Mengenal Berbagai Jenis Sinyal Trading Forex

  By: Aisha   View: 6793    Sinyal Trading  

Ada banyak kesempatan trading yang menguntungkan di pasar forex, namun sayangnya kita sering kali tak memiliki cukup waktu untuk memanfaatkannya karena kesibukan sehari-hari yang beragam. Dalam situasi semacam ini, berlangganan sinyal trading adalah salah satu solusi yang bisa Anda tempuh untuk tetap bisa meraup untung dari pasar forex, tanpa harus selalu memelototi platform trading 24 jam sehari.

sinyal trading - ilustrasi
Namun di dunia maya banyak beredar sinyal trading forex, baik yang gratis dengan persyaratan tertentu maupun yang bersistem langganan berbayar. Diantara sinyal trading itu pun tak jarang yang cuma modus penipuan. Sinyal trading forex hadir dalam berbagai jenis. Bagaimana kita memilih sinyal trading yang tepat untuk kita? Pertama-tama yang perlu kita lakukan adalah mengenali karakter dan jenis-jenis sinyal trading forex.

Mengenal Sinyal Trading Forex

Apa itu "Sinyal Trading Forex?" Sinyal trading forex adalah saran untuk melakukan buy atau sell pair mata uang tertentu pada level harga dan jangka waktu yang tertentu pula. Sinyal Trading Forex dikirim oleh penyedia sinyal untuk klien mereka untuk membantu klien dalam melakukan trading di pasar forex. Sinyal-sinyal exit dan entry tersebut dikirimkan berdasarkan analisa pergerakan pair-pair mata uang berdasarkan strategi tertentu. Analisa yang umum digunakan adalah analisa teknikal, tetapi ada juga sejumlah sinyal yang dikombinasikan dengan analisa fundamental. Sedangkan strateginya biasanya berbeda-beda antara satu sinyal trading dengan yang lain; ada yang menggunakan scalping, swing trading, martingale, dan lain sebagainya.

Ada broker-broker tertentu yang sekaligus menyediakan servis sinyal trading forex secara gratis bagi klien-nya, dan ada pula yang menawarkan sinyal trading forex dengan tarif tertentu. Namun, para trader forex juga bisa membeli sinyal trading forex pada penyedia sinyal trading (trading signal provider) di internet secara independen, atau membuat sinyal trading-nya sendiri. Masing-masing penyedia sinyal memiliki strategi yang berbeda-beda, sehingga akurasi sinyal yang diberikan pun bervariasi.

Sinyal trading forex secara umum dapat digolongkan dalam tiga kategori:
1. Sinyal yang dieksekusi secara otomatis dan sinyal yang tidak dieksekusi otomatis.
2. Sinyal yang dikirim oleh software yang telah di-install pada komputer trader, dan sinyal yang dikirim oleh sistem pihak ketiga.
3. Sinyal yang dibuat berdasarkan analisa personal seseorang, dan sinyal yang dibuat berdasarkan algoritma tertentu.

Sinyal yang dieksekusi secara otomatis dan sinyal yang tidak dieksekusi otomatis

Apabila seorang trader menggunakan sinyal trading yang akan dieksekusi otomatis, maka ia hanya perlu berlangganan sinyal, memasang setting sesuai petunjuk, lalu menyewa jasa VPS untuk memastikan komputer bisa online 24 jam. Setelah itu, ia bisa duduk santai menonton sinyal-nya bekerja melakukan entry dan exit, memanen pip demi pip. Sinyal trading akan langsung dieksekusi di platform trading, sehingga trader pun cukup membiarkan komputer menyala dan memantaunya sesekali saja.

Kelemahan dari eksekusi otomatis ini terutama adalah ketahanan koneksi internet dan aliran listrik. Komputer yang digunakan untuk trading harus benar-benar "hidup" dan online 24 jam selama 7 hari seminggu, karena open dan close posisi akan dilakukan terus menerus tanpa kenal waktu, dan bila platform trading "mati" ditengah-tengah maka ada risiko posisi yang open tidak ter-close, atau ketinggalan open posisi yang menguntungkan. Oleh karena itu, para pengguna sinyal trading forex dengan eksekusi otomatis disarankan untuk menyewa VPS yang berlokasi sedekat mungkin dengan server pemberi sinyal trading untuk menghindari slippage dan delay. Karena alasan ini, sejumlah penyedia sinyal menawarkan jasa sewa VPS-nya nya sendiri.

Sedangkan sinyal yang tidak dieksekusi otomatis akan mengirimkan sinyal entry dan close via email, sms, atau alarm langsung di platform trading, kepada trader forex yang menjadi klien-nya. Sinyal-sinyal yang dikirimkan tersebut kemudian harus dieksekusi sendiri oleh trader dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Perhatikan bahwa sinyal-sinyal itu tidak akan berlaku lama dan hanya akan valid dalam waktu yang singkat, setelah itu dengan cepat akan berubah lagi.

sinyal trading - ilustrasi
Sebagai contoh, signal provider mengirim sinyal open posisi dan keluar untuk pelanggan sinyal trading mereka dengan cara berikut :

  • Sinyal pertama dikirimkan kepada trader pukul 10:00, dan sinyal ini akan tetap aktual sampai 12.30
  • Trader akan menerima sinyal kedua pada 12.30, yang akan tetap aktual sampai pukul 15.00.
  • Dan seterusnya

Waktu transaksi dalam sinyal-sinyal tersebut biasanya dikirim sesuai dengan waktu GMT. Anda harus menyesuaikannya dengan waktu di tempat Anda berada.

