Kenapa Saya Gagal Withdraw Di Broker Forex?

  By: Aisha   View: 1296    Broker Forex  

Gagal withdraw termasuk jajaran teratas diantara komplain yang paling banyak ditujukan pada broker forex, terutama dari trader-trader pemula. Seringkali, keluhan tersebut bahkan berujung pada suatu broker di-cap sebagai "scam" alias broker penipu. Padahal, ada banyak sebab kenapa Anda gagal menarik dana dari broker. Cara untuk menanggulanginya pun beragam.

Kenapa Saya Gagal Withdraw Di Broker Forex

 

Sebab-Sebab Gagal Withdraw

1. Kekurangan Dana

Seharusnya sebab yang satu ini cukup mudah dipahami. Jika dana dalam akun lebih rendah daripada nominal yang akan ditarik, tentunya Anda takkan bisa menarik dana dari situ. Namun, menurut Helene Berkowitz yang sudah 9 tahun malang melintang di dunia perbrokeran forex dalam sebuah kolom di Finance Magnates, ada saja yang minta withdraw $1000 ketika balance yang dimilikinya hanya $25.

Kalau ingin berprasangka baik, bisa jadi ini terjadi karena salah ketik nominal dalam formulir withdrawal. Namun, ini bisa juga terjadi apabila seorang trader telah mendapatkan un-withdrawable bonus (bonus yang meski bisa digunakan untuk trading, tetapi tak bisa ditarik tunai), lalu salah hitung mengira itu bisa di-withdraw. Jadi, sebelum komplain ketika gagal withdraw, pastikan Anda tidak melakukan kekeliruan-kekeliruan semacam itu.

(ditulis oleh Aisha untuk Seputarforex.com) 

2. Dokumen Tidak Lengkap

Secara hukum, setiap lembaga keuangan di negara manapun diharuskan meminta informasi identitas diri nasabah mereka. Bagi broker forex, data diri tersebut biasanya terdiri dari bukti ID (KTP atau Paspor), dan bukti tempat tinggal (bank statement atau tagihan rutin dalam enam bulan terakhir). Beberapa broker bisa meminta salah satu saja atau malah beberapa dokumen lagi, tapi intinya sama: membuktikan bahwa identitas yang digunakan mendaftar benar-benar milik sang nasabah dan bisa memenuhi undang-undang Anti Money Laundry yang berlaku.

Nah, disini perlu diketahui bahwa permintaan broker forex agar trader menyediakan dokumen-dokumen tersebut adalah wajar, bukan upaya untuk mempersulit atau mangkir. Hanya saja, memang ada perbedaan prosedur antar broker. Ada yang memintanya saat nasabah mendaftar (dan tidak mengijinkan klien untuk bertrading sebelum mengunggahnya), tetapi ada juga yang baru mempersyaratkan dokumen-dokumen tersebut sebelum penarikan dana. Ada broker meminta dokumen dikirim softcopy dalam bentuk scan atau foto, tetapi ada juga yang meminta fotokopi fisik. Perbedaan-perbedaan tersebut wajar karena adanya perbedaan standar kebijakan AML antar negara dan SOP masing-masing perusahaan broker.

 

3. Ada Posisi Trading Terbuka Di Akun Anda

Sebagaimana diketahui, balance trader akan naik-turun sejalan dengan perubahan-perubahan pada posisi trading yang sedang terbuka. Oleh karena itu, mayoritas broker tak mengijinkan trader untuk menarik dana selagi masih ada Open Position. Dalam hal ini, Berkowitz mengumpamakan tindakan menarik dana saat masih OP sebagai "mencoba mengiris roti saat adonan masih di oven". Tak mungkin bukan? Karenanya, jika tak ingin gagal withdraw, pastikan sudah tidak ada OP di akun trading Anda.

Nah, tentang ini, Berkowitz dalam catatan yang sama mengungkapkan bahwa ada perusahaan broker tertentu yang berusaha untuk menahan dana klien dengan mengupayakan agar akun selalu aktif demi menjaga keberlangsungan likuiditasnya. Cara-cara tersebut legal dan sah meski tidak etis, tetapi semestinya bila trader sungguh berkehendak untuk menarik dana, maka broker harus mengizinkan.

 

4. Terikat Bonus

Trader sering menganggap sepele "Terms and Conditions" alias persyaratan promosi dan bonus yang diberikan oleh broker forex. Hal ini bisa jadi harus dibayar mahal dengan gagal withdraw. Sebabnya, persyaratan itu seringkali mengharuskan trader untuk lebih dulu bertrading sekian lot sebelum dana bisa ditarik. Di satu sisi, ini sebenarnya trik dari broker untuk menahan dana selama mungkin, sekaligus menciptakan situasi di mana Anda akan overtrading.

Apakah itu berarti bonus broker itu tipuan? Belum tentu. Hanya saja, Anda perlu teliti dalam membaca persyaratan promosi apa saja (termasuk tulisan lembut-lembut di footnote), serta memastikan tak akan keberatan dalam memenuhi semuanya, sebelum mendaftar untuk mendapatkan suatu bonus.

(ditulis oleh Aisha untuk Seputarforex.com) 

5. Broker Scam

Sebuah broker forex terindikasi scam bila permintaan withdrawal Anda tidak direspon hingga berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, padahal Anda sudah mengajukan WD sesuai prosedur dan berulang kali meminta penjelasan lewat kontak yang tersedia. Atau, request Anda ditanggapi dengan berbelit-belit oleh Customer Service (CS) dengan berbagai dalih akun dibekukan (frozen) atau 1001 alasan lain untuk menunda WD.

Dalam hal ini, Anda bisa memastikan ulang scam atau tidaknya dengan membawa kasus gagal withdraw ke forum online seperti Forex Peace Army atau testimonial broker Seputarforex.

 

Upaya Mencegah Gagal Withdraw

1. Hati-Hati Memilih Broker

Upaya mencegah gagal withdraw sebenarnya dimulai sejak trader mendaftar di suatu broker forex. Apabila memilih broker teregulasi dan termasuk broker dengan sejarah penarikan lancar, maka hal itu sudah menjadi jaminan perlindungan ekstra dari kasus gagal withdraw.

 

2. Ketahui Prosedur WD Di Broker Anda.

Bukan hanya perlu mengetahui jenis payment methods apa saja yang tersedia, Anda juga perlu menanyakan dengan jelas kepada Customer Service mengenai prosedur dan syarat-syarat penarikan dana jika belum dipaparkan di website broker. Selanjutnya, pastikan mengikuti dengan baik aturan-aturan tersebut. Juga, awas typo saat mengisi formulir dan kelengkapan withdrawal.

 

3. Withdraw Profit Secara Rutin. 

Perlu dicamkan sungguh akan pentingnya menarik dana secara rutin. Jangan biarkan dana menggunung di akun trading Anda.

Sejumlah trader sengaja "menumpuk profit" dalam akun tradingnya dengan harapan bisa melakukan compounding. Akan tetapi, ini justru "menggoda" broker yang biasanya bersikap wajar untuk melakukan manipulasi agar Anda tidak withdraw dana yang jumlahnya sangat besar itu. Bisa dengan menempatkan order sepihak tanpa konfirmasi Anda, atau merekayasa alasan untuk meng-cancel profit yang sudah dihasilkan, atau menuduh melakukan pelanggaran tertentu dan harus membayar penalti. Hal-hal semacam ini umum terjadi, khususnya di broker bandar dan tak teregulasi.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
0 Komentar Urutkan: