Antara Sepak Bola Dan Forex

  By: Greenpips   View: 5456    Inspirasi  

Lah… apa hubungan antara sepak bola dengan forex yah? Trader partner diskusi saya (yang kebetulan juga maniak MU) bilang kalo pengaturan strategi di sepak bola sejatinya gak beda dengan strategi dalam trading forex. Mmm… ok deh… berhubung saya gak terlalu ngeh dengan strategi sepak bola, saya cuma nanya, "Gimana tuh?". Dia bilang, strategi di sepak bola dalam hal ini adalah tugas dan kewenangan pelatih.

money_ball
Pelatih sebuah tim sepakbola, sebagai perumus strategi, harus punya sudut pandang yang lebih luas dibandingkan dengan pemain sebagai pelaksana di lapangan. Seorang pelatih tim sepak bola harus mengetahui karakteristik permainan (dan pemain) lawan sehingga bisa menentukan strategi untuk menghadapi tim lawan tersebut, misalnya menentukan pemain mana yang akan dipasang, juga menentukan siapa pemain lawan yang harus dijaga ketat dan sekaligus menugaskan siapa yang harus melakukan penjagaan tersebut. Trus, apa tugas para pemainnya? Nah, pemain di sini sebagai pelaksana ya harus patuh pada arahan yang telah diberikan oleh sang pelatih. Kalo gak nurut? Ya jadinya nasib tim mereka bisa kayak MU kemaren deh. Yah, whatever!

Trus, emangnya gimana hubungannya dengan forex? Sebagai seorang trader, kita harus mengenal karakteristik market untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menghadapinya. Kita mesti tahu perilaku market untuk mengetahui kapan kita sebaiknya melakukan dan mengambil posisi, apa indikator yang mesti dipasang, berapa margin yang sebaiknya "dikerahkan", berapa point SL yang mesti dipasang untuk menjaga satu posisi dan kapan mesti keluar dari market. Sekali kita menetapkan strategi dan menyusun trading plan, dalam pelaksanaannya kita harus berpegang pada strategi tersebut.

Disiplin… lagi-lagi menjadi kunci utama. Gak ada gunanya kita susah-susah menyusun strategi dan trading plan kalo dalam pelaksanannya akhirnya kita langgar sendiri. Oya, selain mesti tahu karakteristik market, sebagai trader kita juga mesti tahu perilaku yang spesifik dari masing-masing pair. Itulah mengapa, Kebanyakan trader mempunyai pair andalan maupun type market yang menjadi spesialisasinya. Pertama kali saya mengenal trading, pair yang saya kenal ya cuma EU. Untungnya, 2 tahun yang lalu, EUR/USD belum seliar sekarang. Sekarang, EUR/USD masih menjadi pair favorit saya. Bukan apa-apa sih… rasanya udah kenal aja dengan karakteristik pair yang satu ini.

Ok, kembali  ke hubungan antara sepak bola dan forex tadi. Kalo saya sih malahan melihat bahwa mental seorang trader seharusnya juga menjadi mental dasar seorang atlet, termasuk juga pemain sepak bola. Mental seperti apa tuh? Cerdas membaca situasi, disiplin, percaya diri (tapi tidak over confident), tidak mudah terpancing emosi dan pantang menyerah. Yah, singkatnya sih mental seorang winner.

Saya pernah baca satu quote…  "The winner and losers are divided not two years down the road or even six months down the road, but from day one". Beda antara yang kalah dan yang menang memang berawal dari mental.  Jelas…  mental seorang pemenang dibutuhkan di semua bidang, termasuk juga trading. Setuju? Owh… iya, ada satu lagi hal yang sama antara sepak bola dan trading: sama-sama bikin rela begadangan.




Artikel Inspirasi


Artikel Forex Lainnya

Komentar: 3
  • mantap bosss...sepakbola sama forex sama2 butuh strategi disiplin sama mental juara...kalo dalam semua kompetisi se semua jelas butuh itu ya... mana ada trading yang berhasil kalo g pake teknik alias asal-asalan sama kayak sepakbola yang butuh skill dan g bisa sembarangan mainnya biar g kalah.

    Doni Safari
    21 NOV 2011
  • dr quote tu klo diartiin scr lngsung berarti kn trdr yg kalah & menang sdh lngsng ketauan di hr prtm trdng, gmn cr mengenaliny pas kt prtm kali trdng? n itu maksudny d trdng ril apa demo? soalnya kl bener2 pertama shrsny di demo, tp kl yg ada resikony beneran y diril.
    Fir Man
    13 DEC 2011
    mungkin yang dimaksudkan di sini adalah perbandingan antara waktu (yang ada di istilah) dan tahapan trading (yang ada di situasi nyata). karena di tahapan paling awal yang perlu dilakukan adalah persiapan mental, maka wajar jika day 1 dalam istilah itu dibandingkan dengan mental trading. segala tindakan dan keputusan itu tercermin dari kondisi mental kita dan bagaimana mengkondisikannya, jika mental kita saja belum siap untuk trading, maka dalam prosesnya kita akan menemui banyak hambatan yang akhirnya menjadikan seorang trader sebagai loser. sama dengan perilaku loser dan winner yang sudah diketahui pada day 1.
    Suprapto
    16 DEC 2011
  • Dimana2 napa sih yg dianggep musuh trading itu market, padahal diri sendiri itu yg lebih perlu diwaspadain daripada market. Kalau market menurut ane lebih pantes dianggep sebagai sesuatu yg perlu dipelajari & diikutin aja, bukannya dimusuhin, malah itu ntar jadinya kita melawan market dong. Padahal proses mengenali diri sendiri itu hampir sama kayak mengenali lawan juga. kita nyusun sistem buat mengalahkan musuh itu juga sama kayak kita bikin rencana buat memperbaiki diri kita sendiri..........
    Rohim Aja
    19 JAN 2012
    interpretasi musuh yang dihadapi saat trading bisa bermacam-macam, mulai dari market, diri sendiri, sampai trading lain. masing-masing pendapat didukung oleh alasan yang cukup masuk akal. namun semua ini kembali pada cara trading kita sendiri, karena kita trading adalah secara individu, jika profit kita yang untung dan jika loss kita sendirilah yang rugi. memang di setiap order buy yang rugi selalu ada order sell yang untung. namun kerugian itu lebih banyak bermula dari kita sendiri. entah dari sistem atau disiplinnya yang kurang, sebaiknya trader tetap berusaha melakukan yang terbaik.
    Suprapto
    27 JAN 2012

Apakah Anda Trader Pemula?

belajar forex untuk pemula Klik di sini untuk tahu cara belajar dan menguasai trading dengan mudah.