Trading Dengan Strategi Retracement

  By: Martin   View: 3207    Analisa Teknikal  

Secara umum strategi untuk entry atau exit bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu breakout pada saat kondisi pasar sedang trending, bouncing pada saat pasar sideways dan memanfaatkan saat pergerakan harga mengalami koreksi atau retracement yang biasanya terjadi pada kondisi pasar yang trending. Seperti diketahui pada keadaan trending biasanya selalu diikuti oleh pergerakan koreksi seperti yang tampak pada pola gelombang Elliot.

Pada artikel ini dicontohkan cara trading yang sederhana dengan memanfaatkan saat pergerakan harga mengalami retracement atau koreksi. Ada 3 langkah yaitu menarik garis trend (trend line), menentukan level-level Fibonacci retracement dan menentukan level-level entry dan exit (stop loss dan take profit atau limit). Berikut contoh pada USD/JPY daily yang mulai bergerak reversal dari uptrend ke downtrend.

Trading Dengan Strategi

1. Menentukan arah trend dan menarik garis trend
Langkah pertama adalah menentukan arah trend. Selain dari pengamatan, kita bisa mengkonfirmasikan arah trend dengan price action dimana untuk uptrend titik-titik swing akan membentuk pola higher high atau level high yang lebih tinggi dari high sebelumnya dan higher low atau level low yang lebih tinggi dari low sebelumnya, sementara untuk downtrend titik-titik swing akan membentuk pola lower high atau level high yang lebih rendah dari high sebelumnya dan lower low atau level low yang lebih rendah dari low sebelumnya.

Setelah mengetahui arah pergerakan saat ini adalah downtrend, maka kita menghubungkan minimal 2 titik harga puncak (high) yang saling berdekatan (titik A dan B) sebagai garis downtrend yang berfungsi juga sebagai resistance. Karena sedang bergerak downtrend maka kita mencari peluang untuk membuka posisi sell dengan menunggu harga bergerak pullback untuk memulai koreksi.

2. Menentukan level Fibonacci retracement untuk entry
Setelah harga mulai retrace (koreksi) dengan bergerak ke arah uptrend, kita tentukan level-level Fibonacci retracement dengan titik swing high pada level high terdekat (titik B) dan titik swing low pada level terendah saat mulai retrace (titik C). Level-level retracement yang kita perhatikan adalah 50%, 61.8% dan 76.4% karena biasanya retracement akan berakhir ketika harga mencapai level-level ini. Entry bisa dilakukan dengan market order (sesuai dengan harga saat itu) atau pending order. Karena kita akan membuka posisi sell maka kita pilih harga yang tertinggi yaitu pada level Fibonacci retracement 76.4%.
  Trading Dengan Strategi
3. Menentukan level stop loss dan limit (take profit)
Dengan kesimpulan awal bahwa harga bergerak downtrend maka kita tentukan level stop loss beberapa pip diatas level high terdekat (titik B). Tampak dari gambar diatas kita masih bisa menentukan risk/reward ratio lebih besar dari 1:2 dengan menempatkan limit atau level take profit pada level terendah saat harga mulai koreksi (titik C).

Sumber : www.dailyfx.com :  The 3 Step Retracement Strategy







SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 3