Trading Forex Haram Di Malaysia

  By: Parmadita   View: 20605    Lainnya  

Banyak orang yang mengklaim bisnis forex itu haram. Tak luput dari banyaknya trader yang menyebutnya tidak boleh trading forex, fatwa dari Malaysia juga mengundang pro kontra karena Muslim yang bertrading dalam hukum Islam hram hukumnya. Bagaimana kelanjutan ulasannya? Dan bagaimana respon MUI kita di Indonesia atas fatwa di Malaysia? Kita bahas ulasannya di bawah ini.

Trading Forex Haram Di

Menurut laporan surat kabar The Star, Ulama Malaysia telah mengeluarkan fatwa melarang individu Muslim dari perdagangan valuta asing,  sebagaimana dikutip oleh situs onislam. Dewan Fatwa Nasional Malaysia melarang perdagangan valas atau forex trading individual untuk kaum muslim Malaysia karena menilai forex trading melanggar ajaran Islam. Menurut Dewan Fatwa Nasional Malaysia, perdagangan valas oleh money changer atau antar bank masih diperbolehkan, namun perdagangan valas individu dinilai bisa menimbulkan kekacauan pada keyakinan.

Ketua dewan, Abdul Shukor Husin, memperingatkan "Ada banyak keraguan tentang jenis perdagangan tersebut (forex trading), melibatkan individu yang menggunakan internet dengan absahnya kepastian hasil,"

"Sebuah studi oleh komite menemukan bahwa perdagangan tersebut melibatkan spekulasi mata uang, yang bertentangan dengan hukum Islam," lanjutnya. Pejabat Dewan yang dikonfirmasi lebih. Untuk alasan itu, Dewan Fatwa Nasional telah memutuskan bahwa (perdagangan valas) itu adalah haram bagi umat Islam untuk berpartisipasi dalam perdagangan tersebut." Aturan secara detail memamng tidak disebutkan, yang pasti, ajaran Islam melarang adanya spekulasi dan riba.

Bagaimana dengan MUI Indonesia?
MUI Indonesia telah mengeluarkan fatwa sendiri. Terserah Malaysia jika forex diharamkan di sana, karena masing-masing negara punya regulator sendiri. MUI  sudah keluarkan fatwa dan tidak akan diubah. Fatwa MUI, Hukum forex adalah boleh, karena dianggap tunai. Sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.

Forex memang diperbolehkan namun dengan syarat tidak untuk spekulasi (untung-untungan) dan ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan). Dan apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh). Dan apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.


Setujukah Anda mengenai ulasan di atas? Sampaikan pendapat Anda pada kotak post di bawah ini. 





SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 13