Arti Overbought Dan Oversold Dalam Trading

  By: Martin   View: 35670    Analisa Teknikal  

Harga di pasar tidak selalu bergerak naik terus menerus atau turun terus menerus. Pada suatu level tertentu harga yang telah naik atau turun terlalu jauh akan mengalami retracement atau koreksi, sebelum meneruskan pergerakan arah trend atau berbalik arah. Harga yang naik dan mencapai level tertentu akan mengalami kondisi jenuh beli atau overbought, dan harga yang turun hingga level tertentu akan mengalami keadaan jenuh jual atau oversold.

Pada kondisi overbought atau oversold kemungkinan yang akan terjadi adalah koreksi, atau pembalikan arah gerak (reversal). Kedua kemungkinan tersebut bisa dikonfirmasi dengan indikator oscillator, yang populer adalah indikator Relative Strength Index (RSI). Jika terkonfirmasi dengan benar, maka keadaan overbought ataupun oversold merupakan sebuah peluang trading yang bagus.


Overbought versus Oversold

Keadaan overbought atau jenuh beli menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan uptrend yang signifikan dan konsisten tanpa mengalami koreksi yang berarti. Pada chart trading keadaan ini tampak jelas ketika harga naik dari level yang paling rendah di sebelah kiri bawah chart ke level yang paling tinggi di sebelah kanan atas chart seperti pada contoh berikut:

Arti Overbought Dan Oversold Dalam

Keadaan oversold atau jenuh jual menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan downtrend yang signifikan dan konsisten tanpa mengalami koreksi yang berarti. Pada chart trading keadaan ini tampak ketika harga turun dari level yang paling tinggi di sebelah kiri atas chart ke level yang paling rendah di sebelah kanan bawah chart seperti berikut:

Arti Overbought Dan Oversold Dalam
Karena harga tidak akan terus menerus naik atau turun, pada level tertentu akan berbalik arah. Level dimana harga kemungkinan besar akan berbalik arah tersebut adalah level-level overbought atau oversold. Sering kali harga bergerak sideways (ranging) pada level-level tersebut dalam waktu yang agak lama sebelum mulai berbalik arah. Kita akan melihat level overbought dan level oversold tersebut dengan bantuan indikator RSI serta kapan peluang trading yang paling tepat.

Melihat Peluang Trading Dengan Indikator RSI

Indikator yang populer untuk mengidentifikasi keadaan overbought dan oversold adalah RSI, biasanya dengan periode standard 14.  Aturannya sederhana, ketika RSI telah mencapai level 70 maka dianggap harga telah overbought dan kemungkinan besar akan terjadi koreksi ke arah bawah (downtrend), sementara ketika level RSI mencapai 30 harga dianggap telah oversold dan akan terjadi koreksi ke arah atas (uptrend).

Arti Overbought Dan Oversold Dalam

Namun demikian, kita mesti agak sabar untuk open posisi, karena sering kali indikator RSI telah menunjukkan keadaan overbought atau oversold tetapi harga masih naik atau turun dengan kencang. Agar aman, kita mesti menunggu saat garis RSI telah memotong garis level 70 dari atas ke bawah untuk kasus overbought seperti contoh berikut, atau memotong garis level 30 dari bawah ke atas untuk kasus oversold.

Arti Overbought Dan Oversold Dalam

Pada contoh di atas, entry sell dilakukan setelah RSI memotong level 70 dari atas ke bawah (area B), dan hindari untuk entry ketika keadaan overbought baru saja terjadi (area A).

Selain dengan indikator RSI, kondisi overbought dan oversold yang potensial sebagai titik entry dan exit ini juga dapat dideteksi dengan indikator CCI. Simak ulasannya dalam artikel Trading Dengan Overbought dan Oversold Indikator CCI.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
5 Komentar Urutkan:

  • Untuk lebih yakin sebelum open position, memang lebih baik ditunggu sampai harga memotong level 70 atau 30, dalam kasus nzd/usd di atas adalah saat harga mulai turun dari level 70.

    Kalau dari pembacaan RSI memang sepertinya menguntungkan untuk open position sell setelah harga melewati level 7, tapi ternyata di chart-nya malah sideways di level yang lebih tinggi dari posisi A. Maka dari itu sebaiknya mengkombinasikan RSI dengan indikator lain, seperti MACD misalnya, untuk mengkonfirmasi sinyal trading
    Bambang Priyono
    19 SEP 2014
  • kl kondisix kyk dgrafik nzd/usd diatas pa bs dsbut sbg sinyal trdng yg false? kn sbnrx hrg sdh cross lvl 70 ckp lama, tp mlh uptrend dn lumayan lama jg ranging dposisi atas. kl kita order sell dpoin A kn jd lumayan lma da d posisi loss.
    Minoel
    15 SEP 2014
  • Overbought biasanya mendandai pembalikan dari suatu tren, kalau kemudian kondisi pasarnya sideways, yang bisa diperhatikan disini adalah level support dan resistance.

    Sedangkan kalau untuk tren, bisa kembali lagi dilihat apakah di RSI level harga kembali mendekati level 70 atau 30. Kalau dengan cara yang lebih aman bisa diatur dengan penggunaan stop loss dan take profit, yang di set berdasarkan risk reward rasio atau dari equity stop
    Bambang Priyono
    5 AUG 2014
  • RSI cm bs bwt nentuin entri y? kalo mw exit gmn?
    Amin
    27 JUL 2014
  • kalo volatilitas lagi rendah emang kayaknya agak lama koreksinya, tapi kalo lagi tinggi bisa lebih cepet ditentukan kapan reversalnya, terutama di pair2 mayor eur/usd atau gbp/usd
    Heru Dewanto
    15 JUL 2014