4 Tip Untuk Entry Yang Akurat

  By: Martin   View: 10793    Bank Strategi  

Entry sangat penting dan menentukan hasil akhir dalam trading forex. Metode entry yang terukur dan effisien akan menentukan keberhasilan trading dalam jangka panjang. Namun demikian, banyak trader yang menganggap entry adalah hal yang mudah dilakukan dan tidak mencari kemungkinan entry yang terbaik untuk memperoleh hasil trading yang optimal.

Entry yang tepat akan memberikan potensi risk/reward yang lebih baik termasuk penempatan stop loss yang memadai. Berikut 4 tip untuk entry yang bisa membantu memperbaiki hasil trading bila diterapkan dengan konsisten:


1. Menggunakan Limit Order Untuk Akurasi Level Entry

Sebuah limit order adalah pending order yang ditentukan diatas atau dibawah harga pasar sekarang tergantung dari arah trading yang Anda lakukan. Jika Anda trading long (akan membuka posisi buy) maka Anda bisa membuka entry limit buy dibawah harga pasar sekarang, dan jika harga bergerak turun hingga ke level entry yang Anda inginkan maka order buy akan tereksekusi. Sebaliknya jika Anda trading short (akan membuka posisi sell) maka Anda bisa membuka entry limit sell diatas harga pasar sekarang. Jika harga bergerak naik hingga ke level entry yang Anda inginkan maka order sell akan tereksekusi.

Selain limit order, pilihan lain untuk pending order adalah stop order, yaitu stop buy order dan stop sell order. Jika Anda trading long, maka Anda bisa membuka entry stop buy di atas harga pasar sekarang, dan jika harga bergerak naik hingga ke level entry yang Anda inginkan maka order sell akan tereksekusi, dan sebaliknya untuk stop sell order.

Namun demikian dari pengalaman trader, pada stop order sering terjadi slippage atau loncatan harga, sehingga Anda bisa mendapatkan harga yang lebih mahal ketika buy dan harga yang lebih rendah ketika sell. Slippage biasanya terjadi ketika volatilitas pasar sedang tinggi dan hanya pada stop order (stop buy maupun stop sell), oleh sebab itu trader lebih merekomendasikan limit order ketika menggunakan fasilitas pending order.

Limit order memungkinkan Anda mendapatkan harga entry yang akurat sesuai dengan yang diinginkan. Salah satu metode yang sering digunakan adalah entry limit order pada retracement 50% dari sinyal trading (misal pin bar) karena probabilitas penerusan trend pada level tersebut biasanya tinggi, dengan demikian Anda bisa menempatkan level stop (stop loss) dengan jarak yang sekecil mungkin hingga diperoleh risk/reward ratio yang tinggi.

2. Set Up Trade Pada Penutupan Pasar (New York Close)

Trader forex mengasumsikan harga penutupan adalah harga ketika pasar New York tutup. Pada saat itu hanya pasar Selandia Baru yang baru mulai buka dan volume perdagangan relatif sangat rendah. Untuk menghindari ‘noise’ pasar Anda bisa melakukan analisa dan setup pada sekitar waktu tersebut, menentukan level-level resistance dan support yang penting, melihat sinyal trading yang mungkin terjadi dan memperkirakan trend pergerakan harga pada hari berikutnya. Untuk analisa sangat dianjurkan untuk menggunakan time frame daily.

3. Konfluensi TLS (Trend, Level, Signal)

Konfluensi atau kecocokan antara trend yang sedang terjadi, level-level kunci (support atau resistance penting) dan sinyal trading akan memberikan probabilitas keberhasilan yang cukup tinggi. Berikut beberapa contoh entry dengan prinsip konfluensi TLS:

4 Tip Untuk Entry Yang
Pada chart GBP/USD daily diatas support penting 1.66679 sebagai level kunci. Trend jelas tampak sedang bullish, dan rejection pin bar yang membentuk formasi doji pada level support tersebut adalah sinyal buy. Level terendah pin bar tersebut berada sekitar 50% dari retracement pergerakan uptrend sebelumnya. Dengan demikian konfluensi TLS telah terpenuhi. Kita bisa entry setelah sinyal pin bar atau dengan pending order limit buy pada level retracement 50% (saat harga mulai retrace).

