Tiga Pertanyaan Populer Trader Pemula

  By: Martin   View: 6774    Trader Forex  

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman Rob Pasche, seorang instruktur trading forex, terhadap sejumlah partisipan di kelas trading-nya. Sebagian besar dari mereka adalah trader pemula yang sudah siap membuka account live. Pasche mengajarkan penggunaan platform trading dan beberapa strategi trading sederhana, namun kebanyakan dari mereka mengajukan tiga pertanyaan yang sama. Tidak hanya di kelas itu, di kelas lainnya yang sebagian besar pengikutnya para trader pemula Pasche juga menerima pertanyaan yang sama.

 

Pertanyaan Populer Trader Pemula

 

Sebagai instruktur trading forex, Pasche memahami bahwa seorang trader belum tentu bisa menghasilkan profit kontinyu. Namun, ia pribadi teringat akan tiga pertanyaan populer yang juga pernah ia tanyakan ketika baru memulai trading di account live.

Pertanyaan pertama: Indikator apa yang paling tepat digunakan dalam trading forex?

Jawaban singkatnya adalah "tidak ada". Tidak ada satu indikator yang lebih akurat dari indikator lainnya, dan tak ada indikator yang bisa menjamin trader pasti benar dan profitable.

Setiap indikator teknikal dibuat dengan tujuan identifikasi dan prediksi, dan akan profitable bila digunakan dengan tepat. Penggunaan jenis indikator teknikal tergantung pada kondisi pasar, dan trader hendaknya mempelajari tiap-tiap indikator pada beberapa kondisi pasar hingga bisa diperoleh gambaran hingga seberapa jauh akurasi-nya.

Satu hal yang penting diketahui adalah beberapa indikator dihitung dengan rumus berbeda, tetapi penampilannya bisa sangat mirip. Oleh karena itu, trader forex harus memahami jenis-jenis indikator, misalnya ada beberapa jenis indikator oscillator, indikator untuk mengukur kekuatan trend, indikator volatilitas dan sebagainya. Trader hendaknya tahu bagaimana menggunakannya dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan setiap indikator tersebut.

Pertanyaan kedua: Berapa pip yang secara wajar bisa diperoleh dalam sehari atau seminggu?

Pertanyaan ini sangat sering dilontarkan, dan kerap kali diulang. "Apakah profit 50 pip seminggu cukup bagi seorang trader full time?", atau "Apakah 250 pip per bulan terlalu tinggi?", atau "Bisakah saya pasang target profit 100 pip setiap kali open posisi?"

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya sia-sia. Dalam trading forex, menentukan target berdasarkan pip yang diperoleh adalah tidak benar dan bisa merusak kinerja trading.

Pasar forex tidak konsisten dan Anda tidak bisa mengatur perolehan Anda selama periode waktu tertentu. Bahkan dengan strategi trading yang sangat canggih pun, Anda bisa mengalami kerugian jika memang kondisi pasar tidak menguntungkan. Anda seharusnya fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan. Hasil trading Anda akan sangat bergantung pada rencana trading yang telah Anda buat, dan bukan pada keputusan untuk membuka atau menutup posisi trading berdasarkan emosi.

Pertanyaan ketiga: Time frame mana yang paling pas untuk trading?

Penggunaan time frame trading bisa disesuaikan dengan jadwal dan kesibukan Anda sehari-hari. Ada trader full time yang bisa profit dengan menggunakan semua time frame trading.

Untuk trader dengan metode scalping, time frame yang digunakan biasanya 5-menit dan 15-menit. Untuk swing trader biasa menggunakan 1-hour hingga daily. Sedangkan trader jangka panjang biasanya menggunakan time frame daily dan weekly.

