Menggunakan Indikator Bollinger Bands

  By: Martin   View: 26871    Indikator  

Bollinger bands adalah salah satu indikator untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah trend. Indikator ini sangat populer digunakan dalam berbagai jenis pasar termasuk pasar forex. Selain arah trend, indikator ini juga digunakan untuk menentukan keadaan jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold). Dalam kondisi pasar sideways (ranging), harga bergerak diantara ke 2 ‘band’. Indikator ini diciptakan oleh John Bollinger, seorang technician trader pada tahun 1980.

Indikator Bollinger bands terdiri dari sebuah simple moving average (SMA) dengan 2 ‘band’ atau pita yang berada di atas dan dibawah garis SMA. Band sebelah atas dinamakan Upper Bollinger Band dan band sebelah bawah dinamakan Lower Bollinger Band. Upper dan Lower band ditentukan berdasarkan penambahan dan pengurangan nilai sma dengan standard deviasi.

Standard deviasi mengukur volatilitas hingga seberapa jauh harga bisa bergerak dari nilai yang sebenarnya (true value). Dengan ukuran volatilitas, ke-2 band tersebut akan bergerak sesuai dengan kondisi pasar. Parameter default SMA: 20 periode, dan standard deviasi : 2.

Menggunakan Indikator Bollinger

 

Volatilitas

Ukuran volatilitas pasar tampak pada lebar band. Jika volatilitas sedang tinggi maka jarak ke-2 band akan makin melebar. Biasanya terjadi ketika perubahan kondisi sideways ke kondisi trending. Sebaliknya volatilitas yang rendah tampak pada jarak ke-2 band yang makin menyempit dan biasanya terjadi ketika perubahan dari trending ke sideways.


Kondisi Overbought dan Oversold

Kondisi overbought terjadi bila harga telah menyentuh upper band namun harga penutupan masih dibawah upper band, dan kondisi oversold bila harga menyentuh lower band namun masih ditutup di atas lower band. Sinyal untuk entry biasanya terjadi ketika harga telah melewati (menembus) garis SMA-20 dengan target pada level band terdekat (contoh pada gambar di bawah).

Menggunakan Indikator Bollinger

 

Kondisi Trending

Kondisi uptrend terjadi bila harga telah melewati (menembus) upper band dan harga penutupan berada di luar band, sedang kondisi downtrend terjadi bila harga melewati lower band dan ditutup di luar band. Sebagai konfirmasi, bisa ditentukan dari formasi bar berikutnya. Pada kondisi trending ke-2 band cenderung bergerak melebar.

Menggunakan Indikator Bollinger

Pada contoh di atas GBP/JPY menembus upper band pada 4 April 2013, dan harga ditutup di luar upper band. Harga pembukaan bar berikutnya masih di luar upper band dengan jarak ke-2 band yang melebar. Dengan sinyal tersebut, kita bisa entry buy dengan level exit ketika formasi doji yang mengisyaratkan pembalikan arah trend terbentuk, atau ketika harga telah menembus SMA-20.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
8 Komentar Urutkan:

  • Menarik juga ya penggabungan 2 indi dalam 1 window. Tapi apa model seperti itu bisa maksimal bang? Apa nanti nya gak saling bertubrukan? Adakah yang bebar-benar melengkapi?
    Siti
    17 JUN 2015
    @ siti:
    Tujuan dari indi tambahan yang dipasang pada indi utama adalah untuk memprediksi pergerakan indi utama tersebut yang pada akhirnya juga untuk mengetahui arah pergerakan harga. Pembacaannya tidak berlawanan tetapi saling melengkapi asalkan indikatornya tidak sejenis, misalnya sama-sama oscillator seperti RSI dan stochastic.

    Pada contoh CCI dan Bollinger Bands diatas bisa diprediksi bagaimana arah pergerakan kurva CCI jika menyentuh upper band, middle band dan lower band, sementara pada chart harga kita bisa menggunakan indikator moving average untuk mengetahui arah trend.
    Martin S
    4 AUG 2015
  • kalo kondisi overbought itu candle nya emang harus closingnya beneran nge cross band SMA ya? soalnya pernah kejadian main d demo sih, kondisi overbought, candlenya nge cross band SMA tapi closingnya masih d atas band SMA, ehh dia nya balik lg ke atas, padahal udah pasang sell pas d candle selanjutnya :D
    Thoriq
    15 MAY 2015
    @ thoriq:
    Ya, benar, harga closingnya harus dibawah middle band (kurva indikator sma 20) dan baru entry pada bar sesudahnya kalau harga opennya dibawah kurva sma-20. Kalau belum closing dibawah sma-20, atau bar sesudahnya tidak dibuka dibawah kurva sma-20 maka ada kemungkinan akan pull-back karena dalam hal ini kurva sma -20 berfungsi sebagai support.

