuan untuk mengidentifikasi titik tertinggi dan terendah sebelumnya.

Di bawah ini kita dapat melihat contoh bar yang membentuk grafik harian USDCHF. Analisis dimulai dengan menentukan titik high (tertinggi) dan low (terendah) dari bar sebelumnya (mother bar). High bar tersebut berada di 0.9551, sementara low-nya mencapai 0.9417. Nah, Jika bar berikutnya terbentuk dengan titik high dan low di dalam batasan kedua nilai tersebut, maka pola inside bar akan terkonfirmasi.

Strategi Breakout Dengan Inside

Kegunaan Inside Bar Untuk Strategi Breakout
Setelah mengidentifikasi bentuk inside bar pada chart, kemudian kita lanjutkan dengan menggunakan strategi breakout. Inside bar dapat menjadi sinyal breakout dengan nilai high dan low pada  mother bar bertindak sebagai level support dan resistance. Jika break harga berada di atas titik tinggi pada level 0.9551, Anda bisa melakukan entry buy. Jika harga jatuh dan turun di bawah 0.9471 atau lebih rendah, maka Anda bisa open posisi sell.

Ketika memanfaatkan strategi breakout, selalu ada potensi pasar untuk balik dan menyebabkan apa yang dikenal sebagai "false breakout". Oleh karena itu sertakan pula stop order untuk menghindari dari false tersebut.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
5 Komentar Urutkan:

  • @kartono: ane stju, scr teknikal mang krg meyakinkan kl op cm lht dr inside bar ja, bnyk indi yg bs dipake, mngkn yg bs trdng bnr2 naked trdng y yg pnglmnnya udh bnyk aja.

    lht inside bar sbg penentuan lvl2 sl n tp ja msh subjektif krn jg bs trgntng dr time framenya jg. kl sifatnya udh subjektif biasanya trdr pro aja yg peluang profitnya bkl lbh trjamin
    Leo Mhm
    11 OCT 2013
  • Sebelum menetapkan pending order, memang akan lebih meyakinkan kalau prediksi breakoutnya sudah terkonfirmasi. Saya sendiri sudah menyimpulkan kalau fungsi dari inside bar ini memang lebih untuk menarik garis-garis support dan fundamental, sedangkan penempatan pending order harus dikonfirmasi dari indikator lain dulu.
    Kartono
    7 OCT 2013
    inside bar utk narik garis2 support & fundamental? ?
    Mising
    1 APR 2015
    Maksudnya support n resisten kali...
    tapi agak aneh juga bayanginya, kalo semua support n resisten diambil dari inside bar, apa nggak terlalu sempit tuh jadinya? hehehe.

    mungkin support n resisten sementara buat level entri breakout oke, tapi buat strategi lain yg lebih umum?? kurang meyakinkan.
    Agustyo Situ
    21 APR 2015
  • @imronhj: tp kl pndng ordr brisiko keeksekusi dua2nya, kl gt kn jadix sm aja, bwt ngantisipasi tu kdg butuh pngawasan extra, itupun kl kena, kdg jg trnyt hrg g smp breakout, akhirx pending order g kena2, kl sekalix kena volatil bgt bs bahaya jg
    Leo Mhm
    5 OCT 2013
  • Setelah melihat hasil inside bar dari periode sebelumnya, biasanya indikator yang dipakai ya yang menunjukkan level support dan resistan, kalau swing high dan low-nya dilihat dari harga tertinggi dan terendah dari sebelumnya emang itu sudah cara umum yang banyak dipakai trader.

    Hanya emang perlu open position dengan pending order biar analisanya tambah tepat
    Imron Hj
    21 SEP 2013
    maaf gan, skdr meluruskan. mksud bar dr periode sblmny dsini adlh mother bar yg mrpkn bagian dr pola inside bar. dlm metode ini sprtiny tdk ada sm skl indikator bantuan. s/r diambil dr high-lownya mother bar. tp s/r ini fngsinya lbh ke mnentukan poin entri.
    Andre Rusty
    2 JUN 2015
  • setuju bro, lebih baek yank simpel simpel aja daripada lihat indikator mana mana tambah bikin trading makin ruwwet aja xx
    Fahmi Haydar
    8 JUL 2013
    tapi meskipun begitu sebelom entry seenggaknya perlu konfirmasi lagi. masak entry trading beneran cuma lihat dari 1 sinyal inside bar aja. inget dalam price action juga sering ada yang namanya fakeout. para trader pro mungkin bisa gampang mengenali sinyal ini, tapi yang masih nubi biasanya banyak yang kena.

    pake stop loss boleh juga, tapi selanjutnya juga musti ada pembelajaran supaya entry enggak sering kena stop loss. karena kalau enggak bisa membedakan mana breakout mana fakeout itu juga namanya belum bisa trading dgn price action, dalam hal ini dgn inside bar
    Suprayoga D
    3 MAY 2015