5 Langkah Menuju Sukses Trading Forex Ala Kathy Lien

  By: Galuh   View: 8321    Tokoh  

Sebagai salah satu trader wanita sukses di masa kini, Kathy Lien punya segudang tips yang bisa dibagikan untuk para trader pemula. Salah satu rekomendasinya tercantum dalam buku trading berjudul High Profits in High Heels: Secrets from Today's Top Women Traders. Dalam karya kompilasi tersebut, analis yang sering muncul di CNBC dan Sky Business ini tak hanya membagikan kesan dan pengalaman sebagai trader wanita yang masih jarang ada, tapi juga rahasia sukses dengan 5 langkah trading berikut ini:

tips trading forex ala kathy lien

1. Membangun Rencana Trading

Langkah paling awal dalam menciptakan strategi trading adalah membuat perencanaan. Kesalahan terbesar pemula adalah trading berdasarkan naluri atau metode trader lain. Walaupun nantinya bisa berhasil, berkiblat pada cara trading orang adalah sebuah "dosa", karena Anda akan kesulitan membuat profit yang sama saat tak lagi menerima "tips" dari trader tersebut. Gelar trader sukses tak bisa disematkan jika Anda hanya berhasil profit besar di satu posisi trading. Oleh karena itu, Anda perlu membuat strategi yang Anda pahami luar dalam.

Kenali Diri Anda
"Di setiap presentasi saya, selalu ada pertanyaan tentang indikator dan time frame mana yang terbaik. Jawaban saya adalah 'tidak ada'." demikian ungkap Kathy Lien. Menurutnya, semua trader punya kesempatan profit yang sama, baik itu trader jangka pendek, jangka panjang, teknikalis, maupun fundamentalis.

Kuncinya, temukan gaya trading yang sesuai dengan kepribadian Anda, dan jangan mencoba untuk menyesuaikan kepribadian Anda dengan gaya trading tertentu. Kenali diri Anda dan ketahui apakah Anda termasuk orang yang tidak sabaran, butuh hasil cepat, suka deg-degan melihat pergerakan harga walau hanya 10 pip, atau tergolong lebih ingin mengambil pendekatan yang lebih santai dan memiliki perspektif jangka panjang. (seputarforex.com)

Untuk mengetahuinya, Anda bisa mulai menyusun strategi dengan menjawab 3 pertanyaan ini:

  1. Apakah strategi saya nantinya akan berbasis teknikal, fundamental, atau keduanya?
  2. Apakah strategi saya akan lebih fokus pada trading range atau trend?
  3. Time frame apa yang akan saya gunakan?

mengenali karakter trading
Sebagai catatan, penentuan time frame bisa didasarkan pada kepibradian Anda. Time frame besar seperti H1 atau lebih mungkin kurang cocok bila Anda termasuk tipe trader yang kurang sabaran. Sebaliknya, Anda akan kesulitan mencerna volatilitas di time frame rendah seperti M5 atau M15 bila Anda tergolong trader yang lebih suka "jalan pelan-pelan".

Lalu, Anda bisa melanjutkan dengan menjawab 3 pertanyaan berikutnya:

  1. Pair apa yang akan saya tradingkan? mayor atau cross?
  2. Apakah saya akan tetap menahan posisi di atas jam 5 sore atau bahkan di akhir pekan?
  3. Apakah saya hanya akan membeli pair yang memberikan saya bunga swap?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda bisa membangun fondasi trading Anda. Sekedar info, ada beberapa strategi yang bekerja lebih baik di pair-pair tertentu. Misalnya, pair EUR/GBP kerap dipilih untuk strategi trading dalam range. Ini artinya, EUR/GBP lebih sesuai untuk strategi "buy low, sell high". Menyusun rencana trading tentu akan terasa lebih mudah bila Anda dapat mengenali karakteristik pergerakan harga di pair-pair tertentu, dan memasangkannya dengan setup trading yang tepat.

2. Mengatur Money Management

Langkah berikutnya berkaitan dengan manajemen resiko. Mengapa ini perlu menjadi yang kedua? Faktanya, tahu kapan saat yang tepat untuk exit adalah sama pentingnya dengan mengenali momen pas untuk entry posisi.

