Penggunaan Pivot Point (1)

  By: Martin   View: 23056    Pivot Point  

Para trader profesional dan mereka yang telah berpengalaman sering menggunakan pivot point guna mengidentifikasi level-level support dan resistance yang potensial. Kenapa titik-titik pivot ini begitu menarik? Jawabnya karena cukup obyektif dibandingkan leading indicator yang lain. Pada dasarnya pivot point adalah suatu level harga dimana bisa ditentukan level-level support dan resistance pada suatu periode tertentu.

Penggunaan pivot point oleh para trader hampir sama dengan penggunaan level Fibonacci retracement, dalam hal hampir semua pelaku pasar memperhatikan level-level tersebut dalam memprediksi arah pergerakan harga. Hanya perbedaannya untuk menentukan titik swing high dan swing low pada level-level Fibo retracement masih ada unsur subyektif, tergantung dari analisa trader masing-masing. Untuk menentukan pivot point berikut level-level support dan resistance-nya, para trader forex menggunakan metode yang sama.

Pivot point khususnya berguna bagi trader jangka pendek atau trader harian yang bermaksud mengambil keuntungan dari pergerakan harga yang tidak begitu besar. Seperti halnya metode trading yang mengandalkan level-level support atau resistance, trader bisa menggunakan cara bouncing atau cara breakout pada level-level tersebut. Dengan cara bouncing trader mencoba menentukan level pembalikan arah (reversal), sedang trader yang gemar bermain breakout mencoba mengidentifikasi level support atau resistance sebagai acuan terjadinya break pada level tersebut. Selanjutnya mereka akan membuka posisi buy atau sell dekat dengan level-level tersebut.

Berikut contoh pivot point dan level-level support dan resistance pada chart EUR/USD 1-hour:

Penggunaan Pivot Point

PP adalah pivot point, R1 adalah level resistance pertama, R2 resistance ke 2, S1 level support pertama, S2 level support ke 2, dan seterusnya.

 

Menentukan Pivot Point Serta Level Support Dan Resistance

Untuk menentukan level-level support dan resistance, pertama kali kita mesti menentukan pivot point. Pivot point ditentukan berdasarkan harga tertinggi, terendah dan penutupan pada hari sebelumnya. Pada umumnya trader menggunakan acuan penutupan pasar New York, yaitu pada jam 4:00 p.m EST atau sekitar jam 4:00 pagi WIB.

Pivot point (PP) = (harga tertinggi + harga terendah + harga penutupan) / 3

Level resistance pertama (R1) = (2 x PP) - harga terendah
Level support pertama (S1) = (2 x PP) - harga tertinggi
Level resistance ke 2 (R2) = PP + (harga teringgi - harga terendah)
Level support ke 2 (S2) = PP - (harga tertinggi - harga terendah)
Level resistance ke 3 (R3) = harga tertinggi + 2 x (PP- harga terendah)
Level support ke 3 (S3) = harga terendah - 2 x (harga tertinggi - PP)

Perlu diketahui Anda tidak harus menghitung PP atau level-level support dan resistance setiap kali trade, saat ini sudah banyak platform trading yang menyediakan indikator pivot point harian dan bisa langsung diterapkan, termasuk platform trading populer Metatrader. Hanya saja Anda mesti mengatur waktu penutupan berdasarkan jam acuan yang digunakan broker Anda.

 

 

Intermediate Level

Intermediate level atau mid point level adalah level-level pertengahan antara PP dan S1, S1 dan S2, S2 dan S3, juga antara PP dan R1, R1 dan R2, R2 dan R3.

Penggunaan Pivot Point


Intermediate level
adalah level-level acuan yang kadang-kadang digunakan bila jarak PP ke S1 atau S1 ke S2 dan seterusnya cukup besar. Sering pada level-level intermediate tersebut pergerakan harga bouncing (seperti gambar contoh diatas), oleh sebab itu level intermediate sering dianggap sebagai level support atau resistance mini.


Trading Bounching Dengan Pivot Point

Cara trading yang sederhana dengan pivot point adalah memperlakukan level-level pivot tersebut sebagai mana level support dan resistance. Biasanya harga akan menguji level-level tersebut sebelum bounching (berbalik arah gerak) atau break (meneruskan arah gerak), bahkan pengujian bisa beberapa kali. Karena berfungsi sebagai support atau resistance, maka sifat-sifat dasar support dan resistance juga berlaku. Makin sering harga gagal menembus level tersebut maka akan semakin kuat level support atau resistance.

Dengan kaidah pivot point, maka kesempatan entry diperoleh ketika harga telah berada pada salah satu level pivot tersebut, terlepas dari prediksi harga akan bounching atau break. Contoh berikut adalah entry buy diatas level support, dengan asumsi ketika harga telah gagal menembus support akan terjadi bounching.

Penggunaan Pivot Point 

Level target profit bisa ditentukan pada PP (pivot point) atau R1 (resistance pertama), atau diantara level tersebut tergantung dari risk/reward yang direncanakan. Jika Anda trader yang agresif level stop loss bisa pada beberapa pip dibawah S1 (support pertama) sehingga risk/reward ratio cukup tinggi, namun trader yang konservatif akan menentukan level stop loss dibawah S2 (support ke 2) dengan asumsi jika harga menembus S1 tetapi tidak menembus S2 maka masih ada kemungkinan bounching. Yang terjadi kemudian adalah:

Penggunaan Pivot Point

Ternyata pergerakan harga bounching pada level S1 dan PP. Agar Anda lebih percaya diri ketika entry, gunakan juga indikator teknikal sebagai konfirmator untuk mengetahui kekuatan level support atau resistance (bisa baca di sini), karena pada dasarnya level pivot adalah level-level support dan resistance. Selain itu Anda juga bisa mengamati formasi candlestick dan setup price action yang terbentuk.


Trading Breakout Dengan Pivot Point

Trading dengan cara bounching menggunakan level pivot tidak selalu berjalan baik, sekalipun level support atau resistance tersebut cukup kuat. Terutama pada waktu pembukaan sesi Eropa atau New York, pergerakan harga cenderung sering break (menembus) level-level pivot. Juga pada saat sentimen pasar sedang kuat seperti ketika rilis data fundamental.penting. Berikut contoh pergerakan harga yang break pada level-level pivot:

Penggunaan Pivot Point

Dari gambar diatas tampak bahwa sentimen pasar sedang kuat dengan harga pembukaan yang diatas PP. Pada pergerakan selanjutnya, harga menembus R1, R2 dan R3 sebelum kembali menembus R3 dan bounching di R2. Bagi trader yang agresif kondisi pasar yang seperti ini tentu sangat menguntungkan. 

Yang penting untuk diperhatikan adalah sebelum benar-benar menembus level resistance, harga selalu melakukan retest pada level tersebut seperti tanda-tanda lingkaran pada gambar diatas. Dan agar Anda lebih percaya diri, bisa diamati setup price action dan formasi candlestick yang terbentuk, serta menggunakan indikator teknikal sebagai sarana konfirmator.

Bersambung ke bagian (2)

Penggunaan Pivot Point (2)

Penggunaan Pivot Point (3)







SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 5