Moving Average: Indikator Sederhana Dengan Banyak Fungsi

3 AUG 2011   DIBACA:6905   OLEH:GREENPIPS    KATEGORI:INDIKATOR

Moving Average (dengan berbagai macam variannya) bisa dikatakan sebagai indikator yang sederhana tetapi multi fungsi. Indikator ini tersedia di semua trading platform, bahkan menjadi indikator default yang terpasang di chart. Gak heran, inilah indikator yang biasanya pertama di kenal oleh (calon) trader. Tapi, jangan dulu meremehkan indikator yang satu ini. Dibalik penampilannya yang sederhana, sebenernya banyak informasi yang bisa kita ambil dari "selembar" moving average, maupun kombinasi beberapa moving average. Yuks, mari kita lihat, bagaimana kita bisa memanfaatkan informasi dari moving average.

Moving Average sebagai Pendeteksi Trend

Fungsi yang satu ini keknya sudah jelas deh. Sebagai indikator yang pada dasarnya "menghaluskan" pergerakan chart, dengan melihat kecenderungan arah moving average, otomatis kita bisa mendeteksi arah trend. Tinggal kita lihat saja, moving average cenderung naik, berarti trend cenderung naik. Moving average turun, berarti trend cenderung turun. Moving average membentuk pola bukit dan lembah secara simultan, berarti trend cenderung sideways.

Tentunya kita bisa menyesuaikan time frame dan periode dari moving average yang kita gunakan untuk mendeteksi trend dalam jangka waktu tertentu yang kita inginkan. Misalnya kita ingin mendeteksi trend dalam 2 jam terakhir, maka kita bisa menggunakan time frame 15 menit dengan moving average periode 8. Demikian seterusnya.

Moving Average sebagai "Nilai Tengah" Pergerakan Harga

Di saat market cenderung sideways, kita bisa menggunakan moving average dengan periode 200 di time frame yang rendah (misalnya 15 menit) sebagai nilai tengah yang nantinya bakalan bisa menjadi patokan bahwa harga akan bolak-balik menembus SMA200 tersebut.



Bisa kita lihat kecenderungan harga untuk bolak-balik memotong SMA 200, sehingga bisa kita ambil patokan: apabila harga di atas SMA 200, parabolic SAR terletak di atas candlestick dan W%R ada di area sell, maka kita bisa lakukan Open Position Sell. Dan apabila harga di bawah SMA 200, parabolic SAR terletak di bawah candlestick dan W%R ada di area buy, maka kita bisa lakukan Open Position Buy.

Perpotongan Dua Moving Average sebagai Patokan untuk Masuk ke Market

Chart di atas adalah chart untuk pair GBP/USD dengan time frame hourly dengan 2 SMA yang dipasang, yaitu SMA 4 (warna merah)  dan SMA 8 (warna biru). Nah, apabila SMA 4 memotong SMA 8 dari bawah ke atas, seperti nampak pada titik 1, berarti nilai rata-rata 4 jam terakhir lebih besar dari pada nilai rata-rata 8 jam terakhir. Dengan kata lain, trend dalam 4 jam cenderung naik.  Dalam kondisi seperti itu, sebaiknya kita melakukan open position: Buy pada titik tersebut (harga ditunjukkan dengan horizontal line sebesar 1.5619). Demikian seterusnya.

Ok, hal-hal yang saya kemukanan di atas sekedar contoh peggunaan moving average yang bisa kita lakukan.  Anda mungkin bisa menemukan cara yang lain dalam mengintepretasikan informasi dari moving average ini. Dari indikator yang sederhana, ternyata banyak juga ya informasi yang bisa kita dapatkan.



Name:
Email:
URL:
Code:

Menelisik fungsi Init pada Pemrograman EA

3 JAN 2013    DIBACA:1558    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:BELAJAR MQL EA

Pada dasarnya seluruh program sudah diberikan alur masing-masing untuk menjalankan suatu fungsi-fungsi tertentu di dalam program. Sekaligus fungsi yang terjalin antar komponen saling terintegrasi satu sama lain guna menentukan kinerja sistem EA berhasil dijalankan. Nah sebenarnya apa sih Init itu dan bagaimana init tersebut dijalankan? Untuk mengetahui hal itu, perlu diberikan penjabaran mengenai fungsi Init....

