Penyebab Krisis Moneter

10 APR 2013   DIBACA:21209   OLEH:PARMADITA

Kalau kita kaji masalah terdahulu, banyak sekali masalah tentang moneter termasuk krisis-krisis moneter yang sempat terjadi. Masih ingat kasus krisis moneter 1997 lalu di Indonesia? Rasanya bikin hancur negara ini. Namun tahukah Anda penyebab krisis moneter yang bisa merebak ke berbagai sektor tersebut?


Perubahan ekonomi yang terjadi secara cepat tersebut mengarah pada turunnya nilai tukar mata uang dan harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi. Krisis ekonomi dapat melanda suatu negara apabila perubahan perekonomian sudah tidak dapat dibendung lagi. Contohnya, krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 memporak-porandakan perekonomian global. Tidak memandang perekonomian negara berkembang ataupun negara maju. Walaupun krisis ini lebih populer dikenal dengan sebutan "Krisis Asia", tetapi tidak hanya negara Asia saja yang terkena dampaknya.

Krisis moneter dimulai dari gejala/kejutan keuangan pada Juli 1997, menurunnya nilai tukar rupiah secara tajam terhadap dolar Amerika serikat merupakan pencetus/trigger poin-nya. Meskipun tidak ada depresiasi tajam Rupiah terhadap Baht (mata uang Thailand), krismon tetap terjadi di Indonesia. Kenapa? Karena gejolak sosial dan politik Indonesia yang memanas. Oleh karena itu penyebab krismon 1998 bisa dikatakan merupakan campuran dari unsur-unsur eksternal dan domestik.

Sehebat dan secanggih apapun sektor valas, pada dasarnya merupakan fasilitator bagi sektor real. Selanjutnya, kita akan melakukan analisis tentang dampak krisis ekonomi bagi Indonesia. Penyebab krisis ekonomi menurut identifikasi para pakar :

  1. Kesenjangan produktifitas yang erat berkaitan dengan lemahnya alokasi aset ataupun faktor-faktor produksi.
  2. Jebakan ketidak seimbangan yang berkaitan dengan ketidakseimbangan struktur antar sektor produksi.
  3. Ketergantungan pada utang luar negeri yang berhubungan dengan perilaku para pelaku bisnis yang cenderung memobilisasi dana dalam bentuk mata uang asing.

Berikut ini 4 Penyebab Krisis Ekonomi Indonesia tahun 1997-1998:
Pertama
Stok utang luar negeri swasta yang sangat besar dan umumnya berjangka pendek, telah menciptakan kondisi yang tidak stabil. Hal ini diperburuk oleh rasa percaya diri yang berlebihan (bahkan cenderung mengabaikan) para menteri di bidang ekonomi maupun masyarakat perbankan sendiri, dalam menghadapi besarnya serta persyaratan utang swasta tersebut.

Kedua
Terkait erat dengan masalah di atas, adalah banyaknya kelemahan dalam sistem perbankan di Indonesia. Dengan kelemahan sistemik perbankan tersebut, masalah utang swasta eksternal langsung beralih menjadi masalah perbankan dalam negeri.

Ketiga
Sejalan dengan makin tidak jelasnya arah perubahan politik, maka isu tentang pemerintahan otomatis berkembang menjadi persoalan ekonomi pula.

Keempat
Perkembangan situasi politik telah makin menghangat akibat krisis ekonomi, dan pada gilirannya memperbesar dampak krisis ekonomi itu sendiri.

Untuk mengatasi dilema fundamental ini diperlukan suatu konsensus politik secara nasional, yang berfokus pada pilihan politik untuk merekonsiliasikan keperluan penyelesaian secara tuntas terhadap masalah-masalah dari masa lalu, dengan kepentingan bangsa dan negara untuk maju ke depan didukung oleh semua pihak.

Dengan adanya konsensus politik secara nasional, barulah kita dapat menyusun suatu Program Nasional untuk cepat keluar dari krisis dan mulai memulihkan kembali Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang mampu memberantas pengangguran, kemiskinan, kebodohan, dan Utang Nasional. Sebab di situlah letak kepentingan mendesak dari ekonomi rakyat.


