3 Langkah Trading Ketika Ada Rilis Data Fundamental Penting

  By: Martin   View: 5393    Indikator Ekonomi  

Rilis data fundamental penting dan berdampak tinggi bisa membuat trader forex stress. Mungkin Anda tidak sedang menunggu rilis data tersebut, atau mungkin sama sekali tidak berniat trading berdasarkan rilis data fundamental itu, tetapi Anda akan terkena dampaknya juga. Ini bisa terjadi karena setiap data fundamental penting suatu negara hampir pasti akan berdampak tinggi pada mata uang negara yang bersangkutan, oleh karena itu hendaknya selalu siap dengan rajin memonitor jadwal rilis data fundamental penting setiap hari.

                                                 3 Langkah Trading Ketika Ada Rilis Data

Keadaan yang tak terduga bisa saja terjadi. Mungkin Anda sudah punya posisi trading yang bagus sesuai dengan sinyal probabilitas tinggi yang Anda peroleh, tetapi karena sudah dekat dengan jadwal rilis data penting, Anda menjadi khawatir posisi tersebut akan terkoyak.

Dalam kesempatan lain, mungkin Anda ingin entry karena yakin sinyal trading yang Anda peroleh sudah sesuai dengan metode dan strategi, tetapi Anda menjadi ragu dan takut untuk entry karena tidak lama lagi akan ada rilis data fundamental penting. Anda khawatir volatilitas pergerakan harga yang tinggi pada saat rilis data akan memporak-porandakan management resiko yang akan Anda terapkan. 

Meski demikian, Anda tetap tidak ingin entry berdasarkan rilis data tersebut karena memang selama ini hanya mengandalkan analisa teknikal, di samping arah pergerakan harga pada saat rilis data memang sulit diprediksi. Karena rilis data fundamental penting hampir terjadi setiap hari, berikut ini ada 3 langkah untuk mengatasi stress ketika Anda trading berdekatan dengan waktu rilis data fundamental penting:

1. Punya strategi khusus untuk rilis data fundamental penting.

Pertama kali tentunya Anda memilah mana data fundamental yang penting dan mana yang tidak. Data fundamental yang relatif kurang penting biasanya kurang berdampak atau bahkan tidak ada dampaknya. Anda bisa memeriksa data fundamental yang berdampak dan jadwal rilisnya disini. Jika Anda belum ada posisi menjelang rilis data fundamental berdampak tinggi, sebaiknya Anda tidak masuk pasar. Memilih untuk tidak entry adalah sebuah strategi.

Jika Anda sedang mempunyai posisi yang masih terbuka, ada 2 pilihan: tidak melakukan apa-apa dan membiarkan apa yang akan terjadi sesuai dengan rencana, atau entry pada saat rilis data dengan stop loss yang ketat. Jika posisi yang terbuka dalam keadaan profit, maka stop loss dibuat lebih kecil dari profit yang telah diperoleh. Bagi Anda yang belum punya posisi dan ingin entry, sebaiknya menunggu antara 15 hingga 30 menit setelah rilis data meskipun sudah memperoleh sinyal trading yang bagus. Anda bisa menyesuaikan kriteria entry dengan kondisi pergerakan harga yang baru. Hal ini tentu tidak berlaku bagi mereka yang memang trading berdasarkan rilis data fundamental, karena mereka memang telah memiliki strategi sendiri dengan analisa fundamental.

2. Memperkecil leverage, atau memperkecil position size.

Jika ingin entry ketika ada rilis data fundamental penting, Anda bisa memperkecil leverage untuk memperbesar level stop-out (ada broker yang menawarkan leverage yang berubah-ubah), atau memperkecil position size (ukuran trading) karena Anda tidak akan pernah tahu arah pergerakan harga dengan volatilitas tinggi tersebut.

3. Jangan pernah menyimpang dari strategi Anda.

Apapun strategi yang telah Anda tentukan ketika ada rilis data fundamental penting harus Anda jalankan dengan benar, jangan pernah menyimpang atau melakukan intervensi apapun. Menyimpang dari strategi ketika volatilitas pergerakan harga sedang tinggi bisa malah berakhir dengan stress.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
7 Komentar Urutkan:

  • Gan itu broker yang bisa ngubah-ubah leverage namanya siapa aj ya? Ada strategi lain kah gan, buat dapet untung besar pake fundamental rilis gitu? Kalo pake pending order di atas dan dibawah quote sebelum rilis fundamental, gimana triknya ya gan?
    Handi
    11 JUN 2015
    @ handi:
    - Namanya broker FXCM, di Indonesia perwakilannya di fxmax. Bisa dicheck lagi apakah peraturannya masih berlaku.