Indikator Channel Breakout Donchian

25 FEB 2013    DIBACA:1384    OLEH:SFTEAM    KATEGORI:INDIKATOR

Kali kita akan membahas mengenai indikator Channel Breakout Donchian. Dimana indikator ini sangat digemari oleh trader-trader mahir karena kemudahannya digunakan dalam transaksi. Siapa sih penemunya? Ia adalah Richard Donchian yang telah menciptakan tren mendalam kurva sederhana pada tahun 1980-an. Dibangun pada konsep membeli momentum kuat dan menjual pada momentum yang lemah....

Pilih Robot atau Manual

23 MAR 2013    DIBACA:1151    OLEH:PARMADITA    KATEGORI:ROBOT TRADING

Trading menggunakan robot forex sudah menjadi kebutuhan wajib untuk sebagian trader. Ada banyak alasan mengapa seorang trader lebih menyukai menggunakan robot forex daripada trading secara manual.Untuk trader yang mempunyai keterbatasan waktu, kemampuan dan pengetahuan tradingnya masih minim ataupun karena kendala psikologis, menggunakan robot forex menjadi pilihan yang bijak.Memang robot...

Sinyal Trading Dari Histogram MACD

16 MAY 2014    DIBACA:523    OLEH:MARTIN    KATEGORI:INDIKATOR

Artikel ini membahas cara alternatif dalam menggunakan indikator MACD, terutama pada histogram-nya. Histogram MACD atau OSMA bisa untuk membuka posisi trading, dan pada beberapa kasus sering kali memberikan sinyal yang lebih cepat dibandingkan dengan indikator MACD itu sendiri. Sinyal trading yang sesungguhnya terjadi ketika bar histogram mencapai puncak (atau lembah) dan tampak lebih pendek. Momen inilah saatnya kita untuk entry....

Menggunakan Bollinger Bands Dalam Trading Forex Dan Saham (4)

13 JUN 2014    DIBACA:845    OLEH:MARTIN    KATEGORI:INDIKATOR

False reversal signal terbentuk pada upper band atau lower band, dan biasanya trader mengira akan berbalik arah, tetapi yang terjadi justru penerusan trend. Dalam kenyataannya trend yang bergerak dengan kuat tidak mudah untuk berbalik arah, yang terjadi adalah koreksi atau retracement....

Strategi Knock-On Effect Binary Options

13 NOV 2014    DIBACA:285    OLEH:GALUH    KATEGORI:STRATEGI BINARY OPTIONS

Strategi knock-on effect atau market pull binary options adalah metode trading yang memanfaatkan berbagai macam instrumen di binary options. Cara trading ini didasarkan pada pemahaman bahwa pergerakan pada salah satu instrumen akan mengakibatkan efek domino (knock-on) pada beberapa instrumen tertentu....

Strategi Trading 15 Menit Di Binary Options

21 NOV 2014    DIBACA:196    OLEH:GALUH    KATEGORI:STRATEGI BINARY OPTIONS

Selain trading 60 detik dan 5 menit binary options, masih ada strategi lain yang dikembangkan dari variasi expiry time di binary options. Cara trading itu adalah strategi trading 15 menit binary options, yang tidak hanya memungkinkan Anda untuk meraih profit dalam waktu singkat, tapi juga dapat memperkecil potensi kemunculan sinyal trading palsu....

Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito





Pengantar Forex Dasar Dasar Forex Pasar Forex Broker Forex Margin Dan Leverage Manajemen Resiko Money Management Trading Plan Analisa Teknikal Candlestick Trend Time Frame Support Resistance Pivot Point Fibonacci Indikator Teknikal Analisa Fundamental Indikator Ekonomi Bank Sentral Dunia Sistem Trading Bank Strategi Hedging-Scalping-Martingale Price Action Psikologi Trader Forex Tokoh Forex Inspirasi Tips Trik Investasi Serba Serbi Lainnya Metatrader Robot Trading Bank Robot Trading Trading Otomatis Belajar MQL/EA MQL/EA Bank Indikator Ulasan Produk Pengantar Binary Options Broker Binary Options Strategi Binary Options


Artikel: Forex | Emas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito


Artikel Pemirsa
"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel orisinil Anda di seputarforex agar dibaca lebih banyak pemirsa.

Tulis Artikel Anda
Kembali Ke Atas Kembali Ke Atas
DISCLAIMER
  • Informasi, materi, rekomendasi, dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex, forex adalah beresiko, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, banner, broker, referral, dsb.
  • Artikel/tulisan oleh team seputarforex, boleh dijadikan acuan/ditaruh di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs seputarforex.com