4 Tip Untuk Entry Yang
Pada chart XAG/USD daily di atas, trend tampak jelas sedang bearish, dan rejection pin bar yang terbentuk pada level resistance penting (level kunci) tersebut adalah sinyal untuk sell. Level tertinggi pin bar sekitar 50% dari retracement pergerakan downtrend sebelumnya. Konfluensi TLS telah terpenuhi, dan kita bisa entry setelah sinyal pin bar atau dengan pending order limit sell pada level retracement 50% saat harga mulai retrace ke arah atas.

4. Checklist Untuk Entry Dan Evaluasi

Buatlah checklist untuk menentukan kriteria entry, seperti level-level support atau resistance yang dianggap penting, sinyal trading yang probabilitasnya tinggi, estimasi level entry, risk/reward ratio dan lainnya. Checklist ini juga untuk evaluasi hasil trading sebagai acuan atau untuk diperbaiki pada trade berikutnya. Checklist diperlukan untuk mempermudah mengenali karakteristik pergerakan pasangan mata uang yang Anda tradingkan.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
3 Komentar Urutkan:

  • Bu @rina..saya nih lagi seneng scalpingan. Gimana dong kalo kondisinya gitu?
    Jono
    13 DEC 2014
    Waduh maaf..bang. Kita beda sistem kalo gitu. Saya sarankan sih buat pemula pakai D1 aja. Biar enakan juga belajarnya. Jadi pas trading bisa ditinggal buat kegiatan lain. Kalo seharian di depan monitor..mana tahan bang..hehehe
    Rina
    14 DEC 2014
    kalow d1 mana cocok buat scalpingan? scalper mah biasanya h1 kebawah. ngga tau juga tapi kalo dia pake analisa multiple tf. tapi klo saranya pake d1 mending ganti gaya trading sekalian aja, bukan scalping tapi mungkin jdi swing . hehe
    Hexa
    21 DEC 2015
  • Ohh..itu caranya pasang pending order. Selama ini masih bingung gimana manfaatin menu itu. Lebih keseringan open langsung sih. hehehe..
    Jono
    10 DEC 2014
    Waaw berarti ditungguin ya bang? Apa gak bosen? Mantengin chart seharian? 
    Rina
    11 DEC 2014
    Heheehe..iya bu. Abis masih suka takut gak dapet harga yang pas sih. Maklum masih newbie. Emang kalo ibu gitu juga ya? Bagi dong ilmunya bu..hihihi
    Jono
    12 DEC 2014
    Yaa..sebelas duabelas lah. Yang penting pake chart minimal D1 ya bang. Biar tenang buat analisanya. Kalo udah  gitu ntar pas pasang posisi lebih tenang. Gak bakal buru-buru.
    Rina
    13 DEC 2014
    @ Jono:
    Pending order terdiri dari Buy Limit, Buy Stop. Sell Limit dan Sell Stop.



    - Buy Limit artinya memasang order buy pada harga dibawah harga saat ini (running price), dengan harapan kalau harga yang sedang turun tersebut bisa naik lagi dari titik posisi harga pending order Buy Limit maka Anda akan memperoleh profit.

    - Buy Stop: memasang order buy pada harga diatas harga saat ini (running price), dengan harapan kalau harga bergerak naik lagi dari titik posisi harga pending order Buy Stop tersebut (atau terjadi break keatas) maka Anda akan memperoleh profit.

    - Sell Limit: memasang order sell pada harga diatas harga saat ini (running price), dengan harapan kalau harga yang sedang naik tersebut bisa turun lagi dari titik posisi harga pending order Sell Limit maka Anda akan memperoleh profit.

    - Sell Stop: memasang order sell pada harga dibawah harga saat ini (running price), dengan harapan kalau harga
    bergerak turun lagi dari titik posisi harga pending order Sell Stop tersebut (atau terjadi break kebawah) maka Anda akan memperoleh profit.
    Martin S
    20 MAR 2017
  • Nah kan..ternyata ini penting banget. Saya tuh dari awal belajar forex, paling kesulitan nentuiin posisi open yang pas. Tren udah keliatan trus level support resistant dah ketemu..tinggal nentuin dimana mo open bisa bikin puyeng. Malah buntutnya gak open2 sibuk mantengin chart gak tau mo open dimana. Setelah baca teori KONFLUENSI nya master martin, sekarang jadi lebih terang untuk nentuin dimana titik open yang pas..atur nuhun master semoga ini juga jadi jawaban buat yang lain.
    Desi
    19 NOV 2014