Moving Average: Indikator Sederhana Dengan Banyak Fungsi

3 AUG 2011   DIBACA:8298   OLEH:GREENPIPS    KATEGORI:INDIKATOR

Moving Average (dengan berbagai macam variannya) bisa dikatakan sebagai indikator yang sederhana tetapi multi fungsi. Indikator ini tersedia di semua trading platform, bahkan menjadi indikator default yang terpasang di chart. Gak heran, inilah indikator yang biasanya pertama di kenal oleh (calon) trader. Tapi, jangan dulu meremehkan indikator yang satu ini. Dibalik penampilannya yang sederhana, sebenernya banyak informasi yang bisa kita ambil dari "selembar" moving average, maupun kombinasi beberapa moving average. Yuks, mari kita lihat, bagaimana kita bisa memanfaatkan informasi dari moving average.

Moving Average sebagai Pendeteksi Trend

Fungsi yang satu ini keknya sudah jelas deh. Sebagai indikator yang pada dasarnya "menghaluskan" pergerakan chart, dengan melihat kecenderungan arah moving average, otomatis kita bisa mendeteksi arah trend. Tinggal kita lihat saja, moving average cenderung naik, berarti trend cenderung naik. Moving average turun, berarti trend cenderung turun. Moving average membentuk pola bukit dan lembah secara simultan, berarti trend cenderung sideways.

Tentunya kita bisa menyesuaikan time frame dan periode dari moving average yang kita gunakan untuk mendeteksi trend dalam jangka waktu tertentu yang kita inginkan. Misalnya kita ingin mendeteksi trend dalam 2 jam terakhir, maka kita bisa menggunakan time frame 15 menit dengan moving average periode 8. Demikian seterusnya.

Moving Average sebagai "Nilai Tengah" Pergerakan Harga

Di saat market cenderung sideways, kita bisa menggunakan moving average dengan periode 200 di time frame yang rendah (misalnya 15 menit) sebagai nilai tengah yang nantinya bakalan bisa menjadi patokan bahwa harga akan bolak-balik menembus SMA200 tersebut.



Bisa kita lihat kecenderungan harga untuk bolak-balik memotong SMA 200, sehingga bisa kita ambil patokan: apabila harga di atas SMA 200, parabolic SAR terletak di atas candlestick dan W%R ada di area sell, maka kita bisa lakukan Open Position Sell. Dan apabila harga di bawah SMA 200, parabolic SAR terletak di bawah candlestick dan W%R ada di area buy, maka kita bisa lakukan Open Position Buy.

Perpotongan Dua Moving Average sebagai Patokan untuk Masuk ke Market

Chart di atas adalah chart untuk pair GBP/USD dengan time frame hourly dengan 2 SMA yang dipasang, yaitu SMA 4 (warna merah)  dan SMA 8 (warna biru). Nah, apabila SMA 4 memotong SMA 8 dari bawah ke atas, seperti nampak pada titik 1, berarti nilai rata-rata 4 jam terakhir lebih besar dari pada nilai rata-rata 8 jam terakhir. Dengan kata lain, trend dalam 4 jam cenderung naik.  Dalam kondisi seperti itu, sebaiknya kita melakukan open position: Buy pada titik tersebut (harga ditunjukkan dengan horizontal line sebesar 1.5619). Demikian seterusnya.

Ok, hal-hal yang saya kemukanan di atas sekedar contoh peggunaan moving average yang bisa kita lakukan.  Anda mungkin bisa menemukan cara yang lain dalam mengintepretasikan informasi dari moving average ini. Dari indikator yang sederhana, ternyata banyak juga ya informasi yang bisa kita dapatkan.





Strategi Memanfaatkan Stop Loss Di Atas Sumbu

7 SEP 2012    DIBACA:1476    OLEH:SFTEAM    KATEGORI:SISTEM TRADING

Seperti yang Anda pahami mengenai tentang sumbu atau garis panjang yang dihasilkan dari pergerakan harga pada candlestick. Jika harga awalnya melakukan kenaikan dan akhirnya terjadi penurunan maka akan terjadi garis yang disebut sebagai sumbu. Begitu sebaliknya jika awal pembukaan terjadi penurunan dan akhirnya akan mengalami kenaikan maka akan terlihat pada candlestick...

Kunci Pelajaran Ichimoku

16 JAN 2013    DIBACA:2052    OLEH:SFTEAM    KATEGORI:INDIKATOR

Menurut beberapa trader belajar Ichimoku merupakan hal yang cukup sulit. Menurut mereka, hal yang paling menyulitkan adala trader biasanya belajar untuk mengenal titik jenuh, sedangkan pada ichimoku hanya mengenai ketika harga berada di atas awan.Sebenarnya Ichimoku dapat sangat membantu jika Anda mengikuti aturan utama dari indikator ini....

