OctaFx

Trading Dengan Teori Fibonacci (1)

  By: Martin   View: 27669    Fibonacci  

Leonardo Bigollo Pisano (1170-1240) atau yang lebih dikenal dengan panggilan Fibonacci adalah genius matematika Italia yang mengemukakan cara-cara perhitungan dan pengukuran yang benar. Setelah beberapa tahun mengadakan penelitian di Saudi Arabia, India dan Afrika Selatan, pada tahun 1202 ia menulis buku terkenal berjudul ‘Liber Abaci’, atau ‘Book of The Abacus’ (buku tentang cara menghitung). Selain itu, ia juga mengungkapkan berbagai teori tentang hubungan sifat-sifat alam dengan matematika.

Teori inilah yang kemudian mendasari prediksi berbagai kemungkinan dalam dunia trading masa kini. Artikel ini disarikan dari tulisan Bill Poulos yang berjudul ‘The Truth About Fibonacci Trading’ yang antara lain mengulas tentang level-level retracement dan extension Fibonacci yang banyak digunakan sebagai salah satu alat prediksi dalam trading.


Level-Level Retracement Dan Extension

Level-level retracement dan extension adalah yang paling banyak digunakan dalam trading guna memprediksi kemungkinan untuk entry dan exit. Retracement berguna untuk melihat level-level support atau resistance selama periode koreksi (retrace), sedang extension biasanya digunakan untuk menentukan level take profit (target). Baik level retracement maupun extension ditentukan berdasarkan deret Fibonacci yaitu: 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, …… dan seterusnya.

Deret ini dibuat dari penjumlahan 2 angka yang berurutan, yaitu 1+2=3, 2+3=5, 3+5=8, dan seterusnya. Jika angka yang berurutan setelah 89 saling dibagi, maka akan selalu menghasilkan 0.618 dan 1.618, yang disebut dengan golden ratio Fibonacci.  89/144=0.618 dan 144/89=1.618 ; 144/233=0.618 dan 233/144=1.618, dan seterusnya. Dengan kaidah serupa yang sederhana tapi mengherankan diperoleh angka-angka ratio yang disepakati sebagai level-level retracement dan level-level extension.

Trading Dengan Teori Fibonacci

Kenapa para trader dan analis sepakat untuk menggunakan angka-angka ratio Fibonacci? Karena telah terbukti tepat dan cukup akurat. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Hingga saat ini belum ada seorangpun yang bisa menjelaskan secara ilmiah dan masuk akal. Bahkan Leonardo Pisano alias Fibonacci sendiri tidak pernah menjelaskan dasar dari teorinya, menurutnya ia hanya menggali apa yang sebenarnya sudah ada. Jauh sebelum Fibonacci, para arsitek Mesir jaman Firaun telah menerapkan teori golden ratio dalam membangun piramida. Yang jelas saat ini hampir semua platform trading dilengkapi dengan alat analisa Fibonacci retracement, extension dan Fibonacci fan.

 

Contoh Penggunaan Level Retracement Fibonacci Dalam Trading

Dalam alur pergerakan harga pasar, retracement bisa diartikan sebagai koreksi dari trend utama yang sedang terjadi. Jika koreksi telah melampaui batas atas atau batas bawah level awal saat dimulainya trend utama, maka probabilitas untuk terjadinya pembalikan arah trend (trend reversal) adalah besar. Dengan teori Fibonacci, setiap level retracement yang sesuai dengan angka ratio merupakan level-level support atau resistance yang memungkinkan berakhirnya koreksi. Jika satu level terlampaui, acuan support atau resistance selanjutnya adalah pada level retracement berikutnya.

Contoh pada kondisi pasar yang sedang uptrend:


Trading Dengan Teori Fibonacci

Dalam kondisi pasar uptrend seperti pada gambar atas, pengukuran level retracement dimulai ketika pergerakan harga telah mengisyaratkan akan terjadinya koreksi. Kita tarik garis dari level terendah (swing low) ke level tertinggi (swing high) sehingga level minimum retracement adalah pada 0.000 atau 0% (swing high) dan level maksimum pada 1.000 atau 100% (swing low).

Dalam contoh di atas, swing low ada pada harga 71.31 dan swing high ada pada harga 89.83. Dari level-level Fibonacci retracement yang tampak, kita bisa memprediksikan level-level support ada pada 85.46 (pada 0.236 atau 23.6%), 82.76 (pada 0.382 atau 38.2%), 80.57 (pada 0.500 atau 50%)., dan seterusnya. Pada level-level tersebut diasumsikan koreksi akan berakhir dan harga akan kembali naik (bouncing), atau break ke level dibawahnya dan meneruskan koreksi hingga ke level berikutnya. Biasanya trader mengantisipasi untuk entry buy pada level-level tersebut dengan asumsi koreksi akan berakhir.

Trading Dengan Teori Fibonacci (2)

Trading Dengan Teori Fibonacci (3)








SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 8