Indeks Kepercayaan Konsumen (CCI)

  By: Martin   View: 9079    Indikator Ekonomi  

Indeks kepercayaan konsumen atau Consumer Confidence Index (CCI) adalah salah satu indikator fundamental yang berdampak tinggi pada pergerakan mata uang suatu negara. Hampir di setiap negara industri maju merilis data indeks kepercayaan konsumen setiap bulan berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan sebelumnya. Saat ini banyak negara yang telah memiliki lembaga survey yang khusus menangani kepercayaan konsumen. Di Indonesia survey untuk kepercayaan konsumen masih ditangani oleh bank sentral (Bank Indonesia) dan mulai ditabulasikan sejak tahun 1999. Pada artikel ini dicontohkan cara pengukuran indeks kepercayaan konsumen di Amerika Serikat, kegunaan dan pengaruhnya terhadap mata uang.

Di AS indeks kepercayaan konsumen mencerminkan tingkat optimisme pada perekonomian negara yang ditunjukkan dengan tingkat tabungan dan pengeluaran konsumen dan dirilis tiap bulan oleh sebuah lembaga riset independen The Conference Board (CB). Riset ini dibuat pada 5000 rumah tangga di seluruh negara bagian. Pengukuran ini juga menunjukkan komponen level konsumsi untuk pertumbuhan ekonomi (GDP). Indeks kepercayaan ini juga menjadi salah satu acuan The Fed untuk menentukan perubahan suku bunga. Selain itu perubahan angka indeks juga bisa mempengaruhi harga-harga saham.

Rilis angka indeks kepercayaan konsumen di AS dimulai pada tahun 1967 dan saat ini mengacu pada patokan angka 100 yang terjadi pada tahun 1985 yang merupakan angka rata-rata. Angka indeks ditentukan berdasarkan opini konsumen mengenai kondisi perekonomian saat ini yang mengambil porsi 40% dari angka indeks, dan harapannya di waktu yang akan datang yang mempunyai porsi 60%. Data dibuat berdasarkan usia, penghasilan dan wilayah konsumen.

Selain The Conference Board, lembaga independen lainnya yang mengukur kepercayaan konsumen adalah University of Michigan's Institute for Social Research dengan merilis University of Michigan (UoM) Consumer Sentiment Index setiap bulan. Meski dampaknya hampir sama, pasar lebih mengacu pada indeks dari CB karena lembaga ini lebih tua dibandingkan UoM. Berikut indeks kepercayaan konsumen AS yang dirilis CB dari Desember 1966 hingga April 2012:

Indeks Kepercayaan Konsumen

Secara sederhana, naiknya angka indeks mengisyaratkan pertumbuhan ekonomi yang meningkat karena pengeluaran konsumen yang lebih banyak menunjukkan konsumsi yang juga meningkat. Semakin konsumen percaya pada kondisi perekonomian dan pekerjaannya, semakin mereka lebih banyak melakukan pembelian produk-produk. Sebaliknya menurunnya indeks kepercayaan konsumen mengisyaratkan pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan kemungkinan sedang ada masalah.

Kegunaan angka indeks kepercayaan konsumen dan pengaruhnya terhadap mata uang
Indeks kepercayaan konsumen selalu dimonitor oleh para pelaku bisnis manufaktur, bank, pedagang retail hingga pemerintah sebagai salah satu pertimbangan untuk mengambil keputusan. Angka indeks yang berubah 5% lazim diasumsikan terjadi perubahan arah perekonomian. Jika angka indeks terus menurun dalam beberapa bulan, konsumen cenderung untuk lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluarannya untuk menjaga kemungkinan jika kehilangan pekerjaan, sementara pelaku bisnis manufaktur akan mengurangi stock produksi dan menunda ekspansi bisnis sebagai antisipasi kondisi perekonomian yang makin buruk. Sektor perbankan akan memperketat pinjaman, dan pemerintah akan berusaha untuk mengurangi pajak untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Keadaan sebaliknya akan terjadi bila trend angka indeks kepercayaan konsumen meningkat dari bulan ke bulan. Jika angka indeks sedang naik, mata uang negara tersebut akan cenderung menguat, dan sebaliknya angka indeks kepercayaan konsumen yang merosot cenderung akan memperlemah mata uang.







SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 9