Tiga Hal Yang Membatasi Profit Anda

  By: Martin   View: 6201    Tips Trik  

Anggaplah Anda telah lulus sebagai ’’breakeven trader’’ dan Anda telah bisa menghasilkan profit yang konsisten. Sekarang Anda sedang berusaha untuk meningkatkan profit Anda karena Anda tahu sebenarnya bisa berbuat lebih dari yang kini telah Anda lakukan. Namun dalam kenyataannya ada tiga hal yang bisa membatasi profit Anda, yaitu:

1. Position size yang tidak sesuai.
Position sizing adalah elemen kunci management resiko yang bisa membedakan antara memperoleh profit besar dan hanya mendapatkan profit yang kecil. Dalam hal ini selain pengaturan risk/reward, Anda juga harus mengetahui kapan mesti trading dengan ukuran lot yang besar dan kapan harus trading dengan ukuran lot kecil, atau Anda harus bisa mengatur position size.

Jika pasar bergerak sesuai dengan arah prediksi Anda dan sistem trading Anda mengisyaratkan sinyal dengan probabilitas yang tinggi dengan potensi reward yang besar, maka adalah saat yang tepat untuk meningkatkan resiko Anda. Dalam permainan blackjack, hal ini seperti Anda bertaruh dengan nilai besar saat kartu berpihak pada Anda. Sebaliknya jika Anda melihat ketidak-pastian seperti jika Anda trading pada saat rilis berita fundamental, dan juga potensi reward yang tidak pasti, Anda bisa mengurangi resiko dengan memperkecil ukuran lot trading.

 

Tiga Hal Yang Membatasi Profit



2. Ketidak-mampuan beradaptasi dengan kondisi pasar.
Untuk memaksimalkan perolehan Anda dari perubahan harga pasar, Anda harus fleksibel dan mengetahui bagaimana mengatur posisi Anda pada saat terjadi perubahan pergerakan harga. Anda tidak bisa mengharapkan pergerakan yang besar ketika volatilitas sedang rendah dan kondisi pasar sedang sideways (ranging). Hal ini tidak akan berjalan baik.

Anda harus mempunyai alasan yang kuat pada apa yang Anda harapkan dan selalu merencanakan trading Anda dengan kondisi pasar yang ada. Dalam hal ini Anda harus bisa beradaptasi dengan kondisi pasar dan tidak melawan kondisi tersebut.

3. Rasa takut.
Masuk posisi buy pada saat harga telah naik atau masuk sell saat harga telah turun akan membuat trading Anda sesuai dengan momentum yang tengah terjadi, tetapi ada kekurangannya. Yang pasti Anda tidak memperoleh harga buy atau sell yang bagus, apalagi jika pergerakan naik atau turunnya harganya cukup kuat. Biasanya Anda akan masuk pada level harga yang rawan berbalik arah (pull back).

Dalam kondisi yang demikian Anda akan cenderung takut dan ragu, sehingga posisi Anda bisa tidak optimal, atau Anda masuk setelah pasar bergerak cukup jauh. Cara trading yang demikian sering disebut dengan memburu pasar (chasing the market).

Ketiga hal diatas perlu diperhatikan trader. Sekalipun mungkin Anda telah bisa menghasilkan profit secara rutin bukan berarti Anda harus berhenti melakukan perbaikan-perbaikan.

Untuk inspirasi trading yang lebih mantap, simak juga artikel 4 Faktor Yang Bisa Menghancurkan Trading Anda.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
7 Komentar Urutkan:

  • Lho jadi masuk posisi pas trenya uda jalan itu namanya chasing the market toh masta?
    itu bukanya follow tren gitu?

    klo itu namanya chasing the market terus yang namanya follow tren gimana?
    kan susah nangkap tiik pertama kapan harga bakal ada tren baru
    belom lagi kalo yang ada malah cuma sekedar koreksi.
    Gufron Lubis
    6 OCT 2014
    @ Gufron Lubis:
    Bukan chasing the market. Istilah chasing biasanya ditujukan untuk mereka yang memburu profit dengan entry tanpa perhitungan yang matang.

