Sesuaikan Indikator Dengan Kondisi Market Yang Selalu Berubah

  By: Greenpips   View: 7903    Indikator  

Jika anda mengamati pergerakan chart, anda akan merasakan bahwa pergerakan harga pairs dalam forex trading selalu berfluktuasi dalam tempo yang relatif singkat. Sifat pergerakan yang seperti ini memang membuat analisis teknikal dianggap mampu untuk membaca pola pergerakan harga yang telah terjadi, sekaligus juga memperkirakan pergerakan selanjutnya, karena dalam segala sesuatu yang terlihat acak (termasuk juga pergerakan chart), selalu terdapat pola-pola tertentu yang cenderung berulang. Bagaimanapun, history akan selalu berulang, demikian pula dalam pergerakan harga pairs dalam forex trading.

pergerakan pasar

Kondisi seperti di atas itulah yang menyebabkan banyak traders mengandalkan analisis teknikal dalam ber-trading. Tetapi, anda juga perlu ingat, bahwa semua indikator, pada dasarnya hanya memberikan "kemungkinan" tentang bagaimana perilaku market. Oke, "kemungkinan" yang diberikan oleh indikator andalan anda mungkin memang cenderung tinggi, tetapi bagaimanapun tidak ada kepastian 100% kan? Boleh dibilang, tidak pernah ada yang tahu pasti bagaimana kecenderungan perilaku market.

Mmm… mungkin kecuali kalo anda termasuk dalam big boys yang punya kekuatan besar untuk mempengaruhi market sih. Tapi kalo anda trader  yang "biasa-biasa ajah", gerakan market adalah satu hal yang "given" dan mau gak mau harus anda ikuti  Nah, berhubungan kondisi market yang selalu berubah inilah, kalo anda ingin menjadi trader yang sukses, anda harus menggunakan beberapa indikator atau membuat strategi trading yang mendasarkan pada kombinasi beberapa indikator untuk bisa lebih akurat dalam "membaca" market.

Mengapa harus beberapa indikator? Kok gak cukup hanya satu indikator andalan saja? Ya, sebagaimana anda tahu, setiap indikator punya kelemahan masing-masing. Juga, masing-masing indikator biasanya akan memberikan sinyal terang untuk satu kondisi market tertentu dan memberikan cenderung false signal untuk kondisi market yang berbeda. Jadi, Anda sebaiknya menyesuaikan indikator yang anda gunakan dengan kondisi market yang sedang berjalan.

Ok, saya akan langsung memberikan contoh kombinasi indikator untuk masing-masing kondisi market saja deh… supaya lebih jelas. Untuk market yang sedang sideways, saya biasa menggunakan kombinasi indikator  SMA200, W%R dan parabolic SAR di time frame 15m. Tentunya saya hanya memasang TP yang relatif rendah, hanya sekitar 10-30 pips, tergantung range sideways yang terjadi.

Sedangkan jika market sedang cenderung trending, saya biasa menggunakan fibonacci retracement, ditambah trend line di time frame 4H dengan TP yang relatif lebih tinggi. Biasanya sih saya menggunakan patokan level-level fibonacci sebagai TP maupun SL. Kombinasi indikator yang saya sebutkan di atas hanyalah contoh. Anda mungkin punya "ramuan" indikator sendiri yang lebih mantaps. Saya hanya ingin menekankan, kenalilah sifat indikator (kombinasi indikator) yang anda pakai, supaya jangan sampai terjebak oleh false signal yang diberikan indikator tersebut karena kondisi market yang tidak lagi sesuai.

Mungkin anda berpikir, wah… males banget kalo harus paham banyak indikator, cukup satu ajah deh. Oke, saya gak maksa anda untuk bener-bener ahli di segala kondisi market kok.  Toh gak ada paksaan untuk anda masuk di semua kondisi market. Jadi iya sudahlah…, kalo satu saat anda merasa market sedang tidak menarik, misalnya karena sedang sideways sedangkan indikator andalan anda kurang bisa memberikan sinyal mantap saat kondisi market seperti itu, mending menyingkir aja dulu dari market, cukup amati dan pantau aja dulu.

Baru setelah anda merasa market kembali seru, dan system yang anda pakai kembali memberikan sinyal terang, silahkan kembali masuk market.





SHARE:

SHARE:

 
Komentar On-Site Komentar Facebook
5 Komentar Urutkan:

  • @bambang: stj, ane prnh nyoba tradng wkt ada tren d jm2 malem, dan kgt bgt sm volatilitas dsn. utk jngk pndek kykx krg bs dperhitungkn deh itu. ane preferx trading pake tren bwt yg agak panjang jngkax, kl yg pendek2 liat kecenderunganx dulu sm pngrh fundamental
    Bubu_aditya
    22 NOV 2011
  • Memang ada saat-saat dimana trader lebih baik untuk tidak masuk pasar, tapi ini biasanya lebih berkaitan dengan faktor psikologis. Jika berdasarkan pengalaman trading pada kondisi tertentu dirasa kurang sesuai, maka sah-sah saja untuk menghindar.

    Tapi bagi yang belum pernah merasakan bertrading pada kedua kondisi pasar yang berbeda, akan lebih baik untuk mencobanya dulu, karena pada dasarnya profit dapat diraih dari pergerakan harga sekecil apapun jika trader tau cara yang tepat untuk mendapatkannya.
    Bambang Priyono
    17 NOV 2011
  • Pas sideways ane cenderung menyingkir sih... hehehehe... cari pasar laen yang ada trending... kalo masuk di awal2 kan bisa lumayan tuh...
    Edi
    15 NOV 2011
  • @angga: stj gan, ttp perlu indi lain bwt ketemu snyl trdng yg cocok. sbnrx bs jg sih kl pake 1 indi trus d backtest dl lwt akun demo. tp bkl lbh simpel kl crtau dl fungsi n kecocokan indi trus dpasangin deh itu kira2 yg bs slng mlngkp
    Bubu_aditya
    31 OCT 2011
  • selama makenya satu indikator kita ga akan pernah tau sinyal terang itu false atau true. kalau make indikatornya dua atau lebih pastikan tau perbandingannya apa sinyal trading dari indikator tertentu itu bisa selalu diandalkan apa ga dan dikondisi apa aja itu bisa dipakenya.
    Angga Kusdi
    26 OCT 2011