Belajar Dari Trading Sistem Terburuk

  By: Greenpips   View: 8357    Inspirasi  

Di suatu forum trader, ada seorang member yang memberikan pengumuman yang menurut saya rada aneh. Bunyinya: "Dicari EA yang dijamin selalu loss". Wehh! buat apa juga cari EA yang dijamin loss? Ternyata, dia berharap bisa menggunakan sinyal dari EA tersebut sebagai sinyal terbalik. Ok, saya memang gak akan membahas bagaimana mencari atau membuat EA yang dijamin selalu loss. Tapi, melihat pengumuman di forum tersebut, membuat saya berpikir, memang ada baiknya kita mengetahui hal terburuk supaya kita bisa mengetahui di mana letak kesalahan atau kelemahannya dan kalo bisa menghindarinya.

profit_loss
Nah, sehubungan dengan trading system, saya pernah membaca tentang satu trading system yang dikatakan sebagai trading system terburuk yang pernah ada. Memang sih, trading system tersebut memiliki rekor terburuk untuk digunakan sebagai trading system di stock market. Tapi, gak ada salahnya kita coba liat juga deh. Siapa tahu kita bisa ambil pelajaran dari trading system terburuk tersebut.

Trading system yang dikatakan terburuk tersebut dikenal dengan istilah average down. Inti dari strategi ini adalah, trader melakukan aksi buy di saat trend sedang turun, dan aksi buy ini dilakukan berulang-ulang ketika trend sedang terus turun. Tujuan asalnya adalah mencari harga terendah dan mencoba memperendah harga rata-rata saham yang sudah dibeli tersebut, sehingga apabila nantinya harga mulai naik, kita bisa menjual dengan keuntungan yang lebih tinggi.

Contohnya, katakan harga perlembar saham saat itu $50 dan kita membeli sebanyak 1 lot. Harga kemudian turun menjadi $40 per lembar dan kita melakukan pembelian lagi sebanyak 1 lot pula, sehingga harga rata-rata 2 lot saham yang kita miliki adalah $45. Jika harga ternyata masih turun lagi, kita kembali melakukan aksi beli kembali dengan tujuan untuk  memperendah harga rata-rata saham yang sudah kita miliki. Demikian seterusnya.

Nah, sudahkah terbayang bagaimana seandainya harga terus turun? Wahh… menurut saya, itu sih sama saja dengan membuang uang. Terbayang kah bila kita melakukan strategi yang sama di market forex? Mungkin anda berpendapat, melawan trend bisa saja kita lakukan apabila margin management kita kuat.

Ok, saya gak bilang melawan trend itu salah. Toh, kata para master, gak ada posisi yang "salah" dalam trading. Tapi… mari kita berpikir secara rasional saja. Buat apa "menyia-nyiakan" margin kita untuk mengulang posisi yang masih terfloating (jauh) negatif? Bukankan akan lebih menguntungkan secara rasional untuk menggunakan margin di posisi yang searah dengan trend saja?

Ok, kalopun misalnya trend memang kemudian berubah arah dan floating negatif tersebut akhirnya ter-closed positif, bukankah kita tetap rugi waktu? Dalam ekomoni, apalagi bila berhubungan dengan investasi, kita harus selalu menghitung biaya kesempatan alias opportunity cost. Jadi, seandainya kita memelihara posisi floating minus tersebut selama seminggu, kita seharusnya berpikir bahwa kita telah menyia-nyiakan margin kita selama seminggu tersebut, karena gara-gara masih terpakai untuk posisi floating, kita jadi kehilangan kesempatan menggunakan margin tersebut untuk melakukan open position yang menghasilkan profit.

Ok, jadi, pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kegagalan averaging down? Kalo boleh saya simpulkan disini: jangan menentang trend, jangan terlalu percaya diri, jangan over trading, jangan ragu melakukan "amputasi" terhadap posisi dengan kerugian yang makin membengkak, alias jangan ragu melakukan cut loss… Mmm, trus apalagi yah? Mungkin anda bisa menambahkan?




Artikel Inspirasi


Artikel Forex Lainnya

Komentar: 3
  • tetap konsisten sama strategi yang sudah dipakai. jangan sampai sebelumnya sudah punya strategi yang profitable terus tiba-tiba ganti strategi jadi averaging cuman gara-gara tertarik sama kemungkinan profitnya. intinya boleh percaya diri, tapi maksudnya percaya diri sama strateginya sendiri, dan nggak gampang terpengaruh sama iming-iming strategi yang laen kalau punya sendiri udah profitable.
    Muhammad Paijo
    20 APR 2012
  • Kalau ada averaging down artinya ada averaging up, apa beda averaging up dn down? Kenapa yg lebih merugikan averaging down?
    Dimas Lutfian
    26 MAY 2012
    Jika averaging down order buy dibuka saat harga sedang tren bearish, maka averaging up membuka order buy saat tren bearish sudah mencapai level terendahnya, dengan harapan bahwa order buy tersebut akan searah dengan tren berikutnya yaitu bullish. Mungkin ini jadinya hampir sama dengan strategi counter trend, dimana kesulitannya terletak pada analisa level terendah dari tren bearish itu. Bisa jadi trader menggunakan oscillator untuk mencari level oversold, atau dengan indikator lain. Yang jelas ketika order dilakukan dengan alasan yang lebih realistis pasti dinilai lebih menguntungkan daripada strategi satunya, yaitu averaging down, yang lebih tidak masuk akal untuk diterapkan karena jelas-jelas tau bahwa harga akan terus turun tapi malah membuka order buy.
    Noor Fajrian
    30 MAY 2012
    msk bgt ada jg tips2 trdng averaging down yg bnr tuh gmn biar ttp trksn masuk akal. gitu2 averaging down kn jg trmsk strategi trdng, wlpun keliatanx dangerous gt tp ada cara2x trsndirilah. kyk yg smpt dbhs disini http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=102118&title=metodologi_averaging_sistem dijlsn klo averaging down msh aman klo orderx 1 ato 2 kl aja, tp kl udh gitu hrg msh trs turun itu yg br bhy. trus bs jg diatur spy order g smpe 3x, dn ada batasan2 lot n posisi yg jls kudu diatur dgn bnr2 teliti. dr kerumitanx itu jls nih bkn bwt trdr nubi. tp klo udh pro dn analisax dah mateng knp ga?
    Noel Herdi S
    8 JUN 2012
  • To noel: Balik lagi ke pendapat master greenpips:
    Buat apa "menyia-nyiakan" margin kita untuk mengulang posisi yang masih terfloating (jauh) negatif? Bukankan akan lebih menguntungkan secara rasional untuk menggunakan margin di posisi yang searah dengan trend saja?

    kesimpulannya: buat apa cari cara yang susah dan cenderung bikin rugi banyak, kalo ada cara yang lebih mudah dan profitable? atau buat apa susah payah melawan tren? kalo dengan mengikuti tren saja juga bisa untung? daripada bersikeras buy di saat downtrend, dan profitnya baru didapat pas trennya berbalik, apa nggak lebih baik sejak awal sell di downtrend itu? paling nggak sudah bisa langsung dapet profit, nggak perlu berkorban waktu dan emosi dulu buat ngumpulin profit. iya kalo berhasil terkumpul, kalo belum profit tapi kena mc duluan gimana?
    Brian Margono
    7 OCT 2012

Apakah Anda Trader Pemula?

belajar forex untuk pemula Klik di sini untuk tahu cara belajar dan menguasai trading dengan mudah.