Apa Yang Dimaksud Volatilitas Harga Valas

  By: Parmadita   View: 28472    Investasi  

Selain fluktuasi, masih ada satu lagi yang disebut sebagai volatilitas. Apa sih sebenarnya volatilitas itu? Dan bagaimana pengaruhnya terhadap market jika volatilitas harga meningkat atau melemah? Artikel ini akan mengulas secara lebih mendalam tentang volatilitas harga.

Pasar uang merupakan pasar yang memperjualbelikan instrumen kredit berjangka pendek (biasanya kurang dari satu tahun) yang menjadi sarana investasi dan penghimpunan dana masyarakat. Pasar uang sering disebut pasar likuiditas primer. Karena dana yang diperjualbelikan tidak dilakukan di tempat tertentu. Pasar ini bisa juga disebut sebagai pasar abstrak.



Apakah Volatilitas itu?
Pada dasarnya volatilitas atau gejolak pasar memiliki peranan pada return investasi. Jika hasil keuntungan besar biasanya mempunyai resiko yang tinggi pula. Ini biasa disebut sebagai investment profile. Setiap investor memiliki investment profile yang berbeda-beda, antara lain : konservatif, moderat, dan agresif.

Volatilitas adalah besarnya jarak antara fluktuasi/naik turunnya harga saham atau valas. Volatilitas tinggi adalah harga yang naik tinggi dengan cepat lalu tiba-tiba turun dalam dengan cepat pula. Contoh saham yang volatilitasnya tinggi adalah ADES, ASGR, dan beberapa saham lapis tiga. Sedangkan pada harga valas biasanya terdapat pada pair GBP/USD, GBP/JPY, ataupun terkadang EUR/USD.

Biasanya dalam memperhitungkan keadaan naik turun, kita juga akan memperhitungkan margin. Seberapa kuatkah akun dalam menahan transaksi sebelum mencapai hasil profit? Nah disini ada tiga tipe margin pada yaitu:

1.Initial Margin
Besarnya initial margin tergantung pada fluktuasi harga kontrak dan tingkat volatilitas.

2.Variation margin
Merupakan variasi tingkat margin yang sesuai dengan tingkat volatilitas harga.

3.Maintenance margin
Tingkat margin yang sedikit dibawah initial margin, yang berfungsi sebagai pengaman.

Baik saham atau valas yang volatilitasnya tinggi ataupun rendah (kalem) keduanya sama-sama menguntungkan, dengan syarat memakai strategi berbeda. Harga-harga yang volatilitasnya tinggi cocok untuk trader jangka pendek dan trader yang cenderung agresif. Untuk trading yang volatilitasnya tinggi, trader sebaiknya sudah terlatih dan stabil dalam psikologi trading. Trader harus disiplin dan punya planning sebelum bertransaksi.

Volatilitas juga mempengaruhi efek leverage yang kita dapat. Misalkan trader memakai leverage besar atau superbesar untuk memperlebar daya ungkitnya. Adanya super leverage (hyper leverage) membuat karakter dan nafsu trader menjadi berperan vital.

Kalau karakternya bagus, keserakahan bisa di kontrol. Tapi, kalau penuh akal bulus dan serakah, hati-hati ketika volatilitas meningkat. Pada saat volatilitas semakin kuat di pasar, sedikitnya orang yang memahami transaksi dan instrumen mengakibatkan sistem dan prosedur atau kontrol internal menjadi lemah. Jadi, selalu perhatikan keamanan transaksi sebelum melakukan trading.

Sumber:
http://viernews.wordpress.com
http://www.ilmu-investasi.com
http://angga.blog.esaunggul.ac.id


Artikel Forex

  • Tety Haryanti
    26 APR 2014
    Bagaimana pengaruh pengungkapan informasi baik secara wajib dan sukarela dalam menciptakan pasar yang efisien? apakah hal itu berdampak langsung terhadap volatilitas saham?
    Reply
  • maslan
    11 FEB 2015
    bagaimana perhitungan volatilitas harga saham pertahun/tahunan?..
    Reply

Tulis Artikel

"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel Anda di seputarforex agar dibaca oleh banyak pemirsa.
Tulis Artikel Anda