Ada berbagai macam metode manajemen resiko yang bisa Anda gunakan. Di sini, Kathy Lien tidak menekankan cara mana yang paling baik, karena semuanya bergantung pada bagaimana Anda menggunakannya. Metode averaging misalnya, bila digunakan dengan tujuan untuk memaksimalkan keuntungan mungkin dapat berbuah manis. Namun beda perkaranya bila cara tersebut diaplikasikan saat posisi Anda sedang loss, karena Anda justru dapat memperbesar resiko kerugian. Untuk itu, ketahui dulu apa yang akan Anda lakukan sebelum membuka posisi agar bisa mengambil langkah exit terbaik.

Gunakan Trailing Stop
Satu lagi tips dalam menentukan exit adalah dengan melibatkan trailing stop. Menurut Kathy Lien, pasar forex adalah market yang sangat trending. Artinya, harga bisa bergerak hingga ribuan pip jika sedang tren di arah tertentu, dengan sedikit retracement di sana-sini. Karena inilah banyak fund manager menjadi trend follower. Dalam menerapkan strategi trend following, trailing stop memiliki peran yang cukup krusial karena berguna untuk memaksimalkan potensi profit sekaligus membatasi resiko.

pentingnya trailing stop

Contoh penggunaan trailing stop

Lalu bagaimana dengan Kathy Lien sendiri? Di buku ini, ia mengungkapkan strategi favoritnya:
"Saya suka membuka beberapa posisi trading dengan ukuran 2 lot. Target pertama saya biasanya ada di level "konservatif", atau yang mudah tercapai. Sementara untuk target kedua, saya tempatkan dengan rasio 1:3. Ketika target pertama saya tersentuh, saya akan pindahkan stop loss ke level breakeven dan terus menyesuaikannya dengan trailing stop seiring dengan penguatan trend. Prinsipnya adalah, jangan pernah biarkan posisi win berubah menjadi loss."

3. Menguji Strategi Trading

Setelah menyusun metode entry dan exit, kini tiba saatnya untuk menguji kehandalan strategi tersebut. Ingat, semuanya perlu dites baik dengan back test maupun forward test. Cara terbaik melakukan back test sebenarnya adalah dengan mengaplikasikan program coding tertentu. Namun karena tak semua trader bisa menggunakannya, maka kita bahas cara yang umum saja, yaitu dengan mereview chart. Lama waktu back test biasanya tergantung pada strategi trading Anda. Semakin rumit metode yang Anda gunakan, jelas semakin lama durasi tesnya.

Hanya setelah Anda selesai melakukan back test, Anda bisa melaju ke akun demo untuk forward test. Tahap ini penting dijalankan meski Anda sudah memperoleh hasil dari back test. Mengapa? Apa yang mungkin terjadi dalam teori kadang tak serupa dengan kenyataannya. Apalagi bila Anda menggunakan strategi breakout atau news trading, pastinya gejolak harga tidak akan mudah diperkirakan, dan mencari posisi entry tentu tidaklah semudah yang tercermin di hasil back test.

Bila Anda sudah berhasil meraih profit konsisten di akun demo, maka Anda bisa melangkah ke akun live. Dalam hal ini, ada baiknya Anda tak terburu-buru, karena "naik kelas" ke akun live sebelum mencetak keuntungan stabil di akun demo hanya akan membawa bencana bagi Anda nantinya.

4. Memahami Strategi Trading

Selain memilih strategi yang sesuai dengan karakter, Anda juga perlu memahami benar strategi trading yang Anda gunakan. Bukan hanya dari cara kerjanya, tapi juga seperti apa hasil trading yang akan didatangkan.

Dari segi hasil trading, ada dua macam strategi yang bisa dikenali. Strategi pertama berhasil membuat banyak posisi Anda berakhir profit, namun jumlah keuntungan per posisinya rendah. Dengan strategi semacam ini, jumlah untung dan rugi Anda di setiap trading kurang lebih sama besar. Namun karena kebanyakan posisi Anda profit, maka angka harapan profit Anda secara keseluruhan masih positif.

