Memilih Time Frame Dalam Analisis Teknikal Forex

  By: Greenpips   View: 9895    Time Frame  

Kali ini kita akan membahas tentang Time Frame (TF) dan cara memilih TF yang sesuai. Coba perhatikan di sebelah kanan atas chart. Di situ tercantum time frame dari chart tersebut. Ada banyak pilihan time frame yang disediakan oleh trading platform, mulai dari 1 menit, 5 menit, 15 menit, 30 menit, hourly, 4H, daily, weekly sampai monthly. Mengapa time frame menjadi hal yang perlu diperhatikan?

timeframe
Mmm… gini deh, kalau kita melakukan analisis teknikal, sebenarnya kan kita melakukan pengelompokan data sebagai dasar membuat analisis tersebut. Nah, pengelompokan data di sini didasarkan pada waktu, sehingga dengan dasar pengelompokan waktu yang berbeda, hasil analisis yang kita peroleh juga bisa berbeda.

Chart dengan time frame 5 menit, misalnya, memperlihatkan pergerakan harga suatu pair dengan pengelompokan data setiap 5 menit. Chart dengan time frame hourly memperlihatkan pergerakan harga pair dengan pengelompokan data setiap jam. Demikian seterusnya. Pengelompokan data dalam time frame ini akan terlihat jelas dan lebih mudah dipahami apabila anda menggunakan type chart candlestick.

Cobalah anda dekatkan cursor pada setiap batang candlestick, maka akan keluar informasi tentang harga low, high, open, close serta volume transaksi pada rentang waktu tertentu. Nah, semua data tersebut dikelompokkan menurut time frame chart tersebut. Artinya, kalau chart tersebut misalnya menggunakan time frame daily, maka yang nampak dalam informasi di setiap batang candlestick adalah harga low, high, open, close serta volume transaksi pada hari/tanggal tersebut.

Nah, karena sifat pergerakan harga pair yang selalu dinamis (naik-turun) setiap saat, maka bisa jadi trend (arah) pergerakan dalam time frame yang berbeda akan menjadi berbeda. Misalnya, bisa jadi trend pada time frame daily naik, tapi kalau dilihat trend pada time frame 5  menit pada saat yang sama sedang turun. Itu artinya, pada hari tersebut dilihat dari hari-hari sebelumnya memang harga cenderung mengalami kenaikan, sehingga kalau kita lihat trend di time frame daily terlihat naik, tapi dalam beberapa saat terakhir misalnya dalam 20 menit terakhir sedang mengalami penurunan sehingga kalau kita lihat di time frame 5 menit terlihat trend turun. Sampai di sini mudah-mudahan anda sudah mulai memahami, bahwa kesimpulan yang bisa diambil dari pengamatan chart di pair yang sama pada time frame yang berbeda bisa jadi berbeda.

Terus terang saya sering geli kalau menyimak percakapan antar trader di chat room. Ada seorang trader yang mengatakan,“wah, GU naik nih” tapi seorang trader lainnya menjawab, “naik gimana? jelas turun githu loh.” Lah, kok bisa beda githu ya? saya menyangka keduanya mengamati chart dengan time frame yang berbeda, sehingga kesimpulan yang mereka ambil terhadap trend pergerakan pair yang sama menjadi berbeda.

Mungkin anda kemudian bertanya-tanya: nah, trus… time frame berapa dong yang paling bagus? Saya tidak bisa bilang satu time frame lebih bagus dibanding time frame yang lain. Mungkin sementara bisa saya jelaskan bahwa secara umum, biasanya seorang trader akan memilih time frame yang sesuai dengan type trading mereka. Dilihat dari berapa lama mereka meng-hold suatu posisi dari open sampai close, trader bisa digolongkan menjadi:

  • Scalper adalah trader yang cenderung melakukan open-close transaksi dalam jangka waktu yang singkat dengan target perolehan pips yang rendah. Trader type ini cenderung menggunakan chart dengan time frame antara 1 M sampai 30 M.
  • Day trader adalah trader yang biasa melakukan open-close transaksi dalam rentang waktu sehari. Mereka biasanya memilih time frame antara hourly sampai daily.
  • Swinger adalah trader yang biasanya melakukan open-close position dalam rentang waktu harian sampai mingguan, bahkan hitungan bulan. Nah, mereka ini biasa menggunakan time frame 4H, daily sampai monthly.

Gambaran di atas bukan harus dijadikan patokan sih… dalam prakteknya, ada juga swinger trader yang menggunakan time frame 15M pada saat-saat tertentu. Saya hanya bisa menganjurkan, coba-cobalah sendiri mengamati berbagai time frame untuk menemukan mana yang paling sesuai dengan trading style anda.


Artikel Forex

  • Deddi Ashari
    10 MAY 2012
    Jalan keluarnya tetep aja balik ke gaya trading sendiri2,, tapi gimanapun tetep penasaran sama yang suka pake timeframe beda dari cara tradingnya, kayak swing trader yang bisa juga pake timframe 15m itu, kira-kira apa ya tujuannya dn apa peluang tradingnya bisa lebih meningkat?
    Reply
  • eko mariyo
    21 MAY 2012
    @dedi, setau ane sih yg suka gituan cm mw mastiin aja prgrkn hrg d timeframe yg beda, kn emg tren bs nunjukin arah yg sebalikx di timeframe yg beda2 gitu. seringn sih y yg short term trder itu liat ke timeframe lbh tinggi, kn tren di timeframe rendah tu bnyk noisex, makax perlu dipastiin dl k timeframe lbh tinggi itu bnrn tnd2 tren baru atau cm skdr retracement ajah
    Reply
  • so_matt
    14 JUN 2012
    bljr dl deh ane biar ngrti yg beginian...
    Reply
  • Hari Santoso
    20 JUN 2012
    Secara teknikal, banyak sekali cara yang tidak hanya mengkhususkan jangka waktu trading dengan satu jenis time frame saja, tapi ada juga yang mengkombinasikannya dengan pengamatan pada time frame yang berbeda-beda.
    Ada banyak cara untuk melakukan itu, tapi untuk strategi awal, mengikuti apa yang disarankan pada artikel di atas akan sanggup membantu trader mengenali dan menerapkan cara trading tertentu.
    Reply
  • eko mariyo
    22 JUN 2012
    @hari, bener itu gan, apapun jenis traderx sebenarx g terbatas kok sm timeframe mana yg mesti digunakan. mlh konfirmasi dgn melihat timeframe lain tu sebenerx perlu cz g smw sinyal trading dr 1 timeframe aja tu bisa diandalkan
    Reply

Tulis Artikel

"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel Anda di seputarforex agar dibaca oleh banyak pemirsa.
Tulis Artikel Anda