Cara Menggunakan Indikator MACD

  By: Parmadita   View: 9109    Indikator  

MACD adalah singkatan dari Moving Average Convergen Divergen. Indikator ini digunakan untuk melihat gerakan rata-rata grafik, juga untuk melihat penyimpangan yang terjadi. Pada saat terjadi penyimpangan inilah kita bisa masuk ke pasar. Karena pada saat itu harga akan balik arah dengan membentuk trend panjang.

Banyak trader yang ingin sekali mempelajari MACD. Katanya MACD bisa digunakan untuk mendeteksi keadaan trend lebih akurat melalui divergennya. Di artikel ini kita akan membahas MACD dan cara penggunaannya di market. Lalu seberapa efektifkah indikator MACD dipakai dalam harga?

Mungkin terlintas dipikiran kita mengapa harus repot-repot menggunakan MACD yang padahal hanya pengurangan dari XMA saja. Tidak demikian kenyataannya. Melalui formulasi sederhana seperti ini ternyata MACD mampu memberikan informasi yang bukan hanya memprediksi terjadi trend tapi bisa mengetahui lebih banyak dari trend itu sendiri.

MACD dapat digunakan untuk mengetahui peralihan momentum yang dinilai kuat atau pun lemah, juga dapat dipakai untuk mengetahui kondisi overbought/oversold pada pasar yang dapat memicu peralihan trend.

Ini adalah kegunaan khas dari MA yang digunakan dalam MACD sebagai MACD line dan triger line. Cara membaca peralihan trend dari Bullish menuju  Bearish dan sebaliknya sama dengan cara kita membaca peralihan trend pada MA. Garis digunakan untuk membacanya adalah MACD line dan triger line. Mari kita perhatikan gambar dibawah ini :



Penyimpangan yang dimaksud disini adalah:

1. Konvergen
Yaitu kondisi dimana grafik semakin merendah namun indikator semakin meninggi. Ketika terjadi konvergen grafik akan balik arah menjadi naik. Sehingga yang kita lakukan adalah open buy. Entry pointnya adalah ketika batang histogram lebih tinggi dari sebelumnya setelah terjadi konvergen.



2. Divergen
Yaitu kondisi dimana grafik semakin meninggi namun indikator semakin merendah. Setelah terjadi divergen market akan balik arah menjadi turun. Entry point-nya adalah ketika batang histogram lebih rendah dari sebelumnya setelah terjadi divergen.



Yang perlu diketahui adalah jika kita masuk pasar pada saat terjadi perpotongan antara garis signal dengan histogram, dipastikan bahwa kondisi market akan beranjak dari kondisi jenuh. Divergen jarang terjadi, namun ada baiknya kita mengetahuinya supaya paling tidak Anda tidak menyalahkan pasar jika terjadi false signal.

Lalu, apa yang terjadi bila benar-benar terjadi false signal? Jika benar-benar terjadi false signal, saatnya kita mengubah periode dari MACD line dan triger line yang kita gunakan dan jangan menyalahkan market.


Artikel Forex

  • Omar
    29 AUG 2013
    Perlu disesuaikan juga sama tf yang dipake. Kan ga sesuai juga kalo tfnya kecil tapi periode MACDnya tinggi. Trus analisa ke tf yg lebih tinggi juga bisa jadi bermanfaat banget supaya ga kejebak sama false signal disatu tf saja...
    Reply
  • angga_ifandi
    17 OCT 2013
    ini sama aja kayak strategi divergensi dari oscilator lain. cuman disini bedainx dari konvergen/divergen sementara di teori yang biasax lebih gunain LL-HL/HH-LH. Btw dicontoh pertama untuk konvergen indikatorx masih kurang belum bergerak naik tuh, malah cenderung agak sama pergerakanx
    Reply
  • mus.fikry
    20 OCT 2013
    to angga.
    apa itu ll-hl dan smcmnya? apa analisanya beda dg yg ini?
    Reply
  • angga_ifandi
    26 OCT 2013
    LL: Lower low HL: higher low. diambil dari bentukan pergerakan di bagian bawah yang lebih tinggi/ lebih rendah. ket lengkapx disini nih(http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=119885&title=divergensi_indikator_teknikal_1). dasarx sama aja kok kayak konvergen/divergen diatas. intix kalo ada perbedaan kayak gitu bisa mengikuti arah dari indikator aja, karena oscillator lebih bisa menunjukkan kekuatan tren lebih dulu makax dikatakan sebagai leading indikator
    Reply
  • Ryo
    18 DEC 2013
    Meskipun jarang terjadi tapi sepertinya memang berguna sekali untuk mengantisipasi kesalahan sinyal, contoh di divergen bisa digunakan sebagai bukti nyata karena terlihat bahwa sebenarnya garis sinyal sudah memotong histogram dari atas ke bawah yang semestinya menandakan sinyal sell, tapi harga kemudian malah bergerak naik. Dari sini kalau tidak mencermati penjelasan mengenai divergen maka bisa menimbulkan kebingungan dalam memilih sinyal trading yang sesuai.
    Reply

Tulis Artikel

"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel Anda di seputarforex agar dibaca oleh banyak pemirsa.
Tulis Artikel Anda