 

Sinyal yang dikirim oleh software yang telah di-install pada komputer trader, dan sinyal yang dikirim oleh sistem pihak ketiga.

Sinyal dari software yang telah di-install pada komputer trader juga kerap disebut sebagai expert advisor (EA). Banyak EA yang ditawarkan gratis di internet, juga ada yang ditawarkan dengan label harga tertentu. Namun para trader forex sebenarnya bisa membuat EA sendiri dengan memanfaatkan generator EA, MQL4, ataupun MQL5. Tentu saja, kehandalan setiap EA berbeda-beda. Oleh karena itu, sebelum menggunakan suatu EA, para trader biasanya melakukan uji coba terlebih dahulu, backtest, ataupun meminta bukti akun riil dari penyedia EA. Dari bukti-bukti tersebut akan terlihat bagaimana performa EA itu dalam jangka waktu tertentu.

Kelemahan EA terutama adalah pada ketergantungannya pada analisa teknikal. Karena EA jelas dibentuk dari analisa teknikal, maka ia cenderung mengabaikan faktor-faktor fundamental. Akibatnya, pengguna EA bisa mengalami kerugian yang cukup besar saat terjadi pergerakan tak terduga akibat rilis berita fundamental. Bahkan, ada sejumlah broker yang melarang penggunaan EA dengan alasan bahwa EA bisa mengganggu sistem di saat-saat tertentu. Namun akhir-akhir ini ada beberapa EA komersil generasi baru yang memiliki fitur yang secara otomatis bisa menghentikan trading saat akan ada berita berdampak besar di kalender fundamental (High Impact News Filter).

Di sisi lain, sinyal yang dikirim pihak ketiga, sesuai namanya, tidak bersumber dari software seperti expert advisor. Salah satu contoh sinyal trading forex dari tipe ini adalah sinyal yang dikirim oleh para trader dalam jaringan social trading. Selain itu, ada juga sinyal yang dikirim oleh penyedia sinyal independen via sms atau email. Sinyal yang dikirim pihak ketiga ini bisa bersumber dari analisa personal seorang trader forex berpengalaman, tapi bisa juga bersumber dari algoritma.

Sinyal yang dibuat berdasarkan analisa personal seseorang, dan sinyal yang dibuat berdasarkan algoritma tertentu

Sebagian sinyal yang beredar di jaringan-jaringan social trading seperti ZuluTrade, dan fasilitas sejenis dari broker tertentu seperti Forex Copy dari Instaforex adalah sinyal yang berasal dari analisa personal lead trader. Para lead trader melakukan transaksi buy dan sell, membuka dan menutup order, lalu tindakan-tindakan tersebut akan dikopi secara otomatis ataupun secara selektif (tidak otomatis) oleh para trader "pengikut"-nya. Karena dilakukan oleh perseorangan, maka sinyal semacam ini rentan terkena dampak pengaruh emosional si penyedia sinyal. Namun demikian, sinyal hasil analisis seperti ini bisa mengkombinasikan analisa teknikal dan fundamental secara lebih komprehensif dibanding sinyal yang dibuat berdasarkan algoritma.

Sementara itu, sinyal yang dibuat berdasarkan algoritma sepenuhnya terlepas dari emosi dan perasaan individual, karena kondisi alamiahnya sebagai robot trading. Ya, sinyal yang dibuat berdasarkan algoritma kerap disebut sebagai algo trading, atau robot trading. Resiko terbesar dari sinyal semacam ini adalah ketidakmampuannya mendeteksi kapan harus berhenti. Tak peduli apapun yang terjadi di pasar, robot akan terus mengikuti instruksi awal yang telah diberikan. Akibatnya, ketika terjadi krisis, maka robot cenderung gagal. Sejumlah penelitian telah memperingatkan bahwa algo trading tidak bisa mendeteksi kegagalan pasar (market crash).

Untuk menghindari kerugian fatal, pengguna sinyal trading berbasis algoritma perlu melakukan pemantauan rutin; memeriksa kelancaran infrastruktur trading seperti VPS dan histori trading, serta memeriksa kehandalan robot trading yang digunakan. Trader juga harus siap mengubah settingan robot trading sesuai perubahan kondisi pasar. Dan apabila robot trading itu tak lagi menguntungkan, jangan ragu untuk menyingkirkannya dan mencari pengganti yang baru.


Itulah berbagai jenis sinyal trading yang beredar. Lalu, bagaimana memilih sinyal trading yang tepat? Simak pembahasannya di artikel berikutnya tentang tips dan trik dalam memilih sinyal trading yang bisa diandalkan.


Artikel Sinyal Trading


Artikel Forex Lainnya


Apakah Anda Trader Pemula?

belajar forex untuk pemula Klik di sini untuk tahu cara belajar dan menguasai trading dengan mudah.