Pada dasarnya, Anda bisa trading menggunakan time frame berapa saja. Hanya saja sebelum membuka posisi trading, sebaiknya Anda konfirmasikan arah trend dengan kondisi pada time frame yang lebih tinggi. Kenapa? karena pergerakan harga pada time frame rendah, apalagi dalam hitungan menit, akan sangat banyak terganggu oleh noise. Agar tak tertipu oleh pergerakan harga yang hanya sementara, tengoklah timeframe yang lebih besar.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
11 Komentar Urutkan:

  • pak, menurut Anda apakah saya sebaiknya memulai trading dengan modal berapa persen dari tabungan saya? dan setelah itu apakah lebih baik saya mulai dengan broker tertentu?
    Abdul Hamid
    30 MAY 2016
    @ Abdul Hamid:
    Besarnya modal relatif, tergantung dari Anda sendiri. Hanya saja kami sarankan untuk tidak menggunakan dana untuk keperluan sehari-hari.

    Gunakan dana yang sedang menganggur karena trading ada resikonya. Kalau masih tahap belajar bisa dengan modal kecil-kecilan dulu, dan bisa pada broker yang mana saja. Anda bisa memilih salah satu diantara broker-broker yang populer di Indonesia (baca: Daftar Broker Forex Populer di Indonesia). Setelah mencoba akun demonya, pilih mana yang paling cocok.

    Baca juga: Review Broker Forex
    Martin S
    1 JUL 2016
  • Pemula-pemula yang terhormat..sudah sepantasnya kita tidak berfokus pada profit semata. Awal dari perjalanan trading kita harus temukan banyak loss dahulu.

    dengan berbagai masalah yang muncul, nantinya akan terbentuk sendiri cara yang tepat bagi kita untuk mengambil untung dari dunia online trading. gak usah buru-buru. Selalu ada peluang untuk kita di masa depan.
    Joe Septian
    29 OCT 2015
  • Jangan coba-coba main di time frame kurang dari H1. Level di bawah itu cocoknya buat para full time trader. Kelas buat kita-kita gini baru kelas curut. Masih lebih banyak isengnya dari pada serius. Mending pilih time frame D1. Fleksible buat open harian
    Fikri Abdul
    28 OCT 2015
  • Urusan trading dengan atau melawan tren itu hanya pilihan cara saja sepertinya. Banyak yang sering muncul di forum-forum master itu pada pakai cara melawan tren. Dan yang penting hasilnya tetep profit. Kata kunci itu yang harusnya kita kejar. Bukan terjebak dalam perdebatan tantang cara mendapat profit.
    Ronald
    27 OCT 2015
    Waaa..melawan tren tapi tetep dapet untung? Gimana ilmunya itu gan?
    Mr Ujang
    27 OCT 2015
    Sering-sering mampir ke forum-forum..om. Bertebaran kog teknik mencari fulus dengan berbagai trik melawan tren..hiihihi
    Yongky
    28 OCT 2015
  • Aku pikir orang trading itu bisa dipastiin dapetnya. Ternyata cuma ngikutin keadaan pasar to?
    Teri
    24 OCT 2015
    Semua model usaha juga gitu kan? Ikutin minat pasar. Kalo di trading istilahny ngikutin tren. Karena tren yang akan memberi peluang lebih banyak untuk mendulang profit.
    Deril Setiabudi
    25 OCT 2015
    Kalau di dunia usaha kog kayaknya tidak seperti itu kenyataanya ya?

    Pernah dengar ada pencipta tren? Ambil contoh perusahaan otomotif membuat suatu model baru sebelum yang lain masuk ke pasar. Dari situ mereka juga punya potensi besar mendapat untung kan? Justru perusahaan yang mengekor tren tersebut harus berjuang lebih untuk merebut pasar sang pionir.
    Reza Gunardi
    25 OCT 2015
    Apa kita cuma dilahirkan untuk jadi pengikut? Kasihan bener...hehehe
    Bule
    25 OCT 2015
    @ Teri:
    Hasil trading bisa diperkirakan dengan syarat menggunakan sistem trading yang sudah diuji dan profitable (winning rate-nya diatas 50%), dan menerapkan money management dengan benar.
    Martin S
    1 JUL 2016
  • ada org jkt yg bisa dan jago trading forex ga sih gan?
    Erwin
    22 OCT 2015
    Banyak, tetapi nggak mau nonjolin diri. Biasanya mereka trading sendiri atau kerja di perusahaan-perusahaan investasi besar atau bank-bank besar dengan gaji yang luar biasa gede. Yang bener-bener jago biasanya nggak mau ngadain seminar atau training dsb..
    Martin S
    23 OCT 2015
  • gan @ada aja..trainer itu ibarat guru di sekolah ato dosen di kuliahan. Secara dasar keilmuan beliau pasti dah mumpuni donk, makanya beliau dianggap mampu untuk menularkan ilmunya.

