Trading Dengan 200 Day Moving Average (2)

  By: Martin   View: 7885    Moving Average  

Artikel ini adalah lanjutan dari bagian (1) artikel dengan judul yang sama

SMA-200 day sebagai trend filter

Masih pada contoh EUR/USD Daily, dalam tahun 2011 pergerakan harga memotong (crossing) garis SMA-200 daily sebanyak 3 kali dengan keadaan yang berbeda, sedang dalam tahun 2012 hanya sekali.

Trading Dengan 200 Day Moving Average


Dalam hal ini tampak bahwa pada setiap crossing SMA-200 daily selalu diikuti oleh trend pergerakan harga yang stabil dan bertahan cukup lama. Pergerakan pip-nya juga cukup memadai.

Trading Dengan 200 Day Moving Average

Strategi trading forex dengan SMA-200 day ini relatif mudah untuk dilakukan. Seperti tampak pada gambar diatas, harga bergerak trending ketika memotong garis SMA-200 daily, sehingga trader bisa masuk posisi buy ketika harga bergerak di atas SMA-200 daily dengan stop loss pada garis moving averages tersebut. Demikian juga trader bisa open sell ketika harga bergerak dibawah garis SMA-200 day, dengan stop loss pada garis SMA.

Trader yang biasa menggunakan indikator teknikal, SMA-200 day bisa berfungsi sebagai trend filter. Misal Anda trading dengan indikator RSI dan harga sedang bergerak diatas garis SMA-200 day, maka Anda hanya akan entry buy setelah RSI memotong level 30 ke arah atas. Demikian pula jika harga sedang bergerak dibawah garis SMA-200 day. Anda hanya akan open sell ketika RSI telah memotong level 70 ke arah bawah. Dengan cara ini indikator SMA-200 day sebagai penentu arah trend, sedang RSI sebagai penentu momentum untuk entry.


Strategi Trading Moving Average Crossover: SMA-200 Day dan SMA-100 day

Strategi ini menggunakan SMA-200 day dan SMA-100 day. Moving Average Crossover adalah titik ketika garis moving average periode yang lebih pendek (dalam hal ini SMA-100 day) memotong garis MA periode yang panjang (SMA-200 day) ke arah atas atau bawah. Titik perpotongan (crossing point) tersebut mengisyaratkan sinyal trading.

Trading Dengan 200 Day Moving Average

Seperti tampak pada chart EUR/USD Daily di atas, sinyal sell terjadi ketika garis SMA-100 day memotong SMA-200 day dari atas ke bawah, dan sinyal buy terjadi ketika garis SMA-100 day memotong SMA-200 day dari bawah ke atas. Karena indikator moving average cenderung lagging, maka momen untuk entry bisa dilakukan beberapa bar setelah crossing, sebagai konfirmasi.

Indikator SMA yang dipasangkan dengan SMA-200 day tidak harus SMA-100 day, tetapi bisa juga SMA-50 day. Strategi ini sering digunakan untuk trading jangka menengah dan jangka pendek.

Trading Dengan 200 Day Moving Average (1)





SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 3

=======
>>>>>>> 3059327aa724ea900b6cf89ee3d8426e4acde8b8