3M - Tiga Komponen Untuk Sukses Dalam Trading

  By: Martin   View: 6524    Inspirasi  

Strategi, sistem dan metode trading selalu terkesan hebat diatas kertas, namun jika telah diterapkan dalam trading, pada kenyataannya kondisi pasar yang tidak menentu dan sangat sulit diperkirakan akan membuat strategi yang paling hebatpun tidak mampu menghasilkan profit yang terus menerus. Kenyataan yang paling cepat dipelajari adalah trading menjadi semakin sulit ketika trader mengalami tekanan emosi, sekalipun ia menggunakan strategi trading yang efektif.
                                                   3M - Tiga Komponen Untuk Sukses Dalam Trading
Meski metode trading yang Anda gunakan sangat penting, namun itu belumlah cukup. Pada dasarnya ada tiga komponen untuk sukses dalam trading, yaitu Mind (pikiran), Money (money management) dan Method (metode trading), atau lazim disingkat dengan 3-M. Jika Anda mengabaikan salah satu komponen tersebut, cepat atau lambat Anda tidak akan mampu menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang.

Hal tersebut bukan berarti Anda tidak harus menggunakan strategi trading yang bagus, trading forex jelas memerlukan strategi dan sistem trading yang telah teruji dengan tingkat profit (winning rate) setinggi mungkin. Tanpa metode, strategi dan sistem trading yang bagus Anda tidak akan menemukan sinyal trading yang probabilitas-nya tinggi. Namun jika Anda hanya mengandalkan strategi trading, Anda tidak akan pernah benar-benar sukses karena dua komponen yang lain kurang Anda perhatikan, yaitu Mind dan Money.

Memang pada awalnya trader akan mengandalkan strategi trading yang canggih dengan winning rate yang besar, namun sebenarnya ketiga komponen tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Anda seharusnya bisa menjaga keseimbangan ketiga faktor tersebut ketika trading.

Komponen Pertama: Mind (Pikiran)

Jika Anda tidak mempunyai cara pikir yang benar, strategi trading yang paling bagus sekalipun tidak akan membuat Anda sukses. Cara pikir yang kurang benar antara lain: berapa profit yang akan saya peroleh jika mengikuti metode trading tertentu, atau berapa lama lagi saya akan menjadi trader full-time yang bisa terus profit, dan lain sebagainya. Pikiran seperti itu sering terjadi pada trader pemula atau mereka yang sedang berjuang untuk bisa trading dengan profitable.

Mereka selalu beranggapan bahwa trading forex adalah semacam mesin uang (meski anggapan ini bisa saja benar bila mereka mampu menghasilkan profit secara kontinyu), sehingga fokus pikiran mereka akan selalu tertuju pada berapa besar uang yang akan mereka peroleh. Hal inilah yang mendorongnya untuk mengambil jalan pintas antara lain dengan masuk pasar sesering mungkin yang pada akhirnya sangat mungkin bisa menyebabkan account trading-nya hancur.

Pikiran yang berfokus pada hasil akhir yang bakal diperoleh akan cenderung menyebabkan tekanan emosi yang tidak terelakkan. Satu-satunya cara untuk menghindari hal ini hanya dengan merubah cara pikir yang kurang benar tersebut. Uang baru akan bisa Anda peroleh bila Anda tidak trading dengan cara pikir yang kurang benar atau dengan emosional.

Sukses dalam trading adalah kombinasi antara seni dan pengetahuan, dan pada kenyataannya adalah gabungan dari tiga komponen. Saat trading dan dana kita sedang berada di pasar, maka semakin besar resiko kita, akan semakin besar pula respon emosi kita terhadap pergerakan harga pasar. Cara yang sederhana dan efektif agar emosi selalu bisa kita kendalikan adalah dengan membuat komponen pikiran kita berjalan dengan baik, yaitu dengan menentukan besarnya resiko dengan logis pada setiap trade yang kita lakukan.