    Nah klo dibandingin dengan para trader sekaliber hedge fund luar sono apalagi para spekulan sekelas opa George Soros, mungki para trainer ini gak nyampe seujung kukunya. Bisa jadi beliau ini juga melakukan trading for a living namun memang gak berhasil sefantastis para opa2 diatas.

    Tapi lembaga 2 hedge fund pasti membutuhkan jasa mereka untuk mencetak para trader yang akan bekerja di lembaga mereka kan? So itulah sebenarnya (menurut saya) fokus yang dilakukan para trainer ini. Lagi pula, apa mau para opa2 diatas terjun secara langsung di kelas trus buka2 aplikasi Meta trus ngajar tentang berbagai hal2 teknis di dalm aplikasi itu?
    Bejo
    13 DEC 2013
  • jack sparrow
    bisa ajah tohh , sapa juga yang tau dia hidup dari training bukan trading .. untuk survive di bidang forex kan ga gampang broowwww
    Mr Ada Aja
    12 DEC 2013
  • buat ada aja : yaa masa seh dailyfx minta orang ngajar ga di cek dulu dia jago ato ganya? logika ajah mennnnn !
    Jack Sparrow
    12 DEC 2013
  • yang jadi pertanyaannya si Rob Pasche yang mimpin pelatihannya dia sendiri dah jago blon tradingnya? ato dia cmn hidup dari training for a living bukan trading for a living.. mnurut gw seh mendingan si Rob Pasche tunjukin dlu hasil trading dya gmn ..jadi murid yg baru ga belajar ma orang yang cupu juga.. :D
    Ada Aja
    8 NOV 2013
    @ada aja :Biasanya orang yang jago trading belum tentu bisa mengajar dan orang yang bisa memberikan training dengan bagus biasanya nggak jago trading.

    Kalau Anda rajin memantau dunia trading dan investasi baik itu trading saham, forex, futures atau emas, banyak seminar dan training yang ditawarkan dengan harga yang tidak murah, mereka menurut saya memang hidup dari seminar dan training.

    Diantara mereka memang ada yang menguasai materi dan bisa menyampaikan dengan bagus. Asal bisa bermanfaat, nambah pengetahuan dan nggak bohong sy kira boleh aja ikut. Memang biasanya mereka yang bener2 jago trading nggak mau mengadakan seminar, traing dsb, bagi mereka profit ataupun komisi yang diperoleh dari klien sudah cukup
    Martin S
    15 APR 2015
    salam knal pak martin..Jadi kalo para trader yang sekarang sampai ke level hedge fund, apakah mereka juga gak pernah ngajar ato bikin acara training? Fokus mereka cuma trading dan mengembangkan asset? Apakh itu puncak karir para trader dunia? Menjadi hedge fund er ato bahkan big spekulator macam opa george sorros?
    Riyana
    16 APR 2015
    @Riyana: Nggak juga, banyak trader yang telah sukses juga mengajar dan mendedikasikan pengetahuan dan waktunya untuk mengembangkan dunia trading dan investasi.

    Mereka bisa mendirikan perusahaan konsultan investasi, menjadi komentator di berbagai media investasi dan bisnis, atau menulis buku, atau terjun di riset dan menciptakan indikator seperti Larry Williams, George Lane (pencipta indikator stochastics), dan lainnya..
    Martin S
    23 OCT 2015
  • Menurut saya timeframe sangat penting, karena hasil analisa bisa berbeda beda dalam time frame yang berbeda.
    Jadi pastikan time frame anda benar
    Subandi Laksono
    8 NOV 2013