Indikator Tingkat Pengangguran

  By: Martin   View: 16117    Indikator Ekonomi  

Tingkat pengangguran (Unemployment Rate) sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Semakin tinggi tingkat pengangguran, atau semakin banyak jumlah penganggur akan mengurangi pengeluaran konsumen yang mengakibatkan turunnya penjualan sektor retail yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan. Di beberapa negara industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Jepang, jumlah pengangguran akan berdampak langsung pada proyeksi pertumbuhan ekonomi negara tersebut sehingga dianggap sebagai indikator yang sangat penting. Di berbagai negara data tingkat pengangguran diumumkan setiap bulan oleh pemerintah. Di AS dirilis oleh biro statistik tenaga kerja (Bureau of Labor Statistics) atau BLS setiap hari Jum’at pada awal bulan.


Indikator Tingkat

 

Indikator tingkat pengangguran mengukur persentasi jumlah tenaga kerja yang sedang tidak bekerja dan aktif mencari pekerjaan, dibanding dengan jumlah total tenaga kerja selama periode waktu sebulan. Jika Anda kehilangan pekerjaan tetapi tidak sedang aktif mencari kerja, Anda tidak termasuk orang yang dihitung dalam menentukan tingkat pengangguran. Oleh sebab itu banyak yang menganggap bahwa tingkat pengangguran nyata (real unemployment rate) sebenarnya jauh lebih besar. Namun pada umumnya tingkat pengangguran diukur sesuai dengan standard ILO (International Labour Organization):

Tingkat pengangguran = (jumlah tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan dan sedang mencari kerja) / (jumlah total tenaga kerja) x 100%.

Namun demikian, tingkat pengangguran termasuk indikator lagging, yaitu ditampilkan setelah terjadi perubahan keadaan ekonomi. Jumlah pengangguran belum akan bertambah hingga beberapa waktu setelah terjadinya keadaan resesi ekonomi. Demikian pula ketika perekonomian kembali recover, jumlah pengangguran masih bisa bertambah. Hal ini terjadi karena pada umumnya perusahaan besar memberhentikan para pekerjanya beberapa bulan setelah memburuknya situasi ekonomi, dan kembali merekrut pekerja setelah yakin perekonomian memasuki siklus ekspansi.

Di Amerika Serikat, keadaan resesi yang sebenarnya dimulai pada kwartal pertama tahun 2008, ketika GDP anjlok ke angka 1.8%, namun angka tingkat pengangguran baru naik ke 5.5% pada bulan Mei 2008 hingga mencapai puncaknya 10.2% pada Oktober 2009 setelah masa resesi berakhir. Pada resesi tahun 2001, tingkat pengangguran naik dari 5.6% pada 2002 ke 6% pada 2003 meski resesi berakhir tahun 2002.

Keuntungan indikator tingkat pengangguran

Dari keterangan diatas, indikator tingkat pengangguran bisa digunakan sebagai konfirmator indikator ekonomi lainnya. Sebagai contoh jika indikator lain menunjukkan ekspansi, dan tingkat pengangguran menurun, maka pelaku bisnis akan lebih yakin untuk memulai perekrutan tenaga kerja kembali. Investor akan memperhatikan statistik angka tenaga kerja untuk melihat sektor mana yang paling cepat ditinggalkan para pekerjanya guna memutuskan untuk menjual saham-saham di sektor tersebut.

Tingkat pengangguran adalah salah satu indikator utama yang selalu dipantau oleh bank sentral disamping tingkat inflasi dan pertumbuhan guna menentukan kebijakan moneternya. Bank sentral AS (The Federal Reserve) memproyeksikan tingkat pengangguran AS diatas 8% selama tahun 2012, dan diatas 7% selama tahun 2013. Untuk tahun 2014 sementara ini ditargetkan diatas 6.5%. Jika tingkat pengangguran berada diatas target, pemerintah akan berusaha menciptakan lapangan kerja dengan stimulasi ekonomi seperti yang terjadi pada tahun 2008.

Tingkat pengangguran adalah salah satu indikator fundamental yang berdampak tinggi. Indikator ini bisa menggerakkan pasar dengan signifikan jika hasil rilis jauh dari perkiraan (consensus).







SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 8