Trading Dengan Indikator MACD

  By: Martin   View: 34953    Indikator  

Indikator teknikal moving average convergence/divergence atau MACD sangat populer dan banyak digunakan oleh para trader di pasar forex. Ada beberapa versi tampilan MACD dalam platform trading namun pada dasarnya mewakili parameter yang sama. Tampilan versi standard platform Metatrader menggunakan area untuk menyatakan MACD, namun versi garis lebih populer karena mudah untuk diamati. Indikator ini dibuat oleh Gerald Appeal pada tahun 1979 dan dalam waktu singkat mendapat sambutan dari berbagai kalangan karena dinilai sederhana dan fleksibel.

Pada dasarnya MACD menunjukkan arah trend dan momentum pasar. Secara umum MACD digunakan sebagai:
- pengukur kekuatan trend yang sedang terjadi
- pengukur momentum pasar, apakah kondisinya telah overbought atau oversold
- indikator apakah sedang terjadi divergensi bullish atau bearish. Fungsi ini cukup populer karena hasilnya bisa akurat bila sinyalnya terjadi bersamaan dengan momentum pasar yang overbought atau oversold.

Komponen utama MACD

MACD adalah selisih antara nilai exponential moving average (ema) periode 12 dengan ema periode 26. Nilai parameter ini adalah yang direkomendasikan dan selalu digunakan. Selisih nilai ini bisa ditampilkan dalam bentuk garis atau area seperti tampilan pada platform Metatrader (lihat gambar dibawah). Selain garis atau area MACD sebagai komponen utama, untuk mengetahui momentum buy atau sell yang tepat digunakan garis signal (signal line) yang adalah simple moving average nilai MACD dengan periode 9. Garis signal ini dibuat untuk memperhalus MACD.

Trading Dengan Indikator

Seperti tampak pada gambar diatas, area MACD melebar ketika jarak antara ema-12 dan ema-26 melebar. Jika ema-12 lebih besar dari ema-26 maka nilai MACD positif dan area MACD berada diatas nol yang menandakan uptrend sedang kuat, sebaliknya ketika garis ema-12 berada dibawah garis ema-26, nilai MACD negatif dan area MACD berada dibawah garis nol yang mengisyaratkan terjadinya downtrend. Perhatikan ketika garis ema-12 dan ema-26 sama atau berpotongan (cross), maka nilai MACD tepat berada pada garis nol.

Sinyal buy terjadi bila MACD memotong garis signal dari arah bawah (titik 2 pada gambar), yaitu pada saat terjadi momentum oversold, sedang sinyal untuk sell terjadi bila MACD memotong garis sinyal dari arah atas (titik 1 dan titik 3) atau pada saat terjadi momentum overbought. Sinyal exit bila MACD memotong garis sinyal pada arah yang berlawanan dengan saat entry. Jika entry buy pada titik 2, exit bisa pada titik 3, dan jika entry sell pada titik 1, exit pada titik 2.

OSMA (histogram)

OSMA atau Oscillator’s Moving Average, atau lazim disebut histogram adalah selisih antara nilai MACD dan garis signal. Pada platform standard Metatrader indikator yang merupakan bagian dari MACD ini disebut OSMA dan disajikan terpisah dengan indikator MACD, sedang pada platform trading lainnya MACD dan histogram ditampilkan bersamaan. Namun ada beberapa broker dengan platform Metatrader membuat tampilan yang disatukan seperti pada tampilan garis gambar diatas.

Banyak trader yang menganggap indikator histogram lebih penting dari MACD itu sendiri. Seperti tampak pada gambar diatas, area histogram positif (lebih besar nol) ketika MACD berada diatas garis signal dan negatif ketika MACD berada dibawah garis signal. Ini menunjukkan percepatan gerakan harga yang artinya kekuatan trend yang sedang terjadi. Makin lebar area histogram berarti pergerakan harga makin cepat yang ditunjukkan oleh jarak MACD dan garis signal yang makin lebar, dengan demikian trend yang terjadi semakin kuat. Area histogram yang berada diatas garis nol menunjukkan keadaan bullish dan dibawah garis nol menunjukkan keadaan bearish. Level puncak dan lembah histogram juga menunjukkan level overbought dan oversold.

Untuk divergensi indikator MACD bisa dibaca disini.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
10 Komentar Urutkan:

  • misi, mau nanya nih saya trade di broker fxdd tetapi saya ingin memodifikasi indikator macd saya seperti di gambar yang paling bawah itu gimana yah caranya? saya sudah nyoba ngutak atik parameternye tetapi tetap aja indikator nya standar seperti gambar yang paling atas hanya terdapat 1 garis ( garis sinyal ) mohon bantuannya
    Ali Ramadhan
    12 MAY 2016
    @ Ali Ramadhan:

    Gambar yang paling bawah tang menampilkan MACD dalam bentuk kurva itu disebut dengan MACD traditional, bisa didownload di platform Metatrader-nya broker IBFX (InterbankFX), Anda bisa mendownload platform demonya kemudian ambil indikator yang namanya IBFX-MACD Traditional, kemudian copy paste ke folder MQL4 - Indicators di platform Metatrader Anda.

