Chart Pattern: Triangles

27 JUL 2011   DIBACA:2376  OLEH:GREENPIPS    KATEGORI:ANALISA TEKNIKAL

Mari kita lanjutkan bahasan tentang chart pattern. Pada artikel terdahulu, kita sudah membahas tentang salah satu jenis chart pattern, yaitu head & shoulder. Kali ini marilah kita bahas jenis chart pattern yang lain, yaitu triangles (segitiga). Pada dasarnya ada 3 jenis Triangle Chart Pattern yag akan dijabarkan di bawah ini.

Symmetrical Triangle (Segitiga Simetris)
Chart Pattern Segitiga Simetris terbentuk apabila slope high to high dan slope low to low saling mendekat dan bertemu di satu titik membentuk segitiga. Chart Pattern ini terbentuk karena high tercapai semakin rendah dibanding dengan high sebelumnya dan low tercapai semakin tinggi dibanding low sebelumnya. Hal ini berarti baik buyer maupun seller saling menekan harga. Ini merupakan sebuah bentuk konsolidasi. Apa yang akan terjadi kemudian?

Apabila slope high to high dan low to low tersebut bertemu, maka break out akan terjadi. Kita memang tidak bisa memperkirakan pihak mana yang akan menang, apakah buyer atau seller, yang pasti, kita tahu bahwa market segera “pecah” dan harga akan bergerak secara ekstrem, bisa ke atas maupun ke bawah. Nah, bagaimana kita dapat mengambil keuntungan dari keadaan ini? Sederhana saja sih… prinsipnya hampir sama dengan kalau kita menghadapi market yang biasanya bergejolak menjelang dan sesudah news besar. Kita tempatkan pending order  buy stop di atas slope lower high dan sell limit di bawah slope higher low. Apabila salah satu pending order tersebut telah tersentuh, batalkan pending order yang lain.


Pada contoh gambar diatas, kita menempatkan pending order di atas slope lower high, dan mengikuti kenaikan harga yang terjadi.

Ascending Triangle
Jenis chart pattern ini akan terbentuk apabila ada resistant level yang untuk sementara sulit tertembus dan slope pada higher low.  Apabila terjadi pola chart seperti ini berarti buyer mulai mengumpulkan kekuatan untuk menembus resistant tersebut.


Descending Triangle
Jenis pola ini adalah kebalikan dari ascending triangle, dimana ada level support  yang untuk sementara berusaha ditembus dan slope pada lower high, yang artinya seller mulai mengumpulkan kekuatan untuk menembus level support yang ada.


Pertanyaannya adalah: apa yang kemudian akan terjadi dan bagaimana kita sebaiknya mensikapi kondisi ini? Kalau menurut teori, semua bisa terjadi. Bisa saja pada kasus ascending triangle buyer memenangkan pertempuran dan harga akhirnya menembus level resistant. Akan tetapi bisa jadi kemungkinan yang terjadi sebaliknya. Harga akan jatuh karena buyer kemudian menyerah pada level resistant yang terlalu kuat. Demikian juga pada kasus descending triangle. Bisa saja seller akhirnya memenangkan pertempuran dan menembus level support.

Akan tetapi bisa saja sebaliknya yang terjadi. Harga justru akan naik karena seller kemudian menyerah pada level support yang terlalu kuat. Nah lo, anda mungkin jadi bertanya-tanya: “Lah, trus gimana dunk?” Sebenernya sih kita tidak terlalu peduli dengan siapakah yang akan menang dalam pertempuran ini, yang penting kita bisa mengambi keuntungan dari pergerakan chart yang kemudian terjadi. Jadi tempatkan saja pending order buy stop dan sell stop. Kemudian lihat, mana yang akan tersentuh dan nikmati keasyikan menaiki gelombang besar yang terjadi.