Sumber:
http://aannurefendi.wordpress.com
http://maulanahavidh.blogspot.com
http://hilmihusada.wordpress.com
http://ngedobos.blogspot.com


Setujukah Anda mengenai ulasan di atas? Sampaikan pendapat Anda pada kotak post di bawah ini. 



Name:
Email:
URL:
Code:

Cara Menggunakan Indikator Parabolic SAR

21 APR 2013    DIBACA:3838    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:INDIKATOR

Siapa yang tidak ingat akan pemakaian indikator SAR? Mungkin penggunaannya sangat mudah sehingga trader bisa mendapatkan keuntungan dengan sangat leluasa. Namun kenapa masih ada trader yang rugi memakai indikator PSAR ini? apakah mereka masih kurang memahami tentang indikator parabolic? Yuk kita kaji lebih dalam lagi.Parabolic SAR adalah indikator yang pada awalnya digunakan untuk...

Indikator Jobless Claims

21 NOV 2013    DIBACA:1646    OLEH:MARTIN    KATEGORI:INDIKATOR

Indikator Jobless Claims atau jumlah klaim tunjangan pengangguran mengukur jumlah tenaga kerja yang sedang menganggur atau sedang mencari pekerjaan, dan yang telah mengajukan kompensasi untuk memperoleh tunjangan dari pemerintah. Data ini sangat diperhatikan oleh para pelaku pasar keuangan karena merupakan indikator awal bagi kondisi perekonomian. Klaim yang tinggi mengisyaratkan perekonomian sedang melemah. Jika rata-rata jumlah klaim bulanan pengangguran berkurang, maka akan berdampak positif pada perekonomian dan nilai tukar mata uang....

Irving Kahn : Investor Sukses Berusia 108 Tahun

26 AUG 2014    DIBACA:444    OLEH:MARTIN    KATEGORI:TOKOH

Irving Khan adalah seorang investor sukses yang telah berusia 108 tahun. Ia adalah pendiri Kahn Brothers. Dalam perjalanannya yang hampir 90 tahun itu Khan telah mengalami masa depresi besar tahun 1930-an, perang dunia kedua, perang dingin hingga krisis yang terjadi akhir-akhir ini....

Dampak Volatilitas Pasar Forex Bagi Trader

27 AUG 2014    DIBACA:291    OLEH:MARTIN    KATEGORI:PASAR FOREX

Volatilitas pasar forex yang rendah akhir-akhir ini terutama disebabkan oleh meningkatnya resiko geopolitik dan prospek pertumbuhan ekonomi global yang cenderung turun. Tampaknya volatilitas pasar akan naik pada bulan-bulan mendatang. Trader pada umumnya mengharapkan volatilitas pasar yang tinggi....

3 Tip Trading Dengan Indikator RSI

30 AUG 2014    DIBACA:331    OLEH:MARTIN    KATEGORI:BELUM

Indikator RSI digunakan untuk menentukan waktu entry serta mendeteksi kemungkinan pergantian arah trend. 3 tip dari para trader: 1. Pada keadaan trend yang kuat, abaikan overbought dan oversold. 2. Perhatikan level 50 RSI (center line). 3. Penggunaan parameter disesuaikan dengan time frame trading....

Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito





Pengantar Forex Dasar Dasar Forex Pasar Forex Broker Forex Margin Dan Leverage Manajemen Resiko Money Management Trading Plan Analisa Teknikal Candlestick Trend Time Frame Support Resistance Pivot Point Fibonacci Indikator Teknikal Analisa Fundamental Indikator Ekonomi Bank Sentral Dunia Sistem Trading Bank Strategi Hedging-Scalping-Martingale Price Action Psikologi Trader Forex Tokoh Forex Inspirasi Tips Trik Investasi Serba Serbi Lainnya Metatrader Robot Trading Bank Robot Trading Trading Otomatis Belajar MQL/EA MQL/EA Bank Indikator


Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito


Artikel Pemirsa
"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel orisinil Anda di seputarforex agar dibaca lebih banyak pemirsa.

Tulis Artikel Anda
Kembali Ke Atas Kembali Ke Atas
DISCLAIMER
  • Informasi, materi, rekomendasi, dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex, forex adalah beresiko, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, banner, broker, referral, dsb.
  • Artikel/tulisan oleh team seputarforex, boleh dijadikan acuan/ditaruh di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs seputarforex.com
 
FOLLOW US
SHARE
ADS