Sebaliknya, strategi kedua membuat sebagian besar posisi Anda tak ditutup dengan profit. Tapi dalam sekali profit, keuntungan yang Anda peroleh bisa sangat besar jumlahnya. Dengan demikian, setiap kali profit besar keuntungannya akan mampu menutupi kerugian dari posisi loss. Tipe kedua ini biasanya dihuni oleh strategi-strategi macam metode breakout dan trend following.

Mengenali sisi ini akan mempermudah Anda mengukur keberhasilan trading. Katakanlah Anda mengambil strategi breakout. Setelah sekian lama trading ternyata besar profit Anda tak terlalu besar, dan malah gagal menutupi kekurangan dari loss Anda. Hasil yang seperti ini jelas mengindikasikan ketidakberhasilan penerapan strategi tersebut. Kalau sudah begini, maka tak ada cara lain kecuali kembali ke langkah pertama.

5. Mengembangkan Trading

Bila Anda mampu melewati tahap keempat, maka yang tersisa selanjutnya adalah pengembangan. Meski sudah di tahap terakhir, bukan berarti Anda bisa bersantai-santai begitu saja. Kenyataannya, justru di tahap inilah Anda perlu lebih berusaha, karena mengembangkan trading adalah proses yang terus berlangsung sepanjang waktu.

Belajar Dari Kathy Lien
"Setiap minggu, saya dan partner trading saya mengadakan sesi refleksi diri, dimana kami berdiskusi tentang trading seperti apa saja yang telah kami lakukan. Kami juga membahas kesalahan-kesalahan yang kami buat, apakah ada pola kekalahan yang bisa dilacak, atau adakah sesuatu yang bisa diperbaiki", demikian ungkap Kathy Lien.

kathy lien dan boris schlossberg

Kathy Lien dan partner tradingnya

Trader wanita yang pernah bekerja di JP Morgan itu membagikan pengalamannya ketika berdialog dengan salah seorang trader di suatu event. "Dia mengatakan bahwa strategi trading miliknya sangat profitable, namun ada satu masalah yang mengganjal; strateginya selalu gagal tiap ada rilis berita. Percaya atau tidak, dia meminta saran kepada saya. Jawaban saya sederhana saja, bila Anda bisa profit di pasar normal namun gagal saat ada rilis berita, maka hindari trading di waktu-waktu itu. Saya yakin sekarang trader itu telah memahaminya. Walaupun simpel, tapi hal semacam itu kadang perlu disampaikan dengan benar-benar jelas dulu untuk bisa dipahami", begitulah katanya. (Artikel ini ditulis oleh Galuh untuk seputarforex.com)

Kathy Lien kembali memberi contoh dengan mengungkapkan 'curhatan' trader lain: "Ada trader yang bercerita bahwa ia belum bisa berhasil menggunakan strategi breakout. Setelah saya tanya-tanya, barulah ketahuan duduk perkaranya. Selama ini ia mencari breakout di akhir sesi Amerika dan awal sesi Asia, dua sesi pasar yang paling jarang ada momen breakout-nya. Saya kemudian menyarankannya untuk menyesuaikan jam trading di awal sesi Eropa, dan hanya dengan melakukan hal itu, tingkat profitabilitasnya meningkat secara signifkan. Penyesuaian-penyesuaian kecil seperti inilah yang justru mampu membuat perbedaan besar".

Kesimpulan

Trading yang sukses selalu dimulai dengan perencanaan. Menyusun rencana trading pun tak bisa sembarangan. Anda perlu mengenali karakter Anda sebagai trader, baru mencari strategi yang tepat dengan kepribadian Anda. Sesudah itu, masih ada langkah-langkah mengatur manajemen resiko, menguji dan memahami strategi, juga senantiasa mengembangkan trading Anda.


Meski terkesan panjang dan melelahkan, namun kelima tahap di atas bisa menjadi penentu kesuksesan yang membantu Anda mengatasi berbagai rintangan trading. Seperti apa rupa kendala trading yang dapat menjadi penghalang menuju jalan kesuksesan? Nah, Toni Turner akan membahas tuntas 4 rintangan trading itu di sini.







SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 1