    Anda juga bisa menggunakan indikator RSI sebagai konfirmator seperti contoh pada USD/JPY H4 berikut, dimana level 50.0 RSI sebagai acuan. Crossing kebawah level ini saat overbought adalah sinyal untuk sell, dan crossing keatas saat oversold adalah sinyal untuk buy.

    Martin S
    16 MAY 2015
  • kalo trend lagi sideways g bisa d pake ya?
    Thoriq
    19 APR 2015
    @ thoriq:
    Kalau sedang sideways maka upper band berfungsi sebagai resistance dan lower band berfungsi sebagai support. Jika harga menembus middle band keatas maka cenderung bullish (menuju upper band), dan jika menembus kebawah maka cenderung bearsish (menuju lower band).

    Berikut contoh sideways pada USD/JPY 4H:

    Martin S
    22 APR 2015
    makash penjelasannya, sekarang udah paham. mau tanya lagi deh, itu yang kondisi trending, maksudnya konfirmasi diliat dari candle kedua tuh maksudnya candle kedua harus sama arahnya dengan candle yang tembus pertama melewati band gitu? kalo naik ya harus finish candle naik, kalo turun harus finish candle turun gitu maksudnya?
    Thoriq
    29 APR 2015
    @ thoriq:
    ya, benar, dan harga penutupan candle kedua tsb harus diluar upper band (untuk uptrend) atau lower band (untuk downtrend).
    Martin S
    1 MAY 2015
  • Ada beberapa yang perlu diperhatikan disini. Pertama, warna candle bisa berbeda-beda atau dikustomisasi sendiri di MT4, jadi tidak selalu bullish=putih, bearish=hitam.

    Kedua, candlestick itu terbentuk dari harga open dan close. Jika harga close diatas harga open maka candlestick biasanya berwarna putih. Jika harga close berada dibawah harga open, maka yang muncul pada grafik biasanya candle berwarna hitam.

    Lebih lanjut tentang candlestick di sini
    Seputarforex
    29 SEP 2014
  • Ada yg bisa menerangkan. saya lagi memperhatikan candlestick yg Bullish(putih) dan Bearish (hitam)..ketika bullish harga kok menurun atau sebaliknya mohon penjelasan seputar forek...
    Lafendri
    27 SEP 2014
    @ Lafendri:
    Gambar yang mana Pak? Mungkin bisa diperlihatkan gambarnya ke kami.
    Ada kemungkinan settingnya dibalik, jadi hitam untuk bullish dan putih untuk untuk bearish..
    Martin S
    22 APR 2015
  • sudah nemu caranya , bisa di gabung cara nya buka indikator cci , lalu drag lagi indikator ke 2 , nah di tab parameter ada pilihan apply to : nah di pilih previous indicator data (note tidak semua bisa di gabung )
    Anna Maria
    19 DEC 2013
  • ga semua indi bisa digabung jadi satu window sis. pertama attach dulu indikator nya misal RSI yang di attach ke chart.terus klik navigator dah gtu pilih indicator , drag indi yang diinginkan ke window RSI (ga semua bisa di attach ke window RSI nya).

    dalam kasus ini CCI ga bisa digabungkan dengan bollinger band.

    mudah2 an membantu sis :)
    Rahma
    19 DEC 2013
    @ rahma:
    Dengan platform Metatrader 4 versi terbaru bisa. Setelah indikator Bollinger Bands-nya di-drag ke indikator CCI, pilih apply to: Previous Indicator's Data, seperti berikut ini:
    Martin S
    22 APR 2015
  • tolong di bahas cara memasukan indikator didalam indikator : cth kita buka CCI tapi di dalam cci itu kita mau masukan bollinger band ada caranya kah??
    Anna Maria
    18 DEC 2013