Manajemen Risiko 5 Persen Balance

  By: Sfteam   View: 5004    Manajemen Resiko  

Manajemen risiko merupakan suatu keterampilan penting yang harus dikuasai dalam dunia trading. Untuk lebih memahami seperti apa manajemen risiko, dalam artikel ini kita akan membahas lebih dalam tentang bagaimana cara memanfaatkan risiko forex dengan aturan 5%.

Manajemen risiko adalah salah satu skill trading yang paling sulit untuk dikuasai, terutama bagi para trader forex baru. Banyak dari mereka umumnya terlalu sibuk mementingkan masalah penempatan stop loss dalam trading, tetapi sering melewatkan bagian terpentingnya: risiko apa saja yang harus dilalui dalam trading. Sebelum Anda memasuki pasar atau mempertimbangkan untuk membuka posisi baru, pertimbangkan terlebih dahulu pertanyaan berikut.

Berapa risiko yang harus ditanggung?
Kebanyakan para trader profesional menganggap aturan 5% merupakan langkah yang tepat untuk mengamankan modal. Aturan ini diberlakukan ketika semua posisi yang terbuka ditutup dan total loss pada saat penutupan, tidak melebihi batas 5% dari saldo rekening trader. Di bawah ini adalah ilustrasi untuk mengaplikasikan perhitungan dasar aturan 5% pada rekening yang berisi dana sebesar $10,000. Dengan perhitungan tersebut, jika semua posisi ditutup saat transaksi mengalami kerugian, maka trader hanya akan rugi sebesar $500.

manajemen resiko forex 5 persen

Tentu, tidak ada orang yang mau mengalami kerugian 5% dari saldo rekening mereka. Tetapi jika kita kaji kembali contoh di atas, kerugian 5% atau sekitar $500 tersebut justru sebenarnya menyelamatkan para trader dari kerugian total akunnya. Contoh diatas menggambarkan bahwa meskipun trader kehilangan $500, akan tetapi trader masih memiliki sisa balance sebesar $9500, untuk bisa dipakai dalam trading yang lain.

Perlu dicatat bahwa aturan 5% tidak sama dengan mempertaruhkan 5% dari account trading Anda untuk satu perdagangan tertentu saja. Contohnya, jika Anda memiliki 5 perdagangan terbuka, masing-masing mempertaruhkan 5% dari account Anda, maka pada saat semua posisi ditutup, Anda akan kehilangan 25% dari total account. Sehingga apabila sesuai dengan perspektif, dengan saldo awal sebesar $10.000, berarti kerugian yang akan ditanggung adalah sebesar $2.500 dan hanya meninggalkan saldo $7500.

Dari contoh di atas terlihat bahwa kerugian yang dialami akan berlipat lebih banyak dibanding ketika trader menggunakan perhitungan 5% untuk semua posisi. Maka dari itu, trader harus lebih teliti dalam menerapkan manajemen resiko 5% agar bisa mengamankan akun dari potensi loss yang besar.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
10 Komentar Urutkan:

  • eh... ini mah kalo depositnya dia sebesar di atas, kalo isinya cuma USD 10? kan banyak tuh yang retailer (gwa jg), modal sedikit kalo cuma diambil 5% mah cuma geli-geli doang kali... gimandong?
    Agus Bastian
    23 MAY 2016
  • Saya setuju sekali dengan artikel ini, manajemen resiko merupakan pertahanan bagi account trader, ini harus ada dan dijalankan, tanpa ini ibarat perang tanpa perisai, akan mudah dikalahkan. Kunjungi blog saya di http:coffetrader.blogspot.com
    Coffetrader
    6 APR 2015
  • Kondisi pastinya akan sulit untuk mengetahuinya secara pasti. Saya sendiri lebih prefer memanfaatkan hasil analisa untuk entry, sementara level exit didasarkan pada perhitungan manajemen resiko. Memang di pasar forex peluang bisa sangat menarik, kadang jauh lebih besar dari apa yang sebelumnya direncanakan.