Tautan:
Chart Pattern: Head And Shoulders

ARTIKEL KATEGORI ANALISA TEKNIKAL LAINNYA

Full Indicator vs Naked Chart

27 JUL 2011   DIBACA:2246    OLEH:GREENPIPS

Lagi Dan Lagi: Stop Loss

3 AUG 2011   DIBACA:2373    OLEH:GREENPIPS

Divergence Trading

2 AUG 2011   DIBACA:3190    OLEH:GREENPIPS

Menentukan TP

2 AUG 2011   DIBACA:3095    OLEH:GREENPIPS

Demi meningkatkan artikel ataupun materi-materi yang ada, kami selalu mengharapkan dan sangat menghargai komentar-komentar Anda.
Name:
Email:
URL:
 
New Code  

3 Kesalahan Ketika Trading Pada Volatilitas Rendah

20 MAR 2014    DIBACA:2445    OLEH:MARTIN    KATEGORI:SISTEM TRADING

Volatilitas pasar yang rendah sebenarnya menguntungkan trader karena biasanya membuat pasar bergerak ranging. Trader bisa menggunakan strategi pullback atau buy low sell high dengan persentasi kesalahan entry yang minimum. 3 kesalahan yang lazim dilakukan trader ketika volatilitas rendah adalah: 1. Menggunakan strategi..

Kisah Trader Sukses - William Eckhardt

20 MAR 2014    DIBACA:1944    OLEH:MARTIN    KATEGORI:TOKOH

William (Bill) Eckhardt adalah trader komoditi dan futures serta salah satu fund manager terkemuka AS. Ia adalah pakar matematika yang menerapkan konsep statistik dan probabilitas untuk analisa pasar. Bersama Richard Dennis ia menciptakan turtle trading systems. Selain melakukan riset, Eckhardt juga sibuk mengelola perusahaan..

Membuat Sebuah Trading Plan

28 JUL 2012    DIBACA:1087    OLEH:MARTIN    KATEGORI:SISTEM TRADING

Bagi seorang trader trading plan sangat diperlukan untuk memperoleh hasil trading yang konsisten. Tetapi banyak trader yang beranggapan bahwa trading plan dapat dibuat secara cepat dan instan, bahkan cenderung mengabaikannya. Salah satu faktor keberhasilan dalam trading forex adalah disiplin, dan hanya dengan trading plan..

Risk Management Untuk Long Term

29 MAR 2013    DIBACA:3532    OLEH:RACHMAT    KATEGORI:MANAJEMEN RESIKO

Strategi forex jangka panjang saja sebenarnya bukanlah solusi mutlak. Ada juga strategi lainnya yang bisa dijadikan pendamping anda dalam mengambil keuntungan. Hanya saja Strategi ini di pakai oleh mereka yang tidak ingin Setiap hari nongkrong didepan PC.Seorang long term trader akan menahan posisi open untuk jangka waktu..

Tahapan menjadi Seorang Trader - Membuat Trading Plan

21 OCT 2012    DIBACA:3255    OLEH:RACHMAT    KATEGORI:TRADER FOREX

Perbedaan antara pedagang yang menang dan kalah pedagang adalah rencana. Jika Anda mempunyai rencana yang baik (dikembangkan dari waktu ke waktu) dan Anda tetap berpegang pada itu, Anda akan menjadi sukses!Merencanakan sukses maka anda akan sukses. merencanakan gagal maka anda akan gagal.Trading Plan merupakan peralatan..

comments powered by Disqus







HEADLINE NEWS

fokus

Tiga Data Ekonomi Untuk Fokus Trading Hari Ini

17 APR 2014 DIBACA:724

Rekap: Mengapa Dolar AS Cenderung Melemah Hari Ini
Inflasi Zona Euro Sudah Di Kisaran 0.5%, ECB Harus Bertindak
Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Di Kuartal Pertama 2014 Lebih Tinggi Dari Ekspektasi
Headline News Lainnya



PILIH KATEGORI ARTIKEL



FOLLOW US
SHARE
ADS