    Selain kurva MACD, indikator MACD yang traditional juga mencakup indikator OSMA dalam bentuk histogram. Untuk yang MACD bawaan Metatrader itu MACD-nya berbentuk garis histogram (bukan kurva), sedang sinyalnya berbentuk kurva, tetapi cara kerjanya sama.
    Martin S
    17 MAY 2016
  • terdapat perbedaan pada MACD bawaan mt4 sama yang original, tetapi prinsip nya sama
    Winny
    14 DEC 2015
    @ Winny:
    Untuk yang MACD bawaan Metatrader itu MACD-nya berbentuk garis histogram (bukan kurva), sedang sinyalnya berbentuk kurva, tetapi cara kerjanya sama dengan yang berbentuk kurva dan plus histogram OSMA.
    Martin S
    17 MAY 2016
  • @ Wee:
    ya, benar, ada kesalahan tulis. Titik 1 dan 3 adalah sinyal untuk sell (ketika terjadi overbought) dan titik 2 adalah sinyal untuk buy ketika oversold. Kesalahan sudah dibenerin.
    Kalau garis kuning vertikal tsb menunjukkan perpotongan antara kurva ema-12 dan ema-26 sehingga MACD-nya pas di level 0.00.
    Thanks atas ralatnya.
    Martin S
    11 JAN 2015
  • @ Om Suryo:
    OSMA dihitung dari selisih MACD dan sinyal, untuk konfirmasi arah trend, jadi sebenarnya juga bagian dari MACD, hanya untuk mempermudah pengamatan apakah saat ini sedang uptrend atau downtrend.
    OSMA tidak menunjukkan overbought (ob) dan oversold (os). ob dan os ditentukan oleh perpotongan MACD dan sinyal.
    Martin S
    11 JAN 2015
  • @ sukarni:
    Bisa, tetapi OSMA tidak menunjukkan divergensi yang mungkin terjadi.
    Untuk trading dengan divergensi MACD bisa dibaca di sini.

    Biasanya OSMA digunakan bersama MACD, sebagai konfirmator trend yg sedang terjadi. Dan lagi OSMA dihitung dari selisih MACD dan signal, dan indikator OSMA selalu jadi satu dengan MACD.
    Martin S
    11 JAN 2015
  • Maap gan, tapi apa penomerannya itu kurang tepat yah?
    apa no 1 & 3 itu bukannya sinyal buat sell, yang diambil di titik overbought?

    sedangkan no 2 itu sinyal untuk buy karena sudah sampai di titik oversold?
    apa mungkin sebenarnya ada 4 titik, dimana yang titik no 1 berada di perpotongan garis sinyal dari bawah yang juga ditandai sama garis kuning vertikal yang paling kiri?
    Wee
    3 JAN 2014
  • Zul. Tp bukanx di macd sndr sdh bs diukur momentumx? kn sdh jls keliatan klo yg dtandai sbg no.1 bs diartikan jg sbg overbought, sdngkn yg no.2 bs dijadiin sbg oversold jg. Emng osma lbh nmpak bs ngikutin prgrkn hrg drpd macd sndr, trus klo bnr2 bs dgabungin kyk yg diliatin dicnth gmbr plng bwh apa brarti osma ttp yg paling dpetimbangin mskipun ada prbdaan sm macdx?
    Om Suryo
    17 OCT 2013
  • MACD memang sebenarnya hanya merupakan selisih dari ema 12 dan ema 26 yang area dan garis sinyalnya juga bisa dipakai untuk menandakan tren dan juga level kondisi overbought maupun oversold.

    Tapi dengan adanya OSMA sebagai oscillatornya MACD hasil yang diperoleh memang menitikberatkan pada momentum tren itu sendiri, sehingga jika mengukur kekuatan tren memang akan leih membantu jika yang digunakan adalah histogram.
    Zul Prawoto
    16 OCT 2013
  • Sukarni. Mngkn bs, tp kykx Osma g dlengkapi sm grs sinyal jd krg dprhalus gtu, ya gpp sih kalo bs analisa pake Osma aja dg lancar.
    Om Suryo
    12 OCT 2013
  • bener juga ya, kalo diliat memang osma lebih tepat gambarin harga dan lebih cepet juga meresponnya. apa bisa pake osma aja tanpa macd?
    Sukarni
    6 OCT 2013