3M - Tiga Komponen Untuk Sukses Dalam Trading
Dengan mengatur besarnya resiko, akan membuat cara berpikir kita rasional, karena akan mengurangi emosi yang negatif baik ketika mengalami kerugian maupun ketika profit. Selain itu pikiran Anda hendaknya juga fokus pada sebuah rencana trading. Tanpa rencana trading yang jelas, Anda akan cenderung untuk masuk pasar secara berlebihan (over trade) meski Anda telah mengatur resiko pada setiap trade dengan benar. Dengan mengikuti rencana trading Anda akan bisa sabar dan disiplin dalam trading, terlepas dari kondisi pasar.


Komponen Kedua: Money (Money Management)

Jika Anda telah komit untuk mengatur besarnya resiko pada setiap trade, maka Anda hendaknya menentukan resiko tersebut dengan proporsional, tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Sesuaikan dengan besarnya dana dan portofolio trading Anda.

Faktor penting lainnya dalam money management adalah risk/reward ratio. Sesuai dengan kondisi pasar saat Anda entry, tentukan besarnya risk/reward ratio dengan obyektif dan logis. Agar Anda bisa profitable dalam jangka panjang, risk/reward ratio minimal hendaknya ditentukan 1:1.

Komponen money management adalah perekat dua komponen lainnya, cara berpikir dan metode trading. Sekalipun cara berpikir Anda sudah benar dan strategi trading yang Anda gunakan cukup canggih, namun dengan money management yang kurang proporsional hasil akhir trading Anda bisa tidak optimal.

Komponen Ketiga: Method (Metode Trading)

Metode trading mutlak Anda gunakan untuk memprediksi kemungkinan arah pergerakan harga, menentukan stop loss dan target profit, saat untuk entry dan lain sebagainya. Bahkan metode trading adalah komponen pertama yang mesti Anda miliki sebagai senjata untuk menghadapi pasar. Metode trading yang baik adalah jelas, sederhana dan efektif. Hindari menerapkan banyak indikator teknikal yang menyebabkan konflik dan salah interpretasi. Metode trading yang baik akan mempengaruhi cara pikir Anda lebih obyektif dan logis.

Ketiga komponen tersebut saling berinteraksi dan saling melengkapi. Ibarat sebuah rantai, jika salah satu komponennya tanggal maka rantai tersebut akan putus dan tidak bisa bekerja dengan baik. Jika Anda benar-benar menerapkannya dengan baik, maka ketiga komponen tersebut bisa Anda anggap sebagai ’’Holy Grail ’’ dalam trading.


Artikel Inspirasi


Artikel Forex Lainnya

Komentar: 6
  • Jadi inget dulu nyari sistem trading sampe jarang tidur, sekali loss langsung cari lagi sistem lain, loss lagi cari lagi, loss lagi cari lagi mpe pola tidur dah ga bner, untungnya masih jaman - jaman kuliah badan masih fit soalnya anak kuliah kan emg tukang begadang untungnya kwkw... coba klo dah 30 tahun keatas kayaq gtu, ntah jadi apa tuh badan
    Ronald
    8 FEB 2014
  • Berarti biar tradingnya nanti profitable pertamatama kita nggak boleh mikirin berapa banyak profitnya? Terus biar semangat kita mikirin apa nih? Kan segala yang berbau profit profit gitu emang selalu menarik minat dan bikin trader terus semangat belajar.

    Di sini kan ada profit ada loss. Berarti kalo bukan profit, kita meski mikirin loss terus? Kalo mikirin loss terus mana bisa optimis tradingnya? Yang ada malah takut terus soalnya yang dipikirin ruginya terus.....
    Mister Fajar
    14 APR 2014
    @ Mister Fajar:
    Anda harus tahu bakalan profit berapa kalau benar sesuai dengan risk/reward ratio yang telah ditentukan, tetapi tidak semata-mata memikirkan Anda mesti bisa profit karena sebaliknya juga pasti akan dipikir yaitu bagaimana jika ternyata posisinya salah (tidak profit) atau loss.

