Menggunakan Indikator Bollinger Bands

  By: Martin   View: 27531    Indikator  

Bollinger bands adalah salah satu indikator untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah trend. Indikator ini sangat populer digunakan dalam berbagai jenis pasar termasuk pasar forex. Selain arah trend, indikator ini juga digunakan untuk menentukan keadaan jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold). Dalam kondisi pasar sideways (ranging), harga bergerak diantara ke 2 ‘band’. Indikator ini diciptakan oleh John Bollinger, seorang technician trader pada tahun 1980.

Indikator Bollinger bands terdiri dari sebuah simple moving average (SMA) dengan 2 ‘band’ atau pita yang berada di atas dan dibawah garis SMA. Band sebelah atas dinamakan Upper Bollinger Band dan band sebelah bawah dinamakan Lower Bollinger Band. Upper dan Lower band ditentukan berdasarkan penambahan dan pengurangan nilai sma dengan standard deviasi.

Standard deviasi mengukur volatilitas hingga seberapa jauh harga bisa bergerak dari nilai yang sebenarnya (true value). Dengan ukuran volatilitas, ke-2 band tersebut akan bergerak sesuai dengan kondisi pasar. Parameter default SMA: 20 periode, dan standard deviasi : 2.

Menggunakan Indikator Bollinger

 

Volatilitas

Ukuran volatilitas pasar tampak pada lebar band. Jika volatilitas sedang tinggi maka jarak ke-2 band akan makin melebar. Biasanya terjadi ketika perubahan kondisi sideways ke kondisi trending. Sebaliknya volatilitas yang rendah tampak pada jarak ke-2 band yang makin menyempit dan biasanya terjadi ketika perubahan dari trending ke sideways.


Kondisi Overbought dan Oversold

Kondisi overbought terjadi bila harga telah menyentuh upper band namun harga penutupan masih dibawah upper band, dan kondisi oversold bila harga menyentuh lower band namun masih ditutup di atas lower band. Sinyal untuk entry biasanya terjadi ketika harga telah melewati (menembus) garis SMA-20 dengan target pada level band terdekat (contoh pada gambar di bawah).

Menggunakan Indikator Bollinger

 

Kondisi Trending

Kondisi uptrend terjadi bila harga telah melewati (menembus) upper band dan harga penutupan berada di luar band, sedang kondisi downtrend terjadi bila harga melewati lower band dan ditutup di luar band. Sebagai konfirmasi, bisa ditentukan dari formasi bar berikutnya. Pada kondisi trending ke-2 band cenderung bergerak melebar.

Menggunakan Indikator Bollinger

Pada contoh di atas GBP/JPY menembus upper band pada 4 April 2013, dan harga ditutup di luar upper band. Harga pembukaan bar berikutnya masih di luar upper band dengan jarak ke-2 band yang melebar. Dengan sinyal tersebut, kita bisa entry buy dengan level exit ketika formasi doji yang mengisyaratkan pembalikan arah trend terbentuk, atau ketika harga telah menembus SMA-20.








SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 8