Belajar Dari Trading Sistem Terburuk

  By: Greenpips   View: 8559    Inspirasi  

Di suatu forum trader, ada seorang member yang memberikan pengumuman yang menurut saya rada aneh. Bunyinya: "Dicari EA yang dijamin selalu loss". Wehh! buat apa juga cari EA yang dijamin loss? Ternyata, dia berharap bisa menggunakan sinyal dari EA tersebut sebagai sinyal terbalik. Ok, saya memang gak akan membahas bagaimana mencari atau membuat EA yang dijamin selalu loss. Tapi, melihat pengumuman di forum tersebut, membuat saya berpikir, memang ada baiknya kita mengetahui hal terburuk supaya kita bisa mengetahui di mana letak kesalahan atau kelemahannya dan kalo bisa menghindarinya.

profit_loss
Nah, sehubungan dengan trading system, saya pernah membaca tentang satu trading system yang dikatakan sebagai trading system terburuk yang pernah ada. Memang sih, trading system tersebut memiliki rekor terburuk untuk digunakan sebagai trading system di stock market. Tapi, gak ada salahnya kita coba liat juga deh. Siapa tahu kita bisa ambil pelajaran dari trading system terburuk tersebut.

Trading system yang dikatakan terburuk tersebut dikenal dengan istilah average down. Inti dari strategi ini adalah, trader melakukan aksi buy di saat trend sedang turun, dan aksi buy ini dilakukan berulang-ulang ketika trend sedang terus turun. Tujuan asalnya adalah mencari harga terendah dan mencoba memperendah harga rata-rata saham yang sudah dibeli tersebut, sehingga apabila nantinya harga mulai naik, kita bisa menjual dengan keuntungan yang lebih tinggi.

Contohnya, katakan harga perlembar saham saat itu $50 dan kita membeli sebanyak 1 lot. Harga kemudian turun menjadi $40 per lembar dan kita melakukan pembelian lagi sebanyak 1 lot pula, sehingga harga rata-rata 2 lot saham yang kita miliki adalah $45. Jika harga ternyata masih turun lagi, kita kembali melakukan aksi beli kembali dengan tujuan untuk  memperendah harga rata-rata saham yang sudah kita miliki. Demikian seterusnya.

Nah, sudahkah terbayang bagaimana seandainya harga terus turun? Wahh… menurut saya, itu sih sama saja dengan membuang uang. Terbayang kah bila kita melakukan strategi yang sama di market forex? Mungkin anda berpendapat, melawan trend bisa saja kita lakukan apabila margin management kita kuat.

Ok, saya gak bilang melawan trend itu salah. Toh, kata para master, gak ada posisi yang "salah" dalam trading. Tapi… mari kita berpikir secara rasional saja. Buat apa "menyia-nyiakan" margin kita untuk mengulang posisi yang masih terfloating (jauh) negatif? Bukankan akan lebih menguntungkan secara rasional untuk menggunakan margin di posisi yang searah dengan trend saja?

Ok, kalopun misalnya trend memang kemudian berubah arah dan floating negatif tersebut akhirnya ter-closed positif, bukankah kita tetap rugi waktu? Dalam ekomoni, apalagi bila berhubungan dengan investasi, kita harus selalu menghitung biaya kesempatan alias opportunity cost. Jadi, seandainya kita memelihara posisi floating minus tersebut selama seminggu, kita seharusnya berpikir bahwa kita telah menyia-nyiakan margin kita selama seminggu tersebut, karena gara-gara masih terpakai untuk posisi floating, kita jadi kehilangan kesempatan menggunakan margin tersebut untuk melakukan open position yang menghasilkan profit.

Ok, jadi, pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kegagalan averaging down? Kalo boleh saya simpulkan disini: jangan menentang trend, jangan terlalu percaya diri, jangan over trading, jangan ragu melakukan "amputasi" terhadap posisi dengan kerugian yang makin membengkak, alias jangan ragu melakukan cut loss… Mmm, trus apalagi yah? Mungkin anda bisa menambahkan?








SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 3