    - Cara pending order di atas dan dibawah quote sebelum rilis data fundamental : 10-15 tahun memang bisa digunakan dan kadang bisa profit besar, tetapi sekarang agak sulit karena trader makin bertambah dan semakin banyak yang menggunakan cara tsb sehingga sering terjadi re-quote dan slippage (lompatan harga).

    Saat rilis data penting volatilitas pasar memang tinggi sehingga rawan terkena slippage. Disamping itu beberapa broker juga ada yang melarang cara pending hedging order semacam ini. Kalau mau pakai cara ini bisa order buy stop diatas resistance terdekat dan sell stop dibawah support terdekat.
    Martin S
    2 JUL 2015
  • @A. Habibi :
    Kalau Anda konsisten dengan strategi trading maka seharusnya tidak melakukan intervensi dengan cut loss ditengah jalan. Dalam hal ini Anda menduga stop loss akan kena, tetapi belum kena. Ketika menentukan stop loss dan take profit tentunya Anda sudah merencanakan sesuai dengan risk/reward ratio yang Anda harapkan.

    Jika harus loss maka biarkan loss sebesar resiko yang Anda bisa terima. Dengan konsistensi dalam trading hasil yang akan Anda peroleh juga akan konsisten
    Martin S
    10 MAR 2015
  • Apakah mengetahui saat yang tepat untuk cut loss juga termasuk strategi trading? Karena di sini ditekankan untuk tidak menyimpang dari strategi trading, lalu apa yang harus dilakukan kalau kita sudah tahu posisi trading kita merugi dan stop loss yang kita pasang bisa meleset?

    Bukankan di saat seperti itu kita mesti menerima kerugian dan segera cut loss jika tidak ingin jumlah kerugiannya semakin bertambah?
    A. Habibi
    8 SEP 2014
    Mungkin bisa ditambahkan lagi strateginya dengan mengamati data fundamental yang muncul setelah open posisi. Jika data atau sinyal yang muncul tidak lagi mendukung posisi yang kita buka maka disarankan agar segera menutup posisi tersebut. Berapapun hasil yang didapat harus disyukuri.

    Dan jika harus menerima hasil minus pun harus disyukuri karena stop loss yang kita pasang belum kena dengan demikian nilai kerugian kita juga lebih kecil bukan?
    Danto
    9 SEP 2014
  • Yg bikin khawatir kalau sudah terjadi slippage atau bhkn requote, bisa bikin kacau sistem trading tuh. Kalau nggak terbiasa menyikapi kondisi2 yang kayak gitu bisa makin berantakan aja ntar posisinya.

    Buat yg udah banyak pengalaman kayaknya nggak masalah ya, apalagi yang udah kenal betul sama platform brokernya dan tau kapan ato berita2 apa aja yang bisa dimanfaatin buat ngambil profit. Tapi sebelum punya banyak pengalaman di bidang2 itu mending jangan terlalu sering news trading deh, terutama buat yg masih newbie.

    Sering nyoba di akun demo aja masih blum cukup, cuz kena aplikasi biaya trading nya bisa beda. Kalo dari awal udah bertekad ya emang mesti nyiapin dana khusus buat latihan news trading, biar resiko lossnya nggak banyak2 ya itu, bisa dikurangi position sizingnya.
    Yoko
    20 AUG 2014
  • memilih untuk tidak entry juga termasuk strategi @embry, jadi kita bukannya cuma menghindar aja....
    tapi menyesuaikan strategi trading kita dengan waktu rilis berita penting itu...
    Jali Jali
    14 AUG 2014
  • @jalijali: tapi bwt yg news trader hal begituan udah biasa bro, justru itukan yg dicari, krna tanpa ada rilis high impact news jg g ada potensi profit besaarr. ini sih ane akuin mang semuanya tergantung ke tipe trader nya seperti apa, apa lebih suka main sm resiko karna pengen meraup untung yg gede atau lebih suka main aman tapi profit nya terbatas krna suka yg konsisten2 aja.

    yg agan saranin cocok tuh bwt tipe trader pertama, tp kalo tipe trader kedua kyk ane bakal lebih suka fokus ningkatin strategi trading waktu rilis high impact news itu, bukan nya sibuk menghindari trading di waktu2 rilis news itu..
    Embry
    13 AUG 2014
  • sudah deh, paling aman ndak buka posisi apa2 waktu ada rilis berita penting....
    menghindar lebih baik daripada beresiko loss besar...
    Jali Jali
    7 AUG 2014