acy

Level Trader Forex

  By: Bayu   View: 7925    Trader Forex  

Untuk menjadi sukses sebagai seorang Trader maka seseorang akan melalui beberapa tahapan-tahapan yang secara tidak sadar mereka lewati. Proses terjadinya perubahan dari seseorang ini sering dikenal sebagai Level Trader yang pada kesempatan ini saya menyebutnya Level Trader Forex.

Level Trader Forex
Tingkatan ini akan dilalui secara alamiah (tidak ilmiah) dan bukan berdasarkan beberapa sks yang diambil dalam satu semester... kayak kuliah aja... Namun tingkatan ini bukanlah sesuatu yang yang formal, tetapi nyata dan hampir selalu terjadi pada setiap trader.

Baiklah kita akan membahas satu demi satu Level Trader Forex ini dan coba mencocokkan diposisi manakah kita saat ini...?

Level 0
Dilevel ini seseorang akan mempelajari pengetahuan forex secara mendalam melalui berbagai jenis buku-buku literatur yang mereka dapati, baik secara gratis maupun beli dari internet dan toko buku. Orang-orang yang berada dilevel ini adalah orang yang hebat dan bisa menjadi seorang penulis buku Forex yang terkenal atau best seller, tetapi mereka hanya menguasai teori dan tidak memiliki keberanian untuk bermain secara nyata.

Beberapa dari mereka yang berada di Level ini bisa menjadi seorang Analis dari suatu perusahaan valas, hal ini desebabkan orang yang berada dilevel ini menguasai Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal dengan baik secara teori. Dan mereka akan menjelaskan dengan penuh keyakinan pada setiap orang bahwa kita akan mendapatkan keuntungan sangat besar dalam waktu sekejap, namun mereka lupa bahwa mereka hidup dengan Gaji Bulanan dan tak pernah sekalipun Trading. Artinya orang yang berada dilevel ini adalah No Action Talk Only (NATO).


Level 1
Kita akan sadar dengan pengetahuan saja maka kita tidak akan mendapatkan keuntungan yang maksimal secara finansial. Hal yang paling penting adalah bukan seberapa besar kita dapat mengetahui teori forex itu namun seberapa banyak profit yang dapat kita kumpulkan dalam kantong.

Namun sayangnya, market akan mengalahkan kita. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. Loss demi loss menghampiri kita, kita terus mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan...? Kita sama sekali tidak menyadari bahwa kita tidak bisa trading, kita tetap mengira bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya (apakah bulan ini profit...? bulan kemarin profit? tahun ini profit...?).

Kita tetap mengira bahwa kita adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kita tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kita tidak mempunyai sistem yang komplit, kita dikuasai oleh emosi, kita selalu averaging posisi jika loss karena kita Marah pada market, kita selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kita dikuasai oleh Keserakahan, kita tidak pernah trading karena takut. Kita membiarkan diri kita dikuasai oleh emosi sehingga margin equity.

90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. Sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi. Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. Dan biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai managemen dibrokernya. Kemudian sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri. Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang. 90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.


Level 2
Dilevel ini kita sadar bahwa kita tidak bisa trading bila tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kita tahu solusinya, kita sadar bahwa selama di level 1 pikiran kita dikaburkan oleh emosi sehingga kita tidak bisa berpikir secara jernih.

Di level ini kita akan mencari holy grail (system yang sempurna, system yang 100% profit, system yang tidak pernah loss), kita mulai membeli system yang ada di internet, kita membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, kita baca semua ebook yang ada, kita praktekan semua system yang di peroleh, kita haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.

Pada level ini kita akan membaca semua detail tentang indikator, kita akan test semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kita mungkin akan membuat indikator sendiri (biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kita akan bermain-main dengan Moving Average, Fibonnacci Lines, Pivot Point, Camarilla Pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya. Kita tahu bahwa market terlalu rumit untuk diprediksi hanya dengan 1 indicator saja, kita tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. Kita tahu persis keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.

Kita akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. Kita akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. Karena kita tahu kalau kita tidak bertanya sekarang maka selamanya kita tidak akan tahu. Pada akhirnya di level ini kita akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok dengan kepribadian kita.

Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.


Level 3
Pada akhir level 2, kita akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kita menyadari bahwa kita bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kita bisa menggunakan kepala kita dan money management yang benar. Kita mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak kita menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.Kita mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter kita, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.

Kita mulai trading jika kita tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, kita hanya trading jika ada signal dari system kita, kita selalu menggunakan stoploss, karena kita tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading. Ketika stoploss kena, kita tidak emosi karena kita tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kita. Trading berikutnya akan meningkat probabilitas profitnya karena kita tahu system itu system yang profit.
Kita secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management. Dan kedisiplinan kita untuk melakukan trading apapun yang terjadi.Kita mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. Dan hal ini mengingatkan kita 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama pada kita dan memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kita memang belum siap namun sekarang sudah siap.
Di level pencerahan, otak kita akan menerima bahwa kita tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.
Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.


Level 4
Oke, Sekarang kita hanya trading jika system kita memberi signal. Kita cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kita tahu system kita akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kita lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account. Di level ini kita memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kita mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kita meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kita lakukan.

 
Kita memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki systemnya, menguasai emosi kita, dan melaksanakan money managemen yang kita pegang. level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.
Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.


Level 5
Nah sekarang kita sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kita bisa trading secara alami, kita telah menguasai semuanya, kita bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, kita telah open di posisi yang benar, jadi kita tinggal melihat profit kita bergerak dari 2 digit ke 3 digit. Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kita telah menguasai emosi kita dan kini kita trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kita peroleh. Level ini disebut disebut Level Trader Sejati.

Kita akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kita katakan, kita kenal dengan pertanyaan mereka, karena kita ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu. Kita akan memberikan saran bagi mereka, namun kita tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1. Kita tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kita mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, kita bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, kita bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.

Kita mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kita bisa membuat buku sendiri, kita bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kita akan berlipat-lipat dari account awal.
Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.

Demikianlah ulasan dari saya mengenai Level Trader Forex, saya harapkan anda sudah dapat mengetahui dilevel mana anda sedang berada saat ini...
Apakah anda bangga menjadi seoarang TRADER? Bila ya... Silahkan anda teruskan bisnis forex ini dan yang paling penting, Jadikanlah Forex ini sebagai Hoby dan bukan pekerjaan. Bila anda menjadikannya Hoby maka anda akan merasa senang dan nyaman dalam mejalaninya namun bila forex itu merupakan sebuah pekerjaan maka dia akan menjadi beban untuk anda lakukan.






SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 4