    Dalam hal ini Anda akan cenderung emosional dan over trading guna menebus kerugian.

    Untuk menghindari hal tsb sebaiknya pikiran Anda fokus pada sebuah rencana trading yang jelas, dan bisa disiplin menjalankan rencana tersebut. Rencana trading tsb dibuat berdasarkan metode, strategi dan money management yang telah teruji (profitable) jadi seharusnya Anda tidak ragu-ragu untuk menjalankannya.
    Martin S
    13 OCT 2015
  • mister fajar: bukannya tidak boleh sama sekali, tapi maksudnya adalah trading yang diniati dan terlalu fokus pada besaran profitnya saja.

    dalam banyak kasus jika yang diperhatikan hanya jumlah keuntungannya saja maka akan lebih mudah untuk trading dengan cara yang diluar rencana dan terkesan asumtif karena hanya bertujuan untuk mencari profit sebanyak-banyaknya.

    yang benar adalah untuk sadar akan resiko dan melihat pentingnya profit secara konsisten, bukan hanya dari besarnya saja. buat apa bisa profit banyak kalau hanya sekali duakali saja, lalu seterusnya tidak bisa profit dan malah lebih sering loss? ini yang membuat trader perlu mengusahakan konsistensi, bukan hanya di profit tapi di loss juga.
    Arya F. Huda
    18 APR 2014
  • bnr, kl disimpulkn dr smua bacaan yg ada, 3m ini yg paling pntng bwt trdng. jd tertarik liat yg 2 m lainnya. lnjut next ke hlmn berikutnya go go....
    Anjarhadi
    5 MAY 2014
  • Apa semua emosi negatif itu sebabnya dari cara pikir yg salah tsb? bila ya, berarti kl sy sudah mengubah cara pikir sy apa nantinya sy sudah tidak perlu khawatir akan dipengaruhi sm emosi negatif? bila tidak, apa sj yg masih mempengaruhi trader mnjadi emosional saat tradingi?
    Roro Anggraeni
    10 MAY 2014
    @ Roro Anggraeni:
    Emosi negatif tentunya timbul dari pikiran negatif, atau selalu khawatir akan mengalami kerugian. Hal itu disebabkan karena trader tidak trading berdasarkan rencana, karena memang tidak mempunyai rencana yang jelas.

    Mengapa tidak mempunyai rencana yang jelas? karena tidak mempunyai metode (untuk entry dan exit) dan strategi yang diandalkan, serta penerapan money management yang tidak proporsional, seperti position size yang terlalu besar dsb.

    Jika Anda mempunyai rencana trading yang jelas yang dibuat berdasarkan sistem trading yang telah teruji maka Anda akan percaya diri, dan kepercayaan diri akan mencegah timbulnya emosi negatif sewaktu trading misalnya takut entry, serakah, harapan atau penyesalan yang berlebihan.

    Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: 4 Faktor Yang Bisa Menghancurkan Trading Anda
    Martin S
    13 OCT 2015
  • roro anggraeni: banyak hal yang bisa mempengaruhi emosi trading. diantaranya adalah cara berpikir yang salah tentang trading seperti yang sudah disebutkan di sini. namun bukan berarti trader sudah terbebas dari sikap emosional meskipun sudah punya cara pikir yang benar.

    pada kenyataannya takut dan serakah tetap akan berperan dalam proses trading. kemampuan trader dalam mengatur emosi-emosi tersebutlah yang menentukan kesuksesannya. tentu saja kemungkinan keberhasilan trader dalam mengatur emosinya akan lebih besar jika dia sudah punya cara pikir yang benar.

    dan eksekusi order serta pengaturan money management jelas akan bisa dilakukan dengan lebih rasional saat takut atau serakah tidak mendominasi emosi trading.
    Arya F. Huda
    11 MAY 2014

Apakah Anda Trader Pemula?

belajar forex untuk pemula Klik di sini untuk tahu cara belajar dan menguasai trading dengan mudah.