    Kalau yang Anda maksud itu trend follower dimana entry berdasarkan trend yang sedang terjadi, tetapi harus dengan sinyal yang benar-benar valid misalnya dengan mengamati price action yang sedang terbentuk dan didukung oleh indikator teknikal.
    Martin S
    8 AUG 2017
  • masalah milih strategi harusnya bisa disesuaikan saja sama karakter tradernya. kalo emang lebih profitable di satu kondisi market ya tidak wajib juga untuk sesuaikan trading di kondisi lainnya. masalah memperbanyak profti itu yang ane kurang ngerti juga.

    soalnya setau ane kalo udah berhasil konsisten mestinya dikit2 akunnya trader juga pasti akan nambah. kalo nanti tambah posisi lagi di kondisi market lain atau bahkan ambil sinyal yang nggak terlalu meyakinkan, apa itu dilakukan buat mempercepat pertumbuhan akun?
    Heru Pratama
    8 AUG 2014
    @ Heru Pratama:
    Dalam hal memperbanyak profit biasanya dinamakan dengan memaksimalkan profit. Hal tsb bisa Anda lakukan jika kondisi pasar mendukung, misalnya pergerakan trend sedang kuat. Memaksimalkan profit bisa dilakukan dengan strategi averaging atau pyramiding.
    Martin S
    8 AUG 2017
  • lbh baik mn, antr puny strategi bwt semua kondisi market apa cm fokus d slh 1 ja? ane lht yg membatasi profit dsni sprtiny krn strategi lbh trbts ke 1 kondisi market tertentu ja. smntr bwt dpt profit yg makin bnyk kesanny kok trder dituntut bwt bs beradaptasi disemua situasi.

    pdhl ada jg kn tradr2 yg mang lbh suka trdng d volatilitas tinggi aja, atau d saat2 tertentu ja. bwt trdr2 spt itu berarti ksmptn bsa memperbnyk profitny kecil dong y?
    Arman Mulyadi
    3 AUG 2014
    @ Arman Mulyadi:
    Apa arti singkatan mn?

    Kondisi pasar dengan volatilitas yang sangat tinggi atau sangat rendah sangat susah ditradingkan. Yang demikian disebut dengan kondisi ekstrem. Jadi sebaiknya trading pada kondisi pasar yang normal atau volatilitas sedang, baik ketika trending ataupun ketika sideways. Mengenai profitable atau tidaknya tergantung dari cara analisa masing-masing trader.
    Martin S
    8 AUG 2017
  • Sy baru tau kalau position sizing bisa diubah ubah gitu. Sy pikir buat konsisten untung/rugi secara rutin perlu disiplin untuk mengatur position sizing. Dan lagi, position sizing yg diubah berdasarkan probabilitas sinyal itu artinya akan bisa memperbolehkan trader untuk entry dengan sinyal yg tidak terlalu valid?

    Kalau sy sebelumnya sudah biasa untuk tidak entry kalau sinyal belum punya probabilitas tinggi, apa sy tidak perlu menyesuaikan position sizing?
    Farhana
    11 JUL 2014
    @ Farhana:
    Dalam aturan money management, position size atau ukuran lot / volume memang harus disesuaikan dengan stop loss dan take profit (SL dan TP) yang ditentukan berdasarkan pergerakan pasar, tetapi besarnya resiko selalu tetap. Adapun kapan Anda entry harus berdasarkan pada sinyal yang valid atau sinyal yang probabilitas profitnya tinggi, kalau sinyalnya kurang valid ada kemungkinan Anda salah posisi.

    Keterangan lebih lanjut mengenai position sizing bisa baca: Belajar Memahami Money Management
    Martin S
    8 AUG 2017
  • setuju banget, rasa takut itu nggak selamanya merugikan, begitu juga sebetulnya sama greed. asal bisa dikendalikan aja biar sama2 seimbang, pasti malah bisa bermanfaat. wajarlah kalau ikut tren yang udah berjalan itu pasti diliputi rasa takut rugi, tapi memang ada trading yang nggak pernah diliputi rasa takut sama sekali?

    sedikit banyak mestinya ada, karna semua manusia punya rasa takut dan khawatir kena loss itu wajar. dengan trading buy setelah tren naik aja trader masih cenderung takut rugi, apalagi yang menantikan reversal, pasti was-wasnya bisa 2x lipat itu, bener nggak?
    Heru Pratama
    23 APR 2014
  • btul memang rasa takut seperti pedang bermata dua broo, tergantung kita cara memanfaatkan rasa takut itu gmn. rasa takut itu membuat kita untuk berhati - hati, bayangin klo orang - orang ga punya rasa takut kayaqnya di jalan banyak yang tabrakan gara2 macu mobil mpe 200 km/jam kwkwk. jadi yaa kendalikan rasa takut anda.. bukan anda yang dikendalikan rasa takut anda.
    Btf
    8 FEB 2014
  • rasa takut buat sy seh sprti pedang bermata dua, bisa dimanfaatkan dengan baik ato jadi boomerang buat diri sendiri. klo dah profit ada rasa takut yaa wajar. loss ada rasa takut yaa wajar juga. rasa takut itu memberikan kewaspadaan untuk selalu berhati - hati mengambil keputusan.
    Rendy
    13 DEC 2013