Trading Dengan Indikator MACD

  By: Martin   View: 35397    Indikator  

Indikator teknikal moving average convergence/divergence atau MACD sangat populer dan banyak digunakan oleh para trader di pasar forex. Ada beberapa versi tampilan MACD dalam platform trading namun pada dasarnya mewakili parameter yang sama. Tampilan versi standard platform Metatrader menggunakan area untuk menyatakan MACD, namun versi garis lebih populer karena mudah untuk diamati. Indikator ini dibuat oleh Gerald Appeal pada tahun 1979 dan dalam waktu singkat mendapat sambutan dari berbagai kalangan karena dinilai sederhana dan fleksibel.

Pada dasarnya MACD menunjukkan arah trend dan momentum pasar. Secara umum MACD digunakan sebagai:
- pengukur kekuatan trend yang sedang terjadi
- pengukur momentum pasar, apakah kondisinya telah overbought atau oversold
- indikator apakah sedang terjadi divergensi bullish atau bearish. Fungsi ini cukup populer karena hasilnya bisa akurat bila sinyalnya terjadi bersamaan dengan momentum pasar yang overbought atau oversold.

Komponen utama MACD

MACD adalah selisih antara nilai exponential moving average (ema) periode 12 dengan ema periode 26. Nilai parameter ini adalah yang direkomendasikan dan selalu digunakan. Selisih nilai ini bisa ditampilkan dalam bentuk garis atau area seperti tampilan pada platform Metatrader (lihat gambar dibawah). Selain garis atau area MACD sebagai komponen utama, untuk mengetahui momentum buy atau sell yang tepat digunakan garis signal (signal line) yang adalah simple moving average nilai MACD dengan periode 9. Garis signal ini dibuat untuk memperhalus MACD.

Trading Dengan Indikator

Seperti tampak pada gambar diatas, area MACD melebar ketika jarak antara ema-12 dan ema-26 melebar. Jika ema-12 lebih besar dari ema-26 maka nilai MACD positif dan area MACD berada diatas nol yang menandakan uptrend sedang kuat, sebaliknya ketika garis ema-12 berada dibawah garis ema-26, nilai MACD negatif dan area MACD berada dibawah garis nol yang mengisyaratkan terjadinya downtrend. Perhatikan ketika garis ema-12 dan ema-26 sama atau berpotongan (cross), maka nilai MACD tepat berada pada garis nol.

Sinyal buy terjadi bila MACD memotong garis signal dari arah bawah (titik 2 pada gambar), yaitu pada saat terjadi momentum oversold, sedang sinyal untuk sell terjadi bila MACD memotong garis sinyal dari arah atas (titik 1 dan titik 3) atau pada saat terjadi momentum overbought. Sinyal exit bila MACD memotong garis sinyal pada arah yang berlawanan dengan saat entry. Jika entry buy pada titik 2, exit bisa pada titik 3, dan jika entry sell pada titik 1, exit pada titik 2.

OSMA (histogram)

OSMA atau Oscillator’s Moving Average, atau lazim disebut histogram adalah selisih antara nilai MACD dan garis signal. Pada platform standard Metatrader indikator yang merupakan bagian dari MACD ini disebut OSMA dan disajikan terpisah dengan indikator MACD, sedang pada platform trading lainnya MACD dan histogram ditampilkan bersamaan. Namun ada beberapa broker dengan platform Metatrader membuat tampilan yang disatukan seperti pada tampilan garis gambar diatas.

Banyak trader yang menganggap indikator histogram lebih penting dari MACD itu sendiri. Seperti tampak pada gambar diatas, area histogram positif (lebih besar nol) ketika MACD berada diatas garis signal dan negatif ketika MACD berada dibawah garis signal. Ini menunjukkan percepatan gerakan harga yang artinya kekuatan trend yang sedang terjadi. Makin lebar area histogram berarti pergerakan harga makin cepat yang ditunjukkan oleh jarak MACD dan garis signal yang makin lebar, dengan demikian trend yang terjadi semakin kuat. Area histogram yang berada diatas garis nol menunjukkan keadaan bullish dan dibawah garis nol menunjukkan keadaan bearish. Level puncak dan lembah histogram juga menunjukkan level overbought dan oversold.

Untuk divergensi indikator MACD bisa dibaca disini.








SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 10