Mengupas Penggandaan Profit Dengan Strategi Piramida

  By: Martin   View: 8882    Money Management  

Sejak pertengahan tahun 2014 lalu, pergerakan beberapa pasangan mata uang utama menunjukkan trend yang kuat. Bagi para trader yang telah berpengalaman keadaan tersebut adalah kesempatan untuk mendulang profit sebanyak-banyaknya, antara lain dengan menerapkan strategi trading yang dinamakan Piramida. Artikel ini akan mengulas apa itu strategi Piramida dan bagaimana cara melakukannya, lengkap dengan contoh yang nyata.

Strategi Piramida

 

Bagaimana Strategi Piramida Dilakukan?

Strategi Piramida adalah strategi trading yang agresif dan berpotensi meningkatkan profit hingga dua atau tiga kali untuk kondisi pasar yang sedang trending dengan kuat, namun akan sangat beresiko jika trend berbalik arah. Strategi Piramida dilakukan dengan menambah posisi trading dengan ukuran lot yang sama jika diperkirakan trend masih bergerak sesuai dengan arahnya.

Jika Anda perkirakan trend masih searah, maka perkiraan Anda harus benar, dan jika perkiraan Anda meleset maka kesalahannya harus minimal. Keberhasilan menggunakan strategi ini sepenuhnya tergantung pada pengendalian resiko, terutama ketika trend berbalik arah.

Berikut illustrasi ide strategi piramida:

Mengupas Penggandaan Profit Dengan Strategi

Pada illustrasi di atas, dicontohkan pasar yang sedang uptrend dengan kuat. Sebelum entry, pastikan terlebih dahulu bahwa pergerakan harga memang sedang uptrend kuat, dengan melihat terbentuknya level-level higher high (level high sekarang yang lebih tinggi dari high sebelumnya) dan level-level higher low (level low sekarang yang lebih tinggi dari low sebelumnya). Selain itu, koreksi (retracement) yang terjadi tidak sampai melampaui harga awal saat mulai naik (sesuai dengan teori gelombang Elliot), idealnya sekitar 50% Fibonacci Retracement.

Untuk mengetahui kekuatan trend, bisa digunakan indikator Average Directional Index (ADX). Untuk trend yang kuat biasanya ADX minimal 25.

Jika keadaan pasar telah sesuai dengan kriteria trend yang sedang kuat, maka entry buy bisa dilakukan setelah koreksi selesai (level A, B, C), dan pergerakan harga mulai berbalik arah. Untuk mengetahui berakhirnya koreksi, bisa digunakan indikator momentum semisal RSI, stochactic atau yang lain, serta formasi price action dari candlestick. Sebelum memastikan akan entry untuk order berikutnya, pastikan harga telah melampaui level tertinggi sebelum terjadinya koreksi (break high).

Mekanisme Strategi Piramida

Keberhasilan strategi ini ditentukan oleh besarnya risk/reward ratio, yaitu minimal 1:2. Dalam hal ini berarti besarnya resiko yang ditetapkan tidak melebihi setengah dari besarnya profit yang diharapkan. Jadi, jika resiko R (risk) = 1 maka target profit (reward) = 2R. Pada gambar illustrasi di atas dicontohkan account trading sebesar USD 20,000, trading pada GBP/USD, dengan resiko 2% setiap kali entry untuk Stop Loss 100 pip (ditentukan terlebih dahulu).

Resiko 2% = USD 20,000 x 2% = USD 400, sehingga ukuran lot atau position size untuk trade tersebut adalah USD 400 / 100 pip =  USD 4 per pip.

Untuk mini lot GBP/USD, nilai per pip (pip value) = USD 1, sehingga ukuran per pip = USD 4 tersebut adalah untuk 4 mini lot, atau nilai kontraknya 40,000 unit. Sementara Stop Loss untuk setiap posisi 100 pip, target profitnya bervariasi.

  1. Buka posisi buy setelah ada sinyal berakhirnya koreksi (A), sebesar 4 mini lot atau 40,000 unit (2% resiko), dengan Stop Loss 100 pip.
  2. Buka posisi buy setelah ada sinyal berakhirnya koreksi (B), sebesar 4 mini lot atau 40,000 unit (2% resiko), dengan Stop Loss 100 pip dan Stop Loss posisi A dipindahkan ke level yang sama dengan level Stop Loss posisi B.
  3. Buka posisi buy setelah ada sinyal berakhirnya koreksi (C), sebesar 4 mini lot atau 40,000 unit (2% resiko), dengan Stop Loss 100 pip dan Stop Loss posisi A dan B dipindahkan ke level yang sama dengan level Stop Loss posisi (C).
  4. Untuk sementara, Anda batasi hanya membuka 3 posisi tersebut, dan target profit ditentukan 200 pip di atas C, sehingga risk/reward ratio untuk posisi C adalah 1:2.
  5. Target profit untuk posisi A dan B disamakan dengan target profit posisi C.
  6. Dengan komposisi akhir posisi trading seperti di atas, Anda tidak akan pernah mengalami kerugian. Kondisi paling jelek, Anda akan profit 6% dan paling bagus (maksimum) Anda akan profit 24%.

Berikut rinciannya:

Mengupas Penggandaan Profit Dengan Strategi

Keterangan:

Posisi A:

  • kondisi paling jelek: mengalami kerugian sebesar 2%.
  • kondisi paling bagus: memperoleh profit sebesar 12%.

Posisi B:

  • kondisi paling jelek: break even atau balik modal (profit 2% dari posisi A dan rugi 2% dari posisi B).
  • kondisi paling bagus: memperoleh profit sebesar 20% (profit 12% dari posisi A dan 8% dari posisi B).

Posisi C:

  • kondisi paling jelek: memperoleh profit sebesar 6% (profit 6% dari posisi A, 2% dari posisi B dan rugi 2% dari posisi C).
  • kondisi paling bagus: memperoleh profit sebesar 24% (profit 12% dari posisi A, 8% dari posisi B dan 4% dari C).

Dari rincian di atas, kondisi paling jelek Anda akan mengalami kerugian 2% dan paling bagus (maksimum) Anda akan memperoleh profit 24%/ Dengan demikian, secara keseluruhan risk/reward ratio dari trade ini adalah 1:12.

Bagaimana hasilnya? Dapat dilihat dalam screenshot berikut:

Mengupas Penggandaan Profit Dengan Strategi

Hingga bulan Januari 2015 ini, pergerakan beberapa pasangan mata uang utama masih menunjukkan trend yang kuat, seperti EUR/USD, GBP/USD dan USD/CAD. Apakah Anda telah menggunakan strategi Piramida, atau berminat menggunakannya?







SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 4