Moving Average: Indikator Sederhana Dengan Banyak Fungsi

  By: Greenpips   View: 10003    Indikator  

Moving Average (dengan berbagai macam variannya) bisa dikatakan sebagai indikator yang sederhana tetapi multi fungsi. Indikator ini tersedia di semua trading platform, bahkan menjadi indikator default yang terpasang di chart. Gak heran, inilah indikator yang biasanya pertama di kenal oleh (calon) trader. Tapi, jangan dulu meremehkan indikator yang satu ini. Dibalik penampilannya yang sederhana, sebenernya banyak informasi yang bisa kita ambil dari "selembar" moving average, maupun kombinasi beberapa moving average. Yuks, mari kita lihat, bagaimana kita bisa memanfaatkan informasi dari moving average.

Moving Average sebagai Pendeteksi Trend

Fungsi yang satu ini keknya sudah jelas deh. Sebagai indikator yang pada dasarnya "menghaluskan" pergerakan chart, dengan melihat kecenderungan arah moving average, otomatis kita bisa mendeteksi arah trend. Tinggal kita lihat saja, moving average cenderung naik, berarti trend cenderung naik. Moving average turun, berarti trend cenderung turun. Moving average membentuk pola bukit dan lembah secara simultan, berarti trend cenderung sideways.

Tentunya kita bisa menyesuaikan time frame dan periode dari moving average yang kita gunakan untuk mendeteksi trend dalam jangka waktu tertentu yang kita inginkan. Misalnya kita ingin mendeteksi trend dalam 2 jam terakhir, maka kita bisa menggunakan time frame 15 menit dengan moving average periode 8. Demikian seterusnya.

Moving Average sebagai "Nilai Tengah" Pergerakan Harga

Di saat market cenderung sideways, kita bisa menggunakan moving average dengan periode 200 di time frame yang rendah (misalnya 15 menit) sebagai nilai tengah yang nantinya bakalan bisa menjadi patokan bahwa harga akan bolak-balik menembus SMA200 tersebut.



Bisa kita lihat kecenderungan harga untuk bolak-balik memotong SMA 200, sehingga bisa kita ambil patokan: apabila harga di atas SMA 200, parabolic SAR terletak di atas candlestick dan W%R ada di area sell, maka kita bisa lakukan Open Position Sell. Dan apabila harga di bawah SMA 200, parabolic SAR terletak di bawah candlestick dan W%R ada di area buy, maka kita bisa lakukan Open Position Buy.

Perpotongan Dua Moving Average sebagai Patokan untuk Masuk ke Market

Chart di atas adalah chart untuk pair GBP/USD dengan time frame hourly dengan 2 SMA yang dipasang, yaitu SMA 4 (warna merah)  dan SMA 8 (warna biru). Nah, apabila SMA 4 memotong SMA 8 dari bawah ke atas, seperti nampak pada titik 1, berarti nilai rata-rata 4 jam terakhir lebih besar dari pada nilai rata-rata 8 jam terakhir. Dengan kata lain, trend dalam 4 jam cenderung naik.  Dalam kondisi seperti itu, sebaiknya kita melakukan open position: Buy pada titik tersebut (harga ditunjukkan dengan horizontal line sebesar 1.5619). Demikian seterusnya.

Ok, hal-hal yang saya kemukanan di atas sekedar contoh peggunaan moving average yang bisa kita lakukan.  Anda mungkin bisa menemukan cara yang lain dalam mengintepretasikan informasi dari moving average ini. Dari indikator yang sederhana, ternyata banyak juga ya informasi yang bisa kita dapatkan.


Artikel Forex

KOMENTAR 5

  • dari analisa pake gabungan indikator sma 200, w%r, sama parabolic sar itu kan udah tau kapan open nya, trus kalo close ditentuin dimana?
    Rhydo P
    15 DEC 2011
    New Comment   |   Reply
  • Close posisi bisa diambil dari tp dibawah sma 200. Sma di kondisi sideways kaya begitu cocok buat support atao resistan. kalau dari contoh diatas sih jelas sma 200 jadi supportnya. Kalo tp pas dibawah sma 200 udah lumayan banyak pips yg bisa didapet.
    Azar Afandi
    23 DEC 2011
    New Comment   |   Reply
  • Sebelum entri ada baiknya untuk memastikan konfrimasi sinyal trading dari indikator-indikator yang disarankan, karena kondisi sideways bisa cukup membingungkan kalau samapai entri dengan sinyal trading palsu. Selain itu melihat tren secara garis besar pada timeframe yang lebih tinggi juga bisa membantu untuk mengetahui arah pergerakan yang sebenarnya.
    Bambang Priyono
    19 APR 2012
    New Comment   |   Reply
  • kl cm masang 2 grs sma dn trdng dr crosing 2 grs itu drmn kt tau kekuatan tren akan melemah jd kt tau kpn mesti exit market??
    Buyung Ferdianto
    18 APR 2014
    New Comment   |   Reply
  • Dari analisa pada dua garis MA biasanya semakin melebar jarak antara garis yang satu dengan yang lain akan semakin kuat juga trennya. Sebaliknya jika terlihat menyempit maka akan terjadi perpotongan yang menandakan akan terjadi tren di arah sebaliknya.
    Untuk memastikan kekuatan tren, akan lebih baik lagi kalau menggunakan oscillator juga, karena dari situ akan diketahui momentum pergerakan harga. Kalau sudah mendekati area-area overbought atau oversold bisa siap-siap untuk exit posisi.
    Bambang Priyono
    20 APR 2014
    New Comment   |   Reply

Tulis Artikel

"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel Anda di seputarforex agar dibaca oleh banyak pemirsa.
Tulis Artikel Anda