    Namun bisa juga kadang jauh lebih buruk dari yang diantisipasi. Maka itu masuk dan keluar dengan disiplin sesuai sistem dan manajemen resiko akan membantu untuk lebih mengatur konsistensi profit dan loss. Karena kondisi pasar juga sangat tak terduga.
    Morgans
    15 OCT 2014
  • @morgans: oke betul bang. cukup jelas sekarang. menurut ane kalau masih baru mending pake manajemen risiko aja daripada sinyal indikator.

    soalx indikator ni kadang juga meleset. yg masih baru kadang belom lihai betul baca indikator jadi kalau terlalu bergantung disitu malah gampang kena fake sinyal. kecuali kalau dari awal udah ketemu jodoh indikator yang bisa dipahami betul, tapi kayaknya kondisi begini agak jarang. betul g bang?
    Ahmad M Huda
    13 OCT 2014
  • Hitung persentase kerugian dengan dolar kan ada prosedur sendiri krn sebelumnya hsl prft/loss dilihatx dari perolehan pips. jd gmn nih cara lengkpnya pake manajemen risiko 5% balance? harus tentuin sl dan tp di poin brp dan apa ada strategi khusus yg perlu diterapkan atau gmn?
    Fahmie Budz
    26 SEP 2014
    Begini cara hitung pips
    EUR/USD dengan nilai tukar sebesar 1.1930, maka (0.0001 / 1.1930) X EUR 100,000 = 8.38 x 1.1930 = $9.99734 ($10 per pip)

    0.0001 sesuai dengan kuotasi harganya. 100,000 dari lot standar. Jadi kalau punya balance $10,000, dan batas resikonya 5% per 10 posisi, berarti untuk tiap posisi maks resiko adalah 0.5%. 10.000x0.5% = $50. Jika entry buy EUR/USD pada harga 1.1930 maka stop loss bisa ditempatkan 5 pips dibawah level itu, 1.1925.

    Lebih bagus lagi jika menerapkan rasio risk reward lebih dari 1:1. Dalam kasus rasio 1:2, jika stop loss 5 pips dibawah level entry, maka take profit bisa ditetapkan 10 pips di atas harga tersebut (1.1940), untuk posisi buy EUR/USD ini.

    Tapi bisa juga dalam menentukan stop loss dengan lebih mengandalkan sinyal dari indikator. Untuk mengetahui mana cara yang lebih baik dan profitable bisa ditest dulu di akun demo, karena hasilnya tidak sama untuk setiap trader.
    Morgans
    7 OCT 2014
  • Disini 5% sudah persentase maksimal dari keseluruhan saldo? Kalau untuk yang mau memperbesar volume trading berapa kira2 batas risiko untuk balance supaya masih bisa aman?
    Tony Saputra
    17 SEP 2014
    batas risiko bisa tetep sama. asal kalau lot tradingnya ditambah modalnya juga makin besar.
    Pujiono
    20 SEP 2014
  • @alfian: ada yang menganggap seperti itu karena pergerakan harga di satu pair tidak menentu jadi kadang trader juga membuka perdagangan di arah order yang berlawanan atau dengan pair lain. biasanya dengan mempertimbangkan korelasi antar pair dulu.

    tapi menahan banyak posisi seperti itu selain katanya bisa meningkatkan profit resikonya rugi nya juga lebih besar. kelihatan dari batas 5% yang bisa berlipat ganda sesuai jumlah perdagangan yang dibuka. semakin banyak membuka posisi, batas resiko untuk balance juga akan semakin lebar
    Ardi_novian
    16 JUL 2014
    Jadi salah fokus.
    Memperhitungkan resiko 5% balance dari semua posisi itu bukan berarti kita mesti buka banyak posisi di waktu bersamaan.
    Bisa jadi itu untuk beberapa posisi yang dibuka dalam periode tertentu.

    Ini tentu kembali lagi ke rencana trading masing-masing trader
    Untuk tipe trader scalper atau jangka pendek membuka banyak posisi dalam satu waktu mungkin lebih familira. Tapi untuk swinger tentu akan lebih memperhitungkan resiko karena biasanya mereka lebih lama dalam menahan posisi.
    Semi Fx
    27 JUL 2014
  • ane belum paham, memang buka beberapa perdagangan sekaligus itu bisa memperbesar kesempatan profit?
    Alfian_santos
    15 JUL 2014
  • solusi mudahnya buka 1 perdagangan aja, kalo ada sinyal2 g baik baru dihedging
    Ardi_novian
    12 JUL 2014
    Ane prefer cut loss aja. Kalo pasang hedging jadi kayak panik sendiri liat pergerakan market. Kalo emang udah keliatan posisi kita gag tertolong mending biarin kena sl atau cut loss aja daripada hedging. Nambah2in spread, hasilnya pun belom tentu positip. Bisa impas aja dah sukur2. Na kalo bisa buka lockingnya lebih bagus. kalo kejebak gag bisa keluar tambah stres tu
    Eko Suprabto
    3 AUG 2014
  • apa, beda dari money management dan risk management ?
    Farhan
    1 APR 2014
    manajemen resiko salah 1 bagian dari money manajemen.
    Lemot
    30 SEP 2014