Penggunaan Indikator Moving Averages (1)

7 APR 2013    DIBACA:12013    OLEH:MARTIN    KATEGORI:INDIKATOR

Moving average (ma) adalah salah satu indikator teknikal untuk pergerakan harga yang sedang trending. Arah gerak garis ma menunjukkan arah trend yang sedang terjadi. Garis ma yang bergerak keatas menunjukkan keadaan uptrend dan yang bergerak kebawah menunjukkan keadaan downtrend....

2 Metode Untuk Melatih Kesabaran Dalam Trading

14 MAY 2014    DIBACA:1835    OLEH:MARTIN    KATEGORI:PSIKOLOGI

Ketidak-sabaran biasanya terjadi ketika trading pada kondisi ranging. Tidak sabar untuk segera menutup posisi karena pergerakan cenderung lambat. Secara psikologis ketidak-sabaran timbul karena ingin secepatnya meraup profit ataupun merealisasikan kerugian agar bisa kembali entry. Yang biasa terjadi adalah menutup posisi sebelum level stop loss atau target terkena. 2 Metode untuk melatih kesabaran bisa dilakukan dengan mengurangi position size atau memperkecil leverage, dan melihat trend pada time frame yang lebih tinggi....

Menggunakan Bollinger Bands Dalam Trading Forex Dan Saham (1)

10 JUN 2014    DIBACA:1434    OLEH:MARTIN    KATEGORI:INDIKATOR

Indikator Bollinger Bands sering digunakan bersamaan dengan analisa formasi candlestick. Kombinasinya akan memberikan sinyal yang valid. Parameter yang direkomendasikan adalah periode 20 dan deviasi 2. Penggunaan praktis : untuk melihat adanya penerusan trend dan pembalikan arah trend....

Rasio Risk Reward Dalam Forex

24 MAR 2015    DIBACA:347    OLEH:RICO FY    KATEGORI:MANAJEMEN RESIKO

Rasio risk reward adalah rasio yang digunakan oleh banyak investor/trader untuk membandingkan imbal hasil yang diharapkan dari sebuah investasi dengan jumlah risiko yang diambil untuk mendapatkan imbal hasil tadi. Rasio ini diperhitungkan secara matematis....

Trading EUR/USD Di Binary Options

25 MAR 2015    DIBACA:428    OLEH:GALUH    KATEGORI:PENGANTAR BINARY OPTIONS

Tak jauh berbeda dengan cara trading di spot forex, trading EUR/USD di binary options juga dilakukan dengan memperkirakan apakah harga akan bergerak ke level yang lebih tinggi atau rendah dari harga saat ini. Namun karena adanya beberapa perbedaan seperti pilihan jenis trading dan penggunaan expiry time, trader binary options perlu menyesuaikan strategi trading dengan lebih baik agar tetap bisa meraih keuntungan dari pergerakan pair ini....

Artikel: Forex | Emas | Komoditas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito





Pengantar Forex Dasar Dasar Forex Pasar Forex Broker Forex Margin Dan Leverage Manajemen Resiko Money Management Trading Plan Analisa Teknikal Candlestick Trend Time Frame Support Resistance Pivot Point Fibonacci Indikator Teknikal Analisa Fundamental Indikator Ekonomi Bank Sentral Dunia Analisa Intermarket Sistem Trading Bank Strategi Hedging-Scalping-Martingale Price Action Psikologi Trader Forex Tokoh Forex Inspirasi Tips Trik Investasi Serba Serbi Lainnya Metatrader Robot Trading Bank Robot Trading Belajar MQL/EA MQL/EA Bank Indikator Pengantar Binary Options Broker Binary Options Strategi Binary Options Trading Otomatis Sinyal Trading Kontes Trading Fasilitas Trading E Payment


Artikel: Forex | Emas | Komoditas | Saham | Rupiah | Kredit | Deposito


Artikel Pemirsa
"Ingin berbagi ilmu dan pengalaman trading?" Tuliskan artikel orisinil Anda di seputarforex agar dibaca lebih banyak pemirsa.

Tulis Artikel Anda
Kembali Ke Atas Kembali Ke Atas
DISCLAIMER
  • Informasi, materi, rekomendasi, dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.
  • Tidak mengajak ataupun mengharuskan untuk bertrading forex, forex adalah beresiko, segala keputusan dan kerugian adalah tanggung jawab Anda sendiri.
  • Tidak menjamin kualitas ataupun kredibilitas atas link ke luar(pihak ketiga) berupa iklan berbayar, banner, broker, referral, dsb.
  • Artikel/tulisan oleh team seputarforex, boleh dijadikan acuan/ditaruh di situs lain, namun berdasarkan etika harus mencantumkan link balik ke situs seputarforex.com