OctaFx

Indikator Fundamental Producer Price Index

  By: Martin   View: 8921    Indikator Ekonomi  

Producer Price Index (PPI) termasuk salah satu indikator fundamental yang perubahannya setiap bulan diamati oleh pelaku pasar keuangan. Di pasar forex khususnya, trader akan mengamati PPI dari Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan negara manapun yang mata uangnya diperdagangkan. Apa itu Producer Price Index?

Producer Price Index

 

Pengertian Producer Price Index (PPI)

Producer Price Index (PPI), atau dalam bahasa Indonesia disebut Indeks Harga Produsen, adalah indeks yang mengukur perubahan pada harga jual yang diterima oleh produsen barang dan jasa di suatu negara dalam suatu periode tertentu. PPI merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk memperkirakan tingkat inflasi.

PPI mengukur perubahan harga barang dan jasa dari perspektif penjual; berbeda dengan Consumer Price Index (CPI) yang memantau dari kacamata konsumen. Dari segi data, perbedaan utama keduanya terletak pada angka mark-up, pajak penjualan dan biaya operasional produsen. Selain itu, perubahan harga di tingkat produsen akan berdampak langsung pada harga beli konsumen. 

Dibanding PPI, ekonom dan analis biasanya lebih fokus pada indikator CPI. Dalam kalender forex umpamanya, jadwal rilis CPI biasanya ditandai sebagai event berdampak tinggi, sedangkan rilis PPI dianggap sebagai event berdampak rendah-menengah. Perbandingannya dapat dilihat pada kutipan Kalender Forex berikut ini.

PPI Euro

CPI Euro

Simbol tiga banteng menandai event berdampak tinggi, sedangkan banteng dua berdampak menengah dan banteng satu berdampak rendah.


Mengukur Besaran PPI

Ada 3 faktor dalam mengukur besaran Producer Price Index berdasarkan tingkatan dalam proses produksi. Indeks harga diukur pada:

  • tingkatan bahan mentah (crude material),
  • produk setengah jadi (intermediate), dan
  • produk final (finished good).

Untuk bahan mentah disebut dengan PPI Commodity Index, yang mengukur perubahan harga bahan-bahan seperti biji besi, alumunium hingga kedelai dan gandum. Pada tingkatan produk setengah jadi disebut dengan PPI Stage of Processing Index. Barang-barang pada tingkatan ini misalnya kertas, kulit, gula setengah jadi, dan lainnya.

Di negara-negara industri, PPI untuk produk final biasanya dinyatakan dalam PPI inti (Core PPI). PPI untuk produk final inilah yang dirilis tiap bulan dan digunakan sebagai referensi.

PPI Inti tidak memperhitungkan item-item pada PPI Commodity Index yang volatilitasnya tinggi, yaitu bahan bakar dan bahan makanan. Meski mengurangi akurasi PPI, namun PPI inti lebih bisa dipercaya sebagai referensi untuk jangka panjang, mengingat sering terjadinya ketidak-seimbangan permintaan dan penawaran bahan bakar dan makanan yang akan sangat mempengaruhi kalkulasi PPI untuk jangka panjang. 

 

Pentingnya Indikator PPI

PPI merupakan indikator awal bagi harga barang dan jasa di tingkat distributor (Wholesale Price Index/WPI) dan CPI. Perubahan harga di tingkat produsen akan langsung berdampak pada distributor, retailer, dan pada akhirnya konsumen. Dari urutan kejadiannya, indikator PPI sebenarnya adalah yang pertama kali menunjukkan tingkat inflasi, sehingga biasa digunakan sebagai patokan untuk memprediksi angka CPI.

Dengan memperhatikan perubahan PPI, analis bisa mengetahui sebab perubahan CPI. Jika misalnya CPI naik lebih cepat dari kenaikan PPI, maka tentunya ada faktor lain yang menyebabkan distributor dan retailer menaikkan harga jualnya, hingga inflasi meningkat lebih besar dari perkiraan.

Bagi konsumen dan investor, memperhatikan trend PPI maka bisa memprediksi arah inflasi. Terutama bagi investor. Akibat inflasi memang tidak sedramatis crash di pasar, namun bisa menggerogoti return dan merusak portofolio investasi.

 

Pengaruh Naik-Turunnya PPI Di Pasar Forex

Kenaikan Producer Price Index mengindikasikan terjadinya peningkatan harga-harga di tingkat produsen (inflasi), sekaligus menandakan pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, penurunan PPI mengindikasikan perlambatan inflasi.

Apabila perlambatan inflasi berlangsung terus menerus, maka dapat mengancam kondisi perekonomian keseluruhan yang tercermin dalam angka Gross Domestic Product (GDP) negatif.  Inflasi negatif, atau yang disebut juga sebagai deflasi, apabila berkepanjangan maka bisa menimbulkan resesi.

Ini tidak lantas berarti inflasi tinggi itu baik. Bila inflasi terlalu tinggi, maka biaya hidup masyarakat bakal membengkak dan berimbas buruk bagi perekonomian. Yang terbaik adalah bila inflasi tumbuh moderat sesuai dengan target yang dipatok bank sentral (inflation targeting).

Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, maka ketika terjadi penurunan inflasi terus menerus, bank sentral akan berusaha dengan berbagai tindakan untuk mendongkrak inflasi ke level positif. Misalnya dengan menurunkan suku bunga untuk mengimbanginya. Sebaliknya, jika inflasi melonjak tak terkendali, maka bank sentral akan berupaya menaikkan suku bunga.

Singkat kata, patokan dalam memaknai Producer Price Index adalah:

  • Penurunan PPI mengindikasikan perlambatan CPI serta meningkatkan tekanan atas bank sentral untuk menurunkan suku bunga. Ini biasanya berimbas buruk terhadap nilai tukar mata uang negara terkait, apabila tak ada faktor lain yang berdampak lebih signifikan.
  • Kenaikan PPI mengindikasikan peningkatan CPI serta meninggikan tekanan atas bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Ini biasanya mendukung penguatan nilai tukar mata uang negara terkait, apabila tak ada faktor lain yang berdampak lebih signifikan.






SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 3